Red Liner

Red Liner
Headset


__ADS_3

"Ternyata ini yang mengganjal telingamu" seseorang mencopot headset yang terpasang di telinga Sara.


Sara mendongak ingin melihat wajah sang biang keladi yang dengan berani mencopot headset yang tersumbat di telinga Sara.


"Ada apa?" tanya Sara bingung saat melihat wajah suaminya itu yang terlihat sedang kesal. Ia tak mengerti dengan suaminya itu, beberapa waktu yang lalu pada saat hari pernikahan mereka dia bilang untuk tidak mendekatinya barang satu meter namun lihat apa yang terjadi sekarang ini.


Dengan berani Azuka mencopot headset dengan alunan melodi yang di senangi oleh Sara untuk membuat paginya agar ceria, untuk melupakan kejadian yang tak seharusnya terjadi beberapa jam yang lalu. Ya itu adalah kejadian prosesi pernikahan yang belum berlalu lebih dari 24 jam.


Inginnya untuk mendengar lagu sambil bernyanyi dan memasak namun kegiatannya di ganggu oleh Azuka. Lihat lah penampilan Azuka saat ini, Ia hanya mengenakan handuk dan berjalan keluar kamar. 'Dia ini seperti sedang memakai pakaian lengkap saja berjalan dengan sangat santai begitu. Apa dia tidak takut kalau-kalau handuknya lepas?! Bisa saja handuk itu merosot dari pinggul sang pemiliknya kan' Sara memperhatikan penampilan Azuka dari ujung rambut hingga ujung kuku, dan Ia hanya geleng-geleng tidak percaya dengan kelakuan Azuka yang terbilang sembrono.


.


.


Atau mungkin orang ini sengaja untuk memamerkan bentuk tubuhnya itu? Dengan otot perut yang telah memiliki empat garis yang begitu indah bagi kaum hawa yang haus akan tubuh sixpack, Sara tak memungkiri jika Ia pun menyukai pemandangan yang tersuguh dengan cuma-cuma ini. Namun tentu saja Ia harus mengontrol diri agar tak terhipnotis dengan pemandangan yang terlalu dekat di hadapannya. Bayangkan saja saat ini Ia dan Azuka hanya berjarak lima sentimeter! Jarak yang fantastis karena Azuka sendiri mengatakan untuk tidak mendekatinya barang satu meter pun! Astaga bahkan Ia sendiri yang melanggar perkataannya tempo hari.


.


.


Berdiri sedekat ini dengan Azuka membuatnya merasa tak nyaman walau Ia suka pemandangan ini namun tubuhnya menolak dengan respon lain. Namun Ia melewati bagian wajah Azuka karena tak ingin kontak mata secara langsung dengan waktu yang bisa-bisa tidak sebentar. Karena pasti Sara akan terpesona akan manik indah suaminya, begitu berkilau dan menggemaskan. Sejujurnya Sara sendiri tak begitu memperhatikan wajah Azuka karena perkataannya malam itu.


.


.


Azuka sendiri merasa kesal karena Sara ternyata dengan berani memakai headset pagi-pagi buta seperti ini. Tidakkah Ia berpikir jika mungkin saja suaminya memerlukan sesuatu secara mendadak seperti saat ini. Ia bahkan harus berteriak memanggil Sara namun tak kunjung mendapatkan jawaban hingga Ia sendiri turun tangan untuk mencari keberadaan Sara.


.

__ADS_1


.


Dan yang Ia temukan Sara malah menggunakan headset di telinganya. Atau mungkin Sara sengaja melakukan hal ini agar Ia merasa kesal dan tidak betah sehingga akan jarang pulang karena tingkah Sara yang sengaja tak memperhatikannya. Bukan memperhatikan dalam artian kasih sayang tentunya namun memperhatikan dengan baik dalam urusan perintah yang akan Ia berikan. Karena Sara sendiri yang mengajukan hal ini.


.


.


"Ada apa?" kalimat itu muncul dengan nada kesal dan bingung yang bercampur menjadi satu. Itu yang tertangkap pada Indra pendengaran Azuka saat ini. 'Sengaja sekali. Memasang wajah sok polos' Azuka berdecak malas melihat ekspresi Sara yang terlihat seperti anak kucing yang sedang bengong.


.


.


"Jangan gunakan headset itu lagi!" Azuka menarik headset yang masih tersambung pada ponsel Sara. Merasa sedikit senang karena akhirnya gangguan itu telah ia singkirkan. Gara-gara headset itu Ia harus berteriak seperti orang hutan. Dan parah nya lagi tak ada sahutan karena telinga istrinya itu tersumbat benda sialan itu, 'Ku pikir gadis ini tuli'.


.


.


.


.


'Apa-apaan sih ni orang?! Sembrono sekali' Sara memprotes kelakuan Azuka dalam hati, baru saja mengambil headset miliknya dan sekarang tidak di ijinkan untuk bertanya. Siapa yang tidak jengkel, pagi-pagi seperti ini sudah bertingkah aneh. Ya Sara tahu Ia melakukan kesalahan dengan memakai headset di kedua telinganya tanpa mengecilkan volumenya atau setidaknya menggunakan salah satunya saja, tapi kan tidak seharusnya di ambil secara paksa begini.


.


.

__ADS_1


Azuka menjauhkan tangannya dari bibir Sara, Azuka menanyakan keberadaan bodywash miliknya, "Dimana bodywash milikku?" bertanya dengan nada rendah yang menuntut untuk meminta jawaban dengan segera karena Azuka benar-benar tidak memiliki waktu! Sebentar lagi Ia harus segera berangkat, Ia tidak suka jika harus terlambat.


.


.


"Tepat pada pukul tujuh malam saya telah memberitahukan, bahwasannya pesanan 'suamiku' ini tidak dapat dikirim tepat waktu karena ada kendala teknis" menekankan kata suamiku untuk mengingatkan diri sendiri bahwa bagaimanapun keadaannya Ia adalah seorang wanita yang telah berstatus seorang istri. Walau suaminya ini belum menerima dirinya dengan penuh.


.


.


Sara menjelaskan dengan secara detil pertanyaan Azuka karena Ia kesal, seakan Azuka lupa akan kejadian kemarin. Mereka datang ke rumah ini jam dua siang dan Azuka meninggalkan Sara sendiri di rumah itu. Membersihkan dan merapikan semua barang sendiri. Sebenarnya Sara tidak benar-benar sendirian, ada seorang wanita dan seorang pria dan membantu nya membersihkan tempat rumah barunya itu. Azuka meninggalkan mereka karena Ia harus absen dalam kegiatan pindah rumah barunya itu. Mengingat hal itu membuat Sara sebal.


.


.


Azuka mengernyitkan kening tanda bingung, karena Ia merasa tak pernah menerima pesan apa pun dari Sara. "Coba cek ponsel mu, aku telah mengirimkan pesan bahwa sebagian barangmu terpaksa tidak bisa di kirim tepat waktu sehingga mereka harus menundanya. Ada kendala yang terjadi sehingga mereka memutuskan untuk membawa kembali barang milikmu" Sara mencoba memberitahu Azuka bahwa Ia telah melapor, ya seperti pembantu saja harus laporan.


.


.


Sara sendiri bingung, Ia benar-benar menginginkan pernikahan ini namun keadaan belum mendukungnya. Ya belum karena Sara yakin bahwa Azuka adalah jodohnya. Sara sendiri berpikir kenapa pengenalan mereka sesulit ini, Azuka adalah orang yang dingin dan setengah tidak berperasaan.


.


.

__ADS_1


Di katakan Sara setengah tidak berperasaan karena Azuka meninggalkan Sara bersama dua orang lain untuk membersihkan rumah baru mereka, Sara sendiri bingung Ia pikir hanya akan memindahkan barang namun kenyataannya rumah itu masih sangat berdebu. Azuka mengatakan kalau rumah itu sudah di bersihkan, namun nyatanya Ia berbohong. Saat datang kesana Ia malah di tinggal pergi keluar dan pukul sepuluh malam Ia baru pulang. Tidakkah itu keterlaluan? Azuka bahkan pergi tanpa pamit.


__ADS_2