Rasa Cinta

Rasa Cinta
14


__ADS_3

" Permisi kak, kita mau ngamen " Sapa dua anak jalanan berjenis kelamin laki-laki yang berada di depan Juleha.


" Nana.. Nana..na..." Dua bocah cilik itu langsung melantunkan lagu dari musisi terkenal Indonesia.


Juleha yang merasa iba melihat dua pengamen cilik jalanan itu lekas mengambil uang dari dompet nya dan memberikannya ke dua bocah pengamen itu. Melihat dua pengamen jalanan itu Juleha jadi teringat dengan Zaenal dan Abi kedua adiknya. Juleha tidak tega membayangkan jika kedua bocah pengamen itu adalah adik-adiknya dia sampai menitikkan air mata tak kuat, dan itu membuat Juleha agar bisa segera mendapatkan Pekerjaan dan bisa membantu ibu dan juga menyekolahkan kedua adiknya Sampai ketingkat jenjang yang tinggi.


" Kalian tidak sekolah ?" Tanya Juleha ke bocah pengamen jalanan itu.


" Kami putus sekolah kak, orang tua tidak punya biaya buat sekolah" jawab salah satu pengamen itu dan ternyata mereka bersaudara.


" Ini terimalah buat kalian berdua " Juleha memberikan uang selembar 50 ribu ke bocah pengamen itu.


" Banyak sekali kak , apa tidak ?" Ujar bocah pengamen ragu menerima uang pemberian Juleha.


" Ambillah! uang Rp. 50.000 ini untuk kalian berdua, " kata Juleha tegas sambil tersenyum masih dengan menyodorkan uang Rp.50.000 itu kepada dua bocah pengamen jalanan.


Salah satu bocah pengamen itu akhirnya menerima uang pemberian Juleha itu dengan binar bahagia diwajahnya .


"Terimakasih banyak kak, "


" Iya sama-sama" Juleha menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah bocah pengamen itu.


Setelah mengucapkan terimakasih kedua bocah pengamen jalanan itu pamit pergi karena masih ingin mengamen di tempat lain.


Pembuatan Juleha itu tak luput dari pandangan Julian yang tidak sengaja menyaksikan dari awal. Ternyata masih ada seorang yang peduli dengan sesamanya. Biasanya kebanyakan orang-orang acuh tak acuh jika berhadapan dengan orang yang berada jauh dari kelas mereka.


" Dia ? " Julian tertegun melihat perbuatan yang dilakukan oleh juliha ke dua anak pengamen jalanan. Julian secara tidak sadar melangkahkan kakinya menuju juleha berada, membuat Brian yang berada di samping Julian yang sedari tadi bicara tersadar jika teman itu pergi meninggalkan segera saja Brian dengan cepat menyusul Julian takut terjadi apa-apa karena baru saja di tinggal pergi calon pengantin saat dihari pernikahan hari ini.


Juleha membungkukkan badannya karena ingin mengambil barang nya yang terjatuh ke jalan, saat barangnya berhasil temukan Juleha akan mengambil tetapi terhenti karena melihat sepasang sepatu pantofel yang berada didepannya saat ini. Juleha mendongakkan kepalanya untuk melihat orang yang memakai sepatu pantofel itu. Juleha berdiri dan melihat seorang laki-laki bule tampan kini berada di depan matanya . Juleha diam memandang pria bule tersebut mungkin mau tanya sesuatu tapi Juleha kan tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik binggung mau jawab apa jika pria bule di depannya ini bertanya kepadanya.


Brian berhasil menyusul Julian yang lebih dahulu pergi menemui Juleha.


" Bro, elo mau kemana sebenarnya ?" Tanya Brian yang kini sudah berada di samping Julian .


Juleha diam menyimak saat ada seorang pria yang sepertinya teman pria bule itu.


Julian yang diam akhirnya angkat bicara sambil memandang wajah Juleha.


" Hei, Menikahlah denganku hari ini " itu ucapan pertama kali yang diucapkan oleh Julian ke Juleha.


" Jadi apa jawaban mu nona ?" Tanya Julian yang memang tidak basa-basi dari awal


" Apakah kamu gila ? " Tanya Juleha. Bukannya menjawab pertanyaan Julian Juleha malah bertanya balik ke Julian.

__ADS_1


" Apa maksudmu, aku tidak waras? tentu saja aku masih waras, " decak Julian sedikit kesal dengan perkataan Juleha. Seharusnya perempuan di depannya itu bersyukur karena ada pria setampan dan sekaya dirinya melamar gadis sepertinya.


" Jika kamu waras , kamu tidak mungkin melakukan hal gila dengan melamar seorang gadis di tepi jalan " balas Juleha menyipitkan matanya melihat Julian.


" Begini ya saya tidak mengenal anda , kenapa anda tiba-tiba melamar saya ? jika anda bukan orang waras apa lagi kalau begitu ?" lanjut papar Juleha.


jika ini anime pasti muncul kedutan di area kepala Julian karena kesal dengan ucapan gadis asing didepannya ini tapi sayangnya cuma gadis asing inilah yang bisa membantunya dan juga keluarganya hari ini dari hal memalukan nama baik keluarganya yang sejam lagi akan dilangsungkan.


Juleha dan Nurul sampai di kost pas saat adzan Maghrib berkumandang. Nurul masuk ke Kost dengan sedikit gerutuan karena enggak terima jika dijodoh-jodohkan dengan Dhani si playboy cap buaya buntung . siapa yang tidak mengenal Dhani dengan treadrekornya yang selalu Gonta ganti cewek seperti Gonta ganti baju setiap harinya.


Suara pintu terbuka menyadarkan Julian seketika. Ternyata yang membuka pintu kamarnya adalah Daddy Rendra Martin dan mommy Maya Martin orang tua Julian.


" Kemana Elsa? Kau sudah menghubungi calon istri mu itu kan ? Akad nikah kalian akan segera dimulai ?" Tanya Daddy Rendra ke anaknya bertubi-tubi.


" Apa yang terjadi ?" Tanya Rendra saat melihat wajah emosi putra tunggalnya itu.


" Dad, Els..Elsa dia tidak datang kesini. Elsa cuma mengirimkan selembar surat ini " jawab Julian menyerahkan selembar surat yang barusan dibacanya. Julian terlihat syok karena wanita di cintainya selama 3 tahun ini malah lebih memilih karir modelnya daripada harus menikah dengan nya hari ini. Apa yang kurang dari dirinya ? Tampan, kaya raya dan juga selalu setia kepada Elsa.


Daddy Rendra segera mengambil dan membaca selembar surat yang disodorkan oleh putranya itu.


" Apa-apaan ini Julian ? Apa maksudnya Elsa tidak datang ? Kenapa baru hari ini Calon istrimu mengatakan hal ini saat acara pernikahan kalian akan segera dimulai sebentar lagi " Murka Daddy Rendra setelah selesai membaca surat yang diberikan oleh Julian.


Sedangkan Mommy Maya menutup mulutnya dengan tangan dan juga melebarkan matanya karena syok karena mendengar ucapan suaminya itu. Elsa calon istri putranya membatalkan pernikahan yang sebentar lagi akan dilangsungkan. Tiba-tiba kepalanya pusing dan dadanya berdenyut, dirinya hampir jatuh karena tidak kuat menopang tubuhnya,untungnya sebelum jatuh sang suami langsung mendekapnya sehingga dirinya tidak sampai jatuh ke lantai ubin.


"Mom " Julian kaget melihat mommy nya yang hampir pingsan.


" Dad ? apa yang harus kita lakukan ? acara pernikahannya sebentar lagi akan dimulai ? apa kata para tamu yang hadir nanti jika calon pengantin wanita nya tiba-tiba membatalkan pernikahan ?" berang Mommy didekapan suaminya sambil memegang dadanya yang terasa sakit. Mommy Maya memiliki riwayat penyakit jantung.


" Akh dada mommy sakit Dad " Mommy Maya merasakan dadanya makin sakit.


" Dear, bertahanlah. Son cepat ambilkan obat mommy di dalam tas " pinta Daddy Rendra ke Julian sambil tunjuk ke tas yang dipegang oleh istrinya itu karena biasanya sang istri selalu membawa obatnya kemanapun pergi. Daddy Rendra sangat khawatir dengan kondisi istrinya .


Bergegas Julian segera mengambil obat didalam tas sang mommy lalu mengambil air minum agar obatnya cepat larut saat makan obat.


Mommy Maya segera diangkat oleh Daddy Rendra dan dibaringkan ke kasur untuk istirahat sebentar untuk memulihkan kondisi tubuhnya. 


" Son, kau harus cepat mencari penganti mempelai wanita mu , seorang wanita yang baik-baik bukan wanita ******. Pernikahan ini harus segera dilangsungkan sebentar lagi  walaupun Elsa tidak datang " ujar  Daddy Rendra memberi perintah mutlak ke Julian putra tunggalnya itu untuk segera mencari mempelai penganti.


" Tapi Dad ?"guman Julian yang akan menolak perintah dari Daddy itu.


" Menikah dan cari pengganti mempelai wanita mu  sekarang atau kau Dady coret dari surat ahli waris Daddy," tekan Daddy memberikan nada ancaman kepada sang putra yang akan menolak perintah nya .


" Arghhhhh..." teriak Julian frustasi karena mendapatkan ancaman akan di coret dari daftar ahli waris keluarga oleh sang Daddy.

__ADS_1


Segera saja Julian pergi dari kamar yang tempatinya itu dengan keadaan emosi frustasi meninggalkan Daddy yang masih menenangkan Mommynya, di ikuti oleh Brian yang menjadi tangan kanan nya.


Kemana dia harus mencari wanita baik-baik yang mau di ajak menikah dengan nya saat ini ?


Julian dan Juleha memberi selamat kepada pengantin baru dan ikuti oleh para tamu lainnya yang memberi ucapan selamat dan doa kepada pengantin baru itu.


Selama Dua jam lebih akhirnya pernikahan selesai karena acara resepsi pernikahan keduanya harus ditunda dulu karena keluarga Juleha tidak ada dan rencananya dua hari setelah pernikahan keluarga Martin akan ke Probolinggo untuk menemui Ibu dan keluarga Juleha .


Acara pernikahan berjalan dengan lancar walaupun harus di tunda beberapa menit karena Juleha masih harus di rias.


" Saya terima nikah dan kawinnya Siti Juleha binti almarhum bapak Wanto Kusuma dengan mas kawin uang Lima Milyar rupiah dibayar tunai " Ujar Julian lancar menjawab ijab qobul sambil menjabat tangan wali hakim.


" Bagiamana Para saksi ? Sah ? " Tanya penghulu yang menikahkan mereka Julian dan Juleha hari itu.


" Sah " jawab para tamu undangan serempak.


"Sah " jawab Ibu Minah dari telfon video call yang menyaksikan ijab qobul pernikahan dadakan putri sulungnya. Ibu Minah menangis haru dan juga sedih karena tidak bisa hadir secara langsung diacara pernikahan dadakan putrinya itu.


" Alhamdulillah "


Kemudian dilanjutkan dengan doa dan tanda tangan surat pernikahan. Juleha Masuk dan hadir setelah ijab qobul selesai ucapakan. Dia tampak cantik dengan kebaya putih yang senada dengan pakaian Julian sang mempelai pria. Walaupun pernikahan ini dadakan tapi pernikahan ini sah secara agama dan negara. Juleha dituntun oleh Mommy Maya untuk duduk disamping Julian putranya. Juleha segera mengambil tangan Julian untuk menciumnya sebagai bakti pertamanya sebagai istri sejak ijab qobul usai .


" Dear. Jangan bengong, usap kepala istrimu " ujar Mommy Maya saat melihat Julia terbengong terpesona melihat Juleha dalam balutan kebaya pengantinnya.


" Ah.." Julian salah tingkah Karena ketahuan terpesona dengan Juleha yang tampak sangat cantik dan juga anggun dalam satu waktu.


" Sabar pak, tahan sampai nanti malam ya ." Celetuk penghulu yang masih memegang mic. Sontak saja para tamu tertawa dibuatnya ada juga yang ikutan pengantin baru itu.


Wajah Juleha dan juga Julian memerah karena malu digoda mereka.


" Ibu doakan semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan dan juga jadilah istri yang patuh nak, sekarang kamu milik suamimu jadi kamu patuhlah ke suami mu. dan juga buat nak Julian selamat datang di keluarga kami tolong jaga dan sayangi putri Ibu Juleha. Jika ada masalah bicara dan selesaikan baik-baik, baik buruknya kalian harus saling membimbing satu sama lain . " Pesan Ibu Minah kepada anak dan menantunya yang baru menikah itu lewat telepon video call.


" Iya Bu " jawab Juleha terharu dan juga sedih karena kini dia menjadi seorang istri orang walaupun dadakan serta tidak ada keluarganya yang ada dihari pernikahannya ini.


Sedangkan Julian hanya memang anggukkan kepalanya saja.


Kedua pengantin baru itu segera menandatangani surat menikah mereka dan untuk surat menikah masih menyusul karena di buku nikah ada foto Elsa sebagai mempelai wanita bukan Juleha. Setelah menandatangani surat pernikahan keduanya di naik ke atas pelaminan agar para tamu bisa bersalaman untuk mengucapkan doa selamat untuk pernikahan mereka.


" Selamat untuk pernikahan kalian nak, semoga langgeng sampai tua seperti mommy dan Daddy " Ujar Mommy bahagia karena akhirnya pernikahan terlaksana dengan lancar.


" Selamat datang di keluarga Martin Juleha panggil saja kami berdua Mommy dan Daddy seperti Julian memanggil kami " lanjut Daddy Rendra .


" Terimakasih em.. Daddy" Juleha malu-malu Karena diterima di keluarga besar suaminya.

__ADS_1


Kemudian mereka mengambil foto keluarga sebentar karena masih ada tamu yang mau mengucapkan selamat kepada mereka.


Kedua pengantin baru itu kini berada didalam satu mobil untuk kembali pulang ke rumah keluarga Martin tetapi Juleha meminta ke Suami barunya itu untuk mampir dulu ke Kostnya Nurul untuk mengambil barang-barang miliknya disana.


__ADS_2