
"Jangan.. jangan pergi.." ucap Alletha lirih dalam tidur nya menggenggam erat tangan Kevin.
"Baik, aku tidak pergi. Tenanglah" jawab Kevin.
Akhirnya Kevin tinggal di kamar Alletha. Tangannya masih di genggam erat Alletha. Di bawah orang-orang mencari mereka. Juga Raja dan Ratu. Akhirnya keluarga Al Vander memutuskan pergi ke kediaman tanpa Kevin.
"Raja Steven, kami mohon pamit dulu" ucap Raja Zucca.
"Kenapa buru-buru? tinggal lebih lama" jawab Ayahanda.
"Maaf Raja, kerajaan masih banyak keperluan yang harus di tangani" ucap Raja Zucca.
"Baiklah silahkan" jawab Ayahanda
"Oya, tolong jaga Pangeran Kevin" Tambah Raja Zucca.
"Yang Mulia gimana kalo kita jodohin mereka?" tambah Ibunda.
"Ide bagus Ratu, tapi ada baiknya kita biarkan mereka saling mencintai lebih dulu" jawab Ratu Desma, Ibunda Kevin.
"Benar juga. Baiklah terimakasih" jawab Ibunda.
"Kami permisi" ucap Raja Zucca.
Ayahanda dan Ibunda mengantar Raja Zucca dan Ratu Desma sampai di depan kereta kuda mereka. Tak lama kereta kuda itu berlalu pergi menginggalkan istana. Ayahanda dan Ibunda pun kembali ke dalam.
"Ibunda, Pangeran Kevin masih di kamar Alletha?" tanya Pangeran Albert.
"Mungkin" jawab Ibunda sedikit tersenyum.
"Apa yang mereka lakukan Ibu?" Pangeran Bryan tiba-tiba bertanya. Ibunda pun bingung terdiam ingin jawab apa pada Pangeran Kecilnya.
"Mereka mungkin sedang ngobrol" ucap Ayahanda menjawab pertanyaan Pangeran Kecil.
"Ngobrol ya" ucap Pangeran Kecil.
"Bryan, ini udah malam. Pergi ke kamar dan lekas tidur" ucap Ibunda sambil berjongkok.
"Baik Ibunda" Jawab Pangeran kecil.
Pangeran kecil pergi dengan beberapa pelayanan ke kamarnya. Ibunda juga sudah pergi ke makar untuk beristirahat, tapi Ayahanda masih di ruang pribadinya. Ayahanda masih memikirkan tantang Negeri sebrang yang memusuhi Kerajaan Camellia, dan kemungkinan bisa terjadi perang besar.
"Panggil Pangeran Wilson dan Hendrick menemuiku" suruh Ayahanda pada ajudannya.
"Laksanakan Yang Mulia" jawab ajudan itu.
Ajudan pergi ke kamar Pangeran Wilson dan Hendrick. Mengetuk pintu dengan sopan.
"Pangeran ini saya Agra" ucap Agra, ajudan Ayahanda di depan pintu.
"Masuk" jawab Pangeran Wilson.
Agra masuk ke kamar Pangeran Wilson dan langsung memberitau perintah Ayahanda.
"Waktumu 2 menit. Jadi jangan buang-buang waktu" perintah Wilson.
"Yang Mulia menyuruh Pangeran menghadap" jawab Agra.
__ADS_1
"Baik. Kamu pergi" suruh Wilson kembali.
Agra segera pergpergi dari kamar Wilson dan beralih ke kamar Hendrick. Tau mereka di panggil, Wilson dan Hendrick segera menemui Ayahanda.
Lama mereka berbincang, sampai akhirnya pembicaraan itu di lanjutkan besok bersama dengan Alletha. Mereka kembali lagi ke kamar masing-masing dan beristirahat.
*******
Tengah malam Alletha terbangun dari tidurnya. Alletha bingung kenapa ia ada di dalam kamar.
"Ini di kamar ku? bukannya aku tadi di taman? siapa yang bawa aku ke sini?" gumamnya dalam hati.
Alletha merasa ada yang memegangi tangannya kanannya, Alletha menoleh ke arah kanan. Alletha melihat Kevin yang tidur dengan posisi duduk sambil menggenggam tangannya.
"Kevin? kenapa dia disini?" ucap Alletha.
Tanpa sadar Alletha terus menatap wajah Kevin yang tertidur itu. Alletha merasakan hangat pada tangan kanannya. Jantung nya berdetak sangat kencang, badannya seperti tersengat listrik.
"Ada yang tidak beres denganku" tambah Alletha.
Alletha merasakan iba dengan Kevin. Alletha perlahan melepaskan genggaman Kevin. Alletha turun dari tempat tidurnya. Dan keluar dari kamarnya. Membuka pintu kamarnya sedikit dan berbisik pada penjaga yang menjaga kamarnya.
"Shutt! pengawal! pengawal" ucap Alletha berbisik.
"Kenapa nona?" tanya pengawal itu
"Sini, bawa dia juga" suruh Alletha.
Mereka masuk ke kamar Alletha.
"Tolong angkat dia ke kasur" suruh Alletha. Pengawal itu kaget mendengar ucapan Alletha.
"I.. iya" jawab Pengawal itu.
2 pengawal itu mengangkat Kevin ke kasur setelah itu mereka keluar. Alletha kembali naik ke kasur nya perlahan. Alletha menarik selimut menyelimuti Kevin dan dirinya. Alletha kembali tidur dengan muka yang menghadap Kevin.
******
Sinar matahari meminta ijin untuk membangunkan sang Putri dan Pangeran itu. Kevin lebih dulu bangun setelah mentari mengenai wajahnya. Kevin membuka matanya. Kaget bukan main, Kevin melihat Alletha di depannya pas. Kevin sadar ia ada di atas kasur bersama Alletha.
"Alletha?! aku satu kasur?! kemarin malam aku bukannya tidur di lantai?" ucap Kevin dalam hati.
Tak lama kemudian, Alletha bantuan membuka matanya, Alletha mengucek-ngucek matanya. Alletha melihat Kevin di sebelahnya yang sudah bagun.
"Pagi Pangeran Kevin.." sapa Alletha.
"Alletha.. pagi" jawab Kevin.
Jantung mereka berdetak sangat kencang, ditambah Kevin yah tersenyum pada Alletha. Alletha merasakan kejutan listrik menyerang tubuhnya. Alletha cepat-cepat turun dari kasur. Wajahnya memerah.
"Kevin, aku mau mandi dulu. Bisakah kamu tunggu di luar?" ucap Alletha.
"Tidak. Kamu mandilah, sebagai Pangeran aku tidak akan mengintip" jawab Kevin.
"Tapi..." ucapan Alletha terpotong Kevin.
"Aku jani tidak mengintip. Mandilah nanti gantian aku" ucap Kevin.
__ADS_1
"Baiklah" jawab Alletha yang masih malu.
Alletha menuju pemandian. Berendam dan membersihkan dirinya. selesai itu, Alletha memakai bajunya.
"Sudah selesai. Giliran kamu" ucap Alletha.
"Oke" jawab Kevin.
Kevin mandi. Selesai mandi Alletha dan Kevin turun ke bawah. Mereka menuju ruang makan kerajaan. Di sana orangnya sudah lengkap, Ayahanda, Ibunda, Pangeran Wilson, Hendrick, Albert dan Bryan. Dan ada 2 kursi kosong di sana kursi Alletha. Alletha berjalan menuju kursinya, dan menarik nya lalu duduk.
"Pagi semua" sapa Alletha.
"Pagi Alletha" jawab mereka.
"Eh, Kevin itu ada kursi kosong sebelah Alletha. Kamu duduk di sana aja, kita sarapan bareng" ucap Ibunda.
"Terimakasih Ratu" jawab Kevin.
"Panggil aku " Ibunda" saja" tambah Ibunda.
"Tapi.."
"Ga papa" jawab Ibunda.
Mereka makan bersama dengan Kevin. Suasananya sangat canggung, tidak ada satupun yang berbicara. Akhirnya Pangeran Albert berbicara yang membuat keheningan itu pecah.
"Ayahanda, aku ingin berlatih perang nanti, bolehkah?" tanya Pangeran Albert.
"Tentu boleh. Dengan siapa kamu berlatih?" ucap Ayahanda sambil bertanya.
"Kakak ke-3 boleh?" tanya Albert.
Alletha tiba-tiba tersedak karena mendengar pernyataan Albert yang ingin Alletha jadi patner berlatih nya.
"Uhuk.. uhukk.." Alletha tersedak dan memukul-mukul dadanya.
"Alletha, makan perlahan. Ini minum" ucap Kevin sambil mengambil segelas air. Alletha mengambil gelas berisi air itu dan meminumnya sampai habis.
Keluarga Kerajaan hanya geleng-geleng kepala melihat Alletha seperti itu.
"Alletha?" tanya Ayahanda.
"Iya, kakak ke-3" jawab Albert.
"Hei, kenapa harus aku?" tanya Alletha.
"Karena kamu hebat dalam perang" jawab Albert.
"Albert, Alletha akan mengajarimu nanti. Alletha selesai makan segera ke ruangan ku bersama Wilson, Hendrick, dan Kevin" ucap Ayahanda.
"Baik Ayahanda!" jawab Alletha, Wilson, dan Hendrick.
"Baik Yang Mulia" jawab Kevin.
"Panggil aku Ayahanda aja" suruh Ayahanda.
Alletha kaget dengan pernyataan Ayahanda. Karena ini pertama kalinya Ayahanda menyuruh orang lain yang belum masuk keluarga Giordano untuk memanggilnya "Ayahanda" kecuali tunangan Pangeran Hendrick, Putri Bella Debora III.
__ADS_1
"Baik, Ayahanda.." ucap Kevin sedikit gugup.