Red Liner

Red Liner
Mabuk


__ADS_3

Paham akan perintah bos yang tidak bisa di bantah, ketiga anak buahnya bergegas untuk pergi dengan membawa serta wanita tua aka seorang nenek nenek bernama Cio. "Tidak tidak kalian mau kemana?" Sara mencoba menghentikan mereka untuk pergi "Apa kalian takut padaku? Pengecut sekali!" Sara terkekeh pelan dengan nada mengejek.


.


.


Saat mendengar kalimat terakhir, salah seorang dari anak buah Azuka berhenti dan berbalik mengarah Sara. 'Wanita ini berpikir seenaknya dan dia memukul kepalaku dengan keras. Jika tuan Azuka tidak menghentikan ku kau akan habis di tanganku nona!' anak buahnya yang bernama Arya geram melihat tingkah Sara dan lagi tuan Azuka malah memihaknya. 'Kenapa dia berbalik?' Azuka merasa heran karena sikap Arya yang mendadak berbalik, Azuka merasakan firasat yang kurang baik.


.


.


Dengan gerakan kilat Arya melayangkan tinjunya, dua senti jarak kepalan tangan Arya dari wajah Sara sehingga angin dari tinjauan nya menerbangkan beberapa helai rambut Sara. Melihat kelakuan Arya, dengan segera Azuka mendorong tubuh Arya menjauhi Sara, Sara terkikik geli merasakan hembusan angin yang mengenai wajahnya. "Kau imut sekali" Sara mulai meracau tidak jelas. Sedangkan Azuka fokusk untuk mengurus Arya.


.


.


"Apa yang kau lakukan Arya?!" tanya Azuka dengan nada tinggi, Ia bahkan menarik kerah pakaian yang di kenakan Arya. Azuka murka karena perintahnya tidak dihiraukan oleh anak buah kesayangannya. "Aku hanya mengipasinya tuan, lihatlah wajahnya memerah." jawab Arya mengelak.


.


.


Mata Azuka menyipit "Apa kau tahu siapa dia?" Azuka bertanya dengan nada rendah yang mengintimidasi. Arya yang mendengar nada rendah tuannya itu mulai mengeluarkan keringat dingin, Ia merasa menyesal telah melanggar perintahnya. 'Ya, aku juga bertanya tanya siapa dia hingga tuan Azuka sampai membelanya seperti ini? Sebelumnya tuan Azuka tak pernah bersama seorang wanita'.


.


.


Arya yang di tanya hanya menundukkan kepala dan diam tanpa menjawab pertanyaan Azuka karena telah menentang perintah nya. "Dia adalah istriku" bisik Azuka singkat. Seketika Arya melotot karena terkejut, Damn!! kesalahannya benar benar fatal. "Maafkan aku tuan, aku tidak akan mengulanginya" Arya memohon dengan perasaan bersalah.


.


.


Azuka melepaskan cengkraman tangannya pada kerah Arya "Kali ini kau ku maafkan. Jika lain kali kau lakukan hal ini 'lagi' pada 'istriku' kau akan menyesal" Ucap Azuka menekankan kata 'lagi' dan 'istriku' pada Arya sambil memegang pundak nya dan membersihkannya layaknya ada debu yang menempel pada pakaian.


.


.


"Pergilah, lebih baik kau urus wanita itu jangan sampai dia kabur. Dan cari keberadaan Sasori!" Perintah Azuka. Arya membungkuk hormat sebelum Ia pergi dan keluar melaksanakan perintah tuan Azuka.


"Apa yang mereka bicarakan?" Sara berbicara dengan nada kuat agar Azuka mendengarnya, berharap Azuka akan menjawab nya. ''Ck bahkan dia tidak menoleh'' gerutu Sara "Aku bahkan belum menghajar mereka dengan benar" omel Sara karena Azuka langsung mengusir mereka keluar.


.


.

__ADS_1


"Kemana anak itu pergi?" Sara melihat kepergian anak buah orang yang Sara tahu biang onar di sini karena kegaduhan yang di ciptakannya 'ya orang ini adalah pelopornya' Sara menuding Azuka. Sebelum menghampiri Sara yang sedang meracau tidak jelas, Azuka mengeluarkan ponsel dari sakunya dan mulai merekam video untuk berjaga jaga jika Sara membuat masalah.


.


.


Ia menempatkan ponselnya di atas meja dan mulai merekam 'Hanya berjaga jaga' batin Azuka. "Hey kenapa kenapa kau mengusir mereka ha?!!" tanya Sara tak terima. Azuka mengunci pintu ruang kesehatan, dan mendekati Sara. "Kenapa kau bekerja di sini?" Azuka bertanya sambil berjalan perlahan mengitari Sara.


.


.


"Aku bertanya padamu lebih dulu" ucap Sara sebal, Sara pusing melihat Azuka yang berjalan berputar putar mengelilinginya. "Ck berhentilah melakukan itu!" Sara menghentikan langkah Azuka yang terus berjalan memutari nya. "Kenapa kau bekerja di sini?" Azuka mengulangi pertanyaan nya. "Tak ada urusannya denganmu!" jawab Sara sewot.


.


.


"Apa kau wanita murahan?" Azuka bertanya dengan mata menyipit sambil memperhatikan penampilan Sara dari atas kepala hingga ujung kaki "Ck ck ck" decak Azuka geleng geleng, Ia sengaja memancing Sara dengan pertanyaan yang menyulut emosi. "Jaga mulutmu tuan!"


.


.


Sara mencengkeram pipi Azuka dengan perasaan marah "Maafkan aku nona tapi aku hanya bertanya? Dan kenapa kau marah?" Azuka terus memancing Sara, Ia tersenyum tipis. 'Ternyata dia sangat berani' Batin Azuka. "Kau terlalu banyak omong!" Bentak Sara, karena Ia merasa kesal dengan pertanyaan Azuka yang tidak pantas.


.


.


.


.


Sara mendekati Azuka dan menarik kerahnya. "Cihh apa kau tak memiliki sopan santun?!" ujar Sara geram. Azuka mencium bau alkohol yang menyengat dari napas Sara 'Apa dia minum?' Azuka meneliti wajah Sara yang memerah karena mabuk 'Tidak, dia bukan tipe peminum' Azuka merasa janggal. "Menjauhlah dariku, napasmu bau" Azuka mendorong tubuh Sara agar menjaga jarak darinya.


.


.


Bukannya menurut Sara semakin menempelkan diri pada Azuka, memeluknya erat, "Ck apa yang kau lakukan, apakah telingamu bermasalah?" Azuka mendorong pundak Sara, mencoba menjauhkan tubuh Sara darinya, namun Sara semakin erat memeluknya. Sara yang di dorong oleh Azuka semakin mengeratkan pelukannya 'Kau pikir akan lolos semudah itu?' batin Sara tertawa.


.


.


Lelah mendorongnya, Azuka melepaskan tangannya di pundak Sara, Sebenarnya bisa saja Azuka menghempaskan tangan Sara namun Ia berpikir apa yang akan terjadi pada kedua tangan Sara jika Ia memaksakan kehendak. Ia hanya ingin melihat apa yang akan dilakukan selanjutnya oleh gadis ini. "Kau pikir siapa yang ingin memelukmu? Ge er sekali!" Setelah merasakan pundaknya ringan kemudian Sara mendorong tubuh Azuka dengan keras versi orang mabuk a.k.a sempoyongan.


.

__ADS_1


.


Namun hanya jarak singkat tak berarti yang berhasil Ia ciptakan karena Azuka memiliki keseimbangan tubuh yang baik "Ck" Sara berdecak kesal karena usahanya tak berpengaruh. "Selain tak berperasaan dan kasar ternyata kau tak memiliki etika berbicara dengan santun, eh?" Sara tertawa mengejek. Bukannya terganggu Azuka memiliki ide lain yang mungkin akan berguna nantinya.


.


.


Azuka mendekati Sara "Kau berbicara sangat kasar kepada seorang pria? Apa kau sadar siapa dia? Bagaimana jika dia adalah seorang pembunuh yang siap untuk membunuhmu karena perkataan kasar mu?" Azuka melepas kacamata yang Ia kenakan dan meletakkan nya di saku kemejanya. "Lalu apa yang harus aku lakukan saat melihat ada seorang wanita tua di siksa seperti itu? Mengabaikannya?". Sara bertanya dengan ekspresi mengejek "Yang benar saja" Sara tertawa dan mengibaskan tangannya di depan wajah Azuka.


.


.


"Lalu bagaimana denganmu? Bagaimana jika orang itu mengganggumu?" Azuka bertanya dengan perasaan heran 'Bagus sekali. Gadis ini bertindak tanpa berpikir risiko yang akan Ia hadapi jika ikut campur urusan orang lain' Azuka menggeleng tidak percaya bahwa Sara gadis yang begitu bodoh jika dalam keadaan mabuk seperti sekarang ini. "Lalu apa yang kau harapkan? Meninggalkannya sendiri?" jawab Sara, Ia berjalan menjauhi Azuka dengan sempoyongan.


.


.


"Aku hanya harus menjadi penengah di antara mereka, bukan? Lalu semua akan beres!" jawab Sara enteng, tubuh Sara oleng. Namun Azuka segera meraih tangan Sara saat gadis itu limbung karena tak mampu menopang berat tubuhnya. Sara terjatuh dalam pelukan Azuka. Sehingga mereka terduduk di salah satu bangsal pasien.


.


.


Sara mendongak karena merasakan tubuhnya tidak menimpa lantai yang dingin. Sara melihat wajah Azuka "Wajahmu terlihat tak asing" Sara memegang pipi Azuka dan menggerakkan nya ke kanan dan ke kiri memperhatikan dengan seksama.


.


.


Azuka hanya diam dan memperhatikan Sara. Sara mencoba mengingat ingat "Aahh benar, wajahmu sangat mirip dengan wajah suamiku" Sara terkekeh "Sama sama tampan tapi dia sinting dan kasar" ucap Sara memutar jari nya di depan wajah Azuka.


.


.


Kening Azuka berkedut mendengar jawaban Sara, rasanya Azuka ingin menjitak kepala Sara, karena saat ini yang dia ajak bicara adalah suaminy!. Namun Ia juga bangga mendengar kata tampan dari Sara untuknya. "Bagaimana rupa suami mu?" Azuka bertanya dengan nada penasaran.


.


.


"Shhhhh" Sara mencoba berpikir "Emmm.. Entahlah setiap kali aku melihat seorang pria pada jarak yang dekat tubuhku bergetar. Dengar sejujurnya aku malu" jelas Sara sambil tersipu, menurunkan satu nada lebih rendah namun Azuka masih bisa mendengarnya. 'Bodoh jadi itu alasannya dia tak pernah melihat ke arah ku ketika aku sedang berbicara padanya saat di rumah' Azuka tersenyum, ada perasaan geli yang menggelitik hatinya.


.


.

__ADS_1


"Jadi aku tak pernah melihat wajahnya dengan jelas. Dan pastinya dia orang yang tak memiliki sopan santun sama sepertimu!" Sara melanjutkan kalimatnya dengan meninggikan nada nya satu oktaf pada kalimat terkahir sambil menunjuk wajah Azuka. 'Bagus sekali dia sangat pintar membuat orang melayang namun dalam sekejap dia membanting ku ke lantai' Azuka memutar bola matanya malas.


__ADS_2