Ratu Medan Perang

Ratu Medan Perang
PERANG


__ADS_3

PERANG


Setelah menempuh perjalanan bersama, mereka tiba bersamaan dengan pasukan musuh. Kedua Jendral kubu masing-masing saling menatap sinis pasukan musuhnya.


"Hei! Alletha! ingat ini baik-baik! dengar semua, kalian akan menjadi saksi atas kemenangan ku hari ini! Aku bersumpah akan membunuh Jendral Agung itu dengan tebasan pedang ku ini! Ahahahaha!!" kata Raja Edwards Valentino.


"Hahahaha!! bagus yang mulia, bunuh dia! bunuh perempuan itu!" ucap para prajurit Raja Edwards.


Alletha yang mendengar perkataan itu hanya merespon mereka dengan wajah acuh dan seperti tidak mendengarkan perkataan mereka.


Alletha melihat prajurit musuh masih belum fokus ditambah formasi yang sedikit tidak beraturan. Melihat ada celah Alletha memberi kode pada Pangeran Wikson untuk mulai perang itu. Dan dengan suara pantang Alletha memberi aba-aba pada pasukannya.


"Semuanya serang mereka!! jangan ada yang tersisa!!" suara lantang Alletha itu bergema di telinga para prajurit pasukan utama Phoenix.


"Hyyyaaaa!!!" jawab prajuritnya sambil mengangkat senjata mereka dan berlari kencang ke arah musuh.


"Serang!!" teriak pangeran Wilson sambil mengangkat tangannya laku menubtuk pasukan Raja Edwards.


Karena pasukan Raja Edwards belum siap, mereka yang melihat seluruh pasukan Phoenix , Batalion 12 Heart, dan Batalion 10 Philip bergerak menuju arah mereka langsung berlari ikut menyerbu pasukan Alletha tanpa adanya perintah dari Jendral nya.


Perang pun berlangsung dengan sengit, tak lupa pula Alletha ikut masuk ke medan perang dengan menunggangi kuda dan menarik pedangnya dari tempatnya. Alletha langsung membunuh pasukan musuh yang ada di sekitarnya.


Pangeran Wilson juga ikut berperang, hanya jarak mereka sedikit berjauhan. Dengan menunggangi kuda Pangeran Wilson juga menarik pedangnya dan membantu pasukannya. Di tebasnya orang-orang yang ada dalam jangkauannya.


Saat pedang mereka sudah di lumuri banyak darah, Alletha mengambil lencana kerajaan yang ia sembunyikan lau diangkatnya tinggi-tinggi lencana itu.


"Pangeran sekarang!!" Alletha bertetiak sekeras mungin supaya Pangeran Hendrick mendengar suara nya.


"Ya sudah dimulai!" kata Pangeran Wilson dalam hati.


"Apa?! lencana kerajaan?! Ada penghia.."


Crat..


"Argghhh..!!!" Raja Edwards berteriak kesakitan saat pedang Pangeran Hendrick menusuk dada sebelah kiri Raja Edwards dari belakang.


"Yang Mulia!!" teriak para prajurit musuh melihat pedang yang menembus dada Raja mereka.

__ADS_1


Pangeran Hendrick menarik pedangnya yang tertancap di tubuh Raja Edwards. Seketika tubuh Raja Edwards yang duduk di atas kuda terjatuh ke tanah. Pedang Pangeran Hendrick di penuhi darah Raja Edwards.


Raja Edwards yang terjatuh dan terluka parah itu tidak langsung mati, ia masih membuka matanya. Ia melihat Pangeran Hendrick ada di depannya sambil mengucapkan sesuatu.


"Raja Edwards, sebaiknya anda menjaga mulut anda. Tadi anda sangat berambisi mengalahkan kami, sekarang lihat apa yang terjadi? kalian kalah telak! selamat tinggal.." ucap Pangeran Hendrick dengan pedang yang sudah siap untuk kembali menusuk nya lagi.


Crat..


Cipratan darah di mana-mana, pedang Pangeran Hendrick berhasil menusuk perut Raja Edwards. Seketika mata Raja Edwards langsung tertutup, Raja Edwards mati. Tak lama kemudian...


"Argghhh!!" Alletha berteriak kesakitan.


Saat itu posisi Allyra ada di belakang tubuh Pangeran Hendrick. Pangeran Hendrick yang kaget mendengar teriakan itu sangat jelas dan dekat langsng membalikkan badannya.


Pangeran Hendrick sangat kaget melihat Allyra ada di belakangnya. Tubuh Alletha menghadap ke Pangeran Hendrick. Tubuh Alletha yang hampir jatuh langsung di tangkap oleh Pangeran Hendrick.


"Alletha!" Pangeran Hendrick sedikit berteriak sambil menangkap tubuh Alletha yang hampir jatuh.


"Arggh.. aku tidak papa kak.. argh.." ucap Alletha sambil sesekali meringis kesakitan.


Alletha melakukan hal yang berbahaya. Alletha menarik panah yang tertancap di tubuhnya itu. Alletha pun menarik panah itu untuk keluar dari tubuhnya.


"Alletha, jangan" perintah Pangeran Hendrick.


"Tidak apa, aku kuat.." jawab Alletha dengan senyum tipisnya.


Pangeran Hendrick merasa sedih dan bersalah karena tidak belum bisa menjaga adiknya, Alletha. Pangeran Hendrick yang sudah terbakar amarah hebat, meletakan tubuh Alletha tanah dengan perlahan lalu mengabil pedangnya dan menuju ke arah orang yang memanah Alletha.


"Persetan!! matilah kalian!!" Pangeran Hendrick berlari dengan pedangnya menuju orang itu.


Dibunuhnya orang itu dengan sekali tebasan pedang nya. Tubuh pangeran Hendrick terciprat darah orang-orang yang ia bunuh. Amarah yang mengontrol tubuhnya membuat Pangeran Hendrick bunuh semua musuh dengan sadis.


Alletha yang masih bisa bangkit, lalu berdiri dengan susah payah sambil menahan sakit yang ia rasa.


"Argghhh.. luka ini sangat menyusahkan orang" keluh Alletha.


"Tapi aku harus kuat.. semangat Alletha!" Alletha menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


Ia kembali mengambil pedangnya dan langsung bergerak membunuh semua prajurit musuh tak kalah sadis dengan Pangeran Hendrick.


Disisi lain, Pangeran Wilson dan beberapa perajunya dikepung oleh para prajurit musuh. Alletha yang tau Pangeran Wilson sedang dikepung musuh membuat Alletha tergerak untuk membantu. Alletha berlari secepat mungkin menuju ke arah Pangeran Wilson.


Degan sigap Alletha membunuh salah satu musuh dari belakang. Prajurit musuh yang mengetahui adanya Alletha beberapa diantara mereka berbalik badan menghadap Alletha. Pangeran Wilson yang bisa bergerak langsung kembali membunuh musuh-musuhnya bersama dengan para prajuritnya.


Alletha menggenggam erat pedangnya, dengan cepat Alletha bergerak memutar dengan pedang yang menghadap lurus ke depan. Putaran itu membuat pedangnya berhasil merobek perut musuhnya. Musuhnya pun seketika jatuh mati saat itu juga.


"Kak, kamu gapapa?" tayang Alletha yang khawatir degan Pangeran Wilson.


"Ya, aku gapapa" jawab Pangeran Wilson.


"Alletha, punggung mu.." Pangeran Wilson khawatir melihat baju zirah Alletha bolong dan terdapat banyak darah karena panah tadi.


"Ini tidak papa" jawab Alletha untuk menenangkan Pangeran Wilson.


Pertarungan itu berlangsung cukup lama. Entah kenapa pasukan musuh masih menyerang padahal semua pimpinan mereka sudah mati. Akhirnya perang selesai saat matahari hampir terbenam. Perang ini di menangkan oleh Alletha, Pangeran Wilson, dan Pangeran Hendrick.


Jumlah pasukan yang dibawa Alletha sebelum 20 ribu orang, kini tinggal 5 ribu orang dan 50 orang yang bertugas menjaga camp mereka. Prajurit musuh tidak ada satupun yang hidup, semuanya mati di medan pertempuran begitu juga dengan Raja mereka.


Karena hari mulai gelap Alletha memberi perintah untuk kembali ke camp mereka. Sebenarnya Pangeran Wilson menyuruh Alletha memundurkan pasukan untuk langsung pulang ke kerajaan, tetapi Alletha tau bahwa para prajurit nya sudah amat kelelahan melawan musuh tadi.


Pangeran Wilson dan Hendrick pun menyetujui sarah Alletha untuk menginap dulu di camp, dan besok baru pulang ke kerajaan Camellia.


"Semuanya kembali ke camp peristirahatan!!" perintah Pangeran Wilson.


"Baik!!" jawab para prajurit nya.


"Jangan pula bawa prajurit lain yang terluka untuk diobati" tambah Pangeran Hendrick.


"Baik Pangeran!" jawab kompak prajurit nya.


Prajurit yang tersisa langsung membawa teman-teman nya yang terluka untuk diobati. Alletha, Pangeran Hendrick dan Pangeran Wilson sudah amat lelah selalu seharian berperang.


Tubuh Alletha yang terluka kini memunculkan rasa sakit yang amat sangat. Alletha merasa tubuhnya sangat berat untuk tetap tegak di kudanya. Akhirnya puncak rasa sakit itu membuat Alletha tidak sadarkan diri dan terjatuh dari kuda yang ia tunggangi.


Sebelum Alletha jatuh Pangeran Hendrick langsung menangkap Alletha yang tidak dmsadarkan diri itu. Pangeran Wilson yang mengetahui kah itu membantu Pangeran Hendrick untuk mengangkat tubuh Alletha ke kuda dan pergi ke camp.

__ADS_1


__ADS_2