Rasa Cinta

Rasa Cinta
17


__ADS_3

" Kalian juga Zainal, Abi tolong jagain ibu ya selama mbak pergi " tutur Leha memberi pesan kepada dua adiknya .


Zainal Arifin 15 tahun kelas 3 SMP sedangkan Abimayu 9 tahun masih kelas 4 SD.


" Iya, Mbak Leha tenang saja. Zainal pasti akan jagain ibu disini, mbak Leha jangan lupa hati-hati di kota besar ya karena disana ndak sama dengan disini " ujar Zainal  .


" Mbak Leha, nanti jangan lupa belikan Abi mainan ya disana "celetuk Abi sambil nyengir.


" Hus.. kamu ini dek, " sela Zainal melihat tingkah adik bungsu mereka.


" Iya dek, insyaallah ya. Nanti kalau mbak sudah mendapatkan pekerjaan dan juga gaji, mbak pasti akan belikan mainan yang bagus buat adek, doain mbak ya biar cepat diterima kerja nanti setibanya di kota.".  Leha terkekeh gemas sambil melihat adik bungsunya itu.


" Pasti mbak, Kami selalu doain mbak Leha" ujar Zainal dan Abi kompak.


" Ya sudah. Leha kamu berangkat, kasihan nak Adit sudah menunggu kamu mau nganterin ke stasiun" Ibu Minah menyela obrolan ketiga anaknya itu .


" Enggak papa Bu , Adit akan tunggu ." ujar Adit melihat ibunya Leha yang menyuruh Leha untuk segera berangkat karena merasa tidak enak hati melihatnya menunggu.


Aditya putra, teman masa kecil Juleha. Mereka selalu sekolah bersama sampai lulus SMA . tapi setelah lulus SMA Adit akan melanjutkan kuliah di tempat tinggalnya. Sedangkan Leha memilih untuk pergi merantau ke kota untuk mencari pekerjaan.


" Ayok dit , kita berangkat ! Bu, aku pamit ya assalamualaikum " pamit Leha pergi mencium tangan ibunya penuh khidmat.


Sambil membawa tas yang cukup besar, Leha naik boncengan ke sepeda motornya Adit.


" Kami berangkat Bu, assalamualaikum "pamit Adit setelah Leha naik ke atas motornya dengan membonceng dibelakang.

__ADS_1


sepeda motor yang ditumpangi Adit dan Leha segara meninggalkan pekarangan rumah Leha. Hari ini Adit dengan tulus mengantarkan teman kecilnya itu pergi ke stasiun kereta api untuk pergi ke kota besar mencari pekerjaan disana.


Disela-sela perjalanan mereka menuju stasiun , keduanya mengobrol ngalor ngidul di atas Sepeda motor . Beberapa kali Leha tertawa dan menepuk pundak Adit karena banyolan yang dilemparkan Adit.


Sesampainya di stasiun kereta api , Adit memberi semangat untuk Leha sebelum keberangkatan .


" Leh, kamu disana jangan lupa jaga diri baik-baik, di kota besar banyak sekali kejahatan disana. Jangan lupa pikirin untuk lanjut kuliah, Sayangkan nilai sekolah kamu yang selalu bagus ."ucap Adit menyemangati Leha untuk berkuliah .


" Iya Dit, insyaallah doain aja. Insyaallah jika uang gaji ku cukup aku akan kuliah juga. aku pengen ngejar cita-cita ku juga. " ujar Leha tersenyum tipis menganggukkan kepalanya.


" Tanpa di mintapun aku selalu doain kamu Leha."


" Oh iya kamu sudah menelepon mbak Nurul kan jika kamu mau ke Jakarta hari ini ? " tanya Adit memastikan .


" Sudah Dit, aku juga sudah di sms-in alamat tempat tinggal Mbak Nurul di Jakarta. Nanti jika sempat Mbak Nurul akan jemput aku di stasiun.


" Aku pamit masuk ke kereta ku dulu Dit, kamu hati-hati di jalan ya, terimakasih sudah mengantarkan aku sampai sini " pamit Leha dan juga mengucapkan terima kasih ke Adit yang sudah dari pagi berada dirumahnya untuk mengantarnya pergi ke stasiun kereta api.


" Alah, kamu ini Leh ! kita kan udah temanan dari kecil dan juga udah kek saudara, gak usah terimakasih kayak gitu . kamu hati-hati ya Leh " seloroh Adit melihat Ela memasuki kereta api.


Saat kereta api yang ditumpangi Juleha pergi meninggalkan stasiun, Adit kembali mengambil sepeda motor nya untuk pulang ke rumah karena dia juga harus siap-siap untuk daftar ulang kuliah ke universitas yang berada dekat di kawasan tempat tinggalnya.


Setelah menempuh 15 jam perjalanan dari Probolinggo ke Jakarta menggunakan kereta api akhir Juleha sampai di stasiun Gambir. Leha keluar dari dalam kereta api sampai menenteng tas bawaannya .


" Alhamdulillah, ya Allah . Akhirnya aku sampai juga di Jakarta. " ucap penuh rasa syukur Leha karena sudah sampai di Jakarta dengan selamat .

__ADS_1


" Juleha ! " triak Nurul saat melihat kedatangan  Juleha keluar dari Kereta Api. Nafasnya sedikit tersengal karena dia berlari ke stasiun setelah turun dari taksi untuk menyambut kedatangan tetangga nya itu.


Juleha yang mendengar namanya disebut segera menoleh dan ternyata yang menyebut namanya itu adalah mbak Nurul.


" Assalamualaikum, mbak Nurul. Maaf aku jadi merepotkan mbak buat jemput aku malam-malam gini " Juleha mengucapkan salam saat menghampiri mbak Nurul.


"Waallaikumsalam, Leha " Jawab Nurul ucapan salam dari Juleha.


"Ayo ke Kost-kostsan, Jul. Lo pasti lelah kan naik kereta api selama 15 jam. Ini juga sudah malam banget "Ajak Nurul ke Juleha untuk segera pergi meninggalkan stasiun dan kembali ke kostan nya ditinggal.


Tadinya Nurul hampir saja melupakan untuk menjemput Juleha, karena dia tadi berkerja lembur di kantor tempat nya bekerja mengerjakan laporan. Dia buru-buru menyelesaikan pekerjaan karena laporan akan digunakan esok hari. Dia ingat saat mendapatkan pesan dari Adit yang mengingatkannya jika hari ini Juleha akan ke Jakarta. Terimakasih untuk Adit yang sudah mengingatkan nya tadi, jika tidak pasti sampai sekarang dia masih ditempat kerjanya dan tidak menjemput Juleha di Stasiun.


Setibanya mereka di tempat Kostnya Nurul menyuruh Juleha untuk istirahat dikamar dan membereskan bawaannya besok hari aja.


" Kamu istirahat istirahat saja di kamar Leha, kelihatannya kamu capek banget saat perjalanan ke sini "Saran Nurul saat keduanya masuk kedalam kost-an setengah jam lalu dan memberi tau letak kamar buat Juleha istirahat .


" Iya Mbak sekali sekali lagi terima kasih banyak karena sudah mau menampung aku di kosan Mbak" Juleha menerima saran Nurul untuk beristirahat karena dia sendiri juga sudah capek duduk berjam-jam di dalam kereta.


" Ya sudah, Aku tinggal dulu ke kamar ya. Aku juga mau istirahat besok harus kembali kerja.  Besok setelah pulang kerja aku akan ajak kamu keliling disini biar kamu kenal tempat-tempat Disini." ujar Nurul sambil keluar dari kamar Juleha karena dia harus istirahat juga .


" Semoga aku bisa cepat mendapatkan pekerjaan disini " Doa Juleha dalam hati kemudian dia merebahkan tubuhnya di kasur untuk tidur.


Suasana pagi itu cukup cerah banyak warga yang memulai aktivitas mulai dari Belanja ke pasar, pergi berkerja dan anak-anak pergi bersekolah. Begitu juga dengan Siti Juleha seorang gadis berparas ayu,18 tahun yang baru beberapa bulan lulus sekolah menengah atas. Pagi ini Leha nama panggilan-nya berpamitan kepada Ibu dan ke dua adiknya, Dia pamit pergi untuk mencari pekerjaan di kota besar agar nantinya bisa membantu finansial keluarga nya. Sejak ayahnya meninggal 5 tahun lalu karena sakit keras, sang ibulah yang menggantikan tugas ayahnya untuk mencari nafkah . Sekarang giliran nya setelah dia lulus SMA dia akan membantu meringankan beban keluarga dengan mencari sebuah pekerjaan di kota besar dengan gaji besar .


" Kamu hati-hati ya nduk, jika sudah sampai di kota besar telepon ibu, disana juga kamu jangan lupa sholat, makan teratur dan jaga kesehatan ." Pesan Ibu Minah memberi petuah bijak kepada putri sulungnya yang akan pergi merantau ke kota besar.

__ADS_1


" Iya ibu. Doakan Leha ya bu, agar Leha sukses nanti di kota dan bisa segera mendapatkan pekerjaan disana. " Leha menganggukkan kepalanya  dan meminta doa kepada ibu sebelum berangkat ke kota besar.


__ADS_2