Ratu Dunia Lain

Ratu Dunia Lain
Kontrak Darah


__ADS_3

Keesokan harinya....


Cahaya mentari yang begitu cerah mengenai wajah Serena, dan membuat ia terbangun dari tidurnya. 


"Hooaamm"


Serena melihat sekeliling nya, dan menemukan sebuah surat dan makanan di atas meja. Ia pun membaca isi surat itu.


"Saya minta maaf kepada yang mulia, karena saya harus pergi lebih awal dan tidak membangunkan anda. Saya sudah menyiapkan sarapan anda di meja. Jika yang mulia merindukan saya, anda dapat menemui saya diruang kerja.  


                                     Tertanda: Rey Alkart"


"Siapa juga yang merindukanmua" (ucap Serena dengan wajah yang memerah)


"Sudahlah lebih baik aku sarapan dulu, lalu bersiap siap"


Seusai sarapan, Serena memanggil Lily untuk membantunya siap siap. Karena Serena mulai merasa bosan berada dikamar, ia pun meminta Lily untuk menemaninya pergi ke taman. Sesampainya disana ia tak sengaja bertemu dengan Earvin dan Eardwine.


"Salam kepada yang mulia ratu Serena" (mengucapkan dengan serempak)


Serenapun menjawab salam mereka berdua dengan menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana keadaan yang mulia sekarang" tanya Earvin


"Aku baik baik saja. Apa yang sedang kalian lakukan"


"Kami sedang jalan jalan mencari udara segar yang mulia"


Lalu Serena mengajak dua suaminya itu pergi kerumah kaca. Dan Lily menyeduhkan seteko teh hangat untuknya. Setelah itu si putih keluar saat melihat Serena ada di hadapannya.


"Wahh! Siputih juga ikut"


Siputihpun berlari dan memeluk Serena. Siputih terlihat senang saat bertemu dengannya. Serena membelai kepala siputih sampai ia tertidur. 


"Aku ingin meminta tolong padamu Eardwine"


"Meminta tolong apa yang mulia?"


"Aku ingin kau membuatkan beberapa pition penyembuh untukku"


"Tapi mungkin saya membutuhkan waktu untuk membuatnya"


"Tak apa. Yang terpenting kau bersedia membuatnya"


Setelah perbincangan itu Eardwine dan Earvin memutuskan untuk kembali dan mempersiapkan potion yang di minta Serena itu. Serena pun kembali kekamarnya dan meminta Lily meninggalkan nya sendiri di kamar. Beberapa saat setelah Lily pergi Serena mengambil kembali buku kono itu.


Ia mulai membaca kembali halaman perhalaman buku itu, dan menemukan sebuah gambar hewan mitologi disana.


"Hmm.. gambar apa ini"


"Oh ini gambar  FENRIR"


Dalam buku kuno itu FENRIR  di ceritakan sebagai seekor serigala raksasa yang merupakan anak dari dewa Loki dan memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.


Lalu sebuah kalimat muncul di bawah gambar itu.


•Diriku sebagai pusatnya, dan manaku sebagai perantara. Wahai FENRIR yang agung datanglah dan tandatangani kontrak darah denganku•


"Apa ini maksudnya aku harus mengucapkan mantra untuk memanggilnya"


Serena pun mencoba mantra itu. Ia duduk bersila di lantai, lalu menutup matanya dan mulai mengucapkan mantra itu. Beberapa saat kemudian angin berhembus kencang di sekelilingnya dan diikuti dengan gemuruh petir.


DISISI TEMPAT  YANG LAIN

__ADS_1


Suara petir dan kilat terpancar di langit.


"Duaarr"


Lalu sebuah rantai segel terlepas dari makhluk itu.


"Akhirnya ada orang yang dapat melepaskan segel yang telah membelengguku ini"


Makhluk itu pergi melewati sebuah portal dihadapannya, dan sampai di dunia manusia.


KAMAR SERENA


Serena sempat merasa bahwa mantra dalam buku itu mungkin saja palsu, karena tak terjadi apa apa setelah ia mengucapkan mantra itu. Hingga  sebuah suara memanggilnya.


"Wahai sang pemanggil bukalah matamu dan lihatlah wujudku"


Serena perlahan lahan membuka matanya. Ia terkejut saat melihat seekor Fenrir muncul di hadapannya.


"Si.. siapa kamu?"


"Aku adalah FENRIR"


"Kau ingin melakukan kontrak darah denganku kan"


"Ta.. tapi"


Tiba tiba FENRIR itu mendekat kearah Serena dan memberi tahu tentang kontrak darah itu. Serena dengan segera menyiapkan dua gelas yang berisi air.


"Apa kau sudah siap Serena"


Serena menganggukkan kepalanya.


"Sresss"


Dalam sesaat Serena merasakan panas di sekujur tubuhnya. Namun saat proses itu berakhir, ia melihat tangannya yang terluka tadi telah sembuh tanpa membekas.


"Apa kau sudah membaik Serena"


"Ya. Sudah lebih baik"


"Kalau begitu ini saatnya kamu memberikan nama untukku sebagai familiarmu"


"Hmmm"


Serena berpikir dengan keras.


"Bagaimana dengan Frey"


Awalnya Serena agak ragu jika FENRIR itu akan menerima nama yang ia berikan. Tapi..


"Hmm.. cukup bagus"


ternyata FENRIR itu terlihat  menyukai nama yang Serena berikan.


 


Beberapa saat kemudian Serena membicarakan keadaannya sekarang pada Frey.


"Kamu tenang saja Serena pergelangan kakimu sudah sembuh sedari tadi kok"


"Apa benar"


"Benar. Itu karena kau telah menandatangani kontrak darah denganku, jadi semua luka yang kau dapatkan sebelumnya dapat sembuh dengan sangat cepat"

__ADS_1


Serena pun memberitahukan buku kuno itu Pada Frey. Tapi Frey sama sekali tidak mengetahui apapun tentang buku itu. Lalu Frey memberikan sebuah kalung pada Serena.


"Kalung apa ini Frey"


"Ini adalah tempatku beristirahat sekarang. Jadi kau bisa memanggilku kapan saja saat memakainya"


Serena memakai kalung yang diberikan Frey itu. Lalu Frey izin pada serena untuk tidur siang. Frey pun masuk kedalam kalung itu.


Kini ruangan telah menjadi hening, Serena pun segera memanggil Lion.


"Ada apa tuanku"


"Aku mau menanyakan tentang misi *mendapatkan cinta Rey* itu"


"Misi itu sudah berlangsung sekitar 97% tuanku"


"Yey sebentar lagi aku akan mendapat poin. Ngomong ngomong Lion ada berapa poinku saat ini"


"Sekarang tersisa 25 poin setelah anda gunakan untuk bermain roda keberuntungan"


"Baiklah. Lion sekarang kita habiskan saja poin ini"


Serena akhirnya menghabiskan semua poinnya hanya untuk bermain roda keberuntungan. Tapi tak seberuntung waktu itu, kali ini dia bahkan tidak mendapatkan hadiah yang begitu berharga.


"Lion apa apaan ini kenapa aku mendapatkan title Summoner dan pedagang. Kan aku tak akan pergi keluar istana bagaimana bisa menjadi pedagang"


"Tuan tenanglah, semua title itu akan berguna suatu saat nanti. Dan lagi tuan kan berhasil mendapatkan potion tingkat tinggi"


Serena pun memutuskan untuk pergi ke ruang makan untuk makan siang. Di tengah perjalanan ia tanpa sengaja melihat burung yang terjatuh di lantai. Saat Serena memeriksanya ternyata sayap burung itu terluka, dan ia pun menyembuhkan burung itu dengan potion yang didapatkannya.


Dan saat burung itu sadar ia langsung pergi.


"Oh iya,  aku harus cepetan ke ruang makan"


 


Sesampainya disana Serena menghabiskan seluruh makanan manis yang disajikan dan kembali ke kamarnya. Saat sedang di balkon Serena dihampiri oleh seekor burung, ternyata burung itu adalah burung yang ditolongnya tadi pagi.


"Apa yang kamu lakukan disini burung kecil" tanya Serena


"Jangan panggil aku burung kecil" jawab burung itu


Dan seketika burung itu merubah wujudnya ke bentuk yang asli. 


"Aku ini phoenix tau"


Serena terkejut dengan perubahan phoenix itu.


"Aku datang kesini untuk berterima kasih dan ingin menjalin kontrak darah denganmu Serena"


"Hahhh"


BEBERAPA SAAT KEMUDIAN…..


"Tinggal beri nama ya"


Mata Phoenix  berkaca kaca dan sangat menantikan nama apa yang akan diberikan oleh Serena padanya.


"Bagaimana kalau PIXY"


"Pixy. Hmm… bagusss"


Phoenix sangat gembira dengan nama barunya. Lalu Pixy memberikan hadiah satu pasang anting kepada Serena, dan sejak saat itu ia selalu membawanya kemanapun pergi.

__ADS_1


Eps.6 selesai


__ADS_2