
Makanya tidak ada seorangpun yang berani kesana dan lagi para warga akan memberikan beberapa anak gadis mereka untuk diambil dan dinikahkan pada nya. Namun wan yau tidak menerimanya dan malah menggantungnya di pohon dekat rumahnya.
Ye ling juge bernasip sama dengan anak anak yang lain namun ye ling tidak secara sukarela menjadi tumbal ia dilempar secara paksa oleh ayahnya masuk kedalam hutan itu dan bertemu dengan wan lingge.
Awalnya ye ling merasa takut dan berakhir saling mencintai dan dikaruniai 2 anak kembar. Mereka tertidur dengan pulas dan saat itu wan lingge membawa istrinya untuk tidur. Ia menggendongnya dan dibawanya kekamar.
Wan lingge meletakkannya dipinggiran kasur. memeluk dan mencium bahu yang wangi milik istrinya.
" sayang aku mau" ucapnya lembut
" apakah kau benar benar hantu suamiku?"
" kenapa?"
" kau selalu tidak pernah puas"
" tidak ada pria normal yang puas akan bersetubuh"
" benarkah? Jika aku tidak ada apakah kau akan bermain dengan wanita lain?"
" aku tidak berani jika kau mati aku akan ikut bersamamu"
" apakah kau gila? Bagaimana dengan anak anak kau akan meninggalkan mereka?"
__ADS_1
" aku akan membawa mereka bersama ku untuk menemuimu"
" apa? Kau membawa mereka keneraka?"
"Iya... Hahaha sudah ayo tidur sudah malam besok kita akan keluar dari tempat ini"
" kemana?"
" kau akan tau besok"
" baiklah" mereka saling berpelukan dan tertidur.
Saat pagi kedua anak kembar itu sudah memasuki kamar wan lingge dan ye ling. Mereka naik kekasur dan lompat lompat diatas kasur untuk membangunkan kedua orang tua mereka.
" aduh.... Kalian bisakah kalian berhenti ibu pusing" ucap ye ling.
" hahaha kalian anak anak nakal ayah sudah bangun sini tidur disini" ucap wan lingge, mereka menuruti perkataan sang ayah dan kembali tidur disamping ayah dan ibunya.
"Emmm aku akan masak makanan"
" tidak perlu kita akan berangkat untuk makan diluar"
" apa? Makan diluar? Asik.... Makan diluar" ucap mereka.
__ADS_1
" tapi ayah bukannya ayah dulu tidak pernah membiarkan kami untuk keluar rumah kan?"
" iya itu dulu sekarang kita akan keluar karena umur kalian sudah 3 masuk 4 tahun kita akan keluar dari tempat ini"
" kemana kita akan pergi?"
" nanti kau akan tau sekarang siap siap lah kita akan pergi sekarang"
" hore...." ucap mereka dan pergi mandi.
Mereka telah selesai mengenakan pakaian mereka yang paling cantik. wan lingge membawa wan joe digendongannya begitu juga wan seo.
Sebuah gambar muncul dibawah kaki mereka dan sebuah cahaya bersinar terang seketika mereka berada di sebuah desa perbatasan antara kota ju qin dan kota wan rou.
Kota yang dipimpin claen wan. Terdengar sangatlah mirip dengan nama wan lingge sebenarnya kota itu adalah kota kekuasaan ayahnya yang dulu merupakan kaisar yang terbunuh. Wan lingge ingin menghabisi mereka dulunya namun mereka bukan lah orang yang telah mengusir dirinya dahulu. Mereka telah mati dibunuh oleh raja neraka yang dulu.
Mereka berjalan masuk kekota membayar beberapa keping emas lalu masuk kekota itu. Saat didalam kota suasananya sungguh hidup rakyat sejahtera dan banyak orang orang yang beraktivitas disana.
Orang orang itu melihat kearah wan lingge karena ketampanannya semua orang termenung karenanya. Rambut panjang berwarna putih keemasan yang mengenakan pakaian berwarna hitam itu berjalan dengan anggun bersama sang istri dan kedua anak anaknya nya.
" apa yang ingin kalian makan?"
" seo mau kue"
__ADS_1