
"Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Rey sekarang segera kumpulkan prajurit dan para dokter lalu kirim mereka ke wilayah timur sesegera mungkin"
"Baik yang mulia" jawab Rey
Rey pun pergi dengan terburu buru.
Setelah Rey meninggalkan ruangan Serena memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Disana ia mencari sebuah buku yang ditemukannya kala itu. Dan beberapa saat kemudian ia menemukan buku itu. Namun saat Serena ingin membaca halaman selanjutnya, yang terlihat hanyalah lembaran kertas kosong tanpa tulisan.
"Kok.. nggak ada tulisannya" tanya Serena
Lalu sebuah kalimat muncul di atas lembaran kertas itu.
"Lihat lah buku sihir , pelajarilah, dan pahamilah. Maka kamu akan menemukan jawabannya di masa depan"
Karena Serena agak merasa aneh dengan buku itu, akhirnya ia membawanya ke kamar.
Buku tersebut ia taruh di dalam laci di dekat ranjangnya. Serena pun pergi ke danau untuk membaca buku sihir yang diberikan oleh Alvin. Tapi Serena sangat sulit sekali menghafal isi buku itu.
"Lion… o Lion…"
Lion pun muncul "Ada apa tuanku?"
"Aku mau tanya sama kamu, bisa nggak kamu buat aku bisa menghafal semua isi buku ini dalam waktu singkat"
"Itu bukan masalah buatku. Tapi ada efek sampingnya sementara bagi tuan"
"Kalau gitu cepetan. Aku pasti bisa menahan efek sampingnya itu"
"Mohon tunggu sebentar tuan"
Lalu Lion mengucapkan sebuah kalimat.
"AKTIFKAN MODE SUPER MEMORY"
Lion mulai memindai buku itu, dan memasukkan semua isi buku itu ke dalam sirkuit otak Serena. Hingga seketika Serena merasakan sakit kepala yang sangat hebat karena menerima terlalu banyak informasi.
"Ssst ahh" (merintih kesakitan)
Beberapa saat kemudian…….
"Tuan apa anda baik baik saja sekarang"
"Ya tak apa apa Lion. Hanya saja tubuhku masih terasa lemas"
"Kalau begitu tuan nanti harus segera istirahat saat sampai di istana"
"Oke.."
Karena hari mulai semakin gelap Serena pun kembali ke istana. Saat ini Serena berjalan dengan sempoyongan seperti orang yang akan pingsan. Lalu Lily datang dan membantu Serena berjalan sampai ke kamar.
"Yang mulia apa yang sebenarnya terjadi pada anda" (tanya Lily)
"Aku hanya merasa pusing saja"
"Kalau begitu biar saya bantu bersiap siap malam ini"
"Makasih Lily"
__ADS_1
Akhirnya malam ini Serena dapat beristirahat dengan nyaman.
KEESOKKAN HARINYA….
Hari ini Serena sarapan bersama dengan para suaminya. Pada saat itu Serena sedikit berbincang bincang dengan mereka. Lalu saat sarapan berakhir serena menoleh dan melirik ke arah para pelayan. Dengan segera para pelayan membereskan makanan dan pergi meninggalkan ruangan itu. Kini ruangan itu hanya berisikan anggota kerajaan saja, lalu tiba tiba Serena mengubah sikapnya.
"Aku kali ini ingin mengatakan satu hal pada kalian semua"
"Anda ingin mengatakan apa yang mulia"
(tanya Earvin)
"Ini tentang rahasia yang telah kalian sembunyikan dariku"
Sontak wajah Ervin dan Eardwine tampak panik.
"Apa yang anda maksud yang mulia?" tanya Eardwine
"Sudahlah. Kalian tak perlu menyembunyikannya lagi dariku. Aku tahu bahwa kamu, Eardwine dan Earvin kalian itu sebenarnya adalah sang ahli obat dan racun kan"
Eardwine yang terlihat terkejut saat mendengar perkataan Serena itu melirik kearah Alvin.
"Sudahlah. Lagian jika yang mulia tahu itu kan wajar" (jawab Alvin dengan wajah datarnya)
"Udah udah kalian tak perlu mencurigai begitu. Sebenarnya aku sudah menyelidiki kalian sebelumnya, jadi hanya ingin mendengar dari mulut kalian sendiri"
Lalu mereka pun mengatakan yang sebenarnya pada Serena. Dan mereka pun pergi meninggalkan meja makan.
"Kalau begitu kami izin undur diri yang mulia"
Serena menganggukan kepalanya.
"Ya yang mulia, ada apa"
"Ayo ikut aku sebentar"
Serena dan Rey pun pergi ke rumah kaca. Dan sesampainya disana mereka menikmati segelas teh.
"Yang mulia apa ada sesuatu yang ingin anda katakan pada saya"
"Begini Rey aku ingin kau dapat mengajariku cara memakai pedang"
"Untuk apa kalau boleh saya tahu yang mulia"
"Sebenarnya aku memiliki sebuah tanggung jawab yang sangat besar"
"Tapi maaf aku tidak dapat memberitahu secara detail. Kamu akan mengetahuinya pada waktu yang tepat"
Setelah itu Rey mencoba untuk mengerti dan mengajari Serena berpedang. Kini Rey menjadi lebih dekat dengan Serena. Ia melatih Serena setiap hari di tengah kesibukannya itu. Hingga suatu ketika….
"Ayo yang mulia"
"Tunggu aku Rey"
(Mereka sedang lari pagi)
"Hati hati yang mulia"
"Ehhhh!!"
Serena pun terjatuh dan kaki nya terluka.
__ADS_1
"Anda baik baik saja yang mulia?"
"Ya, tak apa"
"Aduh" (terjatuh saat akan berdiri)
Rey pun dengan sigap memeluk Serena agar tidak terjatuh lagi. Pada saat itu pandangan mereka saling bertemu satu sama lain. Dan setelah beberapa saat, Rey tersadar bahwa kaki Serena terkilir.
"Maaf yang mulia"
"Untuk apa" jawab Serena
Belum selesai Serena berbicara, Rey menggendongnya kembali ke istana. Sekarang Serena hanya bisa memeluk Rey karena merasa malu. Sesampainya di istana Rey membawa Serena ke kamar dan memanggilkan dokter untuknya.
"Bagaimana dok, keadaan yang mulia saat ini" tanya Rey
"Kaki yang mulia hanya terkilir, nanti sekitar seminggu sudah bisa berjalan seperti biasa. Asalkan beliau istirahat yang cukup dan jangan melakukan banyak aktivitas"
Lalu dokter pun pergi
"Yah sendirian lagi seminggu" ucap Serena
"Apa yang mulia ingin saya temani selama seminggu kedepan"
"Hmmm, boleh"
(sambil memalingkan wajahnya yang memerah)
Dan sejak saat itu Rey selalu datang menemani Serena setiap hari. Hingga pada hari ketiga Rey datang menemui Serena. Pada awalnya biasa saja, akan tetapi saat Rey ingin pergi karena hari menjadi petang, sebuah guntur menggelegar kala itu. Sehingga membuat Serena ketakutan.
"DUARRR" suara guntur
"Aaaaaaa"
"Ada apa yang mulia"
Serena terlihat ketakutan
"Rey apa malam ini kau bisa temani aku"
"Aku agak sedikit takut dengan hujan badai malam ini"
Rey pun tak bisa menolak permintaan Serena itu, dan memutuskan untuk menemaninya malam itu.
"Rey apa yang kau lakukan di sofa"
"Saya akan tidur disini yang mulia"
"Kenapa kamu tidak tidur disebelahku saja"
"Baiklah jika anda memohon pada saya"
"Siapa yang memohon padamu" (ucap serena sambil memalingkan wajahnya)
Rey hanya tersenyum mendengar perkataan Serena itu.
"Duarrr"
Suara guntur kembali bergemuruh. Hingga membuat Serena tanpa sadar memeluk Rey karena ketakutan. Dan akhirnya Serena tertidur dengan lelap dalam pelukan Rey hingga pagi tiba.
__ADS_1