
"Apa maksud mu dia menumpangi taksi online , sementara kamu melihatnya" ucap kakek tidak senang, karena Arya membiarkan menantu perempuan nya pergi sendiri seperti itu.
"Maaf kan aku kakek, aku juga tidak menyangka, hal buruk seperti ini akan terjadi." Ucap Arya dengan kepala sedikit tertunduk merasa bersalah.
"Dan apa maksud mu dia ingin kuliah di tempat mu?" dengan nada khas meremehkan kakek Tomo. "Dia sudah menyelesaikan pendidikannya" tambahnya lagi singkat.
Mendengar itu Arya hanya diam tidak berani bertanya.
"Agus, kamu hubungi Dokter terbaik di rumah sakit ini secepatnya!" perintah kakek Tomo kepada orang kepercayaan nya sambil berjalan ke arah pintu ruangan dimana Terra tengah di tangani Dokter.
Arya hanya menatap punggung kakeknya yang tengah berjalan mendekat ke pintu itu sambil menyimpulkan sendiri apa yang baru saja kakeknya katakan. "Memangnya kenapa jika Terra telah menyelesaikan pendidikan S-I nya, bisa saja dia ingin melanjutkan S-II di kampusku, seperti aku sekarang," batin Arya.
Tapi dia tetap diam dan tidak ingin melawan kakek nya berdebat.
Di depan pintu ruangan itu kakek mengeluarkan ponsel dari balik jasnya, dan memanggil nomor seseorang di sana.
"Hallo," ucap kakek itu berbicara dengan seseorang di ujung telepon itu.
"Iya kakek, ada apa?" ucap pria itu sambil terus sibuk menandatangani beberapa berkas di depannya.
"Carlson, kamu harus datang ke sini sekarang, istri mu mengalami kecelakaan, dan sekarang dia masih di tangani oleh Dokter" ucap kakek Tomo kepada cucunya itu.
"apa maksud kakek, istriku apanya?" tanya nya masih belum memahami apa yang di katakan oleh kakaknya itu.
"Carlson!" bentak kakek Tomo kepada cucu kesayangan nya itu.
Bbagaimana tidak, di situasi seperti ini, dimana Terra tergeletak tidak sadarkan diri di ruang dingin rumah sakit, cucunya malah terdengar tidak peduli.
Bentakan dari kakek Tomo membuat kesadaran Carlson kembali.
"Kakek apa yang terjadi dengan nya?" tanya Carlson karena rasa bersalah, mungkin gadis itu mengalami kondisi yang serius, pikirnya.
Tapi menurut Thomas siang tadi dia masih baik baik saja bahkan datang ke kampus Arya.
"Dia mengalami kecelakaan, untung saja Arya saat itu juga kebetulan berada di tempat kejadian." terang kakek Tomo singkat.
"Kakek, jika kondisinya kritis, koma dan sebagainya tentu saja aku akan langsung ke sana sekarang.
tapi jika hanya luka kecil yang membutuhkan sedikit operasi saja, aku minta maaf, sepertinya aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku di sini, aku benar-benar sibuk" ucap Carlson berterus-terang.
"Kamu memang keras kepala Carlson, suatu saat kamu pasti akan menyesal akan hal ini" ucap kakek tua itu kesal kepada cucunya.
Dia tahu jika cucunya itu telah berkata demikian, tidak ada yang dapat merubahnya. "Setidaknya dia akan mampir setelah pekerjaannya selesai kan" pikir kakek Tomo sambil menyimpan kembali ponselnya.
Saat itu Dokter juga keluar dari ruangan tempat Terra di rawat.
Melihat itu Kakek langsung mendekat ke arahnya.
"Dokter bagaimana keadaan cucu menantu saya?" desak kakek Tomo tidak sabaran.
__ADS_1
"Cucu anda baik-baik saja tuan, tidak ada yang serius," kata Dokter itu sambil tersenyum.
"Syukurlah jika tidak terjadi apa apa dengannya" ucap kakek itu penuh syukur.
"Kami akan memindahkannya keruangan VVIP segera, setelah itu bapak bisa melihatnya, dan dia akan sadarkan diri satu atau dua jam ke depan." Terang dokter itu penuh hormat, karena dia telah mengenal orang besar yang ada di hadapannya ini.
Jadi dia langsung memerintahkan perawat di sana untuk memindahkan Terra sebelum di minta oleh sang empunya.
"Terimakasih Dokter," ucap kakek Tomo dan Arya secara bergantian. mereka berdua duduk sejenak sambil menunggu perawat itu memindahkan Terra ke ruangan yang lebih layak.
"Pak Arya, istri bapak telah kami pindahkan, sekarang bapak telah bisa untuk melihat nya." ucap perawat itu yang mengira Terra merupakan istri Arya, karena jelas jelas tadi kakek berkata jika wanita itu adalah cucu menantu nya.
"Ah, itu....." ucap Arya canggung dan ingin menjelaskan.
"Baik kami akan segera ke sana" potong kakek Tomo tampa memberikan kesempatan kepada Arya untuk menjelaskan.
Arya yang melihat kakek nya berjalan menuju ruangan Terra juga dengan patuh mengikuti nya dari belakang.
*Di ruangan Carlson.
Thomas langsung menyelonong masuk ke dalam ruangan Carlson dengan wajah khawatir.
"Bos, bos, kakak ipar mengalami kecelakaan" lapornya dengan satu tarikan nafas.
tapi sang empu yang di beri tahu hanya duduk tenang di kursinya.
"Anda sudah mengetahui nya?" tanya Thomas lagi saat melihat wajah datar Carlson.
"Ya, saya harap begitu."
*Di ruangan Terra.
Seorang gadis terbaring lemah di ranjang rumah sakit, dengan kepala dan kakinya yang telah di perban.
Perlahan gadis itu terlihat menggerakkan tangan dan perlahan mulai membuka matanya.
Terra memperhatikan sekeliling nya, mencoba menilai dimana dia berada.
tiba tiba serangkaian tulisan timbul secara otomatis di depannya, seperti tertulis di papan tulis transparan.
Sambil membaca tulisan tersebut.
SISTEM DI AKTIFKAN.
[SELAMAT DATANG PLAYER]
[MEMINDAI]
LOKASI \= ANDA BERADA DI
__ADS_1
RUANG VVIP RUMAH SAKIT PERMATA DI JAKARTA.
"Apa ini?" pikir Terra.
Kemudian dia melihat kakinya yang tengah di perban.
[MEMINDAI]
MENCEK KONDISI\= KAKI PLAYER MENGALAMI CIDERA RINGAN, AKAN SEMBUH DALAM BEBERAPA MINGGU, ATAU PLAYER BISA MEMBELI OBAT PEMULIHAN KONDISI PADA SISTEM.
Kata kata aneh terus menerus bermunculan di pandangan Terra.
Klek...
Bunyi seseorang membuka pintu.
"Kakek?" ucap Terra melihat kakek Tomo.
[MEMINDAI]
TOMO DIRJA NINGRAT
UMUR 62 TAHUN
LIHAT INFORMASI LEBIH DETAIL?
[YA] [ABAIKAN]
"Sayang, syukur lah kamu sudah siuman, Arya cepat panggilkan Dokter " perintah kakek kepada Arya.
"Apa ini sebenarnya, sepertinya hanya aku sendiri yang bisa melihat tulisan tulisan aneh ini." batin Terra.
"Aku baik baik saja kakek," ucap Terra sambil berusaha tetap tersenyum.
"Apa yang kamu katakan, tentu saja kamu harus baik baik saja," ucapnya setengah becanda.
Klek....
Suara pintu yang terbuka kembali oleh Arya yang datang membawa seorang Dokter bersamanya.
"Dokter tolong periksa kondisi cucu saya" ucap kakek itu penuh harap.
"Kakek tenang lah, dia akan baik baik saja, lihat dia sadar lebih cepat dari yang di katakan oleh Dokter." ucap Arya mulai santai karena melihat kondisi Terra telah lebih baik.
Setelah memeriksa kondisi Terra Dokter itu kembali tersenyum.
"Cucu bapak benar-benar baik-baik saja, bahkan dia lebih sehat dari pada yang saya pikirkan, dia benar benar memiliki keberuntungan yang baik." ucap Dokter dengan senyum cerah.
"tapi tetap saja dia perlu istirahat beberapa hari untuk pemulihan kondisi kakinya sebelum pelepasan gips." ucap dokter itu.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu" ucap kakek Tomo lega.
"Kakek apakah kak Carlson tidak akan datang?" tanya Arya.