Raja Obat Salbutamol

Raja Obat Salbutamol
Dalam Pelarian


__ADS_3

Pagi yang cerah menyambut Kian dan Guru Shi An saat mereka bersiap-siap untuk melanjutkan pencarian di dalam Kuil Salbutamol. Mereka masih di dalam kuil yang megah dan misterius, dan petualangan mereka belum berakhir. Namun, mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian di sana.


Setelah pertempuran sengit dengan kelompok kultivator yang iri, Kian dan Guru Shi An merasa perlu berhati-hati. Mereka menyimpan Salbutamol dengan aman di dalam kotak khusus yang mereka bawa bersama mereka. Namun, mereka tidak yakin apakah musuh-musuh mereka telah benar-benar menyerah.


Saat mereka melanjutkan perjalanan mereka di dalam kuil, Kian merasa ada kehadiran yang mengawasi mereka. Ia merasa bahwa mereka sedang diikuti. Ia berbicara dengan Guru Shi An tentang perasaannya.


Guru Shi An mengangguk serius. "Kian, perasaanmu mungkin benar. Kita harus siap untuk segala kemungkinan. Terus waspada."


Mereka terus menjelajahi kuil, mencari petunjuk tentang rahasia Salbutamol. Mereka tiba di sebuah ruangan yang indah dengan patung-patung dan hiasan-hiasan yang mengesankan. Di tengah ruangan itu, ada sebuah altar batu yang mengeluarkan aura misterius.


Kian mendekati altar tersebut, merasa bahwa ada sesuatu yang penting tentang tempat ini. Saat ia menyentuh altar dengan lembut, sebuah pintu rahasia terbuka di dinding, mengungkapkan lorong gelap di dalamnya.


Mereka memasuki lorong gelap tersebut dan berjalan pelan. Namun, mereka tiba-tiba terkejut saat sekelompok kultivator muncul dari bayangan dan mengepung mereka. Musuh-musuh itu tampak lebih kuat dan lebih marah daripada sebelumnya.


Salah satu dari mereka, seorang wanita dengan mata tajam, berkata dengan nada sombong, "Kian, kami tidak akan membiarkanmu pergi kali ini. Kami akan mengambil Salbutamolmu, apapun yang terjadi."


Kian dan Guru Shi An menggenggam Salbutamol dengan erat, siap untuk mempertahankannya. Pertempuran meletus di dalam lorong yang sempit itu, dengan serangan dan jurus-jurus yang meledak-ledak.

__ADS_1


Kian menggunakan Salbutamol dengan bijak, menciptakan serangan energi yang kuat dan melumpuhkan beberapa musuh. Guru Shi An juga memimpin dengan gagah, melindungi Kian dari serangan-serangan musuh.


Namun, musuh-musuh itu semakin banyak, dan pertempuran semakin sengit. Kian dan Guru Shi An harus mengejar peluang untuk melarikan diri. Mereka kembali ke altar batu yang mereka temukan sebelumnya dan mencoba menggunakannya untuk kembali ke ruangan sebelumnya.


Saat mereka berada di ambang pintu, salah satu musuh mendekati mereka dengan cepat. Kian dan Guru Shi An menghadapi pilihan sulit: melanjutkan ke petualangan yang belum selesai di dalam kuil atau melarikan diri dan menyembunyikan Salbutamol dari musuh-musuh mereka.


Dengan perasaan berat, mereka memilih untuk melarikan diri. Mereka kembali ke ruangan sebelumnya dan menutup pintu di belakang mereka, menyisakan musuh-musuh mereka dengan tangan kosong.


Mereka melarikan diri dari kuil dengan hati yang berat, tahu bahwa petualangan mereka di dalam kuil masih belum selesai. Mereka harus berhati-hati dan berpikir dengan bijak tentang langkah selanjutnya dalam menjaga Salbutamol dari tangan musuh-musuh yang sangat ingin menguasainya.


Dalam pelarian, Kian dan Guru Shi An tahu bahwa mereka harus tetap waspada dan berusaha mengungkap rahasia Salbutamol sebelum musuh-musuh mereka melakukannya. Petualangan mereka di dunia kultivasi terus berlanjut, penuh dengan rintangan dan bahaya yang menanti di setiap sudut.


Kian melihat Guru Shi An dengan pandangan yang penuh pertanyaan. "Guru, mengapa musuh-musuh kita sangat ingin mendapatkan Salbutamol? Apa yang membuat kekuatan ini begitu berharga?"


Guru Shi An menghela nafas dalam-dalam. "Kian, saatnya aku memberimu jawaban yang sebenarnya." Ia memandang Kian dengan tatapan serius, lalu melanjutkan, "Wanita misterius yang memberimu Salbutamol, dia adalah saudara perempuanku."


Kian terkejut mendengar pengakuan Guru Shi An. "Saudari Anda? Bagaimana bisa?"

__ADS_1


Guru Shi An tersenyum pahit. "Kami adalah bagian dari keluarga yang sangat tua dan terhormat di dunia kultivasi. Keluarga kami telah menjaga rahasia Salbutamol selama berabad-abad. Saat wanita misterius memberimu Salbutamol, itu adalah upaya terakhir kami untuk melindungi kekuatan ini."


Kian mencoba memahami semua ini. "Jadi, mengapa musuh-musuh kita sangat ingin menguasainya?"


Guru Shi An menjelaskan lebih lanjut, "Musuh-musuh kita adalah anggota keluarga lain yang ingin menguasai rahasia Salbutamol untuk kepentingan pribadi. Mereka ingin menggunakannya untuk kekuasaan dan pengaruh mereka."


Kian mengangguk. Semakin banyak yang ia pelajari tentang Salbutamol, semakin banyak yang ia sadari betapa berharganya kekuatan itu dan betapa besar risikonya. "Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang, Guru?"


Guru Shi An memandang Kian dengan mata penuh kebijaksanaan. "Kian, kita harus melanjutkan pencarian rahasia Salbutamol. Hanya dengan memahami sepenuhnya kekuatan ini dan sejarahnya, kita bisa melindunginya dan mencegahnya jatuh ke tangan yang salah."


Mereka menghabiskan malam di bawah langit berbintang, merencanakan langkah selanjutnya mereka dalam pencarian mereka. Keduanya merasa bahwa mereka telah memasuki dunia yang semakin kompleks dan berbahaya, tetapi mereka siap untuk menghadapinya bersama-sama.


Pagi tiba, dan mereka melanjutkan perjalanan mereka, dengan tekad yang kuat untuk mengungkap rahasia Salbutamol. Namun, pertanyaan tentang hubungan Guru Shi An dengan saudari perempuannya dan motif sebenarnya di balik pemberian Salbutamol masih menggantung di udara.


Kian akhirnya tidak bisa menahan rasa ingin tahu. "Guru, mengapa saudari perempuan Anda memberikan Salbutamol kepada saya? Apa yang dia harapkan dari saya?"


Guru Shi An menghela nafas, dan ekspresi wajahnya serius. "Saudari perempuanku percaya bahwa kamu adalah orang yang benar-benar bisa mengungkap rahasia Salbutamol dan menggunakannya untuk kebaikan. Dia melihat potensi besar dalam dirimu, Kian."

__ADS_1


Kian merenungkan kata-kata Guru Shi An, tetapi masih banyak pertanyaan yang berputar-putar di benaknya. Hubungan Guru Shi An dengan saudari perempuannya, motif sebenarnya di balik pemberian Salbutamol, dan rahasia-rahasia yang masih belum terungkap terus mengikuti mereka di dalam perjalanan mereka.


Petualangan mereka di dunia kultivasi terus berkembang, dan mereka tahu bahwa tantangan yang lebih besar masih menanti di depan. Dalam perjalanan mereka, mereka akan terus mengungkap rahasia-rahasia yang terkait dengan Salbutamol dan sejarah keluarga mereka, dan mereka berdua harus siap menghadapi apa pun yang mungkin mereka temui.


__ADS_2