
Seorang pria berdarah Indo-jerman memakai jas Putih - Julian Aldriano Martin mengusap wajahnya secara kasar. Di hari yang menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya sebentar lagi akan menjadi hari paling memalukan untuknya dan Juga keluarga besarnya, Pasalnya hari ini adalah hari pernikahannya bersama sang kekasihnya -Elsa Permeswari tetapi sampai saat ini Kekasihnya itu masih belum datang ke tempat dimana hari ini akan dilaksanakan ijab qobul. Keluarga Elsa pun tidak ada yang datang, yang ada cuma sepucuk surat dari Elsa yang mengatakan dia tak siap untuk menikah hari ini dan masih memilih karirnya sebagai seorang model. Yap Elsa Permeswari Kekasih Julian ini adalah seorang model ternama.
Julian berjalan dengan cepat, dia binggung mau mencari kemana wanita yang mau di ajak untuk menikah dengannya hari ini. Jika tidak maka ancaman Daddy nya untuk mencoret namanya sebagai ahli waris akan menjadi kenyataan. Elsa kekasihnya pun tidak bisa dihubungi karena nomernya tidak aktif sama sekali sejak 30 menit lalu ia menghubungi.
" Bro tenanglah, Lo pasti bisa menemukan wanita baik-baik itu,"kata Brian menenangkan Julian .
Abrian Dirgantara teman dari SMA sekaligus tangan kanan Julian. Usianya sama dengan Julian 27 tahun .
" Gue harus cari wanita dimana,Bri?" Tanya Julian ke Brian .
Keduanya kini berada dipelataran depan hotel . Julian masih bingung mau mencari kemana pengganti Elsa. Memang banyak wanita yang pastinya akan bersedia menikah dengannya saat ini. Tapi Wanita yang diinginkan oleh nya dan juga kedua orang tuanya bukan wanita seperti mereka yang hanya tampang modal tapi tidak memiliki nilai moral .
"Lo pasti bisa nemuin wanita baik-baik bro, tenang saja Gue bantu elo ." Ujar Brian menyemangati Julian untuk tidak menyerah.
Sedangkan itu Juleha yang berada tidak jauh dari posisi Julian dan Brian memberi sebuah uang untuk anak jalanan masih kecil. Juleha memberikan uang Rp.50.000 kepada dua anak jalanan, Juleha jadi ingat dengan kedua adik laki-lakinya di Jawa timur saat melihat dua anak jalanan yang mengamen.
" Permisi kak, kita mau ngamen " Sapa dua anak jalanan berjenis kelamin laki-laki yang berada di depan Juleha.
" Nana.. Nana..na..." Dua bocah cilik itu langsung melantunkan lagu dari musisi terkenal Indonesia.
Juleha yang merasa iba melihat dua pengamen cilik jalanan itu lekas mengambil uang dari dompet nya dan memberikannya ke dua bocah pengamen itu. Melihat dua pengamen jalanan itu Juleha jadi teringat dengan Zaenal dan Abi kedua adiknya. Juleha tidak tega membayangkan jika kedua bocah pengamen itu adalah adik-adiknya dia sampai menitikkan air mata tak kuat, dan itu membuat Juleha agar bisa segera mendapatkan Pekerjaan dan bisa membantu ibu dan juga menyekolahkan kedua adiknya Sampai ketingkat jenjang yang tinggi.
" Kalian tidak sekolah ?" Tanya Juleha ke bocah pengamen jalanan itu.
" Kami putus sekolah kak, orang tua tidak punya biaya buat sekolah" jawab salah satu pengamen itu dan ternyata mereka bersaudara.
" Ini terimalah buat kalian berdua " Juleha memberikan uang selembar 50 ribu ke bocah pengamen itu.
" Banyak sekali kak , apa tidak ?" Ujar bocah pengamen ragu menerima uang pemberian Juleha.
" Ambillah! uang Rp. 50.000 ini untuk kalian berdua, " kata Juleha tegas sambil tersenyum masih dengan menyodorkan uang Rp.50.000 itu kepada dua bocah pengamen jalanan.
Salah satu bocah pengamen itu akhirnya menerima uang pemberian Juleha itu dengan binar bahagia diwajahnya .
"Terimakasih banyak kak, "
" Iya sama-sama" Juleha menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah bocah pengamen itu.
Setelah mengucapkan terimakasih kedua bocah pengamen jalanan itu pamit pergi karena masih ingin mengamen di tempat lain.
__ADS_1
Pembuatan Juleha itu tak luput dari pandangan Julian yang tidak sengaja menyaksikan dari awal. Ternyata masih ada seorang yang peduli dengan sesamanya. Biasanya kebanyakan orang-orang acuh tak acuh jika berhadapan dengan orang yang berada jauh dari kelas mereka.
" Dia ? " Julian tertegun melihat perbuatan yang dilakukan oleh juliha ke dua anak pengamen jalanan. Julian secara tidak sadar melangkahkan kakinya menuju juleha berada, membuat Brian yang berada di samping Julian yang sedari tadi bicara tersadar jika teman itu pergi meninggalkan segera saja Brian dengan cepat menyusul Julian takut terjadi apa-apa karena baru saja di tinggal pergi calon pengantin saat dihari pernikahan hari ini.
Juleha membungkukkan badannya karena ingin mengambil barang nya yang terjatuh ke jalan, saat barangnya berhasil temukan Juleha akan mengambil tetapi terhenti karena melihat sepasang sepatu pantofel yang berada didepannya saat ini. Juleha mendongakkan kepalanya untuk melihat orang yang memakai sepatu pantofel itu. Juleha berdiri dan melihat seorang laki-laki bule tampan kini berada di depan matanya . Juleha diam memandang pria bule tersebut mungkin mau tanya sesuatu tapi Juleha kan tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik binggung mau jawab apa jika pria bule di depannya ini bertanya kepadanya.
Brian berhasil menyusul Julian yang lebih dahulu pergi menemui Juleha.
" Bro, elo mau kemana sebenarnya ?" Tanya Brian yang kini sudah berada di samping Julian .
Juleha diam menyimak saat ada seorang pria yang sepertinya teman pria bule itu.
Julian yang diam akhirnya angkat bicara sambil memandang wajah Juleha.
" Hei, Menikahlah denganku hari ini " itu ucapan pertama kali yang diucapkan oleh Julian ke Juleha.
" HAH !! " Juleha kaget. Dia melebarkan matanya, syok saat mendengar ucapan pria bule itu kepadanya. Bukannya Juleha tidak mengerti apa yang diucapkan oleh pria bule itu, Juleha sangat mengerti sekali dengan ucapan pria bule asing itu kepadanya. Pria bule asing itu mengajak nya menikah , dia lamar oleh pria bule asing yang tidak dikenalnya.
Sedangkan Brian, teman Julian menganga tidak percaya dengan ucapan yang dilontarkannya oleh temannya itu. Melamar gadis asing secara tiba-tiba ? Apa otak temannya itu sudah tidak waras karena ucapan Om Rendra tadi . Seharusnya Julian itu basa basi dulu atau gimana gitu sebelum bicara tapi ini dia malah to the poin sekali tanpa basa-basi apapun.
" Jadi apa jawaban mu nona ?" Tanya Julian yang memang tidak basa-basi dari awal
" Apakah kamu gila ? " Tanya Juleha. Bukannya menjawab pertanyaan Julian Juleha malah bertanya balik ke Julian.
" Jika kamu waras , kamu tidak mungkin melakukan hal gila dengan melamar seorang gadis di tepi jalan " balas Juleha menyipitkan matanya melihat Julian.
" Begini ya saya tidak mengenal anda , kenapa anda tiba-tiba melamar saya ? jika anda bukan orang waras apa lagi kalau begitu ?" lanjut papar Juleha.
jika ini anime pasti muncul kedutan di area kepala Julian karena kesal dengan ucapan gadis asing didepannya ini tapi sayangnya cuma gadis asing inilah yang bisa membantunya dan juga keluarganya hari ini dari hal memalukan nama baik keluarganya yang sejam lagi akan dilangsungkan.
Juleha dan Nurul sampai di kost pas saat adzan Maghrib berkumandang. Nurul masuk ke Kost dengan sedikit gerutuan karena enggak terima jika dijodoh-jodohkan dengan Dhani si playboy cap buaya buntung . siapa yang tidak mengenal Dhani dengan treadrekornya yang selalu Gonta ganti cewek seperti Gonta ganti baju setiap harinya.
" Apaan juga itu si Tama pakai acara jodoh-jodohkan gue segala sama teman playboy nya itu " gerundel Nurul sambil menghela nafas berat karena mengingat ucapan Tama.
" Istighfar mbak, ayo ambil air wudhu dan kita sholat magrib bersama " Usul Juleha mengajak Nurul untuk sholat magrib bersama.
" Iya udah Leh, ayo kita wudhu dulu dulu " Nurul menyetujui ajakan Juleha sambil menghembuskan nafas perlahan untuk meredam emosinya.
Kedua-duanya pun segera pergilah mengambil air wudhu dan melaksanakan ibadah salat magrib bersama dengan khusyuk.
__ADS_1
Setelah menjalankan sholat magrib keduanya pun makan malam dengan hidangan seadanya tapi terasa nikmat karena keduanya tak berhenti bersyukur dengan apa yang mereka dapatkan.
.
.
.
Pagi harinya sekitar jam 8 pagi, Juleha pergi dari kost seorang diri. Dia ingin coba berkeliling sendiri memandang sudut-sudut kota Jakarta, ya walaupun gak semua Jakarta tapi cuma sekitarnya saja yang dia ketahui. Ini hari kedua Juleha berada di Jakarta, surat lamaran kerja nya kemarin sudah dibawa oleh Nurul ke perusahaan tempat kerjanya, Kata mbak Nurul tunggu beberapa hari nanti akan ada pihak HRD yang akan mengabari Juleha lewat telepon seluler jika lamaran kerjanya diterima. Juleha Cuma bisa berdoa aja semoga lamaran kerjanya diterima, ditempatkan dibagian mana pun akan Juleha terima karena memang ijazahnya cuma lulusan SMA.
" Jakarta selalu padat memang benar ya seperti yang ada diberitakan di tv yang selalu ditonton dirumah dulu "
Ujar Juleha saat melihat banyaknya kendaraan yang berlalu lalang padat melintasi jalan raya.
" Oh iya alamat kafe tempat kerja mbak Nia disekitaran sini kayaknya , Mbak Nia bilang hari ini ada diskon gede di kafe tempat kerjanya karena hari ini spesial ulang tahun kafenya." Lanjut Juleha sambil bergumam sendiri mengingat perkataan salah satu tetangga kost-san kemarin jika di tempat kerja ada diskon untuk merayakan ulang tahun kafe.
Suara pintu terbuka menyadarkan Julian seketika. Ternyata yang membuka pintu kamarnya adalah Daddy Rendra Martin dan mommy Maya Martin orang tua Julian.
" Kemana Elsa? Kau sudah menghubungi calon istri mu itu kan ? Akad nikah kalian akan segera dimulai ?" Tanya Daddy Rendra ke anaknya bertubi-tubi.
" Apa yang terjadi ?" Tanya Rendra saat melihat wajah emosi putra tunggalnya itu.
" Dad, Els..Elsa dia tidak datang kesini. Elsa cuma mengirimkan selembar surat ini " jawab Julian menyerahkan selembar surat yang barusan dibacanya. Julian terlihat syok karena wanita di cintainya selama 3 tahun ini malah lebih memilih karir modelnya daripada harus menikah dengan nya hari ini. Apa yang kurang dari dirinya ? Tampan, kaya raya dan juga selalu setia kepada Elsa.
Daddy Rendra segera mengambil dan membaca selembar surat yang disodorkan oleh putranya itu.
" Apa-apaan ini Julian ? Apa maksudnya Elsa tidak datang ? Kenapa baru hari ini Calon istrimu mengatakan hal ini saat acara pernikahan kalian akan segera dimulai sebentar lagi " Murka Daddy Rendra setelah selesai membaca surat yang diberikan oleh Julian.
Sedangkan Mommy Maya menutup mulutnya dengan tangan dan juga melebarkan matanya karena syok karena mendengar ucapan suaminya itu. Elsa calon istri putranya membatalkan pernikahan yang sebentar lagi akan dilangsungkan. Tiba-tiba kepalanya pusing dan dadanya berdenyut, dirinya hampir jatuh karena tidak kuat menopang tubuhnya,untungnya sebelum jatuh sang suami langsung mendekapnya sehingga dirinya tidak sampai jatuh ke lantai ubin.
"Mom " Julian kaget melihat mommy nya yang hampir pingsan.
" Sayang, are you okey " Martin Rendra dengan sigap menangkap tubuh istrinya itu sebelum jatuh ke lantai.
" Dad ? apa yang harus kita lakukan ? acara pernikahannya sebentar lagi akan dimulai ? apa kata para tamu yang hadir nanti jika calon pengantin wanita nya tiba-tiba membatalkan pernikahan ?" berang Mommy didekapan suaminya sambil memegang dadanya yang terasa sakit. Mommy Maya memiliki riwayat penyakit jantung.
" Akh dada mommy sakit Dad " Mommy Maya merasakan dadanya makin sakit.
" Dear, bertahanlah. Son cepat ambilkan obat mommy di dalam tas " pinta Daddy Rendra ke Julian sambil tunjuk ke tas yang dipegang oleh istrinya itu karena biasanya sang istri selalu membawa obatnya kemanapun pergi. Daddy Rendra sangat khawatir dengan kondisi istrinya .
__ADS_1
Bergegas Julian segera mengambil obat didalam tas sang mommy lalu mengambil air minum agar obatnya cepat larut saat makan obat.
Mommy Maya segera diangkat oleh Daddy Rendra dan dibaringkan ke kasur untuk istirahat sebentar untuk memulihkan kondisi tubuhnya.