
Kian dan Guru Shi An melanjutkan perjalanan mereka di dalam lembah hijau yang mempesona. Mereka telah berlatih dengan tekun dan memahami dasar-dasar kultivasi, tetapi pertanyaan tentang Salbutamol yang langka dan kekuatannya tetap mengganggu pikiran Kian.
Suatu hari, saat mereka menjelajahi hutan yang rimbun, Kian tiba-tiba merasa terdorong untuk mengikuti suatu dorongan. Dia merasa ada sesuatu yang perlu dia temukan, sesuatu yang berkaitan dengan asal usul Salbutamol.
Kian berhenti dan berbicara kepada Guru Shi An. "Guru, saya merasa ada sesuatu yang perlu saya temukan di sini. Saya merasa seperti ada jejak yang mengarah ke arah ini."
Guru Shi An mengangguk dengan bijaksana. "Terkadang, kultivator merasa panggilan yang datang dari dalam diri mereka. Ini adalah pertanda bahwa kita harus mendengarkan intuisi kita. Ikuti doronganmu, Kian."
Mereka terus berjalan, mengikuti dorongan Kian yang semakin kuat. Beberapa saat kemudian, Kian menemukan batu besar yang terlihat berusia sangat tua. Di permukaan batu, terdapat tulisan kuno yang tampaknya terukir dengan hati-hati.
Kian membaca tulisan itu dengan penuh perhatian, dan matanya berbinar ketika ia menyadari bahwa itu adalah petunjuk tentang asal usul Salbutamol. Tulisan itu menceritakan tentang kelompok Pemegang Salbutamol yang pernah ada beberapa abad yang lalu.
"Tulisan ini mengatakan bahwa Salbutamol pertama kali ditemukan oleh Pemegang Salbutamol," kata Kian kepada Guru Shi An. "Mereka adalah kultivator yang luar biasa dan menggunakan Salbutamol untuk memperoleh kekuatan yang luar biasa."
Guru Shi An mengangguk, "Itu benar, Kian. Pemegang Salbutamol adalah kelompok kultivator yang sangat dihormati di masa lalu. Mereka digambarkan sebagai pemimpin dan pelindung alam semesta."
Kian terus membaca tulisan, dan dia menemukan informasi tentang tempat yang disebut "Kuil Salbutamol." Tempat ini diyakini adalah tempat suci di mana Salbutamol pertama kali ditemukan dan di mana rahasia kekuatannya disimpan.
"Kuil Salbutamol," gumam Kian. "Itu adalah tempat yang perlu kami temukan. Mungkin di sana kita bisa mengungkap lebih banyak tentang Salbutamol dan mengapa itu begitu langka."
Guru Shi An memberi restu. "Kami harus mencari Kuil Salbutamol, Kian. Ini adalah langkah berikutnya dalam perjalanan kita."
__ADS_1
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, mengikuti petunjuk yang ditemukan oleh Kian. Semua dorongan dan tanda-tanda alam semesta mengarahkan mereka ke arah yang benar.
Saat matahari terbenam di langit, mereka tiba di depan sebuah lembah yang mendalam dan luas. Di tengah lembah itu, terlihat struktur batu kuno yang tampak megah dan penuh misteri. Itu adalah Kuil Salbutamol yang legendaris.
Kian dan Guru Shi An berdiri di depan pintu masuk kuil dengan hati yang berdebar-debar. Mereka tahu bahwa petualangan baru yang lebih besar dan rahasia yang lebih dalam menunggu mereka di dalam. Kuil Salbutamol akan menjadi tempat di mana rahasia Salbutamol dan masa lalu Pemegang Salbutamol terungkap.
Mereka memasuki kuil dengan hati yang penuh harapan dan tekad yang kuat. Petualangan mereka baru saja dimulai, dan mereka siap untuk mengungkap sejarah lama dan rahasia yang terkubur di dalam Kuil Salbutamol yang legendaris.
Kian dan Guru Shi An memasuki Kuil Salbutamol dengan perasaan harap-harap cemas. Mereka tahu bahwa di dalam kuil ini tersembunyi rahasia besar tentang Salbutamol, dan mereka siap mengungkapnya.
Kuil ini adalah bangunan megah dengan kolom-kolom batu yang menjulang tinggi dan ornamen-ornamen yang menghiasi dindingnya. Di dalam kuil, terdapat lorong-lorong yang saling berhubungan dan ruang-ruang yang penuh dengan seni dan harta karun kuno. Mereka merasa seperti berada di dalam labirin yang luar biasa.
Mereka menjelajahi kuil, mencari petunjuk tentang Salbutamol. Setiap sudut dan lorong kuil berisi misteri dan rahasia yang belum terungkap. Kian memegang botol Salbutamolnya dengan erat, sebagai sumber kekuatannya yang tak tergantikan.
Saat kata-kata itu meninggalkan bibirnya, sekelompok kultivator muncul dari bayangan, masing-masing dengan tatapan penuh kecemburuan dan niat jahat. Mereka adalah kultivator dari kelompok rival yang telah mendengar tentang kekuatan Salbutamol yang dimiliki Kian.
Salah satu dari mereka, seorang kultivator berpakaian mewah, melangkah maju dengan sombong. "Kian, kami telah mendengar tentang Salbutamolmu. Kami ingin itu untuk diri kami sendiri. Menyerahkannya dan kami mungkin akan membiarkanmu pergi dengan nyawa."
Kian menatap mereka dengan tegas. "Salbutamol ini tidak dapat digunakan untuk kepentingan pribadi. Ini adalah kekuatan yang harus digunakan dengan bijak."
Guru Shi An memegang lengan Kian dengan lembut. "Kami tidak akan menyerahkan Salbutamol, kami akan melindunginya dengan segala yang kami miliki."
__ADS_1
Pertempuran segera pecah, dan ruangan itu menjadi medan pertempuran yang penuh dengan kekuatan kultivasi. Kian menggunakan Salbutamolnya untuk menghadapi musuh-musuhnya. Energi Salbutamol mengalir melalui tubuhnya, memberinya kekuatan yang luar biasa dan kecepatan yang mengagumkan.
Guru Shi An juga tidak kalah. Dengan pengalaman bertahun-tahun, ia memimpin pertahanan dan melancarkan serangan balasan yang hebat. Pertempuran itu menjadi pertempuran epik yang hebat, dengan ledakan energi, serangan berkecepatan tinggi, dan pertukaran jurus-jurus yang memukau.
Musuh-musuh itu terkejut oleh kekuatan Salbutamol dan kesatuan antara Kian dan Guru Shi An. Mereka mengetahui bahwa merekalah yang harus menyerah. Dalam serangan terakhir, Kian menggunakan Salbutamol untuk menciptakan serangan energi yang dahsyat. Dalam ledakan cahaya, musuh-musuh itu terpental ke belakang dan terkapar di lantai.
Guru Shi An mendekati mereka yang terluka, sementara Kian tetap waspada. "Kalian telah mendengar, Salbutamol bukan untuk diambil untuk diri sendiri. Ini adalah kekuatan yang harus digunakan dengan bijak, untuk kepentingan yang lebih besar."
Musuh-musuh itu akhirnya menyerah dan meninggalkan Kuil Salbutamol dengan ekor di antara kaki mereka. Mereka tahu bahwa Salbutamol harus digunakan untuk kebaikan, bukan untuk kepentingan pribadi.
Kian dan Guru Shi An mengambil napas dalam-dalam saat pertempuran mereda. Mereka merasa lebih bersatu daripada sebelumnya dan lebih tahu tentang kekuatan Salbutamol yang luar biasa. Mereka berdua telah menghadapi tantangan yang besar dan keluar sebagai pemenang.
Malam tiba, dan mereka memutuskan untuk bermalam di dalam kuil sebelum melanjutkan pencarian mereka di Kuil Salbutamol. Mereka merasa bahwa petualangan mereka di dalam kuil ini baru saja dimulai, dan masih banyak rahasia yang perlu diungkap.
Mereka menyiapkan tempat tidur sederhana di dalam kuil, menyalakan api unggun kecil untuk memanaskan ruangan. Sambil duduk di sekitar api, Kian dan Guru Shi An berbicara tentang pengalaman mereka dalam pertempuran.
Guru Shi An tersenyum pada Kian. "Kau telah menunjukkan kekuatan sejati Salbutamol. Tetapi selalu ingat, Kian, kekuatan ini harus digunakan untuk kebaikan dan tidak boleh disalahgunakan."
Kian mengangguk setuju. "Saya memahami itu, Guru. Saya berjanji untuk menggunakan kekuatan ini dengan bijak."
Mereka berdua merenung sejenak, merenungkan perjalanan mereka dan rahasia-rahasia yang telah mereka temukan di dalam kuil. Mereka tahu bahwa mereka masih memiliki banyak hal untuk diungkap dan rintangan yang harus diatasi.
__ADS_1
Malam berlalu dengan damai, dan Kian dan Guru Shi An tidur dengan pikiran penuh harapkan untuk petualangan yang akan datang di Kuil Salbutamol. Mereka telah menghadapi tantangan besar, tetapi mereka tahu bahwa masih banyak hal yang harus diungkap dan perjalanan yang harus dijalani.
Dengan kekuatan Salbutamol dalam genggaman mereka dan tekad yang kuat, mereka siap untuk menghadapi apa pun yang menunggu mereka di dalam kuil legendaris ini. Petualangan mereka masih panjang, dan rahasia Salbutamol serta sejarah kelompok Pemegang Salbutamol akan terus menggoda mereka untuk diungkapkan.