Ratu Medan Perang

Ratu Medan Perang
PROLOG


__ADS_3

PROLOG


Alletha Giordano III, umur 18 tahun, anak dari Raja Steven Giordano dan Ratu Bridania Verdasco. Aku merupakan anak perempuan satu-satunya di Keluarga Kerajaan Camellia. Aku punya 4 saudara laki-laki yaitu, Pangeran Wilson Giordano I sebagai kakak tertua, Pangeran Hendrick Giordano II sebagai kakak ke-2, Pangeran Albert Giordano IV sebagai adik ke-4, dan Pangeran Brian Giordano V sebagai Pangeran Kecil.


Kerajaan Camellia merupakan Kerajaan termegah di Negeri Sembilan Api. Kerajaan Camellia dijuluki sebagai "Raja Sembilan Api". Kerajaan Camellia jiga di takuti oleh hampir sebagian wilayah Negeri Sembilan Api, bukan tanpa alasan itu karena Kerajaan Camellia mempunyai kekuatan pasukan siap tempur yang tidak bisa di remehkan. Salah satunya adalah kekuatan Pasukan Utama atau Pasukan Inti.


Pasukan Utama ini di pimpin oleh Jenderal Alletha Giordano III. Belum ada yang pernah menang melawan Pasukan Phoenix pimpinan Alletha Giordano III



Awalnya diangkatnya Alletha menjadi Jendral perangkat memang ditentang oleh keluarga kerajaan, tetapi dengan tekat yang kuat Putri Alletha berhasil meyakinkan keluarga kerajaan dan di angkat menjadi Jendral pasukan Utama Phoenix.


Dalam setiap peperangan Putri Alletha selalu di temani oleh kedua kakaknya yaitu, Pangeran Wilson Giordano dan Pangeran Hendrick Giordano II.


BIODATA KELUARGA GIORDANO


Raja Steven Giordano adalah Raja dari Kerajaan Camellia, suami Ibu ku, serta Ayah dari Putri Alletha Giordano III, Pangeran Wilson, Hendrick, Albert, dan Brian Giordano.


Ratu Britania Verdasco adalah Ratu Kerajaan Camellia, istri Ayahku, serta Ibu dari Putri Alletha Giordano, Pangeran Wilson, Hendrick, Albert, dan Brian Giordano.


Pangeran Wilson Giordano I, umur 29 tahun, adalah kakak tertua ku, Pangeran Wilson merupakan Panglima Pasukan batalion 10 Philip. Pangeran Wilson mempunyai sifat yang dingin, cerdas, sedikit emosional, sedikit kejam, dan sedikit perhatian. Putri Tania Fransco II adalah istrinya dan Pangeran Alex Giordano adalah anaknya.


Pangeran Hendrick Giordano II, umur 21 tahun, kakak kedua ku, Pangeran Hendrick juga merupakan pemimpin pasukan batalion 12 Heart. Sifatnya penyabar, perhatian, cerdas, tegas, dan berani. Tunangan nya ialah Putri Bella Melodius II.


Pangeran Albert Giordano IV, umur 15 tahun, adik ke 4, sifatnya hampir sama dengan Pangeran Wilson Giordano I.


Pangeran Brian Giordano V, umur 5 tahun, adik ke 5, seorang Pangeran Muda Giordano.


*******


"Kak, sebaiknya kita harus membuat strategi untuk mengalahkan pasukan dari Negeri Sembilan Api bagian Selatan ini. Kekuatan mereka hampir sebanding dengan kita" ucap Alletha sambil menatap peta Negeri Sembilan Api.


"Ya, memang kita harus menyusun strategi itu dari sekarang. Tapi, strategi seperti apa?" tanya Pangeran Wilson.


"Allyra, apa sebaiknya kita panggil para pemimpin pasukan?" tanya Pangeran Hendrick padaku.


Memang pada Perang kali ini, aku dan kedua ke-dua kakak ku ikut berperang. Aku dan mereka sama-sama pemimpin pasukan utama Phoenix, pasukan kanan batalion 12 Heart, dan pasukan kiri batalion 10 Philip.


Perang kali ini, merupakan Perang dengan taruhan kekuasaan. Bagi yang menang akan mendapatkan sebagian besar kekuasaan tanah kerajaan yang kalah, dan begitu pun sebaliknya.

__ADS_1


"Baik, aku akan memanggil ketua pasukan" ucap Alletha.


"Pengawal, panggil ketua masing-masing setiap pasukan!"


"Baik, putri"


Tak lama kemudian para ketua dari masing-masing pelukan berkumpul pada tenda utama. Setidaknya ada 10 orang ketua pasukan, 2 jendral pasukan, dan 3 panglima.


Penyusunan rencana akhirnya dimulai, dengan penuh ketelitian dan kehati-hatian, mereka menyusun rencana stategi mereka untuk mengalahkan Negeri Sembilan Api bagian selatan.


Usulan demi usulan dilontarkan oleng masing-masing ketua pasukan, dan bermusyawarah membuat satu kesatuan utuh tanpa adanya perpecahan.


"Izin yang mulia Pangeran dan Putri.. menurut saya, kita sebaiknya berpencar untuk mengelabuhi mereka, saat mereka lengah kita memiliki kesempatan menyerang" kata salah satu ketua pasukan 1 Peter.


"Berpencar seperti apa yang kau maksud Peter?" tanya Pangeran Wilson.


"Berpencar dengan membagi pasukan menjadi 2 bagian. Satu bagian akan menyerang dari arah depan dan pasukan satunya dari arah sebaliknya"


"Tapi pertama kita harus melihat seadanya situasi lebih dulu, Jika situasi tidak memungkinkan kita berpencar, kita tidak akan bisa menyerang. Malah sebaliknya malah kita yang akan mengalami kekalahan" Alletha menjawab tegas usulan Peter.


Usulan-usulan sudah dilontarkan, mereka tinggal hanya meringkas dan menjadikan usulan itu di sepakati bersama. Dan munculah ide dari 2 orang yaitu, Alletha sendiri dan Pangeran Hendrick.


"Ide bagus Alletha. Tapi, siapa yang akan menyelinap ke dalam pasukan itu?" tanya Pangeran Wilson.


"Kita akan utus setidaknya 3 orang untuk menyelinap dan kami tidak akan memaksa kalian, kami haya mencari sukarelawan" jelas Pangeran Hendrick.


Orang-orang berdiskusi tentang siapa yang akan menyelinap ke pasukan musuh itu. Dan pasukan yang menyelinap akan di beri lencana kerajaan dan harus di simpan.


"Saya bersedia yang Mulia!" ucap salah satu ketua pasukan 4, Adam.


"Saya juga bersedia!" ketua pasukan 2, James.


"Alletha aku akan masuk menyelinap" ucapan Pangeran Hendrick membuat semua orang di tenda itu terkejut mematung.


"Tapi kak.."


"Ini demi pasukan, demi kerajaan, dan demi kita semua"


"Jika itu keputusan mu, tidak apa, aku hargai. Tapi, berjanji 1 hal padaku"

__ADS_1


"Apa itu?"


"Berjanji untuk tidak terluka"


"Ya, aku berjanji"


"Baiklah, kita selesai semua bubar, dan jangan lupa pada posisi kalian. Bagi yang menyelinap segeralah berangkat" tukas Pangeran Wilson.


"Dan 1 hal lagi, penyelinap itu akan beraksi saat sudah ada di medan perang. Saat Alletha mengangkat lencana kerajaan, kalian semua harus melawan musuh yang mengelilingi kalian"


"Baik!"


Mereka pun degan teratur keluar dari tenda itu, 3 orang orang yang akan menyelinap itu bersiap-siap untuk berangkat.


******


Pagi-pagi buta mereka sudah bagun dari tidurnya, langsung mempersiapkan diri berangkat menuju medan perang. Baju-baju zirah sudah dikenakan Alletha, Pangeran Wilson dan yang lain.


Para prajurit sudah bersiap untuk berperang, berbaris sesuai dengan kelompok dan pimpinan nya, pedang sudah mereka genggam, bendera kerajaan sudah mereka kibarkan, busur panah sudah siap, tombak di pegang dengan berani, dan kuda-kuda yang sudah menanti tuan mereka.


Tak lama kemudian Alletha keluar dari tenda istirahat nya. Alletha tampak gagah berani dengan bakutan baju zirah itu dengan pedang yang dibalut sarung indah disebelah kiri.


Rambut panjangnya yang di gulung sedemikian rupa. Berjalan dengan gagah nan anggun mendekati pasukan nya, pasukan utama Phoenix.


Di susul dengan Pangeran Wilson yang juga tidak kalah gagah dari sang adik, Alletha. Dengan memakai baju zirah nya, Pangeran Wilson tampak sangat tampan, kharismatik, gagah, berani, dan juga di segani. Dengan membawa pedang andalannya, ia berjanji akan membawa kemenangan untuk Kerajaan Camellia.


Mereka menaiki kudanya dan memberikan sedikit arahan dan semangat untuk para prajuritnya dan berdoa semoga kemenangan bisa mereka raih.


"Dengar semuanya! kita berkumpul disini bukan untuk bermain, melaikan kita telah di percayakan untuk mewakili atas nama Kerajaan Camellia untuk memenuhi janji perang dengan Negeri Selatan!" ucap Pangeran Wilson tegas sambil memandang para prajuritnya.


"Angkat senjata kalian! tunjukkan bahwa kita bukan kerajaan yang lemah! Kerajaan Camellia! kerajaan terkuat di seluruh penjuru Negeri Sembilan Api! berperanglah dengan penuh keberanian! tanamlah tekat api dalam hati kalian! hidup kerajaan Camellia!" tegas Alletha.


"Hidup kerajaan Camellia! hidup kerajaan Camellia!" berseru dengan kompak para prajurit.


"Siapkan posisi! rapih kan formasi! kita akan bergerak menuju medan pertempuran!" tegas kembali Pangeran Wilson.


"Jalan!"


Mendengar aba-aba Jendral nya, semua pasukan bergerak dengan teratur dan rapi. Dalam perang kali ini mereka membawa 20 ribu prajurit. Dan ada sekitar 50 prajurit yang tidak ikut berperang karena mereka ditugaskan menjadi camp mereka.

__ADS_1


Setelah menempjj perjalanan bersama mereka tiba bersamaan dengan pasukan musuh. Kedua Jendral kubu masing-masing saling menatap sinis pasukan musuhnya.


__ADS_2