Rahasia Istri Idiot

Rahasia Istri Idiot
007 Tragedi


__ADS_3

"Arya yang mendengar beberapa pemuda itu akan mencoba mengikuti dan mendekati Terra, juga tidak ingin tinggal diam, dia juga berencana mengikuti mereka diam diam dari belakang.


Walaupun sebenarnya Arya tau jika para pemuda itu tidak bermaksud jahat dan hanya ingin berkenalan dengan Terra, karena memang dia terlihat sangat cantik hari ini,


tapi entah kenapa hatinya merasa tidak rela.


Terra dengan tenang duduk di kursinya sambil menunggu pesanannya datang, dia sengaja memilih meja paling pojok dekat kaca transparan, dimana di luarnya Terra bisa melihat air mancur kecil dan kolam ikan koi dengan jelas.


Dia begitu tenang duduk sendirian tampa memperdulikan orang di sekitar nya yang berusaha menarik perhatian nya. Karena dia belum cukup terbiasa dengan budaya Indonesia dimana orang asing bisa berbicara dan menganggu waktu istirahat nya.


"Ini mbak, pesanan mbaknya, satu cofee latte, dan satu potong kue jeruk nipis yang segar." Ucap pelayan itu dengan sangat ramah dan bersahabat.


"Terimakasih ya mas," sambil tersenyum manis.


"Iya mbak, sama sama." Pelayan pria yang memakai celemek kulit berwarna coklat itupun berlalu pergi.


Terra menikmati minuman dan kue kesukaannya, sangat sulit untuk mencari kue Dengan rasa jeruk nipis yang enak seperti ini," pikir Terra sambil terus memasukkan kue itu kedalam mulutnya.


Dari jauh Arya terus memperhatikan gadis itu.


"Apakah dia begitu lapar, atau kue yang bewarna kuning hambar itu begitu enak?" pikir Arya sambil terus memperhatikan Terra.


Akhirnya dia juga tidak tahan dan penasaran ingin mencoba kue itu, hingga Arya memanggil pelayan yang mengantarkan kue ke meja Terra sebelumnya.


"Hei bro?" sambil mengangkat tangannya memanggil pelayan itu.


"Ya mas?"


"Aku mau pesan kue seperti milik wanita di sebelah sana," sambil menunjuk ke arah Terra.


"Oh itu adalah kue rasa jeruk nipis, apa anda menginginkan nya juga?" tanya pria itu yang juga mengikuti arah pandangan Arya.


"Iya, bawakan ke sini satu." Pinta Arya.


"Tentu saja mas, tunggu sebentar," sambil pergi dari meja Arya.


*Di meja sebelah.

__ADS_1


Setelah kenyang, Terra berdiri dia berniat pergi dari sana dan pulang ke kediaman keluarga Dirja Ningrat.


"Ini mas kue pesanan anda." Ucap pelayan laki laki itu mengantarkan kue rasa jeruk nipis ke meja Arya.


"Ah, kamu sangat lama." Ucapnya kesal, karena Terra sepertinya akan segera pergi dari sana, sebelum dia sempat bisa mencicipi kue itu.


"Mas kamu mau kemana, kuenya bagaimana?" ucapnya setengah berteriak kepada Arya yang berjalan menuju pintu keluar.


"Kamu saja yang makan!" ucapnya singkat, sambil menjauh dari sana.


Tak lupa, para pemuda yang dari tadi membicarakan Terra juga ikut keluar dari kafe itu untuk mengikutinya, yang mereka kira Terra akan menuju ke kampus mereka.


Terra masuk kedalam taksi online yang tadi telah dipesan nya terlebih dahulu, dia masuk ke dalam mobil tampa memperlihatkan sekelilingnya.


Arya juga bergegas ke arah parkiran tempat dimana mobilnya berada, saat hendak masuk kedalam mobil itu, Arya melihat seorang pria yang mencurigakan yang tengah berbicara di telfon sambil terus memperhatikan gerak gerik Terra, pria aneh itu juga melaporkan plat nomor taksi online yang di tumpangi oleh Terra.


"Ada apa ini sebenarnya, mengapa begitu banyak laki laki yang berada di sekeliling mu?" batin Arya.


"Mau pulang ya mbak?" tanya driver itu kepada Terra.


"Alamatnya sesuai yang di aplikasi ya mbak?" sambil melirik wajah Terra melalui kaca yang ada di depannya.


"Aku beruntung sekali hari ini, bisa masuk kedalam perumahan elite itu," lanjut driver itu lagi sambil mulai menjalankan mobilnya.


"Iya mas, tapi rumah saya bukan di sana" ucap Terra jujur, karena dia berfikir itu hanya tempat tinggalnya sementara.


"Oh begitu ya mbak" ucap driver itu singkat.


Di dalam mobilnya Arya terus mengikuti mobil yang di tumpangi Terra. Tiba tiba di sebuah persimpangan kecil, sebuah truk dengan kecepatan tinggi melaju dengan oleng mengarah ke arah mobil yang di tumpangi oleh Terra.


"Terra awas" teriak Arya dari dalam mobilnya.


BRUAAKKKK.... dentuman keras dari suara truk yang menabrak mobil yang di tumpangi oleh Terra, hingga mobil pemuda yang di kafe tadi juga ikut sedikit terbanting cukup jauh dari sana.


Arya menyaksikan itu semua di depan matanya sendiri, mungkin dia tidak kena karena mobilnya berada cukup jauh di belakang dan juga di batasi oleh mobil pemuda pemuda di kafe sebelumnya.


Arya langsung keluar dari dalam mobilnya dan langsung menelfon ambulan, sambil berlari ke arah mobil Terra.

__ADS_1


"Terra,,,,, Terra???" teriak Arya panik memanggil nama gadis itu.


Sementara Terra terkapar tidak sadarkan diri di kursi penumpang, dengan darah yang bercucuran di dahinya.


Arya sangat panik melihat ini, apa yang kan dikatakannya nanti pada kakek dan saudara sepupunya.


Karena tidak sabar menunggu ambulan, Arya menelfon semua orang yang bisa dia hubungi.


termasuk polisi, pemadam kebakaran dan tentu saja kakeknya.


Lalu lintas juga sudah mulai macet akibat kecelakaan itu, suasana di sana juga sangat kacau. Ambulan, pemadam kebakaran dan polisi datang secara bersamaan, menambah riuhnya suasana di sana, dan kilatan kamera wartawan yang entah sejak kapan mereka berada di sana.


Dua mobil ambulance langsung membawa korban kecelakaan itu ke rumah sakit, termasuk Terra.


"Apakah anda keluarga korban?" tanya perawat itu kepada Arya yang dari tadi memegangi Terra.


"Iya, dia keluarga saya..... ucapan Arya terhenti memikirkan apa hubungan mereka.


"Kalau begitu anda ikut kami!" Ucap perawat itu langsung memasukkan Terra yang di temani oleh Arya kedalam ambulance.


"Semoga kamu baik baik saja" ucap Arya sambil terus memandangi wajah Terra.


Dia tidak berani samasekali untuk menghubungi saudara laki-laki nya itu, yang merupakan suami dari wanita yang terluka di hadapannya ini.


*Di rumah sakit.


Kakek nya datang dengan langkah tergesa-gesa di ikuti oleh orang kepercayaannya dari belakang.


"Arya bagaimana keadaan Terra sekarang?" tanya kakek tua itu penuh khawatir.


"Dia sedang di tangani oleh dokter kakek, kita akan tau setelah pemeriksaan selesai." jelas Arya


"Arya apa yang terjadi sebenarnya?" tanya kakek Tomo dengan wajah cemas yang tergambar jelas di wajah nya.


"kakek, aku juga tidak tahu, hari ini kebetulan aku bertemu dengan Terra di kampus ku, aku rasa dia juga ingin kuliah di sana, dan menyelesaikan administrasi dan persyaratan nya.


Tapi di perjalanan pulang taksi online yang di ditumpanginya berjarak satu buah mobil dari mobilku, entah datang dari mana, sebuah truk tiba tiba menghantam mobil Terra dengan kuat hingga mengenai satu mobil yang berada tepat di belakang mobil itu." jelas Arya

__ADS_1


__ADS_2