
Pertempuran meletus dengan cepat, cahaya Salbutamol memecahkan kegelapan malam. Kian dan Sari menggunakan kekuatan mereka dengan bijak, menciptakan serangan-serangan yang memukau dan menjaga musuh-musuh mereka jauh dari gudang.
Namun, musuh-musuh itu tidak akan menyerah begitu saja. Mereka adalah lawan yang tangguh dan cerdik. Pertempuran berlangsung sengit, dengan saling serang dan bertahan.
Saat pertempuran mencapai puncaknya, Kian dan Sari berhasil menangkap salah satu musuh. Mereka menginterogasinya untuk mendapatkan informasi tentang siapa yang berada di balik upaya pencurian Salbutamol ini.
Musuh yang ditangkap itu akhirnya mengaku bahwa mereka adalah bagian dari kelompok yang dipimpin oleh seorang individu misterius yang dikenal sebagai "Tuan Angin." Mereka juga memberikan petunjuk tentang lokasi markas besar kelompok ini.
Kian dan teman-temannya tahu bahwa mereka harus mengungkap identitas sebenarnya dari Tuan Angin dan menghentikan upaya pencurian Salbutamol ini sekali dan untuk semua. Mereka merasa semakin dekat dengan mengungkap kebenaran di balik musuh-musuh mereka dan menjalani perjalanan yang semakin mendebarkan dalam dunia kultivasi.
Kian dan teman-temannya telah mengungkap petunjuk tentang identitas musuh mereka, Tuan Angin, dan lokasi markas besar kelompok musuh. Mereka merasa semakin mendekati mengungkap kebenaran di balik serangkaian pencurian Salbutamol yang misterius. Namun, seiring berjalannya waktu, Kian mulai merasakan kecurigaan yang mengganggunya dalam tim mereka.
Semua teman-temannya telah bersatu untuk melindungi Salbutamol dan menghentikan musuh mereka, tetapi ada satu di antara mereka yang tampaknya agak mencurigakan. Nama teman Kian ini adalah Reza, yang selalu menjadi bagian dari tim mereka dalam berbagai operasi.
Suatu hari, ketika tim mereka merencanakan misi untuk menyerbu markas besar kelompok musuh, Kian melihat sesuatu yang mencurigakan dari Reza. Reza tampaknya agak gelisah dan tidak sepenuhnya terlibat dalam perencanaan.
Kian merasa bahwa dia harus mengungkapkan kecurigaannya. Setelah rapat, dia mengajak Reza untuk berbicara secara pribadi di luar gubuk mereka.
Mereka duduk di bawah pohon cemara yang rindang di hutan. Udara segar hutan mengelilingi mereka, menciptakan suasana yang mendalam.
Kian memandang Reza dengan serius. "Reza, aku perhatikan kamu selama beberapa waktu terakhir. Ada sesuatu yang mengganggumu, bukan?"
Reza merasa agak terkejut oleh pertanyaan Kian. Dia menjawab dengan hati-hati, "Apa yang kamu maksud, Kian? Aku baik-baik saja."
__ADS_1
Kian merasa perlu untuk mengungkapkan perasaannya. "Aku merasa ada sesuatu yang tidak benar. Kamu selalu menjadi bagian dari tim kita, tapi akhir-akhir ini, kamu tampaknya tidak sepenuhnya terlibat. Apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan?"
Reza terdiam sejenak, lalu akhirnya mengakui, "Kian, aku memiliki rahasia. Sebuah rahasia yang selama ini aku sembunyikan dari kalian."
Kian merasa penasaran dan khawatir. "Apa rahasia itu, Reza?"
Reza menjelaskan bahwa dia telah menerima ancaman dari seseorang yang mengklaim memiliki informasi tentang keluarganya. Orang itu memaksa Reza untuk memberikan informasi tentang rencana dan aktivitas tim mereka kepada musuh.
Kian merasa shock mendengar pengakuan Reza. "Jadi, kamu telah memberikan informasi rahasia kepada musuh?"
Reza mengangguk dengan muram. "Aku tidak punya pilihan, Kian. Mereka mengancam akan melukai keluargaku jika aku tidak bekerja untuk mereka."
Kian merasa terkejut dan bingung. Dia merasa dilema antara persahabatannya dengan Reza dan tanggung jawabnya terhadap tim mereka dan keamanan Salbutamol.
Kian akhirnya mengambil keputusan untuk memberitahu tim mereka tentang kecurigaannya. Mereka harus mencari solusi yang akan menjaga keamanan Salbutamol dan membantu Reza keluar dari situasi yang berbahaya.
Persahabatan di antara mereka akan diuji dalam perjalanan ini, dan Kian harus memutuskan apakah dia bisa mempercayai Reza untuk menjalani perjalanan ini bersama-sama, atau apakah tindakan Reza akan berisiko terhadap keamanan mereka semua.
Kian dan teman-temannya memutuskan untuk melakukan perjalanan berbahaya ke tempat-tempat yang mungkin mengarah ke basis musuh misterius, Tuan Angin. Mereka merasa bahwa mereka harus mengungkap identitas sebenarnya dari musuh mereka dan menghentikan upaya pencurian Salbutamol sekali dan untuk semua.
Pagi yang cerah di Sekolah Kultivasi Lingkaran Angin, mereka berkumpul di luar gudang Salbutamol. Udara sejuk dan matahari bersinar terang, menciptakan latar belakang yang membangkitkan semangat mereka. Mereka bersiap-siap untuk perjalanan mereka yang berbahaya.
Kian memimpin tim mereka, yang terdiri dari Sari, Reza, dan beberapa teman lainnya yang telah menjadi bagian dari petualangan mereka. Mereka telah merencanakan rute mereka berdasarkan petunjuk yang mereka peroleh dari musuh yang mereka tangkap sebelumnya.
__ADS_1
Perjalanan mereka membawa mereka ke hutan yang lebat, di mana mereka harus melewati sungai-sungai yang ganas dan medan berat. Mereka melalui lembah yang dalam, mendaki gunung yang curam, dan melalui hutan-hutan yang penuh dengan rintangan.
Setiap langkah yang mereka ambil memicu pertanyaan dan kecurigaan dalam hati Kian. Dia terus memikirkan keputusan yang harus diambilnya tentang Reza. Namun, saat ini, yang paling penting adalah menemukan basis musuh dan menghentikan ancaman terhadap Salbutamol.
Setelah beberapa hari perjalanan yang keras, mereka akhirnya mencapai daerah yang diduga merupakan lokasi basis musuh. Mereka memasuki sebuah lembah yang dalam, di mana angin berhembus dingin dan suasana menjadi semakin misterius.
Mereka merasa bahwa mereka semakin dekat dengan kebenaran. Namun, saat mereka mendekati lokasi yang dicurigai sebagai basis musuh, mereka mendapati sesuatu yang tak terduga.
Ternyata, basis musuh yang mereka harapkan telah ditinggalkan. Ada tanda-tanda bahwa tempat itu pernah dihuni, tetapi sekarang kosong. Mereka merasa frustrasi, karena mereka telah melakukan perjalanan yang panjang dan berbahaya hanya untuk menemukan lokasi kosong.
Sari berbicara dengan kekecewaan. "Apa yang harus kita lakukan sekarang, Kian? Basis musuh kosong, dan kita tidak memiliki petunjuk lebih lanjut."
Kian merenung sejenak, mencoba untuk tidak menunjukkan rasa kecewanya. "Kita tidak boleh menyerah begitu saja. Ini bisa menjadi perangkap. Kita harus terus mencari jawaban."
Mereka memutuskan untuk menyelidiki sekitar lebih lanjut, mencari petunjuk atau tanda-tanda yang mungkin telah ditinggalkan oleh musuh. Mereka berkeliling basis yang kosong, mencari tanda-tanda kegiatan terakhir musuh.
Tiba-tiba, Reza mengeluarkan suara terkejut. Dia menemukan sehelai kertas yang tersembunyi di balik tumpukan kayu. Kian membacanya dengan seksama.
Kertas itu berisi pesan singkat yang menyatakan, "Kalian terlalu lambat. Kami telah pindah ke basis baru. Tuan Angin tidak akan pernah terhenti."
Mereka merasa terkejut dan frustrasi oleh pesan itu. Musuh mereka telah berhasil melarikan diri dan meninggalkan basis lamanya. Mereka harus mencari tahu di mana basis baru musuh itu berada dan melanjutkan perburuan.
Perjalanan mereka belum berakhir, dan mereka harus menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan. Mereka merasa semakin mendekati kebenaran di balik musuh misterius mereka, tetapi juga menyadari bahwa waktu semakin berjalan dan ancaman terhadap Salbutamol semakin besar.
__ADS_1
Mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka, mencari jawaban yang mereka cari dan siap menghadapi segala kejutan yang mungkin menunggu mereka di masa depan.