Red Liner

Red Liner
drama Queen


__ADS_3

"Aku tak dapat menemukan di mana alat pembersih kamar mandi. Apa kau bisa membantuku untuk mencarinya" ekspresi yang di pasang Sara membuatnya tertawa kecil, 'Tak tertipu wajah manismu' begitu batin Azuka.


Delapan puluh lima persen adalah nilai kemampuan akting Sara yang di berikan oleh Azuka untuk Sara. Jika orang biasa yang sedang berhadapan dengan Sara sangat memungkinkan jika orang itu tertipu dengan rayuan manis Sara namun ini adalah Azuka.


Tak sedikit orang yang memasang wajah memelas di hadapannya contohnya saja nenek Cio. Dan para peminjam dari perusahaan nya. Namun perbedaan nya adalah Sara dua kali lebih baik dari pada mereka.


Dan sekarang istrinya sendiri bertingkah seperti ini di depannya. 'Yang benar saja' Azuka mendengus geli melihat ekspresi imut yang di buat-buat Sara. 'Gadis ini sangat menggemaskan jika semakin lama di lihat' perhatian Azuka terfokus pada wajah Sara, melihat dengan detil pada bagian mata yang lebar dan bulat milik Sara, hidung mancung yang lancip dan bibir mungil yang tipis.


.


.


'Menggemaskan. Namun sayangnya tak ada getaran apa pun pada hatiku' batin Azuka menyayangkan. Bukannya Ia tak berselera melihat wanita namun belum ada getaran apa pun pada hatinya sehingga Ia belum bisa bersikap lembut kepada wanita.


"Itu adalah tugas mu" Ungkap Azuka meninggalkan Sara agar melakukan pekerjaannya secepatnya karena Azuka sudah benar-benar malas untuk pergi bekerja.


Pertama karena gangguan body wash miliknya tidak ada, ke dua karena kamar mandi yang menurutnya mengganggu matanya dan ke tiga mungkin hari ini Ia akan meluangkan sedikit waktu untuk berada di rumah dengan mengganggu Sara karena perbuatan Sara barusan yang sengaja ingin membodohi nya, bukannya Azuka dendam namun Ia hanya merasa ingin mengusili Sara saat ini.


Azuka sendiri tak menyangka jika Sara memiliki sikap drama Queen.


Sara membodohi orang yang salah, Azuka tahu benar perbedaan ekspresi yang mana serius dan yang mana tipuan belaka.


Sara sendiri terpaksa melakukan hal ini jika saja Azuka tidak keterlaluan memperalat dirinya.


.

__ADS_1


.


.


---"Itu adalah tugas mu"--- jawaban itu bagai bensin yang menyiram api yang sedang menyala. Dan kau tau apa yang akan terjadi


-----wusshhhhh-----


Kobaran api seketika menjadi luapan yang besar. Sebelumnya hanya api kecil yang menyala di kepala Sara namun kini Azuka menambah kobaran itu dengan sikap dan perkataannya yang tidak dapat di ucapkan dengan lembut. Dada nya bergemuruh menahan amarah namun dengan sangat terpaksa Ia mengulas senyum terpaksa miliknya.


.


.


'Ampun! Kenapa ada manusia yang alot seperti ini' Sara berkacak pinggang karena Azuka benar-benar ingin membuatnya seperti babu.


'Mungkin aku yang salah, jika aku meminta dengan benar mungkin saja Tuan Azuka mau mendengarku' jin putih melintaskan kalimat itu dalam benak Sara


'Bodoh seharusnya Ia yang harus berpikir. Pekerjaan yang lain telah Ia kerjakan dengan benar namun Ia masih saja menyuruh ini itu, ini masih pagi dia sudah merusaknya dengan sikap tak mau taunya itu! Kalian adalah suami istri seharusnya kerjakan bersama-sama. Tidak lantas kau di jadikan sebagai pembantu di sini! Buka matamu Sara' Ujar jin merah di telinga Sara karena merasa tak terima dengan sikap Azuka.


"ckkk" Sara berdecak bingung apa yang harus Ia lakukan karena keduanya membisikkan hal yang benar.


---huuuuhhhh---- Sara menghembuskan napas berat, kehidupan nya mulai di luar kendali. Ia ingin mengalah namun ego Sara tidak bisa menerima sikap Azuka yang sangat acuh padanya.


Tiba-tiba terbesit sebuah ide di pikiran Sara untuk tetap melibatkan Azuka. Sara harus benar-benar membuat pernikahan ini berhasil bagaimana pun caranya. Dilihatnya Azuka hampir benar-benar menjauh namun Ia berlari kecil untuk menggapai Azuka.

__ADS_1


Kemudian Sara menarik lengan Azuka untuk mengikuti nya mencari peralatan kamar mandi.


Azuka sendiri sedikit terkejut ketika tubuhnya di tarik tanpa permisi. Azuka menguatkan diri untuk berdiri kokoh di tempat, agar Sara kesulitan untuk menariknya lebih jauh. 'Apa lagi yang akan di lakukan gadis ini' Azuka melihat Sara yang masih berusaha menariknya namun gagal.


Mendapat penolakan secara tak langsung Sara masih bersikukuh untuk membuatnya bergerak namun tak bisa karena tubuh Azuka terlampau kuat. Sara mendengus kasar dan melihat Azuka "Tolong bantu aku" kali ini Sara meminta dengan serius, menggunakan sorot mata memaksa.


Ya kali ini Sara benar-benar malas untuk berpikir terlalu keras, hati dan pikirannya sangat marah dan raganya sedang letih saat ini. Ia tak dapat mengajari Azuka tentang nilai komunikasi dalam sebuah hubungan saat ini. Ya Sara berniat melakukan hal itu, ini pasti sangat sulit tapi bukan berarti tidak mungkin. Dengan sikap Azuka yang sangat acuh Sara menambatkan sebuah harapan yang bahwa hal ini mungkin untuk di lakukan walau terasa sangat berat.


Tidak maksudnya ini tentu saja sangat mudah. Kata orang tubuh yang lemah terjadi karena pikiran yang lemah. Artinya Sara tidak boleh layu di awal, bagaimana Ia akan menaklukkan makhluk buas ini jika Ia sudah lunglai. Tidak itu tidak akan terjadi, bagi Sara tidak ada yang tidak mungkin.!


.


.


"Lepaskan tanganku" Azuka tidak menyukai adanya sentuhan yang tidak dia inginkan dari orang lain, karena Ia sangat anti pada perempuan yang sok caper. Namun saat ini Azuka tak menemukan tatapan penuh godaan yang dilayangkan Sara padanya seperti sebelumnya. Mencoba kembali meneliti wajah ayu Sara untuk memastikan apakah pengelihatan benar-benar jernih. Azuka tenggelam menatap manik indah Sara, tatapan kehangatan dapat Ia rasakan walau samar. 'Berhentilah memandangnya!' Azuka menyeru hatinya untuk tidak melakukan hal yang dapat membuatnya tenggelam dalam lautan yang di sebut gejolak emosi. Azuka merasakan emosi yang aneh ketika memandang lebih dalam manik berwarna coklat gelap itu. Sadar jika Azuka lebih lama menatap Sara Ia akan lebih dalam tenggelam dalam lautan emosi yang di tunjukkan Sara, Ia segera melepaskan genggaman tangan Sara pada lengan kirinya.


.


.


"Aku harap kau tidak melupakan perkataan ku pada hari itu" Azuka kembali mengingatkan Sara tentang perkataannya agar Sara tidak bertindak lancang dengan menarik dirinya sembarangan. Azuka kembali mengingatkan Sara agar hal ini tidak akan terulang kembali.


.


.

__ADS_1


'Hell no! orang ini benar-benar ngajakin ribut!' Sara kembali memanas karena sikap Azuka yang seenaknya saja. 'Tenang' huuhhh Sara mencoba mengambil napas dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan, Ia tak boleh terbakar oleh siraman bensin dari Azuka jika tidak entah apa yang akan di lakukan Sara. Jika Sara melakukan hal yang ceroboh maka usahanya akan sia-sia. la tak ingin sikap sembrono nya merusak segalanya.


"Maafkan saya tuan, tapi anda lebih dulu melakukan kontak fisik kepada saya. Saya pikir perkataan Anda kemarin sudah tidak berlaku sekarang" Sara mencoba mengingatkan kembali perilaku Azuka padanya beberapa menit yang lalu, seolah ingin berkata jika aku juga tidak suka di perlakukan seperti itu.


__ADS_2