
Sampai di rumah Drian. TENGNONG suara bel rumah Drian. Salah satu staff rumah Drian datang menghampiri. "Ada yang bisa saya bantu? " tanya seorang staff keamanan rumah. " Bolehkah kami masuk? Kami adalah teman temannya Drian, kalau gak percaya ini kartu pelajar punya saya " jawab Alvin. Staff keamanan pun mengizinkan Reza dan kawan kawan masuk ke dalam rumah Drian. Mereka disambut dengan hangat sedangkan Dina masih memegang tangan Reza karena masih ketakutan saat dibawa ke hotel dan diikat oleh Andhika. Salah satu pelayan mengantar mereka ke ruang santai untuk menemui Drian.
Mereka masuk ke ruang santai dan sudah ada Drian menanti di ruangan santai. Para pelayan membawakan teh hangat lantas langsung keluar dari ruangan santai sembari menutup pintu. Lenggang sejenak, akhirnya Alvin bercerita " Tadi Dina dibawa ke hotel lalu diikat sama si bulsh* Andhika. Terus kita nyelamatin Dina dari Andhika dan dua cowok dewasa modal otot gede tapi gak bisa berantem. Gitu cerita secara singkat nya". " Jadi kalian kesini untuk berlindung dari kejaran Andhika serta menenangkan pikiran dan hati Dina " kata Drian. " Yap betul betul betul " jawab Alvin. " Kalian istirahat saja hari ini disini. Agar keselamatan kalian bisa terjamin " kata Drian sambil memberi senyuman hangat. " Baiklah kami rehat disini saja ( Ruang santai ) takut ngerepotin " kata Alvin. Drian pun memanggil pelayan ( Yang cakep plus cantik tentu nya ya ges ya ) nya untuk memberikan mereka selimut dan kasur portable.
__ADS_1
Jam tiga pagi. Reza terbangun karena mendengar suara suara knalpot motor dari kejauhan. Awalnya Reza menganggapnya biasa saja. Namun\, lama kelamaan jadi semakin banyak dan semakin jelas. Reza membangunkan Alvin. " Ngapa sih za? hoaam " tanya Alvin sambil menguap. " Geng motor. Mereka datang kemari vin! " jawab Reza dengan wajah yang serius. Alvin dan Reza keluar dari ruang santai. Para staff keamanan membawa pemukul kasti bersiap jika ada yang masuk ke dalam rumah. Ada juga pelayan yang menghubungi pihak kepolisian. " DINA KELUARLAH KAU DARI SANA! " seseorang berteriak yang tak lain adalah Andhika. Reza dan Alvin keluar rumah dengan tangan kosong dengan tatapan siap menghajar hingga ttik darah penghabisan. " Akhirnya ada yang keluar. Yahh yang keluar malah tikus seperti kalian. Serahkan Dina pada kami maka kalian akan ma** dengan cepat dan tidak ada rasa sakit " Andhika berkata sambil tertawa. " Tak akan pernah. Meskipun kau adalah bagian dari keluarganya kau tak pantas bersamanya " Reza berkata dengan lantang. " BODOH NYA KAU! Dihadapanmu sudah ada tiga ratus orang dengan senjata tajam bahkan ada bom molotov tapi kau tetap bersikeras SOK JAGO KALIAN INI! APAKAH HANYA DENGAN MENGALAHKANKU SEKALI SAJA ITU CUKUP!? SALAH. ADA TIGA RATUS ANGGOTA GENG MOTOR YANG SIAP MENGHAJAR KALIAN! DASAR SOK JAGO SEKALI! PADAHAL BARU MENGALAHKAN BEBERAPA ORANG SAJA SUDAH BANGGA AJA! DASAR MANUSIA KELAS MENENGAH KE BAWAH KALIAN TIDAK PANTAS BERBICARA KE ORANG ATAS SEPERTIKU! KALIAN ITU MEMANG TAK PERNAH DIAJARKAN TATA KRAMA KARENA...". " BAC**. SIAPA YANG PEDULIIII ANJ** " sela Alvin dengan suara lantang penuh percaya diri. " HABISI SEMUANYA! " teriak marah Andhika.
Reza dan Alvin maju menyerang. Tiga menit setelah meletusnya pertarungan, Reza telah menjatuhkan 30 orang sedangkan Alvin baru 20 orang. Dua puluh menit berlalu, Reza telah menjatuhkan 200 orang sedangkan Alvin 100 orang. Muka percaya diri Andhika seketika berubah menjadi muka yang penuh dengan ketakutan. Andhika mencoba kabur dengan menaiki motor. Namun, julukan Black mamba albino Alvin bukanlah sembarang julukan. Alvin mengejar motor Andhika dan mencengkram bagian belakang motor Andhika dan menjatuhkannya layaknya ular yang sedang menggigit mangsanya. Andhika yang terjatuh lalu mengerang kesakitan. Tak lama setelah itu polisi datang dan membawa Andhika serta 300 anggota geng motor bersenjata. Alvin dan Reza juga dibawa oleh polisi untuk dimintai keterangan.
__ADS_1
Video yang viral dimedia sosial, tentang aksi yang dilakukan oleh 300 anggota geng motor bersenjata menjadi top trending topic di sekolah Fleur karena keterlibatan Reza dan Alvin juga ada di TKP. Sedangkan Dina masih berada dirumah Drian dan tidak masuk sekolah. Drian juga sempat didatangi oleh wartawan, namun, Drian tetap tidak memberikan komentar. Disekitar rumah Drian ada polisi yang menjaga 24 jam sampai kasus berakhir dan semuanya terkendali kembali. Akibat peristiwa itu Alvin dan Reza memiliki banyak memar dibagian tubuhnya dan sejumlah sayatan kecil dibagian bagian tertentu. Tidak ada korban jiwa, Andhika juga ditetapkan sebagai pelaku atas kejadian penyerangan ini.
Thank's buat yang udah baca. Mohon maaf kalau ada kata kata yang salah
__ADS_1
Nantikan Eps/ Chapter berikutnya. Jangan lupa like, comment and share
Stay save bye bye
__ADS_1