
Kian dan Guru Shi An kembali ke tempat pelatihan mereka setelah pencurian Salbutamol. Mereka merasa terbebani oleh pertanyaan yang belum terjawab tentang musuh misterius yang berhasil mencuri obat berharga itu.
Mereka duduk di ruang pelatihan mereka, dengan tatapan serius di wajah mereka. Kian merasa bahwa dia harus mengungkap rahasia di balik Salbutamol dan musuh-musuh mereka. "Guru, kami harus mengetahui siapa musuh kita dan mengapa mereka sangat ingin Salbutamol."
Guru Shi An mengangguk setuju. "Kian, kita harus menyusun rencana dengan baik. Musuh kita sangat cerdik, dan mereka mungkin memiliki niat jahat yang besar. Kita harus tahu tujuan mereka dan mengambil tindakan yang tepat."
Mereka mulai merenungkan apa yang mereka ketahui tentang musuh-musuh mereka. Mereka tahu bahwa musuh-musuh mereka adalah anggota keluarga lain yang ingin menggunakan Salbutamol untuk kepentingan pribadi. Namun, mereka tidak tahu lebih banyak tentang motif sebenarnya di balik pencurian Salbutamol.
Kian mencoba mengingat-ingat pertemuan mereka dengan musuh-musuh itu dan tanda-tanda yang mereka temui di dalam ruangan tempat Salbutamol dicuri. Dia mencoba menghubungkan potongan-potongan informasi tersebut untuk mencari jawaban.
Guru Shi An merasa bahwa mereka harus lebih berhati-hati dalam menjalani petualangan mereka selanjutnya. "Kian, kita tidak boleh meremehkan musuh kita. Mereka telah berhasil mencuri Salbutamol, dan kita harus mengambil tindakan yang bijak untuk mendapatkannya kembali."
Mereka merenungkan rencana mereka dengan hati-hati. Mereka tahu bahwa mereka harus terus maju dalam pencarian mereka, mencari petunjuk lebih lanjut tentang Salbutamol dan mengapa itu begitu berharga.
Pertanyaan yang belum terjawab masih menghantui mereka, tetapi mereka siap untuk menghadapi tantangan apa pun yang mungkin datang. Mereka tahu bahwa petualangan mereka di dunia kultivasi akan terus berlanjut, penuh dengan rintangan dan bahaya yang menanti di setiap sudut.
Seri pertama petualangan Kian dan Guru Shi An berakhir dengan suasana yang penuh pertanyaan yang belum terjawab dan tekad yang semakin kuat. Setelah mengalami pencurian Salbutamol oleh musuh misterius mereka, Kian dan Guru Shi An merasa bahwa mereka harus mengambil tindakan lebih bijak dan berhati-hati dalam petualangan mereka selanjutnya.
__ADS_1
Mereka kembali ke kuil mereka, tempat di mana mereka memulai perjalanan mereka, untuk merenung dan merencanakan langkah selanjutnya. Kian merasa bahwa dia harus mengungkap rahasia di balik Salbutamol dan menghadapi musuh misterius mereka sekali lagi.
Kian dan Guru Shi An berbicara dengan serius tentang rencana mereka. Mereka merenungkan semua petunjuk yang mereka miliki, termasuk tanda-tanda yang mereka temui di dalam ruangan tempat Salbutamol dicuri.
Guru Shi An berkata dengan tekad, "Kian, kita harus terus maju. Salbutamol adalah kekuatan yang sangat berharga, dan kita harus mengambil tindakan yang tepat untuk mendapatkannya kembali. Musuh kita tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkannya."
Kian setuju dan berkata, "Kita harus belajar lebih banyak tentang Salbutamol dan sejarahnya. Mungkin ada petunjuk yang akan membawa kita ke arah yang benar."
Mereka memutuskan untuk memulihkan energi mereka dan berlatih lebih keras lagi. Kian merasa bahwa dia harus semakin kuat untuk menghadapi musuh-musuhnya. Mereka menghabiskan berhari-hari untuk bermeditasi, berlatih kultivasi, dan menguasai Salbutamol dengan lebih baik.
Saat mereka berlatih, Kian semakin merasa bahwa Salbutamol adalah kunci untuk mengungkap rahasia yang besar. Dia merasa semakin dekat dengan memahami potensi sejati dari obat tersebut.
Mereka berdiri di depan pintu kuil mereka, siap untuk melangkah ke dunia luar yang penuh bahaya. Mereka tahu bahwa petualangan mereka di dunia kultivasi akan terus berlanjut, dan mereka harus siap untuk menghadapi rintangan dan bahaya yang mungkin datang.
Dengan tekad yang kuat dan Salbutamol di tangan mereka, Kian dan Guru Shi An melangkah keluar menuju misi baru mereka, siap menghadapi semua yang mungkin datang dalam petualangan mendebarkan mereka. Seri pertama dari petualangan kultivator raja obat ini berakhir, tetapi cerita mereka akan terus berkembang dalam seri-seri berikutnya.
Mereka berdiri di depan pintu kuil mereka, siap untuk melangkah ke dunia luar yang penuh bahaya. Mentari sore yang merah memancar di langit, memberikan cahaya kuning yang lembut pada sekeliling mereka. Suasana damai dan tenang menyelimuti area itu, membuat mereka merasa sejenak bahwa bahaya telah mereda.
__ADS_1
Kian melihat ke arah matahari terbenam dan berkata kepada Guru Shi An, "Guru, kita harus bersiap-siap menghadapi segala kemungkinan. Musuh kita mungkin sudah mengetahui bahwa kita akan kembali."
Guru Shi An mengangguk setuju. "Benar, Kian. Kita tidak boleh meremehkan musuh kita. Mereka mungkin akan mencoba mencegah kita mendapatkan Salbutamol kembali."
Kian dan Guru Shi An memeriksa senjata mereka dan mengisi energi kultivasi mereka. Mereka merasa siap menghadapi segala rintangan yang mungkin datang, tetapi mereka tidak pernah mengira bahwa bahaya akan datang begitu cepat.
Tiba-tiba, seekor harimau raksasa meloncat dari semak-semak di dekat pintu kuil. Binatang itu dengan cepat mendekati mereka, taringnya tajam dan mata liar yang memancarkan niat buruk.
Kian dan Guru Shi An berdiri tegak, siap untuk menghadapi harimau itu. Kian berkata dengan suara tegas, "Kita harus bekerja sama, Guru, jika kita ingin mengalahkannya."
Guru Shi An setuju dan berkata, "Benar, Kian. Kita tidak bisa meremehkan binatang buas ini."
Mereka mulai meladeni serangan harimau itu dengan gesit dan cerdik. Harimau itu meluncurkan serangan dengan cepat, tetapi mereka berhasil menghindari cakarannya yang tajam. Mereka menyerang balik dengan serangan energi kultivasi, mencoba mengendalikan binatang itu.
Pertempuran antara kultivator dan harimau menjadi semakin sengit. Harimau itu menyerang dengan ganas, mencoba merobek-robek kultivator dengan cakarnya yang mematikan. Kian dan Guru Shi An bekerja sama, menggunakan kekuatan Salbutamol dengan bijak untuk mengendalikan binatang buas itu.
Pertempuran itu berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Mereka merasa kelelahan karena usaha mereka untuk mengalahkan harimau tersebut. Namun, akhirnya, mereka berhasil mengendalikan binatang itu dan membuatnya mundur.
__ADS_1
Kian dan Guru Shi An menatap harimau yang telah terluka dan lelah. Mereka merasa lega karena telah berhasil menghadapinya, tetapi mereka juga merasa bahwa ini hanya awal dari tantangan yang akan datang.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka ke dunia luar dengan hati-hati. Mereka tahu bahwa bahaya akan selalu mengintai di setiap sudut dalam petualangan mereka di dunia kultivasi. Dengan Salbutamol di tangan mereka dan semangat yang kuat, Kian dan Guru Shi An melangkah maju, siap untuk menghadapi segala rintangan dan bahaya yang mungkin datang.