Ratu Medan Perang

Ratu Medan Perang
COME BACK


__ADS_3

COME BACK


Pagi ini, Alletha, Pangeran Wilson, dan Pangeran Hendrick beserta semua prajurit yang tersisa kembali ke kerajaan Camellia.


Selama perjalanan mereka 2 kali beristirahat. Saat istirahat yang ke-2 mereka berhenti di sebuah sungai. Prajurit yang kehausan meminum air sungai itu yang bersumber langsung dari Pegunungan Venue.


Alletha turun dari kudanya dengan hati-hati, ia menuju sungai itu, kalau membasuh mukanya dengan air sungai itu.


"Ahh.. segar" ucap Alletha.


Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka. Setelah berjam-jam mereka berjalan, akhirnya mereka sampai di kerajaan nya. Terlebih dulu mereka melewati ruang-rumah rakyat kerajaan Camellia.


Kedatangan mereka disambut dengan suka cita oleh seluruh rakyat nya. Gemuruh tepuk tangan menyertai mereka, dan saat itu ada seorang gadis kecil yang memberikan setangkai bunga untuk Alletha dan Pangeran.


Awalnya gadis itu tidak diperbolehkan oleh para prajurit yang mengawal Alletha, tapi Alletha memberi izin gadis itu.


"Putri.. boleh aku memberi bunga ini padamu?" tanya gadis kecil itu.


"Menyingkir lah, anak kecil! tuan putri dan Pangeran sungguh sangat lelah" kata prajurit dapat gadis kecil itu dengan nada keras.


Alletha dan Pangeran kembali turun dari kudanya dan mendekati gadis kecil itu. Alletha berlutut untuk menyamakan tinggi gadis kecil itu.


"Kalian berhenti!" bentak Alletha.


"Maaf putri.." ucap mereka sambil membungkuk.


"Gadis kecil, siapa namamu?" tanya Alletha lembut.


"Aku Lisa" jawab Lisa, gadis kecil itu.


"Nama yang bagus" puji Alletha sambil mengelus puncak kepala Lisa.


"Putri.. ini bunga untukmu" Lisa menyodorkan setangkai bunga daisy pada Alletha.


"Bunga daisy?" tanya Alletha.


"Putri tidak suka ya.." jawab Lisa dengan wajah murung.


"Tentu tidak, aku sangat menyukai bunga daisy ini" jawab Alletha senyum.


"Benarkah?" tanya Lisa.


"Iya" Jawab Alletha senyum.


"Kalo gitu, bunga ini buat putri" Lisa menyodorkan bunga daisy itu.


"Baiklah" Alletha menerima bunga itu.


"Lisa, tidak ada bunga untuk kami?" tanya Pangeran Hendrick.


"Pangeran Hendrick? ada aku punya bayak bunga. Pangeran ingin punya apa?" tanya Lisa.


"Apa pun yang penting bunganya cantik seperti Lisa" jawab Pangeran Hendrick.


"Sebentar" kata Lisa sambil mengambil kembali 2 tangkai bunga.


Kali ini bunga yang diberikan Lisa berbeda, Lisa mengambil setangkai bunga mawar untuk Pangeran Hendrick. Bunga mawar itu masing sangat segar dan harum.

__ADS_1


"Ini untuk Pangeran Hendrick" ucap Lisa tersenyum.


"Terimakasih Lisa!" jawab Pangeran Hendrick.


Setelah memberikan bunga untuk Pangeran Hendrick, Lisa berjalan ke belakang Pangeran Hendrick. Ya! Lisa berjalan menuju Pangeran Wilson.


"Pangeran.. ini untuk mu" kata Lisa.


"Bunga lily ya.. terimakasihkasih" jawab Pangeran Wilson.


Setelah itu Alletha dan Pangeran melanjutkan perjalanan ke Kerajaan. Di depan gerbang utama kerajaan, penjaga yang mengawas gerbang langsung membuka gerbang nya.


"Yang Mulia Pangeran Wilson, Pangeran Hendrick dan Putri Alletha telah tiba!!" teriak si penjaga itu.


Gerbang dibuka. Mereka langsng mendapat penghormatan dari prajurit yang berbaris. Alletha, Pangeran Wilson dan Hendrick turun dari kudanya. Kuda itu diserahkan pada prajurit di kerajaan.


Alletha, Pangeran Wilson dan Hendrick berjalan masuk ke kastil mereka. Mereka mendapat hormat dari para menteri kerajaan. Mereka berjalan ke arah singgasana Raja Steven, Ayah mereka dan berlutut.


"Hormat kepada Ayahanda dan Ibunda" kata mereka kompak.


"Bangun lah anak-anak ku" jawab Ayahanda.


"Terimakasih Ayahanda!" jawab kompak.


"Bagaimana dengan perang kemarin?" tanya Ayahanda.


"Raja Edwards mati di medan perang kemarin, kita memang kalah jumlah, tetapi kita berhasil mengalahkan mereka" jelas Pangeran Wilson.


"Tapi terjadi sesuatu dengan All.." lanjut Pangeran Wilson tapi berhasil dibungkam oleh Pangeran Hendrick.


"Alletha yang membunuh Raja Edwards ayah" tukas Pangeran Hendrick.


"Alletha itu berita bagus! ayah bangga padamu!" jawab Ayahanda.


"Dengar semuanya! besok kita adakan perjamuan besar-besaran! sebarkan ke seluruh penjuru Negeri, dan katakan mereka semua di undang oleh ku ke Camelia!" perintah Ayahanda.


"Baik Yang Mulia!!" jawab para menteri.


Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki, ada orang yang berlari ke arah mereka. Tiba-tiba ada yang berteriak kepada mereka.


"Kakak!!" teriak orang itu, Pangeran Kecil Brian.


"Brian?" kata mereka kompak juga.


Pangeran Brian berlari sangat cepat lalu langsung loncat memeluk kakak perempuan nya, Alletha. Alletha pun terjatuh karena itu. Karena itu, Alletha merasa sangat sakit pada bagian punggungnya, tepat saat ia terkena panah. Alletha berusaha untuk menahan rasa sakit itu.


Pangeran Wilson dan Pangeran Hendrick yang tau Alletha amat menahan sakit pada bagian punggungnya itu ikut membantu Alletha.


"Brian, hentikan. Kakak ke-3 sangat lelah, Jangan buat dia semakin lelah, jika kakak ke-3 kelelahan ia akan sakit. Kau mengerti?" tegur Pangeran Hendrick.


"Tapi.. kakak ke-2, aku rindu kakak ke-3" rengek Pangeran kecil.


"Brian.. biarkan kakak ke-3 istirahat, dari kemarin ia belum istirahat" Pangeran Wilson menenangkan Pangeran kecil.


"Arghh.." Alletha meringis pelan namun cukup untuk terdengar.


"Brian, kenapa tidak permain dengan Pangeran kecil Alex?" Pangeran Wilson memberi saran agar Pangeran kecil perban dengan anaknya, Pangeran Alex.

__ADS_1


"Benar juga!" jawab Pangeran kecil semangat, saking semangatnya ia yang duduk di perut Alletha, loncat di perut Alletha sangat kuat


"Hehk! Ah.." ringis Alletha.


"Brian! jaga sikap!" bentak Ayahanda.


"Ayahanda... Maaf.." Pangeran kecil tertunduk murung dengan air mata yang hampir jatuh.


"Syutt.. jangan menangis oke? aku tidak papa" Alletha menenangkan Pangeran kecil.


"Benarkah? Kakak ke-3 tidak marah?" tanya Pangeran kecil.


"Tentu tidak!" jawab Alletha tersenyum kecil.


"Kalau begitu, kakak ke-3 kau istirahat lah. Aku akan bermain dengan Alex!" tambah Pangeran kecil.


"Baik. Brian.. Terimakasih ya!" jawab Alletha tersenyum.


Pangeran kecil berlari lagi menuju kamar Pangeran kecil Alex. Setalah Pangeran kecil pergi, Alletha baru bisa berdiri lagi setelah dari ditindih Pangeran kecil.


"Ayahanda.. bisakan kami.." ucapan Alletha yang belum selesai sudah dipotong oleh Ayahanda.


"Kalian istirahatlah" kata Ayahanda penuh perhatian.


"Baik Ayahanda! Izin mengundurkan diri!" jawab kompak. Allyra, Pangeran Wilson dan Hendrick kembali ke kamarnya.


Saat Alletha berbalik, memua orang yang ada di tempat itu terkejut begitupun dengan Ayahanda dan Ibunda.


"Alletha, ada apa dengan punggung mu?" tanya Ayahanda mendadak.


"Apa?!" Alletha terkejut dalam hatinya.


"Ayahanda tau?" tanya Pangeran Wilson dalam hati.


"Habislah!" Pangeran Hendrick khawatir.


"Maksud Ayahanda?" tanya kembali Alletha berpura-pura tidak tau.


"Punggung mu berdarah. Ingat jangan coba-coba berbohong!" perintah Ayahanda.


"Sayang, punggung mu.. apakan terluka?" tanya Ibunda.


Alletha pun tidak bisa menyembunyikan luka nya terlalu lama. Pangeran Wilson dan Hendrick pun tidak bisa berbuat apa-apa. Alletha mengakui semuanya di hadapan Ayahanda, Ibunda, Pangeran, dan semua mentri yang ada di sana.


"Benar Ibunda. Ayahanda, punggung ku terluka saat berperang kemarin. Saat itu aku dikepung pasukan musuh dan salah satu musuhku menembakan akan panah tepat di punggung ku. Itulah sebabnya punggung ku terluka" jawab Alletha yang terpaksa sedikit berbohong tentang lukanya.


Pangeran Hendrick pun kaget dan sangat merasa bersalah karena tidak bisa mengada Alletha di medan perang. Pangeran Hendrick yang ingin menceritakan semuanya langsung di hentikan oleh Pangeran Wilson.


"Hendrick, jangan berbicara!" cegah Pangeran Wilson.


"Tapi.." Pangeran Hendrick tidak melanjutkan bicaranya. Ia di plototin Pangeran Wilson.


"Baiklah" jawab Pangeran Hendrick tak berdaya.


"Cepat kembali ke kamarmu, obati luka itu, jangan sampai luka itu tambah parah!" perintah Ayahanda sedikit membentak.


"Baik Ayahanda.." jawab Alletha.

__ADS_1


"Alletha, lain kali lebih hati-hati" saran Ibunda pada Alletha.


__ADS_2