Ratu Dunia Lain

Ratu Dunia Lain
Menolong Seseorang


__ADS_3

"Uh…. Hoamm" Serena terbangun dari tidurnya.


"Yang mulia anda sudah bangun"


Serena membuka matanya perlahan lahan. ia manatap kesekelilingnya, dan mendapati bahwa ia tertidur dipangkuan Alvin.


"Apa aku masih bermimpi? Mengapa langsung melihat wajah tampan Alvin saat membuka mata?" Ucap serena dengan pelan sambil menyentuh wajah Alvin.


Alvin mencoba untuk tersenyum dengan wajahnya yang merona.


"Yang mulia ini bukan mimpi, ini kenyataan"


"(Sebantar… sebentar… kenapa wajah alvin begitu nyata saat ku sentuh. Aku harus melakukan itu..)"


Serena mencubit pipi nya. 


"(Aduh! Sakit! Bentar.. berarti ini bukan mimpi!!)"


Serena hanya terdiam karena mengetahui bahwa ini adalah kenyataan dan bukan mimpi.


"Yang mulia ada apa, kenapa anda mencubit diri anda sendiri"


"(Habislah!! Pasti dia mendengar ucapanku tadi, malu banget rasanya. Ini harus ganti pembicaraan)"


"Tak ada apa apa" segera bangun dari pangkuan Alvin


"Alvin apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ketiduran?" Tanya serena sambil menahan rasa malu


"Seingat saya, sewaktu berangkat tadi yang mulia terlihat begitu lelah dan tertidur setelah menaiki kereta kuda"


"Apa yang mulia melakukan sesuatu hingga tak tidur semalam. Apa anda merasa kesepian karena tak ada saya disamping anda" ucap alvin 


"Mungkin karena perjalanan kita yang amat melelahkan, sehingga aku membutuhkan lebih banyak waktu untuk istirahat"


Alvin hanya tersenyum sambil menatap Serena. Setelah itu Serena termenung memikirkan apa yang sebenarnya terjadi tadi malam.


"(Ini semua karena notifikasi yang di beri sama Lion semalam, aku jadi ngantuk seperti ini)"


"(Tapi… Aku masih kepikiran sama orang yang kutolong semalam)"


☆SEMALAM☆


"Ting.. Tong… Ting… Tong…"


"Tuan, ayo bangun"


Serena menguap dan membuka mata perlahan lahan.


"Hooam… Lion ada apa? Kenapa kasih notifikasi malam malam gini"


"Aku membangunkan tuan karena ada sebuah misi"


"Apa tak bisa esok pagi saja"


"Tak bisa tuanku ini adalah sebuah misi tersembunyi. Jadi hanya ada disaat tertentu saja"


"Aku tak akan bangun dari tempat tidurku jika misi ini tak memiliki hadiah yang sepadan dengan tidur malamku" ucap serena


"Tuan bisa mengeceknya sendiri di daftar misi"


"Sebentar…"


Serena mengecek status misi di layar permainan miliknya. Nama misi itu adalah "Menolong Seseorang". Serena tampak ragu saat melihat misi itu. Namun setelah melihat hadiah dari misi itu, sontak ia bangun dari tempat tidurnya dan bersiap untuk pergi keluar. 


Lion yang melihat Serena pun terdiam.


"Ayo Lion, kenapa kamu malah bengong "


Lion menggelengkan kepalanya


"Baiklah tuanku mari kita berangkat sekarang" bicara dengan sangat gembira


Serena dan Lion pun menyelinap pergi diam diam dari perkemahan.


Sesaat kemudian…


Serena dan Lion tiba dipedalaman hutan.


Serena menghentikan langkahnya di sebuah batu besar di sana.


"Hei Lion, sebenarnya dimana tempat itu"

__ADS_1


"Tenang tuanku. Kita sudah sampai di tempat tujuan"


"Tapi kenapa tak ada notifikasi dari sistem"


"Tuan hanya perlu menunggu saja disini"


"Hmm… baiklah"


Serena melihat sekelilingnya. Tampak segerombolan kunang kunang berainar dengan terang.


"Wah!! Ada kunang kunang disini. Indah nya"


Serena pun duduk di sebuah batu besar  sambil menikmati cahaya kunang kunang yang indah disana. 


Disaat  yang bersamaan, dikedalaman hutan…


"Hahh.. hahh.. hahh.." berlari dengan napas yang terengah engah. Ia berlari dengan kondisi tubuh berlumuran darah.


"Khe.. khe.. khe...  hei pangeran jangan kabur kau. Menyerahlah, kau tak kan bisa kabur dari kami. Khe… khe… khe…"


"(Aku harus lebih cepat agar mereka tak dapat menangkapku)"


Sang pangeran berlari dengan segenap tenaganya yang tersisa. Ia berlari, terus berlari, hingga pada akhirnya ia melihat cahaya kunang kunang yang bersinar terang. Ia mendekat cahaya itu, dan melihat seorang wanita cantik duduk diatas sebuah batu dengan dikelilingi segerombolan kunang kunang.


"(Siapakah dia? Dia sangat bercahaya... )"


Sang pangeran pun akhirnya terjatuh lemas. 


"BRUKK"


Tak lama setelah pangeran terjatuh, alarm dari layar permainan serena pun muncul. Serena yang mendengar suara alarm itu pun melihat sekelilingnya. Dan saat Serena menoleh kebelakang, ia melihat seseorang terkapar disana. Serena pun mendekati orang itu.


"Ternyata seorang pria tampan, lalu mengapa ia sampai terluka parah seperti ini. Tapi untunglah kamu masih mempertahankan kesadaranmu" ujar Serena


Lalu tak lama setelah Serena mendekati pria itu terdengar langkah kaki yang begitu ribut mendekati mereka. Serena yang mendengar suara tersebut dengan segera membawa pria itu dengan sihirnya dan bersembunyi di sebuah gua.


"Untuk sekarang sebaiknya kita bersembunyi dulu di gua ini, saat ini aku yang akan merawatmu" 


Sang pangeran melihat wajah Serena dengan samar samar.


"(Ternyata dia begitu cantik)" ucapnya  dalam hati


Setelah itu ia pun kehilangan kesadarannya.


"Lion… oh Lion…"


"Ada apa tuanku?"


"Bantu aku tutup jalan keluar gua ini untuk sementara sampai mereka yang mengejarnya pergi"


"Baiklah tuan"


Lalu Lion mengucapkan sebuah kalimat, dan tiba tiba batu dari langit langit gua berjatuhan dan menutup jalan keluar gua itu.


"Gelap sekali. Apa aku buat api unggun aja ya"


Serena pun membuat api unggun dengan sihirnya.


"Oke. Sekarang tinggal ngobatin dia"


Serena pun menggunakan sihir penyembuhnya dan tubuh pria itu sembuh tanpa luka yang membekas. Setelah itu Serena melakukan analisis untuk mengetahui identitasnya. Dalam data hasil analisis dijelaskan jika  pria itu adalah seorang pangeran bangsa elf bernama Eldar Nandor, dan berasal dari kerajaan Cuivienen.


"Jadi dia seorang pangeran pantaslah parasnya menawan" 


"Aku harus kembali ke perkemahan sekarang juga sebelum mereka mendapati aku tak berada di tenda"


 Serena pun meninggalkan beberapa obat dan surat untuk pria itu.


"Hooaam… ngantuknya. Pokoknya aku harus tidur setelah sampai nanti" berjalan


 Namun saat Serena hendak menghancurkan reruntuhan batu yang menutup jalan keluar gua, tiba tiba ia mendengar suara orang yang membicarakan pria itu.


"Khe… khe… khe… tak usah bersembunyi kau pangeran. Cepatlah keluar!"


"(Ooh jadi mereka para penjahat yang mengejar pria tadi)"


Akhirnya Serena menghancurkan reruntuhan itu dengan sihir. Reruntuhan yang menutupi jalan itu terhempas keluar dengan berisik. Lalu orang orang yang mengejar Eldar menghampiri suara itu dan menemukan Serena di sana. Tak lama kemudian sebuah notifikasi pun muncul di hadapan Serena. Setelah Serena baca ternyata ada 10 monster kegelapan berada disekitar.


"Wah… wah… wah… ternyata seorang manusia wanita berada disini" 


"Akan lebih baik jika kamu bermain bersama kami khe… khe… khe…"

__ADS_1


Serena menguap"(Berisik banget sih)"


"Pergilah kalian dari hadapanku!! atau aku akan menghancurkan kalian semua" ucap Serena dengan wajah kesalnya


"Berani beraninya kamu bicara kasar kepada kami! Apa kamu yakin bisa menanggung akibatnya nanti" ucap bos monster


"Apa kalian pikir aku akan takut melawan kalian. Dasar para  monster lemah "


Lalu salah satu dari monster itu menodongkan senjata dan berlari ke arah Serena.


"Dasar manusia kurang ajar!!" 


Serena menatap monster itu dengan tatapan tajam. Dan seketika monster itu berhenti bergerak.


"Aku sudah memperingatkan kalian untuk pergi dari hadapanku. Tapi ternyata kalian tak menghiraukannya. Baiklah aku akan menemani kalian bermain" sambil menatap para monster dengan tatapan  jahat


Lalu Para monster kegelapan yang mendengar ucapan Serena itu  gemetar  ketakutan.


   


[ DISISI LAIN ]


Alvin merasa cemas dengan Serena yang kini diam termenung sedari tadi. Alvin pun melambaikan tanganya di wajah Serena. Namun tak ada sedikitpun respon dari Serena.


"Yang mulia… Yang mulia…" ucap Alvin sambil melambaikan tangannya


Dan akhirnya Alvin memberanikan diri untuk menepuk pundak Serena. 


"Yang mulia" menepuk pundak Serena


Serena yang terkejut sontak mengucapkan apa yang ada di pikirannya.


"Monster kegelapan" ucap Serena dengan spontan


"Yang mulia ada apa dengan monster kegelapan. Apa anda mendapat ramalan lagi"


"(Aduh!! Pakai keceplosan lagi. Gimana ya menjelaskannya. Oh, aku ada ide...)"


"Sebenarnya aku pernah melihat para monster kegelapan itu dalam ramalan yang ku terima sebelumnya. Sehingga aku terus memikirkan bagaimana keadaan di wilayah timur saat ini"


"Yang mulia tenang saja saya yakin mereka bisa bertahan sampai kita tiba nanti" sambung Alvin


Serena menganggukkan kepalanya.


"(Untunglah Alvin percaya dengan ucapanku tadi)" Serena merasa lega


Tak terasa langit mulai malam. Semua orang memutuskan mendirikan tenda untuk beristirahat, dan melanjutkan perjalanan esok hari. Serena merasa khawatir saat melihat bulan yang bersinar indah malam itu.


"Sebentar lagi peperangan akan terjadi. Apakah aku sudah cukup siap untuk ini" 


Kemudian Lily datang membawakan makan malam untuk Serena. 


"Lily Makanan ini aromanya sedap sekali. Aku tak sabar untuk segera menghabiskannya"


"Makanlah dengan perlahan yang mulia, karena itu masih panas" ucap Lily


"Baiklah" jawab serena


Disaat yang bersamaan, di suatu tempat…


Seseorang duduk di dahan pohon yang tinggi. Ia tersenyum saat melihat bulan yang bersinar kala itu.


"Aku tak akan pernah melupakan pertolonganmu. Wahai penyelamatku Serena Astrisia" 


Disaat Serena sedang makan tiba tiba ia bersin.


"Yang mulia apa anda sedang tidak enak badan"


"Sejujurnya aku merasa sedikit lelah"


"Kalau begitu segeralah anda tidur setelah usai makan nanti, agar anda merasa segar kembali saat bangun esok"


Serena menganggukan kepalanya.


"(Tapi entah mengapa aku merasa seperti ada seseorang yang sedang membicarakanku ya)"


"(Mungkin ini terjadi karena misi yang diberikan Lion kemarin. Misi yang memintaku "menolong seseorang" didalam hutan yang dingin dan gelap. Ah, sudahlah yang penting aku dapat hadiah dari misi itu)" ucap serena dalam hati


Dan Serena pun melanjutkan makan malamnya.


Eps. 9 Selesai

__ADS_1


                               


 


__ADS_2