
Kian semakin mendalami kemampuan Salbutamol dan semakin dekat dengan Master Ling, gurunya yang bijaksana. Setiap hari, mereka melanjutkan latihan dan pembelajaran, tetapi juga menghabiskan banyak waktu bersama di luar jam pelajaran. Suasana alam di sekitar sekolah tetap mempesona, menciptakan latar belakang yang indah untuk perjalanan mereka.
Suatu sore yang cerah, Kian dan Master Ling duduk di bawah pohon cemara yang rimbun di pinggiran hutan. Angin sepoi-sepoi menerpa mereka, dan suara burung-burung mengisi udara dengan nyanyian mereka.
Master Ling tersenyum pada Kian. "Kian, kamu telah membuat kemajuan yang luar biasa dalam menguasai Salbutamol. Aku sangat bangga padamu."
Kian merasa rendah hati oleh pujian gurunya. "Terima kasih, Master Ling. Aku berutang banyak padamu atas bimbinganmu."
Master Ling mengangguk. "Salbutamol adalah kekuatan yang luar biasa, tetapi juga berbahaya jika tidak digunakan dengan bijak. Aku ingin berbicara padamu tentang pentingnya menjaga keseimbangan dalam penggunaannya."
Kian mendengarkan dengan seksama. "Apa yang kamu maksud, Master Ling?"
Guru itu menjelaskan, "Dalam menguasai Salbutamol, penting untuk tidak hanya fokus pada kekuatan fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan dengan energi alam. Jika kita mengambil terlalu banyak dari alam, itu bisa merusak keseimbangan alam itu sendiri."
Kian mulai memahami apa yang ingin dia katakan Master Ling. "Jadi, kita harus menghormati alam dan tidak mengambil lebih dari yang diperlukan?"
Master Ling mengangguk. "Betul. Salbutamol adalah alat yang kuat, tetapi kita harus menggunakan kekuatan ini dengan etika dan bijaksana. Jangan pernah lupa keseimbangan yang ada di dunia."
Mereka melanjutkan percakapan mereka, membahas etika dalam penggunaan Salbutamol dan bagaimana cara menjaga keseimbangan energi alam. Master Ling juga membagikan lebih banyak rahasia tentang Salbutamol dan cara menguasainya dengan baik.
Kian merasa bahwa hubungannya dengan guru semakin erat. Mereka bukan hanya guru dan murid, tetapi juga teman sejati yang berbagi pengetahuan dan pengalaman. Mereka berjalan bersama dalam perjalanan ini, dan Kian tahu bahwa dia memiliki seseorang yang selalu mendukungnya.
__ADS_1
Malam itu, ketika mereka kembali ke tempat mereka bermalam di bawah pohon cemara, Kian merasa berterima kasih atas bimbingan Master Ling dan hubungan yang mereka miliki. Dia tahu bahwa dengan dukungan guru dan teman-temannya, dia akan mampu menghadapi semua tantangan yang menunggu di masa depan dan menjalani perjalanan yang luar biasa dalam dunia kultivasi.
Seiring berjalannya waktu, persaingan di antara siswa Sekolah Kultivasi Lingkaran Angin semakin memanas. Semua siswa berjuang untuk menunjukkan kemampuan mereka dan mendapatkan pengakuan di antara rekan-rekan mereka. Tetapi persaingan itu semakin intens ketika muncul rumor tentang kekuatan baru yang ditemukan Kian.
Kian dan Sari terus berlatih dengan tekun, dan Kian telah mengembangkan kemampuan untuk memanggil makhluk elemental dalam pertempuran. Kemampuan ini telah memperkuat pasangan ini dalam pertempuran melawan monster dan latihan-latihan mereka.
Kabar tentang kekuatan baru Kian menyebar dengan cepat di antara siswa-siswa lain. Mereka menjadi semakin penasaran tentang apa yang sebenarnya telah ditemukan Kian dan apa yang bisa dia lakukan dengan kemampuan itu.
Suatu hari, saat Kian dan Sari berlatih di lapangan latihan, beberapa siswa dari kelas lain mendekati mereka. Salah satu dari mereka, seorang siswa yang bernama Rama, mengeluarkan tantangan.
"Kian, kami telah mendengar tentang kemampuan baru kamu. Bagaimana kalau kamu membuktikan kekuatanmu dalam duel melawan salah satu dari kami?"
Namun, Rama terus menantang. "Apa kamu takut, Kian? Atau mungkin kamu tahu bahwa kamu tidak akan bisa mengalahkan kami?"
Sari mencoba menjernihkan situasi. "Ini bukan tentang takut atau tidak, tapi tentang menjaga kedamaian di antara kita semua. Duel tidak akan membantu siapa pun."
Namun, Rama dan siswa-siswa lainnya semakin keras kepala. Mereka ingin membuktikan bahwa mereka juga memiliki kemampuan yang luar biasa. Kian dan Sari merasa bahwa mereka harus menghadapi situasi ini, bukan karena ketakutan, tetapi untuk menghindari konflik lebih lanjut.
Akhirnya, Kian setuju untuk duel, tetapi dengan syarat bahwa pertarungan itu hanya akan berlangsung dalam bentuk latihan dan tidak ada yang akan terluka. Mereka semua setuju dan memilih tempat yang terpencil di hutan untuk melaksanakan duel mereka.
Ketika duel dimulai, siswa-siswa yang menantang Kian menunjukkan kemampuan mereka dengan kebanggaan. Namun, Kian juga menunjukkan kekuatannya yang baru ditemukan dengan memanggil makhluk elemental.
__ADS_1
Makhluk-makhluk itu membantu Kian dan Sari dalam pertempuran, menciptakan serangan-serangan yang spektakuler dan melindungi mereka dari serangan lawan. Kian dan Sari mampu mengatasi lawan-lawan mereka, meskipun persaingan semakin memanas.
Setelah duel selesai, Kian berbicara kepada siswa-siswa yang menantangnya. "Ini bukan tentang siapa yang lebih kuat atau lemah. Kami semua adalah teman sekelas, dan kita harus bekerja sama dan saling mendukung dalam perjalanan ini."
Sari menambahkan, "Kita semua memiliki potensi yang luar biasa dengan Salbutamol, dan kita bisa mencapai lebih banyak jika kita bekerja bersama. Persaingan seharusnya tidak menghalangi kita untuk mencapai tujuan kita."
Siswa-siswa yang tadinya menantang Kian dan Sari mulai merasa penyesalan atas tindakan mereka. Mereka menyadari bahwa kekuatan mereka akan lebih besar jika mereka bekerja sama, bukan bersaing satu sama lain.
Situasi itu mengajarkan semua siswa di Sekolah Kultivasi Lingkaran Angin tentang pentingnya kerja sama dan mendukung rekan-rekan mereka. Mereka tahu bahwa dengan saling mendukung, mereka akan mampu menghadapi semua tantangan yang menunggu mereka di masa depan dan menjalani perjalanan yang luar biasa dalam dunia kultivasi.
Kian dan teman-temannya telah hidup dalam ketegangan sejak insiden pertama kali musuh misterius mencoba mencuri Salbutamol. Mereka menyadari bahwa musuh mereka tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkan obat itu. Oleh karena itu, mereka mulai memperketat pengawasan dan berusaha untuk menggali lebih dalam tentang musuh mereka.
Suatu malam, saat Kian dan Sari berjaga-jaga bersama teman-temannya di sekitar gudang tempat Salbutamol disimpan, mereka mendengar suara langkah yang samar-samar di kejauhan. Mereka tahu bahwa ini adalah kesempatan mereka untuk menyergap musuh.
Mereka meluncur ke dalam kegelapan hutan, mengikuti suara langkah itu. Mereka tahu bahwa musuh mereka tidak akan datang tanpa perlawanan, jadi mereka bersiap untuk pertempuran yang akan datang.
Suasana hutan malam yang gelap menciptakan latar belakang yang menegangkan. Bintang-bintang bersinar terang di langit, dan suara hewan-hewan malam memecah keheningan malam. Kian dan teman-temannya bergerak dengan hati-hati, memburu musuh mereka.
Tiba-tiba, mereka melihat sekelompok orang yang mencurigakan di dekat gudang. Mereka bersembunyi di balik pohon-pohon dan berencana untuk menyergap musuh itu.
Saat musuh-musuh itu mendekati gudang, Kian dan teman-temannya melompat keluar dari persembunyian mereka. Mereka siap untuk bertarung dan melindungi Salbutamol.
__ADS_1