
Sepanjang perjalanan menuju kerajaam Parsifal Alletha dan Kevin terus bersama. Ayahanda, Albert, Wilson, dan 1 menteri sudah sampai di Kerajaan Parsifal lebih dulu dari pada Alletha dan yang lain. Tapi tak lama terdengar lah suara kuda, Alletha, Kevin, dan Hendrick juga sudah sampai di sana.
Tapi pemandangan mengejutkan dilihat oleh Ayahanda dan yang lain di depan pintu masuk istana kerajaan. Ya tau lah, itu loh Kevin berkuda nya bareng Alletha. **Harusnya disana mereka punya handphone gitu kek, buat di foto:v***.
"Kevin benar-benar menyuka Alletha, tapi apa Alletha juga punya perasaan yang sama? Alletha tidak pernh sedekat ini dengan pangeran lain setelah kejadian itu, kecuali kakak dan adik nya" ucap Ayahanda dalam hati.
"Sudah, Kevin turun dulu" ucap Alletha.
"Iya" jawab Kevin sambil turun dari kudanya.
Mereka menyerahkan kudanya pada para penjaga. Alletha mendekati Ayahanda, Albert, Wilson, dan menteri kerjaan
"Kakak ke-3, mna kuda mu?" tanya Albert.
"Dia lari" jawab Alletha.
"Lari? yang benar? bukan karena kamu sengaja membuat kuda itu lari agar kamu bisa berkuda dengan Pangeran Kevin bukan?" goda Albert. Godaan Albert membuat Alletha jengkel.
"Anak kecil tidak tau apa-apa" Alletha memasang muka acuh.
"Cieeee.... kalian pacaranya?" goda Albert lagi.
"Bilang sekali lagi! aku robek mulut nyinyir mu itu!" jawab Alletha dengan nada keras dan sedikit emosi.
"Duhhh.. Ayah.. Albert takut.. ahahahahaha...!" tambah Albert.
"Ayahanda, lebih baik kita cepat" saran Alletha, tapi sebenarnya Alletha hanya mengubah topik pembicaraan biar Albert dan mulut nyinyir nya itu diem.
"Baik ayo!" jawab Ayahanda.
"Silahkan Ayahanda.." ucap Kevin sopan.
Mereka berjalan menuju ruang utama. sampai di depan pintu besar itu Keluarga Giordano berhenti dan membiarkan Kevin masuk lebih dulu.
"Yang Mulia. Pangeran Kevin sudah sampai di Kerajaan, meminta izin menemui Yang Mulia Raja" ucap penjaga yang bertugas menjaga pintu utama.
"Kenapa minta izin? masuk!" jawab Raja Zucca.
"Baik Yang Mulia!" jawab penjaga itu. Setelah mendapatkan jawaban penjaga mundur dari hadapan Raja dan menghampiri Kevin.
Kevin masuk ke ruangan, mendekati Ayahanda yang duduk di singgasana Raja itu. Di depan singgasana Raja Kevin berlutut memberi hormat.
"Berdiri" ucap Raja Zucca. Kevin tidak menjawab dan langsung berdiri.
__ADS_1
"Ayahanda, kita punya tamu" ucap Kevin.
"Siapa?" tanya Raja Zucca.
"Keluarga Giordano, kerajaan Camellia" jawab Kevin.
"Masuk" perintah Raja Zucca. Kevin haya mengangguk pelan, lalu meberikan kode ke penjaga. Tak lama keluarga Giordano masuk ke ruang utama itu.
"Raja Steven!" sapa Raja Zucca sambil beranjak dari singgasana nya.
"Raja Zucca" sapa balik Ayahanda. Raja Zucca mendekati Ayahanda dan yang lain. Melihat ada Alletha, Raja Zucca menyapa Alletha ramah.
"Putri Alletha!" sapa Raja Zucca.
"Yang Mulia senang bertemu" Alletha menjawab sapaan dengan sopan juga.
"Apa yang membawa kalian kesini?" tanya Raja Zucca.
"Kami ingin berdiskusi tentang masalah kerajaan" jawab Ayahanda.
"Baiklah, mari kita berbicara di ruangan ku aja" ajak Raja Zucca.
"Baik!" jawab mereka.
"Silahkan duduk" suruh Raja Zucca.
"Terimakasih" jawab kompak semua.
Saat Alletha akan menarik kursinya ada seseorang yang lebih dulu menarik kursi itu, Kevin. Kevin sengaja melakukannya untuk Alletha. Alletha menerima senang hati.
"Terimakasih Kevin" ucap Alletha.
Mereka pun mulai membahas maksud kedatangan mereka.
"Steven, apa yang ingin kamu bicarakan padaku" tanya Raja Zucca membuka topik pembicaraan.
"Baiklah langsung ke intinya saja. Kami ingin mengajakku untuk kerjasama" jelas Ayah.
"Kerjasama apa?"
"Kerajaan Camellia mendapatkan ultimatum dari negeri bagian Barat daya, Timur laut, dan Utara. Mereka semua bekerjasama untuk menghancurkan Camellia. Kami di beri waktu 7 hari untuk memilih, berperang atau mengalah"
"Dan tadi kami diberitahu oleh Kevin bahwa Kerajaan Parsifal juga mendapatkan ultimatum sari wilayah yang sama" tambah Wilson.
__ADS_1
"Ya! Kerajaan Parsifal memang mendapatkan hal yang sama. Karena ini baru hari ke 3, maka aku juga belum memutuskan" jawab Raja Zucca.
"Apa?! ini sudah hari ke 3 dari 7 hari ultimatum itu berakhir. Berarti Ayahanda mendapatkannya saat aku, dan kakak berperang 3 hari lalu?" tanya Alletha spontan.
"Ya, lebih tepatnya ultimatum itu di umumkan pada waktu siang. Ayah tidak memberitahu karena takut kalian cemas, apalagi saat itu kalian baru saja selesai perang" jelas Ayahanda.
"Baiklah Ayah tidak apa. Jadi apa Raja Zucca mau bekerjasama dengan Camellia?" tanya Alletha.
"Emm... itu bagaimana menurutmu Kevin?" tanya Raja Zucca pada Kevin.
"Tidak ada salahnya kan kita bekerjasama? Kerjasama kali ini bisa memberikan keuntungan untuk semua pihak dan tidak ada yang dirugikan" jawab Kevin.
Raja Zucca hanya manggut-manggut tanda iya mengerti perkataan Kevin.
"Berapa banyak prajurit yang akan kamu suruh berperang?" tanya Raja Zucca.
"Karena 3 hari yang lalu kami kehilangan sekitar 15 ribu prajurit dari 20 ribu, jadi kemungkinan kami haya sanggup mengirim setidaknya 16 ribu" jawab Hendrick.
"Pasukan utama Phoenix punya 100 ribu prajurit. Batalin 10 Philip 15 ribu prajurit, dan Batalion 12 Heart 18 ribu prajurit. Jadi setidaknya kita ambil sebagian" timpak Alletha.
"Kalian tidak mungkin mengirim semuanya kan?" tanya Ayahanda.
"Tidak. Aku setidaknya mengirim 20 ribu prajurit Phoenix, tapi aku tidak tau berapa banyak yang akan dikirim oleh kakak" jawab Alletha serius.
"Batalion 10 Philip hanya akan mengirim 5 ribu orang, yang Mulia tau sendiri pasukan ku tidak sebesar Adik ke-3" ucap Wilson.
"Ahahahaha!! benar sekali" jawab Albert sambil tertawa. Orang-orang yang ada disana malah ikut-ikutan kena virus tertawa nya.
"Benar! Alletha memang lebih unggul dari kami kakaknya sendiri. Aku akan mengirim pasukan dengan jumlah yang sama dengan kak Wilson" ucap Hendrick.
"Baiklah, kami juga akan mengirim 3 pasukan juga tapi belum tau pasti jumlah yang akan dikirim. Untuk jumlahnya nanti akan aku diskusikan dulu dengan para petinggi kerajaan, setelah itu aku akan menyampaikannya lewat Hud, elang milik Kevin" jelas Raja Zucca.
Ayahanda, Alletha dan yang lain menerima pernyataan Raja Zucca.
"Ayah, aku boleh ikut perangkat bersama tidak?" tanya Albert dengan wajah memelas pada Ayahanda.
"Tidak boleh. Ini berbahaya!" jawab Ayahanda.
"Ayahku mohon.." pinta Albert.
"Ahh.. baik kau boleh ikut, tapi dengan syarat latihan perang mu meningkat" ucap Ayahanda.
Mendengar jawaban itu Albert sangat senang bukan main. Setelah selesai urusan di Kerajaan Parsifal, Alletha dan yang lain memutuskan untuk langsung kembali ke Kerajaan untuk melakukan persiapan.
__ADS_1