
Hari yang cerah. Reza bangun dari tidur dan melakukan rutinitas paginya. Setelah rutinitasnya. Reza membantu ibunya. Reza pamit ke orang tuanya dan adiknya. Reza mengendarai motornya menuju ke rumah Dina. Motor Reza melaju cepat. Sesampainya di rumah Dina. Reza bersalaman dengan kakak Dina sebelum Reza dan Dina berkencan.
" Jaga adik gua yang manis. Dan lu harus inget kalo lu sampai khilaf sama adik gua. Awas aja lu! " kata Brian dengan tegas.
" Iya bang. Saya akan jaga Dina yang manis ini. " Reza menjawab sambil tersenyum.
Dina melangkah ke arah Reza. " Hai ayang Reza. " sapa hangat seorang Dina. Reza dan Dina pun bergandengan tangan. " Saya pamit ya bang. ". Reza dan Dina pun pamit. " Hati hati di jalan. " kata Brian. " Iya bang. " jawab Reza. Dina naik ke motor Reza. " Gas ayang. " kata Dina dengan suara imutnya. Reza pun melaju kencang dengan membonceng Dina. " Kata Max. Dia otw ke mall. " Dina memberitahu Reza. " Oh ya, baguslah. gimana kalo yang masih jomblo nya? " tanya Reza. " Alvin lagi di parkiran motor. Drian, Angga, Abdul, dan William naik mobil Drian lagi di jalan. " Jawab Dina. Reza pun menaikkan kecepatan motornya.
Selang beberapa menit. Reza dan Dina sampai di mall terbesar di kota VYN. Reza memarkirkan motornya. Reza dan Dina kemudian berjalan sambil bergandengan tangan. Mereka berdua berjalan ke tempat Alvin menunggu mereka dan yang lainnya. Reza melihat ke sekelilingnya. Reza pun berhasil menemukan Alvin yang sedang duduk memakai hoodie putih bergambar petir kuning didepan hoodie nya, celana abu abu, dan sepatu putih. Reza pun menarik tangan Dina dan berjalan menuju tempat Alvin sedang duduk. " Yo Vin! " sapa Reza. " Yo mas Za dan mbak Na! " sapa Alvin. " Yang lain belum dateng? " tanya Dina. " Belum. " jawab Alvin. " Btw kapan kalian bakal nikah? " tanya Alvin dengan senyum joker. " Ya kali nikah pas masih sekolah. Mungkin nanti pas lulus sih. " jawab Reza. " Tapi aku kebelet. " kata Dina dengan wajah penuh nafsu. " Ya udah sana kamu ke toilet. " kata Reza dengan santai. " Oke ayang. " jawab Dina. Dina pun berjalan menuju toilet.
" Njir! gua kira apaan. " kata Alvin.
" Ya enggaklah. Sebenernya gua kebelet " itu " tapi ya gua harus jaga kehormatannya. " kata Reza.
" Mukanya tadi loh. Udah imut, rambut hitam panjang nya cakep, bodynya mantep. Apalgi dia make jaket jeans dalemnya kemeja lengan pendek putih, celana hitam panjang, dan sendal selop putih. Udah kek Dilan 1990 versi cewek. Beruntung banget lu Za. " kata Alvin.
" Ya. Tapi, gua harus jaga dia. Gua gak pengen kejadian kayak waktu itu. " kata Reza.
Max pun datang bersama pacarnya yang bernama Leona. Reza, Alvin, Max, dan Leona duduk menunggu yang lain. Dina pun kembali. Dina pun duduk disamping Reza. " Eh, kita makan siang dulu aja yuk! " ajak Dina. Mereka semua pun setuju dan pergi ke salah satu resto yang ada di mall tersebut. Mereka pun memesan makanan dan minuman. Setelah menunggu beberapa menit. Pesanan makanan dan minuman datang, tapi teman teman mereka belum datang. Max menyuapi Leona. Leona pun menyuapi balik Max. Dina yang merasa terganggu saat sedang memakan chicken katsu dan Reza yang memakan ramen juga terganggu, apalagi Alvin. Dina mengunyah chicken katsu nya hingga lembut dimulutnya. Dina membuka mulut Reza dan Dina langsung memberikan makanannya lewat mulutnya ke mulut Reza. " Gimana ayang? enak nggak rasanya? " tanya Dina. " Kayaknya kamu harus cobain ramennya deh. " jawab Reza. Reza pun melakukan hal yang sama seperti yang Dina lakukan. Sedangkan Alvin terdiam karena masih jomblo.
Selesai makan. Reza dan yang lainnya pun akhirnya bertemu Drian, Abdul, William, dan Angga. " Main arkade yuk! " ajak Drian. Reza dan yang lainnya pun bermain arkade dengan sangat rusuh. Saat mereka bermain punching machine.
__ADS_1
Kekuatan pukulan :
Drian berhasil mendapatkan 108 skor. " Nice. " Drian.
Angga berhasil mendapatkan 93 skor. " Not bad. " Angga.
William berhasil mendapatkan 90 skor. " Hmph. " William.
Abdul berhasil mendapatkan 91 skor. " Gak apa apa lah. " Abdul.
Max berhasil mendapatkan 567 skor. " Liat gua! " Max.
Alvin berhasil mendapatkan 878 skor. " NGERI PARAH. " semua.
Dina berhasil mendapatkan 89 skor. " Yeaay. " Dina sambil lompat kegirangan.
Leona berhasil mendapatkan 87 skor. Tetap diam. -Leona
Kekuatan tendangan :
Drian berhasil mendapatkan 99 skor. " Yah dikit lagi. " Drian.
__ADS_1
Angga berhasil mendapatkan 97 skor. " q " Angga.
William berhasil mendapatkan 124 skor. " Ini dia nih. " William.
Abdul berhasil mendapatkan miss. " Kok gak kena? " Abdul. " Awokawokawok. " semua. kecuali Reza & Alvin.
Max berhasil mendapatkan 548 skor. " Lets gooo! " Max
Alvin berhasil mendapatkan 876 skor. " Kuncinya fokus dan tenang. " -Andre Budiman Bintang Alvino S.
Reza berhasil mendapatkan 913 skor. " BRUTAL PARAH! GAK KEBAYANG KALO DITENDANG. " semua. kecuali Alvin.
Dina berhasil mendapatkan 201 skor. " Cowok ama Ceweknya sama aja. " semua. kecuali Alvin dan Drian.
Leona berhasil mendapatkan 94 skor. Tetap diam. -Leona.
Setelah puas bermain. Jam 3 sore. Mereka pun ke bioskop untuk menonton film terbaru. Reza, Drian, dan Abdul membeli popcorn. Reza memilih tempat duduk dipaling atas dan paling pojok. Reza dan Dina duduk di kursi yang cukup untuk dua orang sekaligus. Teman temannya duduk dibarisan depan mereka. Film pun dimulai. Reza dan Dina menikmati film. Saat adegan romantis. " Ayang. " Dina berbisik ke Reza. Reza pun menoleh. " Aku udah gak tahan. " kata Dina sambil mendesah. " Aku mau kita melakukan begituan. " kata Dina dengan wajah penuh nafsu. Dina mulai meraba celana Reza dan membuka seletingnya. Namun tiba tiba Reza menarik tangan Dina dan mencengkramnya dengan sangat keras sampai sampai Dina mengeluarkan air mata. " Aku tidak mau melakukannya. Kamu belum ku nikahi. Nanti saat aku sudah menikahimu, baru aku akan senang jika melakukannya. Tapi, sekarang aku tak ingin mengkhianati kepercayaan abangmu yang sudah bersedia aku berpacaran denganmu. Jika terjadi sesuatu padamu siapa yang akan bertanggung jawab? tentu saja aku dan abangmu. Kamu juga harus tahu jika aku melakukannya dan ternyata kamu hamil. Abangmu yang selama ini menggantikan peran orang tuamu untuk menjagamu dengan baik bahkan memberikan kamu uang jajan apa perasaan yang abangmu rasakan? tentu akan hancur. Pikirkanlah baik baik! " Reza membentak Dina dengan suara pelan. Dina pun menangis. " Tapi, kenapa? aku ingin menikmati... " PLAK!. Reza menampar Dina. Tangis Dina pun terhenti. Dina pun menunduk. " Maaf...aku tak bermaksud menghancurkan hubungan kita...maaf. ". Reza memeluk Dina dengan penuh kehangatan. " Maaf aku berlebihan. " kata Reza. Adegan film pun berciuman. Reza menatap wajah Dina. Reza dan Dina pun berciuman dalam pelukan hangat.
Beberapa jam kemudian. " Yaudah kita pamit ya ges. " kata Drian. " Yoi lah. " jawab Alvin. Mereka pun berpisah. Reza dan Dina pun melaju ke rumah Dina. " Duh. Reza keren banget sih. Ayang bahkan mengungatkanku agar tidak melakukan " itu " dengan cara gentleman. Emang ayangku emang beda. " pikir Dina. Dina pun memeluk Reza dengan erat.
Bersambung
__ADS_1
Thanks buat yang udah baca. Mohon maaf kalau ada kesalahan kata
Nantikan Eps/ Chapter berikutnya. Jangan lupa like comment and share