
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN……
Cahaya mentari yang indah kini sedang menyinari. Angin semilir menjatuhkan dedaunan kuning di pohon. Kini musim gugur telah datang menghampiri. Tapi entah mengapa kali ini Serena belum keluar dari kamarnya. Para suami yang menunggu nya di ruang makan tak menerima kabar apapun dari Lily. Ternyata kali ini Serena sedang demam tinggi dan Lily sibuk mengurusnya sedari malam. Semua orang di meja makan merasa ada yang janggal dengan ketidak hadiran Serena itu. Lalu pengurus istana datang dan memberi kabar bahwa Serena sedang sakit.
"Para tuan tuan sekalian saya ingin memberitahukan bahwa yang mulia sedang sakit dan tidak dapat mengikuti sarapan bersama kali ini"
Dan pengurus istana pun pergi. Mereka yang mendengar bahwa Serena sakit, dengan segera datang menjenguknya. Namun mereka tak di perbolehkan masuk oleh Lily.
"Maaf tuan anda semua belum dapat masuk kekamar yang mulia, karena dokter sedang memeriksa keadaannya"
Setelah beberapa saat kemudian mereka pun masuk. Saat disana, dokter menyarankan agar mereka menjaga Serena secara bergantian agar tidak mengganggunya. Pada saat itu tugas jaga pun di bagi. Dan Rey mendapat tugas jaga pertama.
"Kalau begitu aku akan menjaga yang mulia hingga sore nanti" ucap Rey
Mereka pun pergi meninggalkan ruangan itu, dan hanya menyisakan Rey dan Serena. Pada saat itu Rey begitu cemas saat melihat Serena terbaring karena demam tinggi. Disaat Rey akan beranjak dari tempat duduknya, Serena menarik tangan nya.
"Jangan pergi" ucap Serena
Pada saat itu Serena sedang bermimpi tentang sebuah ramalan dan tanpa sengaja mengigaukannya.
"Timur…. Peperangan…. Iblis…."
Ucap Serena sambil keringat dingin mengucur deras dari dahinya.
Rey tidak menggubris igauan itu dan dengan segera membasuh keringat Serena. Kini sore pun datang, sudah waktunya Alvin yang menjaga Serena. Saat Alvin tiba Rey pun pergi meninggalkan kamar Serena. Sesaat kemudian Alvin mencoba menyembuhkan Serena dengan kekuatan sihir namun tak bisa. Sekarang Alvin hanya bisa mengompres dahi Serena itu.
"Yang mulia cepatlah sembuh, kami disini menunggu yang mulia"
Lalu tak lama kemudian Serena mulai mengigau lagi.
"Bulan purnama…. Mati…"
Alvin pun sama sekali tidak mengerti apa yang sedang di ucapkan oleh Serena. Alvin terus menjaga Serena tanpa tidur malam itu. Pagi pun tiba, kini waktunya Earvin dan Eardwine yang menjaganya. Pagi itu Lily menanyakan keadaan Serena pada Alvin, dan ia mengatakan bahwa demamnya belum juga turun. Earvin dan Eardwine yang datang, dengan segera meminumkan potion yang telah mereka siapkan pada Serena.
potion pun sekarang tak dapat menyembuhkan demamnya itu.
"Yang mulia apa anda tidak kangen dengan putih. Biasanya anda selalu tersenyum bahagia saat bertemu dengannya kan" ucap Eardwine
Saat Earvin sedang mengompres dahi serena, tiba tiba ia mengigau lagi.
__ADS_1
"Sang penguasa"
Setelah igauan Serena itu tak lama kemudian Lily datang menggantikan mereka.
Lily terlihat sangat cemas melihat keadaan Serena itu. Lily pun pergi sejenak untuk mengganti kompresan untuk Serena. Tapi di sepanjang jalan Lily berpikir apa yang membuat Serena bisa demam seperti ini.
DIDALAM MIMPI SERENA
"Serena"
"Siapa kamu"
"Serena aku adalah buku ramalan yang kau temukan di perpustakaan kala itu"
"Mengapa kau datang kedalam mimpiku"
"Aku ingin memberitahumu sebuah ramalan, tapi kau terserang demam. Jadi aku terpaksa melakukan ini"
"Ramalan apa itu?"
"Dengarkan baik baik. •Ditimur akan menjadi tempat peperangan awal antara manusia dan iblis. Pada bulan purnama berikutnya akan banyak jiwa yang mati. Namun sang penguasa akan datang untuk menyelamatkan mereka• itulah isi ramalan nya."
"Sudah waktunya kamu untuk kembali Serena, semua orang sedang menunggumu"
Serena akhirnya tersadar dan demamnya pun menghilang. Lily yang masuk kekamar dan melihat Serena sadar terlihat begitu bahagia dan memeluknya.
Dan pada waktu bersamaan semua suami Serena membuat pertemuan rahasia. Disana Rey menanyakan kepada Alvin, Earvin dan Eardwine apa mereka sempat mendengar Serena mengigaukan sesuatu.
"Ada, aku mendengar yang mulia mengigaukan bulan purnama dan mati" ucap Alvin
"Kami juga, kami mendengar yang mulia mengigaukan sang penguasa" sahut Eardwine
"Kalau kamu Rey" tanya Alvin
"Aku mendengar yang mulia mengigaukan timur, peperangan, dan iblis"
Alvin terus berpikir, dia merasa seperti pernah mendengar kata kata itu di suatu tempat.
"Hmm.. aku ingat. Aku pernah mendengar tentang ramalan sang penguasa sihir yang akan turun kedunia ini saat peperangan antara manusia dan iblis" ucap Alvin
__ADS_1
"Tunggu, kamu mendengarnya dimana" tanya Rey
"Dulu aku mendengarnya saat masih berada di menara sihir" jawab Alvin
"Tapi kenapa yang mulia bisa tahu tentang ramalan itu. Dan apa hubungan yang mulia dengan ramalan itu"
"Sudahi saja pembicaraan kita kali ini dan kembali ke kamar lalu beristirahat" ucap Rey
KEESOKAN HARINYA….
Hari ini Serena datang ke ruang makan dan sarapan disana. Pagi itu Serena datang lebih awal, dan menunggu suaminya satu persatu datang. Tak lama kemudian mereka datang dan menyapa Serena. Lalu setelah sarapan berakhir Serena meminta tetap tinggal di ruangan itu untuk beberapa saat. Para pelayan pun pergi meninggalkan ruangan itu.
"Aku ingin kalian menjaga istana untuk beberapa waktu. Karena aku akan keluar menyelesaikan sebuah masalah. Dan, Rey tolong kumpulkan setengah dari prajurit kita karena aku akan membawa mereka " ucap Serena
"Baik yang mulia. Tapi mengapa yang mulia mau membawa banyak prajurit" tanya Rey
"Sebenarnya aku menyimpan sebuah rahasia dari kalian semua"
"Kalau boleh tahu rahasia apa itu yang mulia"
tanya Alvin
"Aku adalah sang penguasa"
Sontak semua orang yang berada di meja makan terkejut mendengar perkataan Serena itu.
"Sebenarnya waktu demam kemarin, aku mendapatkan sebuah ramalan. Dan ramalan itu mengatakan bahwa akan terjadi perang di wilayah timur pada bulan purnama berikutnya"
"Kalau begitu yang mulia akan berangkat esok hari. Karena perjalanan menuju wilayah timur membutuhkan waktu sekitar seminggu dan bulan purnama berikutnya terjadi 9 hari lagi"
Pembicaraan pagi itu pun selesai. Rey pergi lebih dahulu untuk menyiapkan permintaan Serena. Lalu disusul dengan Alvin, Earvin dan Eardwine. Setelah sarapan berakhir Serena pun kembali ke kamar untuk menyiapkan keperluannya itu. Sekarang selama 1 hari ini semua orang sedang sibuk menyiapkan keberangkatan Serena yang mendadak.
Hari keberangkatan Serena pun tiba. Kali ini Lily dan Alvin ikut dengan Serena ke wilayah timur. Serena pun dengan segera menaiki kereta kuda yang telah disiapkan. Tak lama setelah meninggalkan ibu kota, perjalanan Serena itu terpaksa harus terhenti. Alvin pun menanyakan kepada prajurit apa yang sebenarnya terjadi di depan.
"Maaf tuan didepan ada seekor monster yang menghadang pasukan kita" jawab prajurit itu
Lalu beberapa saat setelah prajurit itu bicara, Serena seperti mendengar suara seseorang yang sedang menangis.
"Alvin ayo ikut aku turun dan periksa keadaan monster itu" ucap Serena
__ADS_1
"Tapi itu mungkin berbahaya yang mulia"
Eps. 7 selesai