Rasa Cinta

Rasa Cinta
2


__ADS_3

Julian berjalan dengan cepat, dia binggung mau mencari kemana wanita yang mau di ajak untuk menikah dengannya hari ini. Jika tidak maka ancaman Daddy nya untuk mencoret namanya sebagai ahli waris akan menjadi kenyataan. Elsa kekasihnya pun tidak bisa dihubungi karena nomernya tidak aktif sama sekali sejak 30 menit lalu ia menghubungi.


" Bro tenanglah, Lo pasti bisa menemukan wanita baik-baik itu,"kata Brian menenangkan Julian .


Abrian Dirgantara teman dari SMA sekaligus tangan kanan Julian. Usianya sama dengan Julian 27 tahun .


" Gue harus cari wanita dimana,Bri?" Tanya Julian ke Brian .


Keduanya kini berada dipelataran depan hotel . Julian masih bingung mau mencari kemana pengganti Elsa. Memang banyak wanita yang pastinya akan bersedia menikah dengannya saat ini. Tapi Wanita yang diinginkan oleh nya dan juga kedua orang tuanya bukan wanita seperti mereka yang hanya tampang modal tapi tidak memiliki nilai moral .


"Lo pasti bisa nemuin wanita baik-baik bro, tenang saja Gue bantu elo ." Ujar Brian menyemangati Julian untuk tidak menyerah.


Sedangkan itu Juleha yang berada tidak jauh dari posisi Julian dan Brian memberi sebuah uang untuk anak jalanan masih kecil. Juleha memberikan uang Rp.50.000 kepada dua anak jalanan, Juleha jadi ingat dengan kedua adik laki-lakinya di Jawa timur saat melihat dua anak jalanan yang mengamen.


" Permisi kak, kita mau ngamen " Sapa dua anak jalanan berjenis kelamin laki-laki yang berada di depan Juleha.


" Nana.. Nana..na..." Dua bocah cilik itu langsung melantunkan lagu dari musisi terkenal Indonesia.


Juleha yang merasa iba melihat dua pengamen cilik jalanan itu lekas mengambil uang dari dompet nya dan memberikannya ke dua bocah pengamen itu. Melihat dua pengamen jalanan itu Juleha jadi teringat dengan Zaenal dan Abi kedua adiknya. Juleha tidak tega membayangkan jika kedua bocah pengamen itu adalah adik-adiknya dia sampai menitikkan air mata tak kuat, dan itu membuat Juleha agar bisa segera mendapatkan Pekerjaan dan bisa membantu ibu dan juga menyekolahkan kedua adiknya Sampai ketingkat jenjang yang tinggi.


" Kalian tidak sekolah ?" Tanya Juleha ke bocah pengamen jalanan itu.

__ADS_1


" Kami putus sekolah kak, orang tua tidak punya biaya buat sekolah" jawab salah satu pengamen itu dan ternyata mereka bersaudara.


" Ini terimalah buat kalian berdua " Juleha memberikan uang selembar 50 ribu ke bocah pengamen itu.


" Banyak sekali kak , apa tidak ?" Ujar bocah pengamen ragu menerima uang pemberian Juleha.


" Ambillah! uang Rp. 50.000 ini untuk kalian berdua, " kata Juleha tegas sambil tersenyum masih dengan menyodorkan uang Rp.50.000 itu kepada dua bocah pengamen jalanan.


Salah satu bocah pengamen itu akhirnya menerima uang pemberian Juleha itu dengan binar bahagia diwajahnya .


"Terimakasih banyak kak, "


" Iya sama-sama" Juleha menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah bocah pengamen itu.


Pembuatan Juleha itu tak luput dari pandangan Julian yang tidak sengaja menyaksikan dari awal. Ternyata masih ada seorang yang peduli dengan sesamanya. Biasanya kebanyakan orang-orang acuh tak acuh jika berhadapan dengan orang yang berada jauh dari kelas mereka.


" Dia ? " Julian tertegun melihat perbuatan yang dilakukan oleh juliha ke dua anak pengamen jalanan. Julian secara tidak sadar melangkahkan kakinya menuju juleha berada, membuat Brian yang berada di samping Julian yang sedari tadi bicara tersadar jika teman itu pergi meninggalkan segera saja Brian dengan cepat menyusul Julian takut terjadi apa-apa karena baru saja di tinggal pergi calon pengantin saat dihari pernikahan hari ini.


Juleha membungkukkan badannya karena ingin mengambil barang nya yang terjatuh ke jalan, saat barangnya berhasil temukan Juleha akan mengambil tetapi terhenti karena melihat sepasang sepatu pantofel yang berada didepannya saat ini. Juleha mendongakkan kepalanya untuk melihat orang yang memakai sepatu pantofel itu. Juleha berdiri dan melihat seorang laki-laki bule tampan kini berada di depan matanya . Juleha diam memandang pria bule tersebut mungkin mau tanya sesuatu tapi Juleha kan tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik binggung mau jawab apa jika pria bule di depannya ini bertanya kepadanya.


Brian berhasil menyusul Julian yang lebih dahulu pergi menemui Juleha.

__ADS_1


" Bro, elo mau kemana sebenarnya ?" Tanya Brian yang kini sudah berada di samping Julian .


Juleha diam menyimak saat ada seorang pria yang sepertinya teman pria bule itu.


Julian yang diam akhirnya angkat bicara sambil memandang wajah Juleha.


" Hei, Menikahlah denganku hari ini " itu ucapan pertama kali yang diucapkan oleh Julian ke Juleha.


" HAH !! " Juleha kaget. Dia melebarkan matanya, syok saat mendengar ucapan pria bule itu kepadanya. Bukannya Juleha tidak mengerti apa yang diucapkan oleh pria bule itu, Juleha sangat mengerti sekali dengan ucapan pria bule asing itu kepadanya. Pria bule asing itu mengajak nya menikah , dia lamar oleh pria bule asing yang tidak dikenalnya.


Sedangkan Brian, teman Julian menganga tidak percaya dengan ucapan yang dilontarkannya oleh temannya itu. Melamar gadis asing secara tiba-tiba ? Apa otak temannya itu sudah tidak waras karena ucapan Om Rendra tadi . Seharusnya Julian itu basa basi dulu atau gimana gitu sebelum bicara tapi ini dia malah to the poin sekali tanpa basa-basi apapun.


" Jadi apa jawaban mu nona ?" Tanya Julian yang memang tidak basa-basi dari awal


" Apakah kamu gila ? " Tanya Juleha. Bukannya menjawab pertanyaan Julian Juleha malah bertanya balik ke Julian.


" Apa maksudmu, aku tidak waras? tentu saja aku masih waras, " decak Julian sedikit kesal dengan perkataan Juleha. Seharusnya perempuan di depannya itu bersyukur karena ada pria setampan dan sekaya dirinya melamar gadis sepertinya.


" Jika kamu waras , kamu tidak mungkin melakukan hal gila dengan melamar seorang gadis di tepi jalan " balas Juleha menyipitkan matanya melihat Julian.


" Begini ya saya tidak mengenal anda , kenapa anda tiba-tiba melamar saya ? jika anda bukan orang waras apa lagi kalau begitu ?" lanjut papar Juleha.

__ADS_1


jika ini anime pasti muncul kedutan di area kepala Julian karena kesal dengan ucapan gadis asing didepannya ini tapi sayangnya cuma gadis asing inilah yang bisa membantunya dan juga keluarganya hari ini dari hal memalukan nama baik keluarganya yang sejam lagi akan dilangsungkan.


HAH !! " Juleha kaget. Dia melebarkan matanya, syok saat mendengar ucapan pria bule itu kepadanya. Bukannya Juleha tidak mengerti apa yang diucapkan oleh pria bule itu, Juleha sangat mengerti sekali dengan ucapan pria bule asing itu kepadanya. Pria bule asing itu mengajak nya menikah , dia lamar oleh pria bule asing yang tidak dikenalnya.


__ADS_2