
" sulingmu bisa masuk ketempat kami kau akan mendapatkan banyak jurus jika masuk ketempat kami" ucap menara angin.
Begitulah kebisingan itu tetap berlanjut dengan berakhir wan joe memilih untuk masuk ke jurusan angin dan begitu juga dengan wan seo dia memilih gunung angin untuk belajar mengikuti kakaknya. Wan lingge juga, ia juga disuruh untuk memilih 2 lagi diantara semua perguruan di sekte itu.
" aku memilih jurusan penempaan persenjataan" tetua agung itu bingung kenapa ia memilih hal itu.
" lagi?"
" aku memilihnya" ucapnya menunjuk kearah pegunungan kegelapan.
" apa? Kenapa kau ingin memilihnya nak? Masih banyak perguruan yang bisa kau ikuti"
" jika begitu aku tidak akan memilihnya dan aku tidak akan memilih yang lain aku akan mengikuti mereka selalu" ucapnya dingin.
" hahaha baik baiklah nanti aku akan memeriksakannya untuk menyambutmu"
" terimakasih tetua agung" ucapnya tersenyum.
Saat itu mereka diantar kearah asrama sesuai kelasnya. Wan lingge dan wan joe satu kamar sedangkan wan seo berada dikamar sebelah ia bersama seorang murid perempuan yang cukup cantik ia berumur 8 tahun berada ditingkat fuji sama dengannya.
" apakah kau anak baru?"
" ah.. iya salam kenal kak"
" hmmm berapa umurmu?"
" umurku 4 tahun"
" apa... 4 tahun? Kenapa kau bisa masuk kesini?"
" emmm aku juga tidak tau"
__ADS_1
" pasti kau dimasukkan perguruan ini pasti karena kedudukan mu yang tinggi"
" emmm tidak juga orang tuaku orang biasa ayahku tidak memiliki tingkatan bahkan ibu"
" lalu bagaimana kau bisa masuk?"
" aku mengikuti kedua kakakku kesini"
" kau pasti anak yang manja"
" aku bukan anak manja tahu..." teriaknya.
Wan yau mendengar teriakan itu namun wan joe tidak.
" aku akan keluar menemui wan seo apakah kau ingin ikut?"
" iya"
" wan... Seo... apakah kau ada didalam?"
" kakak....." ucapnya keluar sambil menangis.
" hey kau bocah cengeng kenapa?"
" mereka meledekku anak manja"
" apakah benar?" Ucap wan lingge.
Tiba tiba 10 pedang berada dibelakangnya membuat mereka ketakutan.
" ada apa ini? Apa?" Mereka para tetua melihat hal itu pedang yang ada disana terdapat aliran qi berwarna hitam dipinggirannya.
__ADS_1
" ada apa ini?"
" di... dia ingin membunuh kami" ucapnya.
" kau dasar anak tidak tau diri kau ingin berkelahi di asrama ini adalah sebuah pelanggaran akademi" teriaknya.
Tiba tiba pedang itu meluncur ke langit lalu pancaran aura bertebaran hingga membuat mereka sesak.
"Aaa apa yang kau lakukan pada kami?" Ucapnya tiba tiba datang salah seorang tetua dimana ia adalah salah seorang tetua paling tua di sekte itu.
" siapa yang melakukan hal ini?" Ucapnya.
" aku... apakah kau ingin membunuhku?"
" hahahah bagus kau nak aku menyukaimu apakah kau anak yang memilih ku sebagai guru?"
" iya"
" baiklah akan kuterima"
" apa?"
" jika kalian memperlakukannya dengan sangatlah tidak adil maka aku akan membunuh kalian walaupun kalian adalah seorang yang sangatlah berbakat" ucapnya, iapun pergi.
Keadaan masih berlangsung. Salah seorang tetua yang melihat itu bahagia ia pergi kearah mereka dan menghilangkan tekanan itu. Namun, iapun terkejut tekanan itu tidak dapat dihilangkan dengan mudah.
" emm wan lingge apakah kau bisa melepaskannya? Jika tidak mereka akan mati"
Wan lingge mengangkat tangannya tekanan itu menghilang.
" wan lingge jika aku boleh tau dari mana kau bisa membuat tekanan seperti itu?"
__ADS_1