Raja Obat Salbutamol

Raja Obat Salbutamol
Cinta Pertama


__ADS_3

Angin sepoi-sepoi menyentuh kulit Kian saat ia berdiri di bawah pohon cemara tua di pegunungan. Cahaya matahari terbenam merona di langit senja, menciptakan pemandangan yang luar biasa di sekitar mereka. Di sisinya, Mei, wanita misterius yang telah menjadi bagian dari pelatihan dan kehidupannya, berdiri dengan senyuman lembut di wajahnya. Mereka telah menghabiskan beberapa bulan bersama-sama, dan hubungan mereka semakin mendalam.


Kian menyentuh lembut tangan Mei, dan mata mereka bertemu. "Kian," ujar Mei dengan suara yang hangat, "kau tahu, aku sangat bersyukur memiliki seseorang sepertimu dalam hidupku."


Kian tersenyum dan menjawab, "Dan aku sangat beruntung memilikimu, Mei."


Namun, di balik senyum mereka, Kian merasa ada sesuatu yang disembunyikan Mei. Dalam beberapa minggu terakhir, ia telah memperhatikan bahwa Mei sering menghilang pada malam hari dan kembali keesokan pagi dengan wajah lelah. Meskipun Kian mencoba bertanya, Mei selalu menjawab dengan jawaban yang samar dan menghindari rincian.


"Mei," kata Kian dengan lembut, "apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku?"


Mei berhenti sejenak dan tampak ragu. "Kian, sebenarnya aku ingin bicara padamu tentang itu. Tapi saat ini, aku belum bisa mengatakannya."


Kian merasa kebingungan dan sedikit kecewa. "Mei, kami harus saling percaya. Kami sudah berbagi begitu banyak hal bersama. Apa pun yang terjadi, kita bisa hadapinya bersama-sama."


Mata Mei penuh dengan penyesalan. "Aku tahu, Kian, tapi ini sangat rumit. Aku janji, aku akan memberitahumu saat waktunya tepat."


Mereka melanjutkan perjalanan mereka, berjalan di sepanjang tepian hutan menuju sungai yang mengalir dengan tenang. Kian merasakan kehangatan tangan Mei yang masih berpegangan erat dengannya. Namun, pertanyaan tentang rahasia Mei tetap mengganggu pikirannya.


Di tepi sungai, mereka berhenti sejenak. Matahari telah tenggelam sepenuhnya, dan langit malam mulai bersinar dengan bintang-bintang yang berkilauan. Kian memandang Mei dengan tatapan lembut dan berkata, "Aku mencintaimu, Mei, dan aku siap mendukungmu apa pun yang terjadi."


Mei tersenyum dan menjawab, "Kian, aku juga mencintaimu, lebih dari kata-kata yang bisa aku ungkapkan. Aku hanya berharap kau bisa bersabar dan percaya padaku."


Mereka berpelukan erat di bawah bintang-bintang, merasakan kehangatan satu sama lain. Namun, meskipun Kian mencoba meredakan kekhawatiran dalam hatinya, ia tahu bahwa rahasia Mei akan menjadi penghalang dalam hubungan mereka jika tidak diungkapkan.

__ADS_1


Kian dan Mei melanjutkan perjalanan mereka ke arah yang tak diketahui, terus berbagi cinta yang tumbuh di antara mereka. Namun, pertanyaan tentang rahasia Mei akan terus mengganggu Kian, dan ia merasa bahwa jawaban akan segera datang, entah bagaimana.


Malam itu, Kian berada dalam keraguan yang mendalam. Meskipun dia mencintai Mei, rasa kecurigaannya tentang rahasia yang dia sembunyikan tidak bisa diabaikan lagi. Dia tahu dia harus mencari tahu apa yang sedang terjadi.


Kian berjalan di antara pohon-pohon di luar asrama pelatihan, bergerak dengan hati-hati dan menghindari pengawasan teman-temannya. Dia menatap ke langit yang penuh dengan bintang, mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengikuti Mei. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk menyusuri jejaknya, karena hanya itu satu-satunya cara untuk mendapatkan jawaban.


Dia tiba di dekat pondok tempat Mei tinggal dan melihat cahaya lembut yang berasal dari dalam. Mengintip melalui jendela pondok, Kian melihat Mei duduk di atas meja dengan wajah cemas, berbicara dengan seorang pria yang duduk di hadapannya. Pria itu memiliki rambut hitam panjang yang menjuntai dan sepasang mata tajam yang menunjukkan tekad yang kuat.


Kian merasa hatinya berdegup kencang saat dia mengenali pria itu. Itu adalah gambaran musuh misteriusnya, yang selama ini telah mencoba menghancurkan kerajaan kultivator. Kian bergerak dengan sangat hati-hati, mendengarkan percakapan mereka tanpa terlihat.


Mei menatap pria itu dengan ekspresi gelisah. "Aku mencoba untuk menjaga rahasiamu terlindungi," katanya pelan, "tapi Kian semakin curiga. Apa yang harus kita lakukan?"


Pria itu mengangguk dengan serius. "Kita tidak bisa membiarkan rahasiamu terbongkar. Aku telah menunggu selama ini untuk kesempatan ini. Kita perlu menjalankan rencana kita secepat mungkin."


Mei melanjutkan, "Aku mencintai Kian, tapi aku juga berutang padamu. Kita harus berhati-hati dan tidak biarkan dia terluka dalam proses ini."


Pria itu tersenyum dengan dingin. "Jangan khawatir, kita akan menjalankan rencana ini tanpa memberikan kerugian pada Kian. Kita hanya perlu menggiringnya ke tempat yang kita inginkan."


Kian merasa marah dan bingung. Ini adalah pengkhianatan yang tidak bisa dia terima. Dia perlahan-lahan mundur dari tempat persembunyiannya dan melangkah ke belakang pondok.


Namun, sebelum dia bisa pergi, salah satu ranting pohon kering di tanah pecah dengan keras, mengungkapkan keberadaannya. Mei dan pria itu langsung berhenti berbicara dan melihat ke arah suara itu.


Kian merasa tertangkap basah dan melangkah keluar dari tempat persembunyiannya, mata dipenuhi dengan ketakutan dan marah. "Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" bentaknya.

__ADS_1


Mei terkejut dan segera berdiri. "Kian, aku bisa menjelaskan..."


Pria itu dengan cepat melompat ke langit dengan kemampuan kultivasi dan menghilang ke kegelapan malam. Kian mencoba mengejarnya, tetapi pria itu terlalu cepat.


Kian menghadap Mei dengan mata penuh kemarahan. "Siapa dia? Apa yang sedang terjadi?"


Mei menatap Kian dengan mata yang penuh penyesalan. "Kian, dia adalah saudara tirimu yang hilang. Dan dia ingin berdamai dan mengakhiri pertempuran ini."


Kian merasa bingung. "Saudara tiriku? Mengapa dia ingin menghancurkan kerajaan kultivator?"


Mei menjelaskan segalanya, termasuk latar belakang musuh misterius dan rencana mereka untuk mengakhiri konflik. Kian merasa cemas, tidak tahu apa yang harus dipercayai lagi.


Hubungan mereka telah terguncang, dan rahasia yang lama tersembunyi telah terungkap. Kian harus memutuskan apakah dia akan menerima penjelasan Mei dan apakah dia bisa memaafkan pengkhianatan temannya.


Suasana dalam ruangan Mei dan Kian tegang. Kian duduk di depan Mei, mata penuh tanya dan rasa cemas. Mei sendiri tampak gelisah, tetapi dia telah memutuskan bahwa saatnya untuk mengungkapkan rahasia yang telah dia sembunyikan begitu lama.


"Kian," ucap Mei dengan napas dalam, "aku tahu bahwa kamu marah dan kecewa atas apa yang kau dengar malam itu. Aku juga tahu bahwa aku telah mengecewakanmu dengan menyembunyikan kebenaran darimu."


Kian mengangguk perlahan, mengizinkan Mei untuk melanjutkan.


Mei menjelaskan, "Orang yang kau temui malam itu, musuh misterius yang telah mencoba menghancurkan kerajaan kultivator, adalah saudara tiriku yang hilang. Namanya Xian, dan dia adalah anak dari ayah tiriku yang meninggalkan keluargaku ketika aku masih kecil."


Kian tercengang. "Kenapa dia ingin menghancurkan kerajaan kultivator? Dan mengapa kamu menyembunyikannya dariku?"

__ADS_1


__ADS_2