
" Ada apa denganmu " tanya Drian. " Entahlah " jawab Reza. " Hm. Apakah kau memikirkan tentang Dina yang cosplay lu dulu ( Waktu Reza masih sangat kesulitan berkomunikasi ) ? " tanya Drian. " Mungkin " jawab Reza. "Kapan kapan ceritain ke gua ya za " kata Drian. Reza hanya mengangguk. Drian pun keluar kelas. Reza menatap langit pagi, Reza masih teringat kejadian kemarin yaitu saat hukuman dari sekolah telah selesai. " Saya meminta maaf atas kelakuan yang kurang nyaman. Saya meminta maaf ke bapak kepala sekolah dan Andhika atas ketidaksopanan saya " kata Dina kemarin. Alvin dn Reno masuk kelas. Reno menghampiri Reza " Kenapa, kamu sedang memikirkan apa? ". " Entahlah " jawab Reza. " Baiklah, semoga kau baik baik saja za " kata Reno. Sebelum Reno keluar kelas. Reno berbisik ke Alvin " Jangan kamu membuat hal hal yang memancing kekerasan, oke ". " Oke " jawab Alvin. Reno pun keluar kelas, menyisakan Reza dan Alvin berdua dalam kelas.
Alvin menghampiri Reza " Entar malem lu mau ngopi bareng gua nggak? ". " Bisa aja. Tapi, lu ngapa mau ngajak gua ngopi? Lu pen ngajak gua ngobrol panjang lebar? ". " Yaudah. Lu ikut aja dulu mau nggak nih? ". " Oke ditunggu entar malem " jawab Reza. Alvin keluar dari kelas. Reza kembali menatap langit pagi " Kenapa harus ada Andhika? mengapa? Dina. Apa yang salah padamu? Sehingga kau perlu meminta maaf kepada nya? " gumam Reza dalam pikirannya.
Malam harinya. Terdengar suara lagu lagu yang membuat meriah suasana dan pelayan pelayan yang cantik mengantarkan minuman kepada para pemesan. Yap, tempat ngopi Reza dan Alvin adalah bar. " Ngapa za? Lhu mahu mesen minum ngghak? " tanya Alvin sambil meminum alkohol. " Tak usah. Gua bisa gila kalo minum alkohol lagi pula gua mau menjaga kesehatan " jawab Reza. " Yhaa elah, gwithu dhoang mah ghak bwakal biqin lhu gwila za " kata Alvin sambil mabuk.
__ADS_1
Reza keluar dari bar. Saat Reza berada diluar bar. Tampak seseorang yang tak asing bagi Reza. Yap, orang itu adalah Dina. Ada dua pria bertubuh kekar dan Andhika bersama Dina. Reza pun memutuskan untuk mengikuti mereka pergi. Tempat yang mereka tuju adalah ke hotel. Reza melihat mereka menaiki lift menuju lantai empat. Reza pun memutuskan untuk masuk ke hotel.
Saat Reza hendak masuk ke hotel PUK! Reza pun menoleh, ternyata Alvin menepuk bahu nya. " Hayoo ngapain ke sini? " tanya Alvin sambil tersenyum. KREK! suara kepalan tangan Reza yang ingin memukul seseorang. Alvin pun connect dengan isyarat langsung memasang wajah yang beringas siap menghajar sampai akhir hidupnya. Mereka berdua masuk ke dalam hotel. Alvin meminta kunci kamar yang barusan memesan. Tapi, resepsionis menolak memberikan kunci kamar 404 ke Alvin. " Hahaha " Alvin tertawa sambil menunjukkan foto anak dari resepsionis. Resepsionis itu pun langsung memberikan kunci kamar 404.
Saat Reza dan Alvin berada didepan kamar 404." Lu fokus nyelamatin ayang lu, kalo gua yang bakal ngurusin yang lain " kata Alvin. " Tu..Wa...Ga! " aba aba Alvin untuk membuka pintu kamar 404. Pintu terbuka. Reza dan Alvin terkejut karena Dina telah diikat. Dua pria kekar itu maju menyerang, Reza memukul wajah salah satu pria hingga tak sadarkan diri. Alvin memukul pria satunya namun Alvin terkena body, saat pria itu ingin memukul Alvin, Alvin menggunakan tembok untuk menjadi perantara momentum serangan Alvin. Alvin melompat mengunakan tembok dan BURK! Alvin menggunakan siku nya untuk menyerang bagian kepala musuhnya. Andhika maju dengan memegang pisau ditangannya siap menikam Reza. Namun, Reza lebih dahulu memukul wajah Andhika hingga pisau dalam genggaman tangannya terlepas. BUK! BUK! BUK! BUK! BUK! BUK! BUK! tujuh pukulan Reza melesat ke tubuh Andhika hingga tak sadarkan diri.
__ADS_1
Bersambung
Thank's buat yang udah baca. Mohon maaf kalau ada kata kata yang salah.
Nantikan Eps/ Chapter berikutnya. Jangan lupa like comment and share.
__ADS_1
Stay Save and bye bye.