Raja Neraka Dewa Kematian

Raja Neraka Dewa Kematian
keluar bersama keluarga


__ADS_3

" aku juga mau"


" sebaiknya aku tidak bertanya padamu" ucap wan lingge.


" huh.."


" hahaha sepertinya kita akan makan dipinggir jalan dekat sini"


" kenapa? Kau tenang saja aku masih mempunyai uang jika kau membeli rumah makan sekalipun uangku tidak akan habis" ucapnya menyombongkan diri.


Memang benar wan lingge dulunya adalah seorang pendekar ia mendapatkan uang dengan menjual monster buruan dan beberapa dari misi yang ia selesaikan. Jika ia lapar ia akan memakan binatang buruan ataupun monter jika ada.


Jika tidak maka ia akan makan daun ataupun ikan disungai. Ia tidak pernah mengeluarkan uangnya sama sekali bahkan untuk membeli baju ia terkadang menggunakan item bawaan miliknya. Item bawaan miliknya adalah peti neraka dan juga jarum es. Peti neraka dapat membunuh ratusan bahkan ribuan kaum manusia dengan hitungan detik.


Jika banyak nyawa yang dihisap oleh peti neraka maka ia akan dengan cepat naik tinggat. Bahkan peti neraka akan berubah menjadi peti berwarna emas. Item ini sangatlah langkah hanya ada 1 dalam 3 ribu tahun.


Mereka pergi kesalah satu tempat makan dimana tempat itulah yang paling ramai dari tempat lain. Wan lingge memesan beberapa makanan enak dan beberapa arak.


" sejak kapan kau meminum arak?" ucap ye ling.


" sejak aku masih muda aku meminum arak karena patah hati"


" pata hati?"


" hemm"


" siapa?"


" apanya?"


" siapa wanita itu?"

__ADS_1


" dia anak perdana mentri"


" perdana mentri mana?"


" perdana mentri ju qin"


" yang mana satu?"


" yang ada dihadapanku"


" aa... Apa? Kenapa?"


" yah aku menyukaimu dulu tapi aku tau kau tidak akan bisa aku raih"


" ayah ibu disini sangatlah indah lihat" ucap wan seo.


Wan lingge dan ye ling melihat kearah jendela itu. Memang benar kota itu terlihat indah ditengah tengah alun ada sebuah kebun bunga yang sangatlah luas.


" yah... Cantik namun tidak secantik bunga yang difila" ucap wan lingge.


" kau merindukan rumahmu?"


" dulu pernah tapi...."


" jika kau sungguh merindukan rumahmu aku bisa menemanimu kembali"


" benarkah?"


" hemm"


" tapi... Aku tidak ingin kembali" ucapnya sedih.

__ADS_1


" baiklah jika begitu kita saja yang menjadi keluargamu kita akan membuat keluarga besar"


"Aa.... Apa maksudmu?"


" hahaha "


" tapikan ayah bukannya kita itu memang keluarga besar ya?"


"Kita hanya masuk kekeluarga kecil saja sayang"


" lalu keluarga besar itu seperti apa ayah?"


" keluarga besar itu ada kakek dan ada juga nenek"


" kakek sama nenek itu apa ayah?"


" permisi tuan hidangan anda sudah selesai"


" ah baiklah kalian boleh masuk" para pelayan itu menyajikan makanan yang telah dipesan oleh wan lingge tadi dan menyusun lalu pergi.


" ayah belum menjawab pertanyaan seo" ucap anak perempuannya itu merengut.


" hahaha iya iya jadi apa tadi pertanyaannya?"


" sudah sudah makan dulu nanti saja lanjukannya" Ucap ye ling ia membuka cadarnya karena tadi ia mengenakan cadar berwarna putih pakaian berwarna putih yang dipadankan dengan warna biru itu terlihat seperti seorang bangsawan.


Saat selesai seo mengulangi pertanyaannya lagi.


" ayah apa itu kakek dan nenek?"


" kakek dan nenek adalah orang tua dari ayah dan ibu sama seperti kalian yang memiliki orang tua namun cara pemanggilannya yang berbeda"

__ADS_1


" woahhh jadi dimana kakek?"


" kakekmu dari pihak ibu berada ditempat ju qin"


__ADS_2