Ratu Medan Perang

Ratu Medan Perang
PERJAMUAN


__ADS_3

PERJAMUAN


Hari yang di nantikan seluruh Negeri tiba. Yaitu hari dimana Raja Steven mengadakan perjamuan besar-besaran. Seluruh Putri, Pangeran, Raja, Ratu, dan Permaisuri dari berbagai Negeri hadir dia acara itu.


Salah satunya adalah keluarga bangsawan


Al Vander. Keluarga Al Vander juga merupakan keluarga terhebat nomor 1 di Negeri Sembilan Api. Kerajaan Parsifal, merupakan Kerajaan keluarga Al Vander.


**Di kamar Alletha***


"Tuan putri, sudah selesai.." kata pelayan Alletha.


"Baik, kalian boleh pergi" kata Alletha yang masih duduk di kursi rias menatap dirinya di cermin.


"Permisi putri.." jawab pelayan mengundurkan diri.


Di ruang utama, tamu-tanu dari berbagai penjuru sudah hadir di sana. Ayahanda, Ibunda, kakak dan adiknya juga sudah ada di sana. Hanya Alletha yang belum terlihat batang hidungnya.


Orang-orang disana semua menanyakan soal dimana Alletha.


"Raja Steven! Bagaimana kabarmu?" sapa Raja Zucca Al Vander pada Ayahanda.


"Raja Zucca, terimakasih, aku baik-baik saja" jawab Ayahanda.


"Omong-omong dimana anakmu?" tambah Ayahanda.


"Mungkin sebentar lagi dia sampai" jawab Raja Zucca.


Suara langkah kaki terdengar dari pintu masuk. Seorang Pangeran datang ke acara itu. Pangeran yang tampan dan gagah itu memasuki istana.


"Pangeran Kevin Al Vander tiba!!" teriak seorang penjaga.


"Itu dia, Kevin tiba" kata Raja Zucca.


Kevin mendekati Ayah nya. Kevin disana menjadi pusat perhatian seluruh putri yang ada di ruang itu.


"Salam Ayahanda.." sapa Kevin pada Ayah nya, Raja Zucca.


"Ya. Kevin, ini Raja Steven" Raja Zucca mengenalkan Ayahanda.


"Salam Raja Steven.." sapa Kevin sambil membungkuk.


"Bangunlah.." jawab Ayahanda.


Tak lama kemudian, suasana menjadi sedikit berisik. Mereka menatap seseorang yang sedang berjalan turun dari anak tangga. Orang itu nampak sangat cantik, dan anggun dengan balutan gaun bewarna putih.


"Lihat! Itu putri..!" ucapan salah satu tamu.


"Benar, putri Camellia ternyata sangat cantik" tambah takut pria lain.


"Aku ingin menikahinya" kata tamu pria lain.

__ADS_1


Mendengar ribut-ribut dari tamu, Ayahanda, Raja Zucca, dan Pangeran Kevin melihat ke arah tangga.


Mereka melihat Alletha yang sedang turun dari tangga itu. Mata Pangeran Kevin terpana dengan kecantikan Alletha. Ditambah dengan rambut Alletha yang dibiarkan terurai.


Pangeran Wilson yang sedang berbicara dengan Ayah dari istrinya Tania, saja terpana dengan kecantikan sangat adik malam itu. Begitupun dengan Pangeran Hendrick yang sedang berdiskusi tentang rencana pernikahannya.


Alletha berjalan mendekati Ayahanda yang sedang bersama dengan Raja Zucca dan Pangeran Kevin.


"Ayahanda.." sapa Alletha sopan.


"Alletha, anaku.. kamu terlihat sangat cantik malam ini.." puji Ayahanda.


"Terimakasih Ayahanda.." jawab Alletha.


"Alletha kenalkan, ini Raja Zucca dari Negeri bagian utara" ucap Ayahanda memperkenalkan Raja Zucca.


"Salam Raja Zucca" sapa Alletha.


"Bangunlah putri" jawab Raja Zucca.


"Raja Zucca, salah satu bangsawan keluarga Al Vander?" tanya Alletha.


"Kau benar. Tapi lebih baik panggil aku paman Zucca saja" jawab Raja Zucca.


"Baik" jawab Alletha.


"Malam putri" sapa Pangeran Kevin.


"Aku Pangeran Kevin Al Vander. Boleh tau siapa nama tuan putri?" tanya Kevin sopan.


"Aku Alletha Giordano III" jawab Alletha.


Lama berbincang, waktu pun tiba, acara perjamuan dimulai. Mereka duduk di tempat yang di sediakan. Pelayan istana menghidangkan makan asli kerajan Camellia.


Semua orang menikmati makanan mereka. Selesai jamuan merupakan saat yang dinanti-nanti semua orang, yaitu acara dansa. Mereka dipersilahkan untuk berdansa dengan pilihan mereka. Dan saat lampu istana di matian beberapa saat mereka boleh mencium pasangannya.


"Inilah saat yang ditunggu semua orang acara dansa. Kalian semua dibebaskan mencari pasangan dansa masing-masing. Dan saya zediakan sedikit kejutan, nanti saat kalian berdansa lampu istana akan dimatikan beberapa saat, dan kalian bole mencium pasangan kalian" jelas Ayahanda.


"Terimakasih yang mulia!" jawab semua orang.


"Ya silakan!" tambah Ayahanda.


Orang-orang mulai sibuk mencari pasangan dansa mereka. Tapi lain dengan Alletha, ia masih saja duduk di kursinya menatap orang-orang yang sedang memilih pasanganya.


Tak lama kemudian, banyak Pangeran dari penjuru negeri mendekati Alletha yang tengah duduk itu. Mereka mengajak Alletha untuk menjadi pasangan dansanya.


Namun Alletha menghiraukan ajakan para Pangeran itu. Matanya sudah tertuju pada satu orang, Pangeran Kevin. Entah kenapa Alletha tidak bisa berhenti menatap Pangeran Kevin.


Pangeran Kevin yang saat itu juga dikelilingi oleh putri dari negeri lain yang memohon pada Kevin untuk jadi pasangan dansanya. Dan hasilnya sana saja, Kevin menolak ajala mereka dengan halus.


"Maaf tuan putri semuanya, tapi aku sudah punya pasangan dansa ku" kata Kevin yang menolak ajakan putri itu.

__ADS_1


Belum ada yang menjawab, Kevin lagsung berjalan mendekati Alletha yang masih dikerubungi banyak Pangeran dari negeri lain pula. Alletha merasa risih dengan orang-orang itu. Karna itu wajah Alletha berubah.


"Permisi Pangeran" ucap Kevin yang berusaha mendekati Alletha.


Para Pangeran itu lagsung memberi jalan untuk Kevin, mempersilahkan Kevin mendekati Alletha. Alletha terkejut dengan kedatangan Kevin itu, wajahnya sedikit memerah.


Kevin yang sudah ada di hadapanya berlutut kepada Alletha sambil mengangkat tangan kanannya di hadapan Alletha.


"Putri Alletha, bolehkan aku berdansa denganmu?" tanya Pangeran Kevin.


"Sungguh kehormatan bagiku Pangeran" jawab Alletha berdiri sambil menaruh tanganya di atas tangan Kevin.


Pangeran Kevin ikut berdiri dan menggenggam tangan Alletha, bejalan menuju tengah ruangan. Semua mata tertuju pada mereka, termasuk keluarga kerajaan.


"Mainkan musiknya!" tegas Ayahanda.


Musik pun dimainkan, orang-orang memulai dansa mereka. Alletha dan Kevin berdansa dengan indah. Sambil berdansa mereka juga mengobrol kecil.


"Putri.." kata Kevin, tapi belum selesai berbicara sdh dipotong Alletha.


"Panggil saja aku Alletha" jawab Alletha.


"Baiklah. Alletha, apa kau sudah pernah menjalin hubungan dengan seseorang?" tanya Kevin.


"Seperti sepasang kekasih?" tanya balik Alletha.


"Seperti itu lah" jawab Kevin sedikit gugup.


"Aku belum tertarik dengan yang seperti itu" jawab Alletha memandang wajah Kevin.


"Tapi, mungkin aku akan mencobanya.." jawab Alletha kembali.


"Mencobanya?" tanya Kevin.


"Ya" jawab Alletha singkat.


"Alletha, bagaimana jika kamu mencobanya denganku?" ucap Kevin.


Alletha kaget degan ucapan Kevin, ia hanya menatap wajah Kevin dan matanya. Alletha seperti merasakan ketulusan Kevin padanya. Tidak sepatah katapun keluar dari mulut Alletha setelah mendengar ucapan Kevin.


Kevin pun muka pasrah dan berfikir bahwa Alletha pasti akan menolak dirinya. Ia pun siap dengan jawaban Alletha.


Tiba-tiba lampu istana mati, dan ada yang memberitahu mereka untuk menciun pasanganya.


"Lampu istana akan hidup kembali dalam 10 detik. Silakan mencium pasangan anda!" seru seseorang.


Orang-orang mencium pasangan mereka, begitupun dengan Ayahanda yang mencium Ibunda, Pangeran Wilson yang mencium Putri Tania, Istrinya, Pangeran Hendrick yang mencium tunanganya, Putri Bella.


10 detik kemudian lampu istana hidup kembali. Mata orang-orang kebalik tertuju pada Alletha dan Kevin di tengah ruangan. Mereka melihat Alletha berciuman dengan Kevin.


Keluarga Giordano kaget melihat peristiwa itu. Sebab itu merupakan pertama kalinya Alletha berciuman, bisa dibilang *First Kiss* Alletha.

__ADS_1


__ADS_2