
" kalau nenek?"
" sama mereka sama sama disatu tempat"
" ibu telah meninggal"
" kau yakin?"
" hemmm"
" ibumu bukannya we rou ya?"
" bagaimana kau tau?"
" we rou... Si rubah betina itu tidak akan mati dengan mudah"
" kau menyebut ibuku dengan apa tadi? "
" apa? We rou memang rubah betina jika ia mati ia akan ditolak oleh raja nerak dan tidak akan bisa reinkarnasi"
" apa? Dari mana kau tau soal itu?"
" aku suamimu aku tau apa saja yang ada disekitarku"
" ayah jika kakek dari ibu ada diju qin kakek dari ayah ada dimana?" ucap anak itu lagi.
__ADS_1
" ayah dan ibuku berada disini"ucapnya sambil menunjuk kedadanya.
"Maksudnya?"
"Mereka selalu ada disini. Mereka selalu tersenyum dan membuat kalian bahagia"
"Emmm benarkah?"
"Hemmm"
" apakah mereka telah meninggal?" ucap ye ling.
" iya" ucapnya sedih.
" jika aku suatu hari nanti pergi apakah kalian akan mencariku?"
" ya... Waktu ku dewasa sebentar lagi jika aku tidak ada apakah kau bisa melakukan semuanya sendiri?"
" kau tidak boleh pergi"
" ayah tidak boleh pergi" ucap kedua anak kembarnya itu sembari memeluk kedua kaki wan lingge.
" Hahaha baik, baik ayo cepat setelah makan kita akan pergi ketempat lain untuk melihat lihat"
" hore... asik.." ucap kedua anak itu makan dengan lahap.
__ADS_1
Setelah mereka makan mereka pergi keluar lalu membeli beberapa pakaian dan beberapa senjata untuk digunakan sementara. Ia cukup membeli banyak bahan makanan dan beberapa senjata untuk anak anaknya. Dan juga memesan banyak pakaian anak anak, mereka tidak bosan berbelanja. Setiap mereka belanja bahan bawaannya disimpan oleh wan lingge ke peti neraka. Saat mereka selesai berjalan jalan mereka pun kembali ke filanya.
Saat malam.....
Wan lingge dan ye ling tidur terbaring diatas ranjang kamarnya.
" bisakah kau berjanji padaku linger?"
" apa?"
" jika aku tidak ada kau dan anak anak tidak boleh keluar dari rumah ini, jika ada orang lain yang menggetok pintu jangan pernah membukakannya, jika orang itu memaksa maka kau boleh menyambutnya tapi dengan 1 syarat jangan biarkan dia hidup masukkan dia kekamar kematian jika tetap masih hidup maka itulah aku" ucapnya tersenyum.
" emang kau akan pergi kemana?"
" aku harus menyelesaikan tugasku sedikit untuk beberapa bulan bisakan kau menungguku?"
"Hemm "
" jadilah seorang pemimpin yang bijak bagi anak anakmu"
" baik "
Mereka tertidur kini masih tengah malam wan lingge terbangun dan ia berlari keluar. Dan seketika tubuhnya berubah menjadi anak kecil rambut putihnya itu masih sama kini ia diselubungi dengan rambutnya dan pakaiannya pun telah membenamkannya.
Ia mengeluarkan beberapa pakaian dari dalam kantongnya dan memakaikannya dibadannya. Ia melihat kearah sekitar namun yang tidak ia sangka apa yang iya lihat berubah menjadi abu. Ia membuka petinya, benar di dalamnya berubah warna menjadi putih keemasan tidak hanya itu kini kualitas peti neraka itu menjadi halus sehalus sutra.
__ADS_1
Ia baru menyadarinya penggantian peti ini telah bersatu dengan usia dan seluruh tubuhnya secara utuh. Ia juga menyadari bahwa ia terlahir kembali dalam bentuk tubuh seperti ia masih kecil. Usia manusia dizaman itu adalah 3 ribu tahun jika lewat maka mereka akan dimatikan dalam bentuk tua namun itu berbeda dengannya karena dia adalah setengah dewa garis keturunan ibunya masih mengalir didirinya. Dia memiliki perasaan dan juga tubuh yang sehat. Kini ia tinggal menutup matanya.
" apa yang harus ku lakukan?" Ucapnya.