
"Ekmmmm" Azuka berdehem. Ada sesuatu yang mengganggu pikiran nya. 'Bagaimana Sakura dapat bertemu Sara? Apa yang menyebabkan Sara sampai ke tempat ini.
Jika Sara membocorkan tempat ini pada ibunya maka tamatlah riwayat tempat ini' Azuka harus memastikan hal ini.
.
.
'Tapi sepertinya dia tidak mengenaliku' Azuka menyipit kan matanya mencoba memastikan. 'Wanita pilihan ibuku benar benar merepotkan' Karena Azuka merasa jika mereka terkait satu sama lain. Sara mencoba melepaskan diri dari pelukan Azuka.
.
.
Namun Azuka menahan tubuh Sara "Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" Sara mencoba dengan sekuat tenaga namun tak memberikan efek yang berarti. "Sebelum itu kau harus memberitahuku kenapa kau bekerja di sini?" Azuka sanksi alasan Sara bekerja di sini, di tempatnya.
.
.
Kening Sara berkedut karena Azuka mulai menanyakan privasinya. Sadar akan tatapan Sara yang mulai kesal Azuka segera menawarkan kesepakatan "Jawab dan aku akan melepaskanmu" Azuka benar benar harus ekstra bersabar menghadapi sifat keras kepala Sara.
.
.
Sara bungkam enggan untuk menjawab pertanyaan yang tidak perlu dijawab itu, masih berusaha untuk mencoba melepaskan diri dari pelukan Azuka. Namun Azuka menahan tubuh Sara "Apa kau tidak dengar? Lepaskan aku!" Sara terus mencoba dengan sekuat tenaga namun hanya tenaga sia sia yang terbuang. Sara mencoba melepaskan diri dari pelukan Azuka.
.
.
Namun Azuka tak bergeming dengan tindakan Sara yang sedang berusaha untuk melepaskan diri darinya. " Kau hanya membuang tenaga mu, sebaiknya kau menjawab pertanyaan ku, kenapa kau bekerja di sini?" Azuka memberikan penekanan rendah pada nada suaranya.
.
.
Sara merinding mendengarnya namun Ia juga tak memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh orang aneh ini. Sara bahkan tidak tahu siapa orang yang membuat keonaran di ruang kesehatan dan sekarang orang itu malah menanyakan hal hal privasinya 'Siapa dia berani menanyakan hal seperti ini padaku' Sara menatap Azuka sebal.
.
__ADS_1
.
'Lihat saja kau' Sara tersenyum jahil. "Apa kau menyukai ku tuan?" Sara bertanya dengan nada tidak senang. "Maafkan aku, tapi aku adalah seorang wanita yang telah bersuami. Carilah wanita lain. Saat ini kau hanya belum beruntung" ucap Sara menyatukan kedua tangannya seperti memohon. 'Bagaimana reaksinya jika dia tahu jika orang yang sedang memeluknya saat ini adalah suaminya?'
.
.
Azuka tersenyum usil membayangkan hal itu akan terjadi. Sedangkan saat ini Sara juga sedang menggoda Azuka "Bagaimana jika aku hanya menginginkanmu?" Azuka berbisik di telinga Sara. Sara yang mendengar nya mendelik tidak percaya 'Gurauan ku malah menyerang balik ke arahku!'.
.
.
TAKKKK!!!! Sara menjitak kepala Azuka. Seketika telinga Azuka memerah karena Ia mulai kesal dengan tingkah Sara yang begitu sembrono akibat minuman alkohol itu. Sedangkan Sara sendiri merasa jengkel karena orang ini tak berpikir dengan normal. "Ahhhh" Azuka memegang kepala yang telah di jitak oleh Sara merasakan sakit, 'Ternyata pukulannya sekeras ini? Pantas saja Arya tidak terima' batin Azuka memegangi kepalanya.
.
.
"Apa kau tak waras?!" tanya Azuka meninggikan suaranya. Sara yang melihat celah mencoba untuk kabur. Ia berusaha untuk berdiri namun dan melepaskan tangan Azuka, namun gerakan yang Ia lakukan sia sia karena lengan Azuka terlalu kuat menahan perut nya. "Maafkan aku tuan, tolong lepaskan aku" tak ada pilihan Sara terpaksa harus memohon karena Ia merasa tak nyaman bagian kulit nya tersentuh tangan pria lain.
.
.
.
.
"Bukankah tadi kau mengatakan bahwa aku mirip suami mu? Kenapa kau tak memilihku saja aku akan berlaku baik padamu?" Azuka membisikkan kalimat itu pada Sara, menyapukan napas hangatnya di telinga Sara. Sedangkan Sara sendiri merasa marah karena Ia mulai di perlakukan tak senonoh, walaupun Ia sedang mabuk namun Sara dapat merespon dengan benar.
.
.
"Berhentilah bertindak kurang ajar tuan!" ujar Sara membentak Azuka karena perlakuan Azuka yang sangat sangat kurang ajar. "Walau pun sikapnya dari A ke B dan B ke A, aku sudah menerimanya sebagai suamiku. Dan dengar aku bukan wanita sembarangan!" Sara mulai kehabisan kesabaran dan mulai menceritakan sedikit perasaannya.
.
.
__ADS_1
Azuka mulai tertawa namun Ia harus menahannya.
"Ekhmm" Azuka berdehem untuk menenangkan diri sebelum menanyakan lebih jauh. "Kau mengatakan bukan wanita sembarangan, tapi kau bisa sampai bekerja di bar dan mengenakan pakaian yang sangat terbuka seperti ini. Apa kau tahu saat ini jam berapa? Apa suamimu sedang mencarimu? Apa Ia mengkhawatirkan mu saat ini? Atau kau sengaja menghindari nya?" berondong Azuka dengan pertanyaan pertanyaan yang menyudutkan Sara.
.
.
"Di tempat seperti ini apa pun bisa terjadi. Atau sebenarnya apa kau mencoba mencari selingkuhan?" Azuka merendahkan suaranya. Sara yang mendengar pertanyaan seperti itu langsung mendongak ke arah wajah Azuka. "Ck dengar, jangan menuduhku sembarangan! Walau begini aku adalah wanita baik baik yang tidak akan tergoda oleh laki laki lain." Sara mengerucutkan bibirnya dengan maksud tak setuju oleh pertanyaan Azuka.
.
.
"Suamiku?" Seketika raut wajah Sara berubah sendu mendengar pertanyaan yang di lontarkan Azuka tentang suaminya. Sara merubah raut itu dengan kilat marah "Mana ku tahu! Dia memang brengsek!" lanjut Sara kesal karena mengingat tingkah suaminya itu.
.
.
'Apakah itu jawaban jujur? Orang mabuk bisa mengatakan apapun' namun Azuka tersenyum tipis mendengar jawaban yang di kemukakan oleh Sara. 'Kenapa wajahnya berubah sendu? Mungkinkah sikap ku keterlaluan padanya?' Azuka merasa sedikit bersalah. Namun saat mendengar lanjutan kalimat Sara Ia merasa di obrak abrik perasaannya .
.
.
'Bagus sekali wanita ini sangat pandai bersilat lidah, pertama Ia katakan kebaikan membuat siapa saja yang mendengarnya bersyukur akan dirinya kemudian Ia dapat menjatuhkan seseorang dengan sekali banting karena perkataan tajamnya' ucap Azuka antara memuji dan mengkritik sikap Sara padanya. Selagi Azuka asik dengan pemikirannya Sara menyandarkan kepalanya di dada bidang Azuka, karena kantuk mulai menyerangnya.
.
.
Azuka berpikir dalam Ia bahkan belum mendapat jawaban yang sedang Ia cari yaitu alasan Sara bisa berada di tempat ini. Belum sempat Azuka ingin menanyakan hal yang mengganggunya Azuka melihat ke arah Sara dan yang Ia dapati Sara telah tertidur di pelukannya.
.
.
--"Walau begini aku adalah wanita baik baik yang tidak akan tergoda oleh laki laki lain"-- kalimat itu berulang di telinga Azuka. Perasaan hangat menjalari hatinya "Aku harap pengakuan mu barusan adalah suatu kebenaran" ucap Azuka memainkan dagunya di kepala Sara. Azuka merasa bersyukur 'Aku tidak tahu jika memiliki seseorang di sisi ku rasanya seperti ini' ujar Azuka sambil tersenyum bahagia?.
.
__ADS_1
.
Azuka memposisikan diri agar lebih nyaman karena Ia juga merasa pegal karena harus menahan posisi yang melelahkan itu. "Berbicara dengan orang yang mabuk sangat merepotkan" Ungkap Azuka sebelum terlelap.