
"Aaaaaa!!!!"
"Alvin apa yang sedang kau lakukan"
Serena menutup matanya.
Beberapa Saat Kemudian……..
Serena sedang menunggu Alvin diruang tamu. Lalu pelayan datang membawa camilan dan teh.
"Yang mulia silahkan dinikmati camilan dan tehnya"
"Ya, terimakasih"
Para pelayang pergi meninggalkan Serena sendirian di ruangan itu.
"Wahh! Kue kering dengan selai stroberi yang manis"(dengan mata berbinar binar)
"Hmmm, camilan manis adalah yang terbaik"
"Untung para pelayan tak disini, kalau disini pasti aku tidak bisa menikmati camilan ini"
Saat Serena sedang menikmati camilan dan tehnya, Alvin datang dengan wajah tersenyum. Sontak Serena terkejut dan segera merubah sikapnya. Ternyata sejak tadi Alvin diam diam memperhatikan sikap Serena saat sedang mencicipi cemilan. Alvin terkejut saat mengetahui tingkah imut Serena saat memakan camilan manis.
"Salam kepada yang mulia Ratu Serena"
Serena menganggukkan kepalanya.
"Alvin ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu"
Alvin melirik kearah para pelayan. Lalu dengan segera para pelayan pergi meninggalkan ruangan itu.
"Apa yang ingin anda katakan yang mulia?"
"Pertama, aku ingin meminta maaf karena kejadian tadi pagi. Saat aku masuk kekamarmu tanpa izin"
"Tak apa yang mulia. Seharusnya saya menempatkan pelayan di depan pintu saat akan bersiap siap (mengganti baju)"
"Lalu apa yang membawa yang mulia datang kepada saya pagi pagi begini"
"Sebenarnya ada satu hal yang kubutuhkan darimu. Aku ingin kamu mengajariku cara menggunakan sihir"
"Tapi yang mulia, saya tak mengerti apapun tentang sihir"
Alvin mengelak bahwa dia sebenarnya adalah orang yang sangat mengerti tentang sihir.
"Alvin kau tak perlu menutupinya dari ku. Aku telah mengetahui segalanya tentang mu"
"Apa yang anda maksud yang mulia"
"Alvin kau itu sebenarnya penyihir agung dari menara sihir kan!"
Alvin terkejut dengan perkataan Serena itu. Dia tak menyangka ada orang yang mengetahui identitas aslinya sebagai penyihir agung.
__ADS_1
"Lalu apa yang anda ingin saya ajarkan"
"Aku ingin kau mengajariku dasar dasar sihir itu sendiri. Aku meminta tolong padamu karena aku mengetahui bahwa kau adalah penyihir 5 elemen"
"Kalau begitu saya akan berusaha menuntun anda yang mulia"
Setelah itu Alvin membawa Serena ke sebuah tempat tersembunyi di kediamannya itu. Disana ada jalan keluar tersembunyi yang hanya diketahui oleh Alvin.
Jalan itu adalah jalan menuju pegunungan yang sepi penduduknya.
"Yang mulia sekarang kita telah sampai di tempat yang cocok untuk pembelajaran pertama"
Setelah itu Alvin menjelaskan dasar dasar semua sihir di dunia ini. Dia mengatakan bahwa tanpa mana yang cukup seseorang tak dapat menggunakan sihir. Alvin memberi contoh pada Serena.
"Pertama rasakanlah sebuah energi yang mengalir didalam tubuh. Salurkan dan Pusatkan energi tersebut pada telapak tangan. Lalu berusahalah untuk membentuk energi itu menjadi sesuatu"
Lalu sebuah api muncul dari telapak tangan Alvin. Setelah itu Alvin mempersilahkan Serena untuk mencobanya.
"Jangan terburu buru yang mulia, memang agak sulit untuk orang yang pertama kali mencobanya, tapi saya yakin anda dapat melakukannya"
"(Bayangkan, rasakan energi didalam tubuh, salurkan dan pusatkan) apa seperti ini?"
Baru saja Alvin selesai menyemangatinya, ternyata Serena dapat mengeluarkan sihir api itu dengan mudah. Alvin agak terkejut saat mengetahui Serena dapat mengeluarkan sihir sesingkat ini. Setelah itu Alvin mengajari Serena semua sihir yang ia kuasai. Walau ada satu sihir yang agak sulit dikeluarkan oleh Serena, tapi ia bisa mengeluarkan semua sihir itu.
"Yang mulia saya tak menyangka bahwa anda adalah penyihir 5 elemen juga"
"Begitukah.( ya semua ini berkat title itu, jadi aku bisa menguasai berbagai macam sihir dengan mudah )"
"Alvin jika ada sesuatu yang ingin kau tanyakan maka katakan saja"
"Saya ingin bertanya kepada yang mulia bagaimana anda bisa mengetahui identitas saya"
"Oh itu. Kau kan tahu aku ini seorang Ratu dan pemimpin negara, masa aku tidak akan menyelidiki asal usul orang akan ku nikahi"
"(Sebenarnya aku tahu karena melihat layar statusnya)"
Lalu mereka berdua kembali ke istana. Setelah sampai di istana Alvin meminta Serena untuk menunggunya di ruang tamu. Tak lama kemudian Alvin datang membawa sebuah buku, buku itu terlihat sangat tebal dan agak besar.
"Maaf menunggu yang mulia, ini adalah barang yang ingin saya berikan untuk anda"
"Ok, makasih. Tapi kenapa kamu memberikan buku ini padaku"
"Itu adalah buku tentang sihir didunia ini. Saya sudah mengingat semua isi buku itu, jadi dari pada tak ada yang menggunakannya akan lebih baik kalau saya berikan pada anda"
Setelah itu Serena pergi meninggalkan kediaman Alvin dan kembali ke kamarnya.
Seperti biasa saat Serena pulang Lily selalu datang membawakan makan malam dan menyiapkan air hangat untuk Serena mandi.
"Akhirnya selesai juga makan malam hari ini"
"Kalau begitu saya pamit undur diri yang mulia"
Lily dan para pelayan lain pun pergi. Kini Serena sendiri dikamarnya sambil menatap langit malam di balkon. Ia termenung menatap langit yang penuh bintang dan indah kala itu. Saat suasana menjadi sunyi, Lion pun datang.
__ADS_1
"Ding.. Dong... selamat malam tuanku"
Serena agak terkejut dengan kemunculan Lion kali ini.
"Lion, bikin kaget saja. Ada apa kamu muncul tiba tiba kali ini"
"Kali ini Lion muncul didepan tuan secara tiba tiba karena ada hal yang penting"
"Hal penting apa yang kamu maksud"
"Coba sekarang tuan buka Papan Misi yang ada di layar permainan"
Serena pun membuka layar itu.
"Wahh! Banyak banget misinya"
"Itu adalah misi untuk satu tahun tuanku. Dan semua misi dikelompokkan menurut tingkat kesulitannya masing masing"
"Tunggu dulu apa maksud dari misi 'membangun negeri' ini Lion"
"Itu adalah misi tingkat s yang paling sulit untuk satu tahun kedepan. Meski sulit, misi ini memiliki banyak hadiah dan poin jika bisa menyelesaikannya"
Setelah pembahasan itu Serena kembali dan tidur dikamarnya.
"Selamat malam Lion"
"Selamat malam juga tuan. Semoga tuan bermimpi indah"
Serena pun tertidur.
Keesokan harinya Serena menjalani keseharian nya. Mulai dari mandi, latihan sihir, jalan jalan di taman, dan pergi ke danau.
Hingga tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Tak terasa sudah satu bulan sejak Serena mendatangi Alvin kala itu. Kali ini Karena ingin menemui Rey untuk melihat pekerjaan yang ia serahkan. Namun saat Serena baru sampai di ruangan Rey, ada seorang prajurit pembawa pesan yang datang dengan terburu buru.
"Yang mulia… Yang mulia… saya membawakan kabar dari wilayah timur!"
Prajurit itu pun menyerahkan sebuah surat Kepada Rey. Rey terlihat khawatir saat melihat isi surat itu.
"Ada apa Rey, mengapa ekspresimu seperti itu?"
Rey pun menyerahkan surat itu pada Serena.
Serena pun membaca isi surat itu. isinya adalah "kepada yang mulia Ratu Serena, saya sebagai pimpinan wilayah Timur meminta bantuan pada istana. Sekarang wilayah timur sedang diserang oleh para monster yang tiba tiba menggila dan menyerang para warga. Saya mohon yang mulia dapat mengirimkan tambahan prajurit pada kami, karena sekarang kami sangat kewalahan menghadapi mereka. Saya khawatir dengan keselamatan rakyat wilayah timur saat ini" dan itulah isi surat itu.
"Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Rey sekarang segera kumpulkan prajurit dan para dokter lalu kirim mereka ke wilayah timur sesegera mungkin"
"Baik yang mulia" jawab Rey
Rey pun pergi dengan terburu buru.
Eps.4 selesai...
__ADS_1