
"Alvin ayo ikut aku turun dan periksa keadaan monster itu" ucap Serena
"Tapi itu mungkin berbahaya yang mulia"
Namun Serena tidak menghiraukan apa yang diucapkan oleh Alvin. Serena pun turun dari kereta kudanya dan berlari ke arah monster itu. Alvin yang khawatir sontak berlari mengejar Serena. Sesampainya di disana, entah mengapa Serena dapat merasakan hawa kesedihan yang terpancar dari monster itu. Ia perlahan lahan mendekati monster itu, namun Alvin meraih tangan Serena dan ingin menghentikannya.
"Lepaskan tanganku" ucap Serena
Alvin yang mendengar ucapan Serena itu langsung melepaskan tangannya. Sekarang Serena sedang berdiri tepat di depan monster yang besar itu.
"Apa kamu merasa sedih?"
"Tenang aku tak akan melukaimu" ucap serena pada monster itu
Perlahan Serena menyentuh kepala monster itu dan melihat ingatan masa lalunya.
Betapa terkejutnya Serena ketika mengetahui bahwa sebenarnya monster itu adalah seorang manusia yang telah dikutuk oleh penyihir kegelapan.
Dalam ingatan tersebut ia melihat ada sebuah kerajaan megah dan indah serta semua orang yang tampak bahagia disana. Seorang tuan putri yang cantik jelita keluar dari istana untuk bermain di pusat kota, semua rakyat menyambutnya dengan senyuman yang hangat. Sang putri selalu melewati hari harinya dengan kebahagian di wajahnya.
Namun semua kebahagian itu sirna dalam sekejap mata, penyerangan besar besaran dilakukan oleh para penyihir kegelapan yang membutuhkan banyak manusia untuk ditumbalkan. Hingga pada akhirnya kerajaan itu hancur hanya dalam waktu semalam. Sang putri yang merupakan manusia terakhir di kerajaan itu akhirnya tertangkap dan dikutuk menjadi monster buruk rupa. Ia dijadikan boneka yang di perbudak para penyihir kegelapan itu, hingga pada suatu hari ia berhasil untuk melarikan diri. Akan tetapi rencana melarikan dirinya itu tidak berjalan mulus. Ia berkali-kali harus menerima serangan dari para penyihir itu,sambil berlari dengan bersimbah darah disebabkan luka yang parah di sekujur tubuhnya. Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan Serena.
Setelah Serena selesai melihat ingatan monster itu, ia segera menggunakan kekuatannya untuk menolong. Serena melangkah kan kakinya ke belakang sambil merapalkan sebuah mantra sihir cahaya.
"Wahai Cahaya yang suci murnikanlah sihir kutukan yang melekat padanya" ucap Serena
Dalam seketika cahaya yang begitu terang menyilaukan mata keluar dari tubuh monster itu. Setelah cahaya yang terang itu menghilang, seorang wanita yang sangat cantik muncul di hadapan mereka. Lalu wanita itu menghampiri serena.
"Terima Kasih karena kau telah menyelamatkanku. Namaku adalah maya"
"Tapi maaf karena aku tak bisa menyelamatkanmu sepenuhnya" ucap serena
"Ini sudah lebih dari cukup untukku. Dan aku ingin meminta bantuan anda untuk memberikan permata ini pada seorang teman lamaku"
"Ia tinggal di daerah barat daya tepat di dalam hutan Kenangan."
Tak lama setelah ucapan maya itu, muncul sebuah notifikasi di hadapan serena.
"Ding… dong.."
"Tuan ada sebuah misi tersembunyi, apakah anda ingin menerimanya" ucap Lion
"(Ya, aku menerimanya)" jawab serena
Serena pun menerima permata itu. Lalu tak lama kemudian, perlahan lahan jiwa maya pun menghilang membawa senyuman di wajahnya. Serena berbalik badan dan menghampiri Alvin.
"Yang mulia apa anda baik baik saja" tanya Alvin dengan khawatir
"Kamu tenang saja aku tidak terluka sama sekali" jawab serena
Setelah itu mereka kembali ke kereta kuda dan melanjutkan perjalanan. Tak terasa malam pun tiba. Mereka memutuskan untuk berhenti melanjutkan perjalanan dan mendirikan tenda untuk berkemah malam itu.
Alvin pun membantu para prajurit mendirikan tenda dengan kekuatan sihirnya.
Serena kini duduk menyendiri di sebuah batu besar sambil menatap langit malam yang penuh dengan bintang.
"Langit. Apa kamu tahu, betapa bahagianya aku bisa diberikan kehidupan kedua. Aku sangat bahagia mendapatkan keluarga baru yang menyayangiku" ucap serena
Tak lama kemudian Alvin datang membawakan semangkuk sup hangat untuk serena.
"Yang mulia, ini saya bawakan sup daging untuk anda" ucap Alvin
"Makasih Alvin, kebetulan aku merasa lapar"
Serena pun menerima sup yang diberikan Alvin itu. Tampak kebahagian terpancar di wajah serena saat memakan sup itu.
"Alvin sup ini sangat enak. Kamu harus mencobanya" ucap serena
"Tak usah yang mulia, saya sudah makan tadi" jawab Alvin
Serena yang tidak menghiraukan perkataan itu, menyuapi sesendok sup daging pada Alvin. Wajah Alvin kala itu tampak tersipu malu ketika menerima sup yang diberikan Serena. Setelah itu Serena menghabiskan makanan itu tanpa menghiraukan Alvin yang berada di sampingnya.
__ADS_1
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN………
Serena akhirnya kembali ke tenda. Betapa terkejutnya Serena ketika mengetahui bahwa ia malam ini akan tidur bersama Alvin.
"Al.. Alvin!!" ucap serena
"Yang mulia. Saya akan segera pergi jika anda tidak berkenan saya tidur disini"
Lalu Alvin berdiri dan bersiap untuk pergi. Namun akhirnya Serena menarik tangan Alvin.
"Alvin, diluar dingin. Akan lebih baik jika kamu tidur disini, aku tidak keberatan berbagi tempat tidur denganmu" ucap serena
Pada akhirnya Alvin pun tidur bersebelahan dengan Serena. Namun saat Alvin nampak tertidur pulas, tapi Serena masih saja belum bisa tertidur. Ia merasa tidak terbiasa dengan kehadiran seorang pria yang tertidur di sampingnya. Dan pada akhirnya Serena terpaksa harus memanggil Lion.
"(Lion… oh Lion…)"
"Ada apa tuanku" tanya Lion dengan wajah cerianya
"(Lion tolong buat aku tertidur lelap malam ini,apapun caranya)" ucap Serena
"Ok, tuan. Mohon tunggu sebentar"
"Tuan tolong tutup mata anda sebentar" ucap Lion
"(Baiklah)"
Lalu tak lama kemudian Serena merasakan kantuk yang begitu berat. Dan serena pun tertidur.
"GROOK" serena mendengkur
Lion berdiri disamping Serena sambil menggendong sebuah suntikan besar yang telah kosong.
"Tuan maafkan Lion. Lion terpaksa membius tuan, karena ini permintaan tuan sendiri"
Lalu Lion pun pergi.
KEESOKKAN HARINYA…….
Terdengar suara samar memanggil Serena yang masih tertidur pulas.
"Yang mulia, ayo cepat bangun, sudah pagi."
Serena pun membuka matanya
"Lily, ternyata kamu"
"Ya yang mulia. Ayo sekarang yang mulia bangun, saya akan membantu anda bersiap siap"
Serena pun beranjak dari tempat tidurnya dan mulai bersiap siap. Di tengah kesibukannya bersiap siap, Lion tiba tiba saja muncul di hadapan Serena.
"Selamat pagi tuan ku" ucap Lion
"(Ya. Ada apa kamu tiba tiba muncul di pagi hari begini)" tanya serena
"Aku hanya ingin memberitahu tuan kalau misi *mendapatkan cinta Alvin* sudah hampir terselesaikan."
"(Benarkah?)"
"Sekarang sudah berjalan sekitar 97% tuanku"
"(Lion apa kamu ada saran untukku)"
"Kalau menurutku, lebih baik anda memberikan sebuah hadiah ulang tahun untuknya"
"(Memangnya kapan ulang tahun Alvin)"
"Hari ini tuanku" jawab Lion
"(Apa!! Hari ini?)"
__ADS_1
"Ya tuanku"
Setelah itu Lion pun pergi. Lily yang sedari tadi membantu Serena juga telah selesai.
"Yang mulia sudah selesai" ucap Lily
"Baiklah. Terimakasih Lily"
Lily hanya tersenyum dan berpamitan pergi.
Setelah Lily pergi Serena segera keluar dari tenda dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Disaat berada di dalam kereta, Serena terus berpikir kira kira hadiah apa yang bisa ia berikan untuk Alvin. Serena pun kepikiran untuk membuka fitur belanja di layar. Dia terus mencari gelang pasangan yang pas untuk Alvin. Tak terasa senja kini telah tiba, dan sekarang mereka bersiap untuk mendirikan tenda.
Setelah tenda telah siap, Serena masuk dan menaruh surat dan hadiah disana. Serena berharap Alvin menemukan surat dan hadiah yang ia tinggal kan disana. Tak lama setelah Serena pergi, Alvin pun datang dan menemukan hadiah dan surat disana. Alvin mengambil dan membaca isi surat itu.
♡Teruntuk Alvin. Selamat ulang tahun aku ucapkan padamu. Aku berharap kamu bisa menerima hadiah yang kuberikan ini sebagai tanda permintaan maafku. Aku ingin meminta maaf atas segala hal yang melukai hati mu.
Dan semoga kamu selalu bahagia….♡
☆ Serena Astrisia☆
Setelah membaca isi surat itu Alvin segera membuka kotak hadiah yang ada disana. Lalu tak lama kemudian Alvin keluar dari tenda dan mencari keberadaan Serena .
Dan akhirnya Alvin menemukan Serena yang sedang bersantai di luar tenda.
"Yang mulia" ucap Alvin
"Ada apa Alvin, kenapa mencariku kemari?"
Alvin pun mengeluarkan kotak hadiah yang diberikan oleh Serena.
"Alvin itu kan?"
"Jadi benar anda yang memberikan ini pada saya"
Serena menganggukkan kepalanya.
"Yang mulia apa anda mau mengabulkan satu permintaan saya"
"Baiklah, aku akan mencoba mengabulkannya" jawab serena
"Kalau begitu bisakah anda ikut saya ke suatu tempat, tapi anda harus menutup mata" ucap Alvin
Akhirnya Serena mengabulkan permintaan Alvin itu. Serena pun menutup matanya dengan kain dan berjalan mengikuti Alvin.
Dan sesampainya disana Alvin membuka ikatan kain itu, dan berlutut di hadapan Serena.
"Yang mulia, sekarang anda sudah bisa membuka mata"
Serena perlahan lahan membuka matanya. Betapa terkejutnya Serena ketika melihat Alvin berlutut di hadapannya.
"Yang mulia Serena Astrisia. saya Alvin de Belliars ingin mengatakan padamu bahwa dimanapun aku berada, apapun yang terjadi, aku akan selalu memikirkanmu, dan waktu yang telah kita habiskan bersama adalah waktu yang paling membahagiakan untukku. Maukah kau, yang mulia Serena Astrisia menerima cincin ini sebagai rasa cinta saya kepada anda"
"Ya. Saya menerimanya"
Alvin yang mendengar perkataan Serena itu terlihat sangat gembira, dan dengan segera memasang cincin itu di jari Serena.
"Yang mulia apa saya boleh memeluk anda" tanya Alvin
"Ya, aku perbolehkan."
Alvin pun memeluk Serena. Lalu sebuah notifikasi muncul.
"Ding… Dong…"
"Selamat kepada tuan karena telah menyelesaikan misi *mendapatkan cinta Alvin* dengan sangat baik"
Dan sejak saat itulah Alvin selalu menunjukkan perilaku mesranya saat sedang berduaan dengan Serena.
__ADS_1
Eps. 8 selesai.......