Rahasia Istri Idiot

Rahasia Istri Idiot
002 Makan Malam


__ADS_3

Carlson juga mengikuti arah pandangan asisten sekaligus sahabatnya nya itu.


"Ingat dia idiot, jangan sampai kamu tertipu dengan wajah cantiknya." Ucap Carlson memandang Terra tampa kesan apapun.


Setelah semua tamu undangan pulang, kakek menyuruh Carlson membawa Terra pulang ke paviliun milik cucu kesayangannya itu.


"Kek, aku sudah mempersiapkan apartemen dekat kantor untuk tempat tinggal kami berdua, kakek tidak perlu mencemaskan apapun." Ucapnya tidak minat.


"Tidak bisa begitu, bagaimana kamu bisa membiarkan istri mu tinggal di sebuah apartemen kecil kumuh." Ucap kakek tidak peduli, walaupun harga apartemen yang di maksud Carlson adalah miliaran rupiah.


"Terserah kakek saja." Ucapnya menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi mobil tidak ingin berdebat.


Dimana dia dan Terra duduk di belakang dan kakeknya dengan ngotot untuk satu mobil dengan mereka, dimana dia duduk di depan di samping asisten Carlson Thomas.


Sampainya mereka di kediaman seluruh keluarga bersar Dirja, kakek turun memimpin mereka.


"Cucuku ini adalah paviliun milik suami mu Carlson, jika kamu tidak suka, kamu bisa pindah ke rumah utama, sebenarnya rumah utama memang di persiapkan untuk Carlson dan istrinya nanti." Jelas kakek Carlson di depan paviliun yang sangat megah milik cucunya itu.


"Tidak perlu kakek, ini bahkan sudah terlalu besar untuk kami tinggali berdua saja," ucap Terra penuh keyakinan.


"baiklah jika kamu berkata begitu, kita juga tidak perlu terburu-buru." Sambil berjalan masuk kedalam paviliun.


"Selamat datang tuan besar," sapa pelayan sopan menyambut kedatangan majikannya itu.


Dan sedikit terkejut melihat di belakang mereka berdua berdiri Carlson majikan sebenarnya yang sudah lama tidak mereka lihat.


"Tuan muda, anda sudah pulang?" Ucap kelapa pelayan perempuan setengah baya itu senang melihat kehadiran Carlson.


Yang dari awal dia sudah mendengar gosip gosip jika akan ada seorang gadis lagi yang nikah dengan majikannya itu, yang akan melakukan pernikahan seorang diri lagi tampa kehadiran mempelai pria.


Lihat sekarang dia berdiri di hadapn mereka semua, sepertinya nyonya baru mereka itu tidak dapat di remehkan.


"Ya, kalian semua siapkan semua keperluannya!" Perintah Carlson tegas pada semua pelayan nya.


Melihat itu kakek tersenyum puas.

__ADS_1


Setelah semua pelayan pergi, istri nya yang pendiam itu mulai bicara, Carlson melihat ke arahnya memperhatikan dia yang tengah bicara kepada kakeknya itu.


"Kakek, bolehkah saya minta sesuatu" 


(Wah hebat, belum apa apa sudah meminta minta.) Batin Carlson.


Tapi dia hanya mendengarkan saja dalam diam.


"Tentu saja katakan!" Jawab kakek ramah.


Begini kakek, saya di sini sendirian juga tidak memiliki pekerjaan maupun kesibukan lain, apakah boleh saya pergi ke kontrakan saya yang lama untuk merawat tamanaman kesayangan saya, saat suami saya tidak dirumah atau saat dia pergi bekerja, tapi saat dia pulang saya pastikan akan menyiapkan semua keperluan nya" ucap Terra masih pura pura bodoh dan ketakutan di depan suaminya ini.


(Apakah aku sudah ketahuan) batinya melirik sekilas ke arah Carlson.


(Lihat dia memang idiot) pikir Carlson melihatnya yang seperti orang kebingungan.


"Tentu saja boleh, jika mereka berarti bagimu, bawa kesini saja dan rawat di sini, kediaman ini memiliki beberapa rumah kaca tentunya." Jelas kakek begitu ramah pada istri cucunya itu."


(Bagus jika dia tidak di rumah) tiba tiba terbersit sebuah ide di benak Carlson.


Malam ini kita akan makan malam bersama di kediaman tua, sekaligus memyambut kalian berdua, ingat kalian harus datang." ucap kakek mengingat kan.


"Baik kek" jawab Terra patuh.


"kek, biar Terra datang sendiri, aku sangat sibuk mengurus perusahaan yang aku tinggalkan begitu saja dan langsung kembali ke Indonesia" terang Carlson.


Mendengar alasan Carlson, kakek tidak bisa berbuat apa apa, dia sudah cukup berterimakasih karena cucunya itu bersedia pulng dan menghadiri upacara pernikahannya sendiri, dan tidak membiarkan cucu menantunya melakukan sumpah pernikahan seorang diri.


"Baiklah, kamu urus urusanmu terlebih dahulu,"


"Terimakasih kek sudah mau mengerti," ucapnya lagi.


"Ya ya, ucap nya sambil pergi meninggalkan mereka berdua,"


Setelah kakeknya pergi Carlson juga langsung pergi dari sana, dia berjalan ke arah mobil yang di kendarai oleh Thomas, yang masih terparkir setia di sana menunggunya.

__ADS_1


Terra yang kelelahan juga langsung masuk kedalam kamar yang sudah di sediakan untuknya, dia merebahkan tubuhnya pasrah pada ranjang king size di kamar super luas itu.


"Sangat nyaman," batin Terra sambil memejamkan matanya.


* Di kediaman tua


"Selamat malam ayah." Sapa Roby yang merupakan menantu Tomo suami dari Mega anak perempuannya.


"Ya selamat malam, ayo masuk, kita bisa berbincang bincang terlebih dahulu sambil menunggu semua anak anak datang," sambut kakak Tomo ramah.


"Kalau begitu aku akan menyiapkan teh untuk kalian berdua," ucap Mega menawarkan dengan nada ramah.


Karena memang mereka berdua sengaja datang sedikit lebih awal, karena penasaran alasan Carlson pulang kali ini, apakah benar benar karena istrinya itu, memikirkan trik yang di gunakan Terra saja sudah membuat Mega dan suaminya sudah sangat penasaran.


*Suasana di paviliun Carlson.


"Nyonya muda? nyonya muda apakah anda di dalam?" Suara pelayan yang berusaha membangunkan Terra.


Mendengar suara ketukan dari luar Terra berusaha membuka matanya dan melihat kesamping untuk melihat jam kecil yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya.


"Ah udah jam segini, aku lupa ada janji makan malam bersama kakek." Ucap Terra kepada dirinya sendiri, dan dia perlahan bangkit dan membukakan pintu kamarnya melihat apa yang terjadi di balik pintu.


"Syukurlah anda sudah bangun nyonya muda, saya takut anda akan melewatkan janji makan malam bersama tuan besar di kediamannya." Ucap pelayan itu kepada Terra.


"Aku tidak lupa, aku akan siap siap terlebih dahulu." Ucap Terra kembali masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu.


Dia melihat ke sekeliling memperhatikan ruangan yang akan jadi kamar nya itu, tapi kamar ini terlalu maskulin untuk nya, pikir Terra.


Karena penasaran, Terra mulai meneliti satu persatu lemari di sana.


Lemari pertama Terra tidak menemukan kejanggalan apapun karena di dalam lemari itu terdapat gaun baru yang sangat indah, mungkin itu di siapkan untuknya, karena semua ukuran gaun di dalam lemari itu sama persis seperti ukuran baju miliknya.


Terra dengan tenang menutup kembali lemari itu, dan melangkah ke lemari kedua, seperti yang di harapkan nya, lemari itu di penghuni kemeja putih dan jas pria dengan ukuran yang mungkin akan menelan tubuhnya yang juga tidak bisa di bilang mungil.


Dengan tinggi 165 cm dan berat 50 kg, sama sekali tidak kecil untuk ukuran gadis indonesia. Badan Terra yang tinggi semampai dengan body bohay, akan tetap tenggelam dalam kemeja putih yang tergantung rapi di dalam lemari itu apa bila dia pakai.

__ADS_1


__ADS_2