Red Liner

Red Liner
Bekerja


__ADS_3

'Apa yang terjadi saat ini belum tentu yang terburuk. Sisi pandang yang berbeda menyebabkan perasaan yang berbeda pula'


.


.


.


.


.


Sara membaca tulisan yang melekat pada dinding cafetaria tempat ia bekerja. "tch. tulisan ini seperti menyindirku saja" Sara. bergegas masuk ke ruang ganti menyiapkan diri karena ini adalah hari pertama Ia bekerja di cafetaria. Ia berjalan menuju ke arah lokernya berada berharap ia tak akan tersesat.


.


.


Sara berputar putar kesana kemari mencari tempat nya, namun ia tak kunjung menemukannya. Sara memberanikan diri untuk bertanya kepada salah seorang pegawai pembersih. Sara menghentikan seorang pria yang sedang mengambil air "permisi kak. dimana saya dapat menemukan loker pegawai bagian server" pria itu mendongak melihat ke arah Sara "tinggal belok kanan" jelas pria itu dengan menunjuk jalan. "Terima kasih" Sara mengulas senyum simpul sebelum meninggalkan pria itu.


.


.


Dari luar ruangan terdengar obrolan khas wanita yaitu 'suara gaduh'. Sara mengetuk pintu sebelum memasuki ruangan ternyata di dalam telah ramai oleh sekumpulan wanita yang sedang berganti pakaian. Seorang wanita memperhatikan penampilan Sara dari atas sampai ke bawah. 'Karena mataku tidak pernah salah' ujar wanita tersebut tersenyum bangga.


.


.


Kemudian wanita itu menarik tangan Sara dan menyambutnya "Selamat datang Sara" ucapnya dengan lembut 'aa, dia adalah nona Sakura' batin Sara dalam hati "Terima kasih telah menyambutku nona Sakura" Sara membalas dengan senyuman. Sakura menepuk tangannya dua kali, mencoba mengalihkan perhatian padanya "Baiklah teman teman kita kedatangan seorang teman baru. Ini adalah Sara, Ia adalah seorang anak didik ku yang baru.


.


.


Ku harap kita dapat bekerja sama dengan baik dan saling membantu" Sakura menarik perhatian mereka dengan sangat baik, seketika mereka memperhatikan Sakura dengan seksama. Terlihat sekali wibawa Sakura sangat mendominasi di sini. Sara takjub melihat kharisma Sakura sehingga ia hanya bengong ketika semuanya melihat ke arahnya karena ini waktunya untuk mengenalkan diri.


.


.


Sakura menepuk pundak Sara karena ia tak kunjung sadar "iya ada apa!" Sara gelagapan karena seseorang membuyarkan lamunannya dan yang lain hanya tertawa geli melihat kelakuan Sara. "kau harus memperkenalkan dirimu" ucap gadis berambut pirang bernama Ino pada nametage yang Ia kenakan. "Bukankah nona Sakura telah memperkenalkan diriku" tanya Sara memperlihatkan raut wajah bingung. Ino mendelik tidak percaya mendengar apa yang dikatakan Sara.


.

__ADS_1


.


"Ck. apa kau anak sekolah dasar bahkan untuk mengenalkan diri meminta orang lain" Ino menatap sebal ke arah Sara karena dia begitu terlihat aneh dan bodoh. Sara menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal "maaf. Saya Sara anak baru di sini. saya mohon kerja sama dan bimbingannya semuanya" Sara menarik senyum semangat, Ia juga memperhatikan teman teman baru nya. 'mereka sangat cantik-cantik dan seksi' ujar Sara takjub.


.


.


Teman kerja nya sekitar lima belas orang disini. Mereka mengulas senyum untuk Sara dan memberikan sambutan selamat datang. "Baiklah semuanya ayo bersiap siap lima menit lagi kita akan buka. Dan kau Sara segeralah untuk bersiap" kemudian Sakura beserta yang lain keluar ruangan. Ino berjalan mendekati Sara "Panggil aku nona Ino" Ino melihat Sara dengan perasaan berbeda. 'wajahnya manis.


.


.


Namun daya tarik tak terletak pada wajahnya namun pada kharismanya. Kharisma anak ini menguar layaknya wangi bunga. Begitu khas walaupun di awal terlihat bodoh'. Ino mengakui betapa berbedanya gadis ini ". "Baik nona Ino, mohon bimbingannya" Sara menundukkan kepala sebagai tanda hormat. "Hn" setelah mengucapkan kata singkat itu Ino berlalu meninggalkan Sara. 'apa pun yang kau inginkan' ucap Sara dalam hati.


.


.


Kini hanya Sara sendiri, Ia mencari keberadaan lokernya dan ternyata di pojok. Sara membuka pintu loker memperhatikan dengan seksama ruang sempit itu, dilihatnya ada beberapa pasang pakaian minim bahan. 'Selama beberapa bulan aku harus bisa betah di sini. ya Tuhan kuatkan aku' Sara menguatkan hati dan pikirannya untuk bekerja di sini.


.


.


.


.


Ia memperlihatkan senyum genit dan mengedipkan sebelah mata 'hiii..' Sara bergidik ngeri melihat dirinya di kaca melakukan hal ini. Selesai dengan wajahnya Sara menata alat make up kembali ke tempatnya. 'Sekarang aku siap berperang' Sara memasukkan tas ke dalam loker dan menguncinya.


.


.


Kemudian Sara bergegas meninggalkan loker dan menuju ruang utama. Sara begitu takjub melihat dekor ruang utama yang 'berkilau dan mewah' kata yang tepat menggambarkan tempat nuansa ke barat-barat an ini. Sara menampar wajahnya untuk mengembalikan kesadarannya. Para pelanggan telah ramai, rata-rata pelanggan adalah para pria tampan dan para wanita cantik yang seksi. Sangat elegan dan memesona.


.


.


'Ini bukan cafetaria lebih tepatnya bar. Sangat samar namun tempat ini berkualitas. Mereka mampu menjaga para karyawan dengan baik.' Ujar Sara dalam hati. Sara mengambil beberapa menu makanan dan minuman untuk di bagikan kepada para pelanggan. Ia selalu mengulas senyum manis menawannya. Berjalan menghampiri para pelanggan yang telah memilih tempat. Seorang pria menepuk tangan memberikan kode jika ia minta di layani.


.

__ADS_1


.


Kemudian Sara menghampirinya "Iya tuan ada yang bisa saya bantu" Sara mengulas senyum nya. Pria itu memperhatikan Sara dari atas sampai ke bawah dan ia berdecak 'apa yang dilakukan wanita ini!' serunya dalam hati. Sara memperhatikan pria itu 'Sepertinya aku tahu tapi bertemu dimana' Sara mengingat ingat wajah pria tersebut, wajahnya tidak begitu jelas karena pria itu memakai kaca mata.


.


.


"Ambilkan dua botol Vodka" ujar pria itu dengan wajah datar. Ino melihat kedatangan seorang tamu spesial 'tumben sekali bos ingin minum' Ino berjalan mendekati pria tersebut. Ino melihat Bos nya itu memperhatikan Sara 'Kenapa Sakura harus membawa gadis ini' Ino menggerutu sebal karena Bosnya terlihat memperhatikan Sara walaupun tak nampak secara langsung karena bos nya memakai kacamata, tapi Ino tahu.


.


.


Ino duduk di samping bos nya itu dengan tatapan dan suara menggoda ia bertanya "Apa yang ingin kau minum tuan?" Sara merinding melihat perlakuan khusus Ino kepada pria itu. Sara berjalan meninggalkan Ino dan pria itu mencoba mengambil pesanan yang di inginkan oleh pelanggan itu. "Tolong dua botol Vodka untuk pria tersebut" Sara meminta kepada sang bartender sambil menunjuk ke arah pelanggan yang di maksud. Sang bartender melihat ke arah yang di tunjuk oreh Sara 'Kenapa dia harus datang pada waktu ini' ujar batin bartender mengetahui siapa pelanggan yang di maksud oleh Sara.


.


.


Ia mengambil pesanan khusus kesukaan pelanggan lebih tepat bos nya tersebut. Menambah sedikit pelengkap meracik minumannya agar menjadi rasa yang sempurna. Kemudian Ia memberikan dua botol Vodka racikannya kepada Sara. "Kau anak baru bukan. Ingat berhati-hatilah saat melayaninya karena dia bukan orang biasa" ujar sang bartender sambil menyerahkan pesanan yang di minta Sara.


.


.


"Akan ku usahakan dengan semaksimal mungkin. Bagaimanapun keadaannya aku telah membulatkan tekad ku untuk sampai di sini jadi apa pun yang terjadi aku harus menghadapinya" Sara menatap mantap sang bartender. "Gadis itu cukup banyak omong" sang bartender geleng-geleng melihat kepergian Sara. Sara menghampiri pelanggan itu "ini minuman anda tuan" menaruh botol dengan sangat hati hati.


.


.


Sara memperhatikan pria itu tak diragukan lagi bahwa pria ini sangat tampan tapi apa yang membuatnya berbeda 'apa dia sangat kaya' Sara membatin dalam hati 'mau kaya atau apa pun itu toh tak ada hubungannya denganku' Sara mengedikkan bahu mencoba untuk tak peduli dan pergi menyingkir dari hadapan mereka berdua 'tapi wajahnya tak asing' Sara mencoba mengingat namun hanya membuat kepalanya sakit jadi Ia melupakan hal itu.


.


.


"Pergilah jangan menggangguku" pria itu mengusir Ino namun yang di usir merasa tak mendengar apa pun. "Ayolah tuan jangan bersikap seperti ini padaku" Ino mengelus rambut lurus pria itu. Sedangkan bosnya itu terus memperhatikan gerak gerik Sara. Sadar kehadirannya di abaikan Ino mengecup pipi bos nya singkat.


.


.


Azuka dengan reflek menjauhkan wajah Ino sebelum bibir Ino mengenai wajahnya, menolak sentuhan yang akan di layangkan Ino. "Kau keterlaluan tuan, menolak diriku di depan umum" Ino merajuk berusaha mencari perhatian tuannya itu.

__ADS_1


__ADS_2