Red Liner

Red Liner
Menunggu


__ADS_3

-----Mimpi dan kenyataan sering kali tidak memiliki sinkronisasi yang baik. Dibutuhkan strategi brilian dan tenaga prima dalam mewujudkan animasi yang tergambar lekat dalam memori bayangan------


Seorang gadis bernama Sarah berjalan tergesa-gesa meninggalkan seorang pria yang sedang bersamanya. Wajahnya memerah menahan amarah, pikirannya berkecamuk tak menentu.


"Berhenti!" kalimat perintah itu keluar dari bibir pria yang ingin di tinggalkan Sarah. Ia adalah Uchiha Azuka pria yang akan menikah dengannya Minggu depan.


Sarah menulikan telinganya, seolah tak mendengar seruan kalimat yang Ia tahu di tujukan pada dirinya. 'Jika dia memang tidak menginginkan pernikahan ini kenapa Ia harus membuatku bersusah payah di sini' dada Sarah bergemuruh memikirkan peristiwa barusan.


Azuka mengejar Sarah dengan langkah panjang dan lebar, saat di pastikan sudah dekat Azuka menarik tangan Sarah dan mengunci gerakannya dalam kurungan tangan di setiap sisi tubuh Sarah.


Azuka mengatur napas dan perlahan agar tidak mengeluarkan nada yang akan membuat Sarah terkejut. "Gadis pemarah. Berhentilah bersikap kekanakan" ucap Azuka menatap dalam mata coklat milik Sarah.


Tatapannya merambat ke arah hidung, bibir serta kulit wajahnya. Tipenya sekali. Wajah yang benar-benar Ia sukai namun sayang tidak dengan sikapnya, mudah marah dan keras kepala. Well Azuka hanya terlambat selama satu jam tidak lebih tapi gadis itu sudah akan pergi dengan wajah memerahnya l terlihat sekali jika Ia sedang menahan amarah. Ya dia akui dia bersalah namun masalah ini masih bisa di bicarakan secara baik-baik.


.


.


Sarah terkejut ketika dengan cepat seseorang menarik tangannya dan mendorongnya ke arah dinding belum lagi dua lengan yang mengurung tubuhnya untuk menciptakan ruang terkurung. 'Apa lagi yang diinginkan pria ini?' Sarah memutar bola matanya jengah.


Ia menunggu selama 1 jam lebih di butik tempat mereka akan melakukan fitting baju pengantin. Bahkan Sarah tidak di beri info apa pun tentang keterlambatan sang calon suaminya itu. Setidaknya hanya berbasa-basi tidak di lakukan oleh pria itu!


Sarah tidak bisa menelpon Azuka karena tidak memiliki nomor ponselnya. Sedikit aneh memang karena mereka menikah karena acara perjodohan, mereka bahkan kenal satu bulan yang lalu.

__ADS_1


Sarah berdiri di butik selama satu jam bayangkan betapa pegal kakinya berdiri selama itu. Azuka kau sangat kejam! Belum lagi setelah kejadian itu Azuka tak meminta maaf dia hanya berkata. "Mendadak ada meeting" hanya kalimat itu yang keluar untuk pembelaan dirinya.


Sarah sendiri yang mendengar kalimat itu sudah akan pergi saat itu juga namun hatinya memaksa untuk memaafkan Azuka walau sangat berat Ia terpaksa melanjutkan acara ini.


Sarah acuh dengan jawaban yang di berikan Azuka dan langsung memilah pakaian yang ingin Ia kenakan.


Ia bertanya "Yang mana yang lebih cocok untukku? Putih atau pink?" Tanya Sarah sambil mencocokkan pakaiannya di tubuhnya.


"Terserah" Jawab Azuka tanpa menoleh ke arah Sarah, perhatiannya hanya tertuju ke layar ponselnya.


'Cukup!' Sarah tidak bisa menerima yang satu ini!. Rasanya seperti Sarah sangat mengemis padanya. Sarah menaruh gaun itu dengan paksa. ' Jika tidak menginginkan pernikahan ini. Jangan membuatku kerepotan dengan tingkahmu!' murka Sarah dalam hati.


Ia pergi dengan napas memburu.


Kembali ke keadaannya sekarang.


"Gadis pemarah. Berhentilah bersikap kekanakan"


Sarah mendelik tidak percaya dengan ucapan Azuka barusan. Ia mendongak dan menghembuskan napas secara perlahan. "Benar. Berhentilah bersikap kekanakan. Dan kita akhiri saja semua ini" Sarah menurunkan pandangannya. Ia tak ingin marah atau apapun karena itu hanya akan membuatnya tak dapat mengontrol emosi.


Ia tak ingin berpikir dua kali. Walau Ia berasal dari keluarga kelas menengah namun Ia masih memiliki harga diri bukan melulu soal harta dan kekuasaan. Menikahi Tuan Muda Uchiha Azuka tentu akan membuat nama serta kehidupannya menjadi lebih baik. Namun jika calon suaminya sendiri tidak memiliki perasaan apa pun minimal rasa menghormati dan menghargai tidak sedikitpun lalu untuk apa pernikahan dilanjutkan. Hanya akan menambah masalah dalam kehidupan Sarah, begitu pikirnya.


.

__ADS_1


.


Wajah itu mendongak dan menampilkan ekspresi tenang, padahal sebelumnya sepasang bola matanya menampilkan kilatan emosi yang siap meluap. "Benar. Berhentilah bersikap kekanakan. Dan kita akhiri saja semua ini" kalimat keluar begitu saja dari bibir mungil calon istrinya. Tanpa berpikir dua kali.


Gadis itu mengembalikan kalimat yang di ucapkan Azuka untuk dirinya. 'Dasar gadis aneh. Seharusnya Ia merasa beruntung karena Ia masih mau datang kemari' Azuka malas untuk meladeni gadis ini. Sebenarnya Ia sendiri bingung kenapa gadis itu langsung pergi tanpa meninggalkan kata apapun dan sepertinya Ia marah, tapi apa yang membuatnya marah.


Ia sendiri tak habis pikir apakah gadis itu marah karena Ia datang terlambat? Namun sebelumnya tak ada respon apapun yang menunjukkan bahwa dirinya marah akan keterlambatannya hanya wajah kelelahan dan kesal yang ditunjukkan namun tidak dilampiaskan pada Azuka.


Tingg


'Terserah'


Azuka mengingat Ia menyebutkan kalimat terserah. 'Apakah mungkin jika tadi Sarah bertanya tentang gaun pengantin?' Itu adalah kemungkinan yang terjadi tadi, Ia sedang fokus pada ponselnya dan menjawab dengan sekenanya.


'Baiklah ini adalah kesalahanku. Tidak heran jika dia marah' Azuka merutuki jawaban spontan miliknya. Namun apa daya tidak mungkin jika dia meminta maaf dan menunjukkan dengan jelas kesalahan yang dia lakukan tanpa sengaja.


Azuka menurunkan tangannya dan menarik tangan Sarah untuk mengikutinya. Berharap akan meredakan hati yang panas untuk memperbaiki keadaan yang tegang. Ia tak dapat melepaskan Sarah, karena gadis ini dipilih langsung oleh ibunya. Setiap kali Azuka menolak pilihan ibunya Ia sendiri yang merasakan dampak buruknya.


Entahlah kenapa kehidupan mempermainkannya. Ia tak bisa dengan bebas memilih keinginannya jika ibunya sudah turut berkata, namun untung saja ibunya tidak pernah ikut campur kecuali hanya soal wanita.


Ya, wanitanya saat ini sedang terbaring lemah di rumah sakit, gadis itu koma selama satu tahun. Karena sebelumnya Azuka dan gadis itu berencana kawin lari namun kemalangan menghampiri mereka karena ibunya tidak menyetujui pernikahan yang diajukan Azuka dengan gadis itu. Gadis itu di tabrak oleh pengemudi mabuk.


Ia tak mampu membagi hatinya untuk wanita lain lagi namun Ia juga tak bisa menolak ibunya karena jika ibunya sampai meneteskan air mata Ia takut gadisnya tak akan selamat. Miris sekali, ketika kau menginginkannya namun kau tak bisa bersamanya.

__ADS_1


Mata Azuka mulai panas, mungkin saja saat itu Ia akan menangis jika saja Ia tak mengingat tempat dan keadaan yang sedang mengapitnya.


Azuka menoleh ke arah Sarah karena pergelangan tangannya terasa sangat berat ketika tak mampu menarik dengan kekuatan sedang.


__ADS_2