Real life VS Game

Real life VS Game
Home Visit 4


__ADS_3

2 minggu telah berlalu


7 Days before School Festival


Kelas 1D melakukan latihan


setelah latihan


kelas 1D membawa barang yang dibutuhkan untuk festival ke sekolah


setelah itu


kelas 1D berkumpul di rumah Dina


Dina tinggal bersama kakak laki laki nya


kakak nya bekerja di perusahaan


mereka pun berbincang bincang


Vina : " Orang tua kamu ada dimana? "


Dina : " Aku tidak tahu "


Nabila : " Lah, ortu sendiri gak tahu ada dimana "


Dina mulai sedih


Alvin yang habis merokok di luar masuk ke dalam rumah Dina


Alvin : " Oy, gua kelewatan apa dah? kenapa Dina sedih? "


Drian : " Tadi Nabila bilang ke Dina kek gini " Ortu sendiri gak tahu ada dimana " gitu Vin "


Alvin : " Nabila lagi! "


Fadhil : " Ya begitulah "


Jasmine : " Pasti terjadi sesuatu pada orang tuamu, benar kan, Dina "


Dina : " Ya "


Dina menahan tangisannya


kakak Dina yaitu Brian membawa Dina ke kamarnya


setelah Dina masuk ke kamarnya

__ADS_1


Brian datang ke kelas 1D dan berkata " Sebaiknya kalian semua pulang saja "


Nabila membalas " Oke kalo gitu, gua balik, ngapain juga gua ke rumah SI ANAK CENGENG "


Brian pun menodongkan pistol dan berkata " PULANG SANA! "


Nabila lari ketakutan


Jasmine, Fadhil, Ricard, Reno, Putri, Abdul, Arif dan Daniel balik ke rumah ( Wiliam gak dateng )


yang tersisa di rumah Dina adalah


Angga, Drian, Max, Alvin, Vina, Nayla dan Reza


Brian pun berkata " Kalian kenapa gak pulang? mau GUA TEMBAK APA GIMANA? "


Alvin membalas " TEMBAK YA TEMBAK AJA C*K! GUA GAK TAKUT ANJ***! "


Brian menjawab " Hmph, kalian ternyata pemberani ya. Sebenarnya ini pistol mainan "


Drian pun berkata " Mau senjata itu ada pelurunya atau tidak, kita gak takut "


mereka pun masuk ke kamar Dina


mereka duduk dan mendengarkan cerita Dina


Dina bercerita " Dulu sewaktu aku masih umur 12 tahun, Ayah dan ibuku bercerai. Setelah mereka bercerai, aku dan kakakku di tinggal. Mereka pergi meninggalkan kami dan tak pernah kembali. Sebelum mereka pergi, mereka memberikan kami uang yang sangat banyak. Tetapi aku masih kesal karena mereka meninggalkan kami "


Alvin pun berkata " Kehidupan mu keras dan penuh kesedihan "


Dina menjawab " Ya itu memang benar "


Drian pun berkata " Kalau Aku jadi kamu, aku pasti tidak ada disini "


Dina menjawab " Ini berkat kakakku yang sudah menghidupi kami "


Brian menjawab " Makasih adikku yang cantik "


Dina berkata " Sama sama kak "


Max berkata " Btw, Brian sama Drian mirip namanya "


Drian menjawab " Iya juga ya "


Angga " Eh, kita gak boleh lama lama di kamar orang "


Alvin menjawab " Oke yok kita keluar "

__ADS_1


semua orang keluar kecuali Reza, Brian dan Dina


Reza ingin keluar namun tiba tiba pintu kamar di tutup oleh Brian dan langsung dikunci


Brian pun berkata " Baiklah Reza, kamu punya hubungan apa sama adikku? "


Reza pun gemetar


Dina pun berkata " Kak, kan aku sudah bilang, Reza itu orangnya sulit berkomunikasi "


Brian menjawab " Oke kakak serahkan pada mu "


Dina pun menghampiri Reza


Dina pun berkata " Aku... ( RAHASIA ) "


Dina pun memeluk Reza


Brian pun berkata " Kalian mau mesra mesraan didepan ku? "


Dina pun melepaskan pelukannya


Brian pun berkata lagi " Ingat kalian itu gak boleh melewati batas "


Dina menjawab " Oke kak "


mereka bertiga keluar dari kamar


Drian berkata " Hayoo kalian habis ngapain? "


Max berkata " Jangan jangan.... "


Brian pun membalas " Kepo lu pada "


hari pun semakin larut


kelas 1D yang tersisa pun pulang


Sebelum Reza  pulang


Dina berkata " Kapan kapan kita main lagi ya Reza "


Reza menjawab " Ya "


Reza pun pulang


Bersambung

__ADS_1


Terima kasih telah membaca mohon maaf kalau ada kata kata yang salah nantikan Eps/ Chapter berikutnya


jangan lupa like share dan juga kasih tip nya bye bye


__ADS_2