Rasa Cinta

Rasa Cinta
20


__ADS_3

" Iya dek, insyaallah ya. Nanti kalau mbak sudah mendapatkan pekerjaan dan juga gaji, mbak pasti akan belikan mainan yang bagus buat adek, doain mbak ya biar cepat diterima kerja nanti setibanya di kota.".  Leha terkekeh gemas sambil melihat adik bungsunya itu.


" Pasti mbak, Kami selalu doain mbak Leha" ujar Zainal dan Abi kompak.


" Ya sudah. Leha kamu berangkat, kasihan nak Adit sudah menunggu kamu mau nganterin ke stasiun" Ibu Minah menyela obrolan ketiga anaknya itu .


" Enggak papa Bu , Adit akan tunggu ." ujar Adit melihat ibunya Leha yang menyuruh Leha untuk segera berangkat karena merasa tidak enak hati melihatnya menunggu.


" Ayok dit , kita berangkat ! Bu, aku pamit ya assalamualaikum " pamit Leha pergi mencium tangan ibunya penuh khidmat.


Sambil membawa tas yang cukup besar, Leha naik boncengan ke sepeda motor.


sepeda motor yang ditumpangi Adit dan Leha segara meninggalkan pekarangan rumah Leha. Hari ini Adit dengan tulus mengantarkan teman kecilnya itu pergi ke stasiun kereta api untuk pergi ke kota besar mencari pekerjaan disana.


Disela-sela perjalanan mereka menuju stasiun , keduanya mengobrol ngalor ngidul di atas Sepeda motor . Beberapa kali Leha tertawa dan menepuk pundak Adit karena banyolan yang dilemparkan Adit.


Sesampainya di stasiun kereta api , Adit memberi semangat untuk Leha sebelum keberangkatan .


" Leh, kamu disana jangan lupa jaga diri baik-baik, di kota besar banyak sekali kejahatan disana. Jangan lupa pikirin untuk lanjut kuliah, Sayangkan nilai sekolah kamu yang selalu bagus ."ucap Adit menyemangati Leha untuk berkuliah .


" Iya Dit, insyaallah doain aja. Insyaallah jika uang gaji ku cukup aku akan kuliah juga. aku pengen ngejar cita-cita ku juga. " ujar Leha tersenyum tipis menganggukkan kepalanya.


" Tanpa di mintapun aku selalu doain kamu Leha."


" Oh iya kamu sudah menelepon mbak Nurul kan jika kamu mau ke Jakarta hari ini ? " tanya Adit memastikan .


" Sudah Dit, aku juga sudah di sms-in alamat tempat tinggal Mbak Nurul di Jakarta. Nanti jika sempat Mbak Nurul akan jemput aku di stasiun.


" Assalamualaikum, mbak Nurul. Maaf aku jadi merepotkan mbak buat jemput aku malam-malam gini " Juleha mengucapkan salam saat menghampiri mbak Nurul.


" Kami berangkat Bu, assalamualaikum "pamit Adit setelah Leha naik ke atas motornya dengan membonceng dibelakang.


" Bro tenanglah, Lo pasti bisa menemukan wanita baik-baik itu,"kata Brian menenangkan Julian .


Abrian Dirgantara teman dari SMA sekaligus tangan kanan Julian. Usianya sama dengan Julian 27 tahun .


" Gue harus cari wanita dimana,Bri?" Tanya Julian ke Brian .


Keduanya kini berada dipelataran depan hotel . Julian masih bingung mau mencari kemana pengganti Elsa. Memang banyak wanita yang pastinya akan bersedia menikah dengannya saat ini. Tapi Wanita yang diinginkan oleh nya dan juga kedua orang tuanya bukan wanita seperti mereka yang hanya tampang modal tapi tidak memiliki nilai moral .


"Lo pasti bisa nemuin wanita baik-baik bro, tenang saja Gue bantu elo ." Ujar Brian menyemangati Julian untuk tidak menyerah.


Sedangkan itu Juleha yang berada tidak jauh dari posisi Julian dan Brian memberi sebuah uang untuk anak jalanan masih kecil. Juleha memberikan uang Rp.50.000 kepada dua anak jalanan, Juleha jadi ingat dengan kedua adik laki-lakinya di Jawa timur saat melihat dua anak jalanan yang mengamen.


" Permisi kak, kita mau ngamen " Sapa dua anak jalanan berjenis kelamin laki-laki yang berada di depan Juleha.


" Nana.. Nana..na..." Dua bocah cilik itu langsung melantunkan lagu dari musisi terkenal Indonesia.


" Kami putus sekolah kak, orang tua tidak punya biaya buat sekolah" jawab salah satu pengamen itu dan ternyata mereka bersaudara.

__ADS_1


" Ini terimalah buat kalian berdua " Juleha memberikan uang selembar 50 ribu ke bocah pengamen itu.


" Banyak sekali kak , apa tidak ?" Ujar bocah pengamen ragu menerima uang pemberian Juleha.


" Ambillah! uang Rp. 50.000 ini untuk kalian berdua, " kata Juleha tegas sambil tersenyum masih dengan menyodorkan uang Rp.50.000 itu kepada dua bocah pengamen jalanan.


Salah satu bocah pengamen itu akhirnya menerima uang pemberian Juleha itu dengan binar bahagia diwajahnya .


"Terimakasih banyak kak, "


" Iya sama-sama" Juleha menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah bocah pengamen itu.


Setelah mengucapkan terimakasih kedua bocah pengamen jalanan itu pamit pergi karena masih ingin mengamen di tempat lain.


Pembuatan Juleha itu tak luput dari pandangan Julian yang tidak sengaja menyaksikan dari awal. Ternyata masih ada seorang yang peduli dengan sesamanya. Biasanya kebanyakan orang-orang acuh tak acuh jika berhadapan dengan orang yang berada jauh dari kelas mereka.


" Dia ? " Julian tertegun melihat perbuatan yang dilakukan oleh juliha ke dua anak pengamen jalanan. Julian secara tidak sadar melangkahkan kakinya menuju juleha berada, membuat Brian yang berada di samping Julian yang sedari tadi bicara tersadar jika teman itu pergi meninggalkan segera saja Brian dengan cepat menyusul Julian takut terjadi apa-apa karena baru saja di tinggal pergi calon pengantin saat dihari pernikahan hari ini.


Juleha membungkukkan badannya karena ingin mengambil barang nya yang terjatuh ke jalan, saat barangnya berhasil temukan Juleha akan mengambil tetapi terhenti karena melihat sepasang sepatu pantofel yang berada didepannya saat ini. Juleha mendongakkan kepalanya untuk melihat orang yang memakai sepatu pantofel itu. Juleha berdiri dan melihat seorang laki-laki bule tampan kini berada di depan matanya . Juleha diam memandang pria bule tersebut mungkin mau tanya sesuatu tapi Juleha kan tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik binggung mau jawab apa jika pria bule di depannya ini bertanya kepadanya.


Brian berhasil menyusul Julian yang lebih dahulu pergi menemui Juleha.


" Bro, elo mau kemana sebenarnya ?" Tanya Brian yang kini sudah berada di samping Julian .


Juleha diam menyimak saat ada seorang pria yang sepertinya teman pria bule itu.


Julian yang diam akhirnya angkat bicara sambil memandang wajah Juleha.


" HAH !! " Juleha kaget. Dia melebarkan matanya, syok saat mendengar ucapan pria bule itu kepadanya. Bukannya Juleha tidak mengerti apa yang diucapkan oleh pria bule itu, Juleha sangat mengerti sekali dengan ucapan pria bule asing itu kepadanya. Pria bule asing itu mengajak nya menikah , dia lamar oleh pria bule asing yang tidak dikenalnya.


Sedangkan Brian, teman Julian menganga tidak percaya dengan ucapan yang dilontarkannya oleh temannya itu. Melamar gadis asing secara tiba-tiba ? Apa otak temannya itu sudah tidak waras karena ucapan Om Rendra tadi . Seharusnya Julian itu basa basi dulu atau gimana gitu sebelum bicara tapi ini dia malah to the poin sekali tanpa basa-basi apapun.


" Jadi apa jawaban mu nona ?" Tanya Julian yang memang tidak basa-basi dari awal


" Apakah kamu gila ? " Tanya Juleha. Bukannya menjawab pertanyaan Julian Juleha malah bertanya balik ke Julian.


" Apa maksudmu, aku tidak waras? tentu saja aku masih waras, " decak Julian sedikit kesal dengan perkataan Juleha. Seharusnya perempuan di depannya itu bersyukur karena ada pria setampan dan sekaya dirinya melamar gadis sepertinya.


" Jika kamu waras , kamu tidak mungkin melakukan hal gila dengan melamar seorang gadis di tepi jalan " balas Juleha menyipitkan matanya melihat Julian.


" Begini ya saya tidak mengenal anda , kenapa anda tiba-tiba melamar saya ? jika anda bukan orang waras apa lagi kalau begitu ?" lanjut papar Juleha.


jika ini anime pasti muncul kedutan di area kepala Julian karena kesal dengan ucapan gadis asing didepannya ini tapi sayangnya cuma gadis asing inilah yang bisa membantunya dan juga keluarganya hari ini dari hal memalukan nama baik keluarganya yang sejam lagi akan dilangsungkan.


Juleha dan Nurul sampai di kost pas saat adzan Maghrib berkumandang. Nurul masuk ke Kost dengan sedikit gerutuan karena enggak terima jika dijodoh-jodohkan dengan Dhani si playboy cap buaya buntung . siapa yang tidak mengenal Dhani dengan treadrekornya yang selalu Gonta ganti cewek seperti Gonta ganti baju setiap harinya.


" Apaan juga itu si Tama pakai acara jodoh-jodohkan gue segala sama teman playboy nya itu " gerundel Nurul sambil menghela nafas berat karena mengingat ucapan Tama.


" Istighfar mbak, ayo ambil air wudhu dan kita sholat magrib bersama " Usul Juleha mengajak Nurul untuk sholat magrib bersama.

__ADS_1


" Iya udah Leh, ayo kita wudhu dulu dulu "  Nurul menyetujui ajakan Juleha sambil menghembuskan nafas perlahan untuk meredam emosinya.


Kedua-duanya pun segera pergilah mengambil air wudhu dan melaksanakan ibadah salat magrib bersama dengan khusyuk.


Setelah menjalankan sholat magrib keduanya pun makan malam dengan hidangan seadanya tapi terasa nikmat karena keduanya tak berhenti bersyukur dengan apa yang mereka dapatkan.


.


.


.


Pagi harinya sekitar jam 8 pagi, Juleha pergi dari kost seorang diri. Dia ingin coba berkeliling sendiri memandang sudut-sudut kota Jakarta, ya walaupun gak semua Jakarta tapi cuma sekitarnya saja yang dia ketahui. Ini hari kedua Juleha berada di Jakarta, surat lamaran kerja nya kemarin sudah dibawa oleh Nurul ke perusahaan tempat kerjanya, Kata mbak Nurul tunggu beberapa hari nanti akan ada pihak HRD yang akan mengabari Juleha lewat telepon seluler jika lamaran kerjanya diterima.  Juleha Cuma bisa berdoa aja semoga lamaran kerjanya diterima, ditempatkan dibagian mana pun akan Juleha terima karena memang ijazahnya cuma lulusan SMA.


" Jakarta selalu padat memang benar ya seperti yang ada diberitakan di tv yang selalu ditonton dirumah dulu " 


Ujar Juleha saat melihat banyaknya kendaraan yang berlalu lalang padat melintasi jalan raya.


"


Daddy Rendra segera mengambil dan membaca selembar surat yang disodorkan oleh putranya itu.


" Apa-apaan ini Julian ? Apa maksudnya Elsa tidak datang ? Kenapa baru hari ini Calon istrimu mengatakan hal ini saat acara pernikahan kalian akan segera dimulai sebentar lagi " Murka Daddy Rendra setelah selesai membaca surat yang diberikan oleh Julian.


Sedangkan Mommy Maya menutup mulutnya dengan tangan dan juga melebarkan matanya karena syok karena mendengar ucapan suaminya itu. Elsa calon istri putranya membatalkan pernikahan yang sebentar lagi akan dilangsungkan. Tiba-tiba kepalanya pusing dan dadanya berdenyut, dirinya hampir jatuh karena tidak kuat menopang tubuhnya,untungnya sebelum jatuh sang suami langsung mendekapnya sehingga dirinya tidak sampai jatuh ke lantai ubin.


"Mom " Julian kaget melihat mommy nya yang hampir pingsan.


" Sayang, are you okey " Martin Rendra dengan sigap menangkap tubuh istrinya itu sebelum jatuh ke lantai.


" Dad ? apa yang harus kita lakukan ? acara pernikahannya sebentar lagi akan dimulai ? apa kata para tamu yang hadir nanti jika calon pengantin wanita nya tiba-tiba membatalkan pernikahan ?" berang Mommy didekapan suaminya sambil memegang dadanya yang terasa sakit. Mommy Maya memiliki riwayat penyakit jantung.


" Akh dada mommy sakit Dad " Mommy Maya merasakan dadanya makin sakit.


" Dear, bertahanlah. Son cepat ambilkan obat mommy di dalam tas " pinta Daddy Rendra ke Julian sambil tunjuk ke tas yang dipegang oleh istrinya itu karena biasanya sang istri selalu membawa obatnya kemanapun pergi. Daddy Rendra sangat khawatir dengan kondisi istrinya .


Bergegas Julian segera mengambil obat didalam tas sang mommy lalu mengambil air minum agar obatnya cepat larut saat makan obat.


Mommy Maya segera diangkat oleh Daddy Rendra dan dibaringkan ke kasur untuk istirahat sebentar untuk memulihkan kondisi tubuhnya. 


" Son, kau harus cepat mencari penganti mempelai wanita mu , seorang wanita yang baik-baik bukan wanita ******. Pernikahan ini harus segera dilangsungkan sebentar lagi  walaupun Elsa tidak datang " ujar  Daddy Rendra memberi perintah mutlak ke Julian putra tunggalnya itu untuk segera mencari mempelai penganti.


" Tapi Dad ?"guman Julian yang akan menolak perintah dari Daddy itu.


" Menikah dan cari pengganti mempelai wanita mu  sekarang atau kau Dady coret dari surat ahli waris Daddy," tekan Daddy memberikan nada ancaman kepada sang putra yang akan menolak perintah nya .


" Arghhhhh..." teriak Julian frustasi karena mendapatkan ancaman akan di coret dari daftar ahli waris keluarga oleh sang Daddy.


Segera saja Julian pergi dari kamar yang tempatinya itu dengan keadaan emosi frustasi meninggalkan Daddy yang masih menenangkan Mommynya, di ikuti oleh Brian yang menjadi tangan kanan nya.

__ADS_1


Kemana dia harus mencari wanita baik-baik yang mau di ajak menikah dengan nya saat ini ?


__ADS_2