
Apa teman mas ini ? Tanya Juleha ke Brian tentang pria bule yang barada disamping Brian sampai membuat garis miring dengan jari telunjuknya di dahi. Kontan saja itu membuat Julian melotot .
Antensi Juleha kemudian beralih ke Brian. dia mendengarkan ucapan Brian.
" Perkenalkan nama saya Abrian Dirgantara dan ini teman saya Julian Aldriano Martin, kalau boleh tau siapa nama anda nona" Brian memperkenalkan dirinya dan juga Julian dengan formal ke Juleha.
" Nama saya Siti Juleha mas " balas Juleha memperkenalkan diri ke Brian
" Gadis ini !" Julian jengkel setengah mati dengan Juleha.
" Tenang Bro, ingat apa tujuan utama elo sekarang," Brian menepuk pundak Julian untuk menenangkan.
"Begini Nona, teman saya ini- Julian hari ini mau menikah dengan calon tunangannya tapi malah calon tunangannya malah membatalkan pernikahan dengan tidak hadir hari ini. " Ujar Brian menjelaskan ke Juleha tentang masalah yang dialami oleh Julian beberapa jam yang lalu.
" Terus apa hubungannya dengan aku? Kenapa malah orang ini melamarku tadi secara mendadak ? " Tanya Juleha setelah mendengar masalah yang dihadapi pria bule yang baru namanya diketahuinya itu.
" Jika calon pengantin wanitanya tidak datang berarti kan pernikahan juga batal " lanjut selorohnya .
" Memang benar pernikahan seharusnya dibatalkan karena tidak adanya mempelai wanita. Tapi sayangnya pria ini terlalu menyayangi kedua orang tuanya yang ingin sekali melihat putra nya bahagia menikah hari ini, "bener Brian sekali lagi.
" Nak tolong bantu kami, menikahlah dengan putra Tante ini." Tiba-tiba mommy Maya dan Daddy Rendra datang. Mommy Maya memohon ke Juleha agar mau menikah dengan julian karena waktu Pernikahan nya tidak banyak waktu lagi.
"..." Juleha terdiam saat tiba-tiba datang seorang wanita dan pria paruh baya yang usianya sama dengan ibu nya memohon kepadanya. dalam hatinya dia bermonolog .
" Ada apa ini sebenernya, tadi ada pria bule yang melamarnya, sekarang malah ada ibu-ibu yang memohon kepada nya untuk menikah"
" Nak, tolong bantu keluarga kami .
Tante ingin sekali melihat putra Tante ini menikah dihari yang bahagia ini." Pinta mommy Maya sambil memasang tangan Juleha yang masih bingung dengan keadaan yang dialaminya hari ini.
"Tante ini hanya wanita tua, yang ingin sekali melihat ada putra tunggalnya ini menikah sekali seumur hidup. Tante tidak tau apakah umur Tante masih akan bertahan lama atau tidak, tolong menikahlah dengan anak tante " mohonnya sekali lagi dengan memelas.
" Mom " kata Julian.
__ADS_1
" Tenanglah " ujar Daddy Rendra mengusap punggung mommy Maya menenangkan.
" Mommy tidak akan tenang Dad hiks! mau taruh dimana nama keluarga kita nanti." Raung Mommy Maya menangis histeris.
" Nak tolong bantu Tante, menikahlah dengan anak Tante ini, Tante mohon ," Mommy Maya memohon kembali ke Juleha agar Juleha mau menikah dengan Julian.
" ... " Juleha jadi tidak tega melihatnya tapi, sebuah pernikahan bukanlah untuk permainan itulah yang dulu dikatakan ayah dan ibunya saat dia masih SMP dulu. Juleha jadi bingung mau bicara apa ke wanita paruh baya itu.
Kring Kring !
Suara telepon menyadarkan Juleha, segera Juleha melihat handphonenya melihat siapa yang menelepon nya. Ternyata Ibu lah yang sedangkan meminta video call kepadanya, segera saja Juleha mengangkatnya.
" Assalamualaikum, Bu " salam Juleha saat melihat wajah ibunya di seberang telepon.
" Wa'alaikumsalam nduk " jawab sang Ibu disebrang telpon.
"Wa'alaikumsalam mbak " jawab kedua adiknya.
" Alhamdulillah mbak baik-baik saja dek, " Juleha menjawab pertanyaan adik laki-lakinya itu.
" Mbak jangan lupa jaga kesehatan, ya " pesan si bungsu di seberang telepon yang mau ngalah untuk bicara dengan kakak perempuan nya.
" Iya dek , Zaenal dan Abi juga jangan nakal ya " Ujar Juleha mengingatkan karena kadang kedua adiknya itu sering bertengkar tapi tidak terlalu lama.
" Nak Tante mohon, tolong bantu keluarga Tante " Mommy Maya masih bertahan meminta tolong ke Juleha agar permintaannya itu dipenuhi.
" Ada apa nduk, suarane sopo iku ?" (Ada apa nak suara siapa itu ?) Tanya Ibu Minah saat mendengar suara wanita didekat putrinya.
"Kowe onok masalah opo nduk, Kok Sampek ngono ngomonge wong iku Nyang Kowe ?" (Kamu ada masalah apa nak, kenapa sampai kayak gitu bicara orang itu) lanjut Ibu Minah bertanya khawatir takut terjadi sesuatu dengan anak gadisnya yang kini berada jauh dengan nya.
Juleha pun menjelaskan kejadian sesungguhnya kepada sang ibu seperti yang dikatakan oleh Brian tadi kepadanya tanpa ditutupi oleh satu katapun ke ibunya.
" Juleha harus apa Bu? Juleha binggung mau bicara apa kepada mereka " beber Juleha setelah bercerita panjang lebar ke sang ibu.
__ADS_1
" Nduk menolong orang lain yang sedang kesusahan itu pahala buat kita jika kita menolong mereka dengan ikhlas " sahut Ibu Minah disebrang telpon.
" Enggeh Bu, Juleha paham itu tapi sebuah pernikahan bukan untuk dipermainkan itu yang diajar oleh almarhum Ayah dan Ibu kan dulu ke Juleha. " kata Juleha yang mengerti dengan ucapan Ibunya itu.
" Leha harus jawab apa Bu? Apa Ibu merelakan Juleha untuk menikah dengan cara seperti ini ?" Tanya Juleha bertubi-tubi ke sang Ibu. Juleha ingin membantu keluarga Julian tapi apakah Ibunya dan kedua adiknya memperbolehkan nya dia untuk membantu keluarga itu . Lalu jika mereka apakah pernikahan mereka akan terus berlanjut? Juleha takut jika Juleha membantu mereka tapi setelah selesai dia akan dibuang begitu saja setelah berhasil memanfaatkan niat tulusnya nanti.
" Ya sudah berikan telepon mu ke wanita itu, biar ibu yang bicara kepada mereka! " Perintah Ibu kepada Juleha untuk memberikan telepon ke keluarga Julian. Ibu Minah ingin bicara dengan keluarga itu, ingin minta penjelasan walaupun sebenarnya hal ini lebih baik dibicarakan dengan tatap muka langsung tapi karena jarak menghalangi jadinya terpaksa dengan hanya lewat video call. Ibu Minah teringat dengan mimpinya yang belakangan ini di mimpikannya. Mimpi almarhum suaminya yang sudah lebih dahulu menghadap sang penciptanya, dalam mimpinya almarhum suaminya meminta agar Juleha di nikahkan dengan orang yang sebentar lagi akan melamar putri mereka.
" Maaf ini Ibu saya mau bicara dengan anda " ujar Juleha sopan menyerahkan telpon selulernya ke Mommy Maya.
Mommy Maya pun menerima telepon dari Juleha dan bicara dengan ibu Minah. Mommy Maya bicara empat mata dengan ibunya Juleha-Minah.
dan beberapa menit berlalu . Ibu Minah menyetujui lamaran keluarga Julian dengan syarat pernikahan mereka harus sah secara hukum dan agama dan juga tidak ada perceraian diantara putra dan putri mereka setelah pernikahan .
Mommy Maya sangat bahagia berterima kasih kepada Ibu Minah dan keluarga karena sudah mau menyelamatkan nama keluarganya dengan menerima lamarannya untuk putranya -julian.
" Terimakasih banyak Bu, kami ucapakan terima kasih banyak . Aku tak tau bagaimana harus membalas kalian " ucap Mommy Maya ke Ibu Minah disebrang telepon.
" Kami pastikan akan menjaga putri Bu Minah seperti anak kami sendiri setelah menikah nanti " lanjut Mommy Maya.
" Sama-sama Bu , sesama manusia memang harus saling tolong menolong " balas Bu Minah disebrang telepon.
Telpon seluler itu berpindah ke Juleha pemilik asli handphone.
" Nduk , Ibu rasa tidak masalah menerima lamaran keluarga nak Julian. Ibu mendapatkan mimpi nduk , almarhum ayahmu menemu ibu di dalam mimpi dan menyampaikan pesan untuk menerima lamaran jika ada orang yang melamar kamu untuk menikah " Ujar Ibu Minah menceritakan alasan kenapa menerima lamaran keluarga Julian, Keluarga yang baru mereka kenal tidak sampai satu jam .
"Leha mau kan mewujudkan pesan almarhum ayahmu ?" Tanya sang Ibu disebrang telepon dengan sedikit isakan karena mengingat almarhum suaminya itu.
Juleha menganggukkan kepalanya setuju dengan permintaan sang Ibu disebrang telepon. Apalagi jika almarhum ayahnya sudah berkata seperti itu walaupun hanya lewat mimpi sang Ibu. Juleha ingin menjadi anak Sholehah yang berbakti kepada kedua orang tuanya.
Melihat Juleha menganggukkan kepalanya Mommy Maya yang tadinya memeluk suaminya kini beralih memeluk Juleha dengan erat dan sedikit tangisan haru dari nya.
" Terimakasih nak, Mommy janji jika kamu menikah dengan anak mommy ini. Mommy dan Daddy akan menyayangimu seperti anak sendiri dan juga Jika nanti Julian berbuat tidak baik kepadamu, kamu bisa mengadukan ke Mommy maupun Daddy biar kami yang akan menghukumnya untuk mu . " Ujar Mommy Maya bahagia saat Juleha mau menerima lamaran dan menikah dengan Julian.
__ADS_1