
Kian merasa deg-degan saat berdiri di depan gerbang megah Sekolah Kultivasi Lingkaran Angin. Langit cerah dan biru, serta bunga-bunga yang bermekaran di sekitar gerbang, memberikan suasana yang damai. Dia menghela nafas dalam-dalam sebelum melangkah ke dalam sekolah baru ini, tak tahu apa yang akan dihadapinya.
Di dalam kelas, ia segera merasa terpesona oleh keragaman rekan-rekannya. Ada siswa dengan pakaian mewah dan berkacamata yang tengah berbicara dengan semangat tentang sejarah kultivasi. Seorang gadis berambut panjang dengan kulit cerah tersenyum ramah pada Kian, mengundangnya untuk duduk di sampingnya.
"Gadis cantik seperti kamu pasti sudah mahir dalam kultivasi," ucap Kian dengan canggung, mencoba memecahkan keheningan di antara mereka.
Gadis itu tertawa lembut. "Tidak juga. Saya baru saja memulai perjalanan kultivasi. Nama saya Sari, siapa namamu?"
Kian tersenyum. "Saya Kian. Saya juga masih pemula dalam hal ini."
Mereka menjadi teman dengan cepat dan berbicara tentang ekspektasi mereka terhadap sekolah ini. Namun, ada yang mengganjal di dalam benak Kian. Guru muda yang mengajar mereka, Master Ling, tampaknya menyimpan sesuatu yang tak diketahui orang lain.
Kian memutuskan untuk mendekati Master Ling setelah kelas berakhir. Guru muda itu sedang duduk di bawah pohon cemara yang menjulang di halaman sekolah. Kian merasa perlu mendekati dan mengungkapkan ketertarikannya.
"Master Ling, saya merasa ada sesuatu yang istimewa tentang Salbutamol. Apakah Anda bisa memberi saya wawasan lebih dalam tentang kekuatan obat ini?" Kian bertanya dengan penuh rasa ingin tahu.
Master Ling tersenyum bijaksana dan mengangguk. "Tentu, Kian. Salbutamol adalah obat yang memiliki sejarah panjang dalam dunia kultivasi. Ini memiliki potensi yang luar biasa untuk meningkatkan kekuatan kita. Namun, dengan kekuatan besar datang tanggung jawab besar."
Mereka duduk di bawah pohon cemara yang rimbun, dan Master Ling mulai menjelaskan berbagai aspek tentang Salbutamol, termasuk sejarahnya dan bagaimana mengendalikan kekuatannya.
Sambil mendengarkan dengan penuh perhatian, Kian mulai merasa semakin yakin bahwa Salbutamol adalah kuncinya untuk mencapai potensinya dalam kultivasi. Namun, ada yang lebih dalam dari apa yang dia ketahui.
__ADS_1
Selama beberapa minggu berikutnya, Kian dan Sari terlibat dalam berbagai latihan fisik dan pelatihan yang ketat untuk menguasai Salbutamol. Mereka berlatih memusatkan energi, memahami aliran energi dalam tubuh, dan meningkatkan kekuatan mereka secara keseluruhan.
Setiap hari, mereka juga menjalani latihan meditasi di tengah hutan yang luas di sekitar sekolah. Suasana alam yang tenang dan aliran angin yang sejuk memberi mereka ketenangan dalam berlatih.
Suatu hari, saat mereka sedang berlatih meditasi, Kian merasa ada perubahan dalam energinya. Dia merasa ada sesuatu yang bergerak di dalam dirinya. Tanpa disadari, matahari di langit mulai bersinar lebih terang, dan angin di sekitarnya berputar lebih cepat.
Sari yang duduk di sebelahnya merasa getaran energi dan terkejut. "Kian, apa yang kamu lakukan?"
Kian merasa energinya semakin intens, dan dengan penuh keyakinan, ia memanggil kekuatan Salbutamol. Saat dia melakukan itu, elemen-elemen alam sekitar mereka mulai bergerak, membentuk bayangan yang indah di sekelilingnya.
Sari terpesona oleh kekuatan yang Kian tunjukkan. Mereka berdua melihat bagaimana elemen-elemen alam bermain-main di sekitar mereka, seperti reaksi alami terhadap Salbutamol.
Kejutan ini membuka mata Kian pada potensi besar Salbutamol, dan dia memahami bahwa dia hanya menggores permukaan dari apa yang obat ini bisa lakukan. Dia merasa lebih yakin untuk terus berlatih dan mengungkap rahasia yang lebih dalam tentang kekuatan itu.
Hari berikutnya, Kian dan Sari bergabung dengan kelas kultivasi yang dipimpin oleh Master Ling. Mereka tiba di lapangan latihan yang luas dengan rumput hijau yang melambai di bawah sinar matahari yang hangat. Bunga-bunga warna-warni bermekaran di sekitar lapangan, menciptakan pemandangan yang cantik.
Master Ling berdiri di tengah lapangan dengan tenang, mengenakan jubah putih yang mengalun lembut oleh angin. Dia melihat murid-muridnya tiba dan tersenyum ramah.
"Selamat pagi, para siswa. Hari ini kita akan mulai pembelajaran tentang Salbutamol, obat ajaib yang telah digunakan dalam dunia kultivasi selama berabad-abad. Obat ini memiliki potensi luar biasa, tetapi juga harus diperlakukan dengan hati-hati," kata Master Ling dengan suara yang tenang.
Kian dan Sari mendengarkan dengan seksama, berusaha menangkap setiap kata yang diucapkan oleh guru mereka. Mereka tahu bahwa saat ini adalah awal perjalanan mereka untuk memahami lebih dalam tentang kekuatan Salbutamol.
__ADS_1
Master Ling mulai menjelaskan sejarah obat tersebut. "Salbutamol pertama kali ditemukan oleh seorang kultivator hebat pada zaman dulu. Dia menyadari bahwa obat ini memiliki kemampuan untuk memperkuat energi dalam tubuh dan mengendalikan elemen-elemen alam di sekitarnya. Seiring berjalannya waktu, obat ini dianggap sebagai rahasia besar dalam dunia kultivasi."
Saat dia berbicara, dia menggerakkan tangannya, dan tanah di sekitar mereka mulai bergetar. Kian dan Sari melihat dengan kagum saat rumput dan batu-batu kecil mengikuti gerakan tangan Master Ling.
"Sekarang, mari kita mulai pelatihan dasar," kata Master Ling sambil berjalan ke arah Kian dan Sari. "Salbutamol adalah tentang mengendalikan energi dalam tubuh. Pertama, kita akan belajar cara merasakan energi ini."
Master Ling mendekati Kian dan meletakkan tangannya di atas dada Kian. "Tutup matamu dan fokus pada napasmu. Rasakan energi dalam dirimu. Ini adalah kekuatan alam yang ada di dalam tubuh kita."
Kian mengikuti petunjuk guru dan mencoba merasakan energi dalam dirinya. Awalnya, rasanya tidak jiperbaharui. Tapi, setelah beberapa saat, dia merasa sesuatu yang berdenyut di dalam dirinya, seperti getaran yang tenang.
Master Ling tersenyum puas. "Bagus, Kian. Itu adalah awal yang baik. Sekarang, mari kita coba mengarahkan energi ini dengan lebih baik."
Mereka melanjutkan dengan latihan mengendalikan energi dalam tubuh mereka. Master Ling memberikan instruksi yang jelas dan mendetail tentang bagaimana mengalirkan energi ini ke ujung jari mereka, kemudian merasakan energi itu berputar di sekitar mereka.
Saat mereka berlatih, Kian merasa semakin dekat dengan energi ini. Dia merasakan energi itu merespons ketika dia mengarahkannya. Sari juga membuat kemajuan yang sama.
Master Ling berkata, "Kalian berdua sangat berbakat. Kalian sudah memahami dasar-dasar Salbutamol dengan sangat baik. Tetapi, ini adalah awal yang panjang, dan perjalanan ini akan penuh tantangan. Kami akan terus belajar dan menggali lebih dalam tentang kekuatan ini."
Pada akhir pelajaran, mereka kembali duduk di bawah pohon cemara yang rimbun. Kian merasa puas dengan kemajuan yang dia buat hari ini. Dia melihat Sari yang juga tersenyum lebar.
"Sari, kita akan menguasai Salbutamol bersama-sama," kata Kian dengan tekad dalam suaranya.
__ADS_1
Sari mengangguk. "Tentu, Kian. Kita akan menjalani perjalanan ini bersama-sama, dan tidak ada yang bisa menghentikan kita."
Matahari mulai terbenam, dan Kian dan Sari merasa semangat mereka semakin berkobar. Mereka tahu bahwa perjalanan untuk mengungkap rahasia Salbutamol telah dimulai, dan petualangan yang menarik menunggu mereka di masa depan.