
Sara merasakan kaku di tubuhnya, walau mata masih enggan untuk terbuka karena kenyamanan yang di tawarkan oleh pelukan hangat yang menyelimuti tubuhnya. Menikmati tiap detik yang begitu berharga dengan perasaan hangat, karena jika sekarang Ia di rumah saat ini pasti suaminya sudah membangunkannya untuk melaksanakan tugas-tugas entah apa itu atau dengan kata lain tugas yang selalu Ia buat ketika melihat Sara.
.
.
Mungkin saja suaminya itu dengan sangat sengaja selalu membuat Sara melakukan hal ini dan hal itu secara terus menerus.
Sara sendiri bingung kenapa suaminya itu begitu brengsek yaa katakanlah nama lain untuk pria muda yang sangat cerewet, menggangu istrinya untuk melakukan hal-hal yang sangat tidak penting. Mengingat kembali kejadian di kamar mandi tempo hari.
.
.
Suaminya itu meminta body wash favoritnya karena miliknya telah ludes tak bersisa di kamar mandi, dengan berkoar-koar seperti ayam jantan Ia memanggil Sara untuk mengambilkannya seperti tak memiliki kaki sendiri yang dapat Ia gunakan untuk berjalan, Seperti sultan saja! ya meskipun itu memang benar jika Ia memiliki kekayaan setingkat sultan.
.
.
Karena suaminya itu terlampau amat kaya tapi itu kan berlaku jika di rumah orang tuanya karena saat ini Sara sendiri yang meminta agar mereka tinggal di rumah yang kecil tanpa pembantu yang menyertai mereka. Walaupun suaminya yang memiliki kekayaan tetapi saat ini, rumah ini adalah miliknya dan Sara adalah istrinya. Dan dengan seharusnya seorang suami mengabulkan keinginan istrinya selagi hal itu mungkin.
.
.
Bahkan Sara sendiri yang menyanggupi jikalau suaminya itu minta yang aneh-aneh. Sebenarnya Azuka sendiri tentu sangat tidak setuju dengan permintaan Sara karena Ia lebih menyukai jika membayar seseorang untuk melakukan segala keperluannya yang terbilang tidak sedikit itu, agar semuanya lebih mudah untuk dilakukan.
.
.
Dengan kata lain Ia ingin semuanya efisien, toh Ia mencari uang untuk menikmatinya bukan hanya untuk menyimpannya saja. Azuka bingung dengan jalan pikir Sara di saat semua orang sangat menginginkan fasilitas yang akan Ia penuhi dengan mewah Sara malah menolak dengan mentah berdalih agar pernikahannya menjadi pernikahan yang sempurna, dalam arti sempurna susahnya begitu pikir Azuka dengan alasan yang Sara buat, katakan saja bahwa Sara ingin membuat Azuka tersiksa karena kesulitan melakukan semua sendiri.
.
.
Bahkan saat ini Azuka di tuntut oleh ayahnya untuk menjadi karyawan biasa agar mengerti rasanya menjadi karyawan dengan peraturan yang Ia tetapkan sendiri. Walaupun Azuka yang memajukan segala bisnis dan perekonomian keluarga namun Azuka masih harus melaksanakan perintah ayahnya.
.
Kembali ke permasalahan utama.
.
__ADS_1
.
"Sara" pada panggilan pertama, Sara tak merespon karena Ia tak mendengar apa pun disebabkan Ia sedang berada di dapur mempersiapkan sarapan rutin yang akan dilakukan oleh ibu rumah tangga pada umumnya. "Sara!" pada panggilan ke dua suara itu semakin kencang, namun Sara masih tak mendengar apa pun.
.
.
Masih sibuk berkutat dengan peralatan dapur yang sedang Ia gunakan untuk mencincang sayur-mayur yang akan Ia jadikan menu pagi ini. Bergulat dengan panasnya minyak pada wajan yang sedang Ia kerjakan saat ini. Sara sangat serius namun dengan santai Ia mengerjakan semuanya. Tak memikirkan atau memperhatikan sekitar karena Ia terlalu fokus dengan pekerjaannya sekarang.
.
.
Sedangkan suaminya, Azuka merasa kesal karena panggilan pertama tak ada sahutan. Mencoba memanggil dengan panggilan yang halus malah berujung dengan sahutan yang tak dapat terdengar alias Sara tak mendengarnya. Ia merutuki dirinya sendiri, dengan nada halus yang telah Ia lontarkan 'tentu saja tidak ada yang mendengar'. Ia memaklumi hal itu.
.
.
"SARA" Azuka mengeraskan suaranya agar yang di panggil segera memberikan respon yang baik karena saat ini ia sedang membutuhkan Sara secepat mungkin.
Jika bodywash miliknya tak habis tak akan mau Azuka berkoar-koar seperti orang yang tak tau aturan.
.
.
.
.
"Yang benar saja" reka adegan yang memalukan seperti itu yang menghantui kepala Azuka, takut-takut hal itu akan terjadi padanya. 'Itu sangat memalukan' ya, Azuka masih memiliki urat malunya karena Ia tak pernah berpacaran seintim itu dengan gadis manapun. 'Kemana gadis itu' Azuka tak memiliki pilihan lain, jika tidak Ia akan terlambat ke kantor jika menunggu Sara untuk menghampiri dirinya.
.
.
Azuka keluar kamar mandi, memutuskan dengan bulat yang Ia lakukan saat ini, Ia bahkan tidak peduli jika Sara tak sengaja akan melihatnya. Yang Ia perlukan saat ini adalah body wash nya sekarang juga!
Namun semoga perkiraannya itu akan meleset.
.
.
__ADS_1
Azuka berjalan keluar mencari handuk yang Ia letakkan di belakang pintu ruang ganti pakaian. Untung saja Azuka meminta peletakan kamar mandi berada di dalam kamar sehingga Ia tak perlu berjalan dengan telanjang terlalu jauh. Banyak membantu jika memiliki otak encer.
.
.
Azuka membuka pintu dan mencari handuknya. Setelah menemukan yang Ia cari, Azuka dengan cepat melilitkan handuk berwarna putih itu pada pinggulnya. Dan handuk itu melekat dengan sempurna pada pinggul yang sempurna juga, karena tubuh Azuka yang terbentuk dengan baik.
.
.
Azuka mencari bodywash tempat biasa Ia menyimpan perlengkapan mandi miliknya yang bersebelahan dengan milik Sara, membuka satu persatu lemari yang ada di sana. Namun nihil, Ia tak dapat menemukan miliknya. Yang Ia lihat hanya milik Sara dengan aroma mawar, aroma wanita sekali.
.
.
"Apa gadis itu lupa dengan perintahku tempo hari" Azuka bergegas mencari Sara. "Sara!!" Azuka berteriak agar Sara dengan segera menyahut karena Ia sedang kesal karena dua jam lagi adalah waktu jam masuk kantor!.
.
.
well padahal masih dua jam tapi Azuka sudah kelabakan dengan situasi tak terkendali seperti ini. 'Jika hal seperti ini terjadi setiap hari maka aku akan terlambat dan gajiku akan di potong' Azuka menggerutu kenapa Ia harus terjebak dalam keadaan seperti ini. Ia tak tahan padahal ini adalah hari pertama Ia pindah rumah.
.
.
Lala Lala..
Sara bersenandung ria mendengarkan musik yang keluar lewat headset. Tenggelam dalam kegiatannya saat ini. Hari ini Ia membuat menu onigiri isi daging, kemudian isi sayuran, dan telur gulung untuk bekal makan siang. hmmm,, khas negeri samurai sekali. Ia juga membuat ramen untuk sarapan pagi ini.
karena Azuka yang meminta sendiri menu sarapan pagi ini tadi malam.
.
.
Azuka melihat Sara sedang bersenandung dengan suara kecil yang dapat Ia dengar dengan jelas
"Lala lalala"
'Dia bahkan tidak menyadari keberadaan ku' Azuka melangkahkan diri semakin dekat ke arah Sara.
__ADS_1
"Ternyata ini yang mengganjal telingamu" Azuka mencopot headset yang dikenakan Sara.