Ratu Dunia Lain

Ratu Dunia Lain
Mendapatkan Kepercayaan


__ADS_3

Malam kini berganti pagi yang sangat cerah. Serena terlihat akan bangun dari tidur lelapnya. Namun  Baru saja Serena bangun dari tidurnya, Lion tiba tiba muncul dengan mengejutkan tepat di depan wajahnya.


" Selamat pagi tuanku " 


"aaaaaa!!!! " ( berteriak keras )


"Lion kenapa kamu muncul tiba–tiba dihadapanku"


Serena yang terkejut dengan kemunculan Lion yang secara tiba tiba dengan spontan berteriak sangat keras pada pagi itu. Dan  seketika terjadi keributan pada pagi itu, sehingga membuat para pelayan berlari ke kamarnya dengan terburu buru.


"Yang mulia apa yang terjadi, apa anda baik baik saja"


"Ya saya baik baik saja"


"Maaf tadi saya hanya bermimpi buruk" jawabku


"Kalau begitu biar saya bantu anda bersiap siap hari ini"


"Baiklah, mohon bantuannya ya"


Setelah itu para pelayan membantu Serena  untuk bersiap siap. Setelah Serena selesai mandi pelayannya Lily menanyakan model rambut apa yang akanku pakai hari ini. 


"Lily buat saja model rambut kepangan"


"Baik yang mulia"


Sesaat setelahnya Serena memikirkan kejadian tadi pagi, dan cemberut melihat Lion.Namun Lagi lagi Lion memasang wajah imutnya di hadapan Serena, hingga membuat serena tak tega untuk marah padanya. 


"(Lion lain kali kalau mau muncul bicara dulu padaku, kalau gini kan aku jadi membuat keributan pagi pagi)"


"Maafkan Lion tuan, Lion berjanji akan berbicara dulu kalau mau muncul" (berbicara dengan wajah imut)


Karena keimutan Lion itu serena akhirnya memaafkan kelakuan Lion pagi itu.


"Yang mulia, sudah selesai"


"Ya, makasih ya Lily"


"Kalau begitu saya pamit undur diri, nanti kalau yang mulia butuh sesuatu panggil saja saya"


"Baiklah"


Lily pun pergi. Lalu Lion berdiri di hadapan Serena dan mengingatkan tentang tugas yang diberikan nya pada Serena waktu itu.


Lalu Serena merencanakan suatu hal yang mendadak pada saat itu.


"Oke Lion, hari ini kita akan pergi menemui mereka satu persatu"


"Ayo tuanku!" (dengan wajah ceria)


Sembari berjalan, Lion menjelaskan kepada Serena bahwa ada beberapa fitur yang terdapat di layar utama permainan. Salah satunya fitur layar pemantau, yang dapat digunakan untuk melihat keadaan seseorang. Lion juga berkata kalau mulai sekarang akan muncul sebuah layar pengukur dihadapan Serena ketika berhadapan dengan orang lain.


"Wah! Berarti sama kayak game Ratu Dunia Lain yang aku mainin dulu ya"  kata serena


"Tuan, sekarang kan kita memang berada di dunia game itu" jawab Lion


"Iya ya, kok aku lupa kalau kita di dunia game"


Lalu Serena memutuskan untuk menemui Rey terlebih dahulu. Serena pun mulai mencari keberadaan Rey melalui layar pemantau yang diberitahu oleh Lion.


Beberapa saat kemudian Serena pun bertemu dengan Rey di perpustakaan istana.


Rey terlihat  berwibawa dengan pakaian dinas yang dikenakannya. Rambut pendek dan mata perak nya semakin menambah ketampanan Rey kala itu. 


      


      Rey tersenyum dan menyapa Serena lebih dulu.


 


"Yang mulia, apa yang sedang anda lakukan disini" tanya Rey pada Serena


"Aku disini untuk membaca buku untuk memulihkan beberapa ingatan ku yang hilang" jawab serena


Pada saat itu serena melihat layar pengukur dihadapannya. Di layar itu Rey bermarga Alvons, dia memiliki rasa suka pada Serena sebanyak 70%, kepercayaan 50%, dan rasa kagum 80%.


"(Lion mengapa kepercayaan Rey padaku begitu rendah)"


"Itu karena Ratu Serena Astrisia yang dulu terlalu sering menelantarkan pekerjaannya"                   jawab Lion


Serena yang mengetahui alasan itu mulai memikirkan sebuah cara, agar dapat mendapatkan kepercayaan Rey sepenuhnya.


Dan satu satu nya cara yang terpikirkan adalah Serena harus membahas keadaan wilayahnya dengan Rey.

__ADS_1


"Rey aku ingin bertanya padamu, bagaimana keadaan wilayah kita saat ini"


Ketika Rey mendengar perkataan Serena kala itu ia langsung terlihat terkejut, karena Serena yang dulu tak pernah sekalipun memedulikan tugasnya sebagai pemimpin negara. Bahkan menyerahkan hampir semua urusan istana pada Rey. Setelah hal membingungkan itu Rey tersenyum dan mengambil sebuah peta wilayah untuk Serena. Rey menjelaskan keadaan seluruh wilayah  dan juga menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh Serena.


Namun ada keraguan yang terlihat di wajah tampan Rey.


"Rey, apa ada sesuatu yang ingin kau  katakan?"


"Katakan saja tak perlu ragu"


"Yang mulia, sebenarnya beberapa hari yang lalu saya mendapat laporan dari wali kota wilayah utara. Dia meminta bantuan karena wilayahnya mengalami banjir bandang, dan menyebabkan gagal panen"


"Jadi begitu. Rey sekarang kau suruhlah orang yang dapat dipercaya untuk mengirimkan bantuan itu kepada para korban"


"Baik yang mulia"


"(Ternyata yang mulia ratu telah berubah, bahkan memperdulikan rakyat)"


"(Lion apa aku tak salah dengar, apa barusan itu suara isi hati Rey)"


"Benar sekali tuanku"


"(ternyata ada fitur seperti ini)"


Lalu Rey berpamitan pergi, dia bilang dia mau mengurus masalah yang dibahasnya tadi dengan Serena. Setelah Rey pergi Serena kembali melihat layar status Rey. Pada layar itu kepercayaan Rey pada Serena terus meningkat hingga hampir penuh.


Disiang harinya Serena pergi untuk mencari suami keduanya. Serena bertemu dengan suami keduanya di sebuah danau dekat istana. Suami kedua Serena itu bernama Alvin de  Belliars . Suami ke 2 serena itu memiliki rambut panjang berwarna biru dan mata yang cerah seperti warna langit kala itu. 


Tapi ekspresi wajah Alvin saat bertemu dengan Serena terlihat datar.


"Salam kepada Yang mulia Ratu Serena astrisia" (alvin bersikap formal)


Serena menganggukkan kepalanya.


"Alvin, ada yang ingin ku bicarakan denganmu"


Alvin segera menyuruh pelayannya meninggalkan tempat itu. Setelah itu Alvin dan serena duduk dan berbincang di bawah pohon di dekat danau.


"Alvin duduklah, lain kali kau tak perlu bicara formal saat kita sedang berdua saja"


"Baik yang mulia"


"(Apa yang sebenarnya yang sedang direncakan oleh ratu)" isi hati Alvin


"(Lion ada apa ini mengapa persentase Alvin terhadapku begitu rendah)"


"Tuan, ini terjadi karena Alvin merasa sakit hati karena Serena yang dulu mencampakkan dan menghina dirinya"


Serena akhirnya memikirkan cara agar  mendapatkan kembali kepercaan Alvin padanya. Namun saat sedang berpikir serena tanpa sengaja meliha seekor ular berada disamping alvin, ular itu terlihat bersiap menggit tangan Alvin.


"Alvin awas!!"


Dengan segera Serena mengambil belati yang dia simpan di kotak penyimpanan, dan membunuh ular tersebut.


Namun Serena terlambat, Ular itu telah menggigit tangan Alvin. Serena yang panik dengan keadaan Alvin, segera mengambil sapu tangan yang disiapkan Lily untuknya.


   Serena mengikat tangan Alvin dengan sapu tangan itu untuk menghentikan penyebaran racun ular. Tanpa pikir panjang Serana menghisap racun ular dari tangan Alvin. Dan seketika wajah Alvin memerah karena tersipu malu.


"Alvin, apa kau baik baik saja?"


"Mengapa wajahmu memerah, apa kau demam". (Serena memeriksa dahi Alvin)


Alvin yang tersipu malu memalingkan wajahnya.


"Aku tak apa apa, mungkin ini karena racun ularnya"


Alvin memberikan alasan yang cukup masuk akal bagi Serena. Karena hari sudah menjelang petang Serena memutuskan untuk kembali bersama Alvin ke istana. Sesampainya di istana, Serena meminta Lily memanggilkan dokter istana untuk memeriksa keadaan Alvin. Setelah itu Serena berpamitan pada Alvin dan kembali kekamarnya.


"Alvin aku pergi dulu, semoga kamu cepat sembuh"


"Baiklah, kalau begitu hati hati dijalan Yang Mulia"  dengan wajah datar


Beberapa saat kemudian……..


"Tuan apa yang kau lakukan di balkon?" Kata Lion


"Aku hanya sedang melihat bintang"


"Lion apakah pemandangan langit diluar terlihat lebih indah jika di taman"


"Menurut analisisku pemandangan di luar lebih indah tuanku"


Serena memutuskan untuk pergi ketaman pada malam itu untuk melihat pemandangan langit di sana. Namun Lily melarang Serena untuk pergi ketaman dengan alasan kesehatannya yang baru pulih. 

__ADS_1


"Lily boleh ya aku keluar" (dengan wajah memohon)


Lily sedang berpikir..


"Hmm, baiklah. Asalkan anda membiarkan saya ikut dengan anda"


"Ok. Ayo kita ketaman"


Setelah sampai di taman Serena duduk disebuah kursi. Saat dia sedang melihat lihat area di sekitar, ada sebuah semak yang bergoyang. Serena pun menghampiri semak tersebut. Lalu dia mendekat, lebih dekat, semakin mendekat, dan ternyata, itu hanyalah kelinci yng sangat imut.  Akhirnya Serena memutuskan untuk membawa kelinci itu bersamanya.


Disaat Serena berkeliling taman dengan membawa kelinci itu, dia tanpa sengaja bertemu dengan suami ke3 dan ke4. Mereka adalah saudara kembar dengan rambut panjang dan mata berwarna merah, dengan paras yang menawan.


"Earvin memberi Salam kepada yang mulia Ratu Serena Astrisia"


"Eardwine memberi salam kepada yang mulia Ratu Serena Astrisia"


Serena menganggukkan kepalanya


"Apa yang kalian lakukan malam malam begini di taman"


"Izin menjawab yang mulia, kami sedang mencari hewan peliharaan kami" jawab Earvin


"Kalau boleh tahu hewan apa yang kalian cari"


"Kami mencari hewan kelinci dengan warna seputih salju"


Disela sela perbincangan itu Serena melihat layar pengukur milik Earvin dan Eardwine. Mereka adalah saudara kembar dengan marga Xaviero. Mereka berdua memiliki rasa suka terhadap serena sebanyak 60%, kepercayaan 70%, dan rasa Kagum 60%.


"Tunggu sebentar apakah kelinci yang kalian maksud memiliki tanda di dahinya"


"Ya, yang mulia. Tanda itu berbentuk bunga teratai"


"Oh. Kalau begitu, Lily bawa si putih kemari"


"Ini yang mulia"


Serena mengambil si putih yang sedang ketakutan dengan Lily.


"Putih sudah tak apa, kemari"


Siputih memeluk Serena dengan erat.


"Apakah kelinci ini yang kalian cari"


"Ya, yang mulia" jawab Eardwine


"(Kenapa mimi bisa bersama dengan yang mulia ratu)"


"Aku tak sengaja menemukannya di taman saat ingin melihat bintang"


"Maaf, aku memanggilnya dengan sebutan si putih"


Serena pun menyerahkan si putih kepada Earvin, namun si putih terlihat tak ingin berpisah dengannya.


"Tenang saja siputih aku pasti akan menemuimu lagi nanti"


 (sambil mengelus kepala si putih)


Setelah itu mereka berpisah karena hari semakin malam. Serena akhirnya sampai di kamarnya dan mulai bersiap siap untuk tidur.


Disaat bersamaan tanpa sepengetahuan Serena keempat suaminya tersebut mengadakan pertemuan di sebuah tempat rahasia. Mereka masing masing menceritakan apa yang terjadi pada mereka saat bertemu dengan serena. Mereka merasa bahwa Serena mulai berubah semenjak sembuh dari sakitnya itu. Dan mereka berempat memutuskan untuk mempercayai Serena 100%.


"Kita harus memberinya kesempatan dengan percaya padanya 100%"


KAMAR SERENA


Lion datang tanpa melihat keadan Serena dan memberikan notifikasi padanya.


"Ding.. Dong.. selamat kepada tuan karena telah mendapatkan kepercayaan dari keempat suami"


"Ini akan menjadi awal yang bagus untuk kehidupan barumu tuan"


"???. Tuan?"


"GROOK.." (serena tertidur sambil mendengkur)


"Ternyata aku dari tadi berbicara sendiri. Kalau begitu aku akan bicara dengannya esok hari"


"Selamat tidur  nyenyak tuan"


Lion pun pergi.


  

__ADS_1


Eps.2 selesai


__ADS_2