Reinkarnasi Dewa Naga

Reinkarnasi Dewa Naga
Bab 1 Kembali ke Masa Muda


__ADS_3

Saat liburan tahun 2007, di dalam sebuah mobil travel yang berkendara ke daerah perkotaan di Daerah Lakarsantri Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur.


Daerah Lakarsantri jauh dari pusat kota dan karena panas para penumpang di mobil sudah banyak yang mengantuk.


Seorang pemuda setinggi kurang lebih 170cm dengan wajah yang putih dan rambut pendek tiba-tiba terbangun dari mimpi buruk, melihat sekelilingnya dengan tatapan kosong dan entah apa yang teringat olehnya sehingga wajahnya tiba -tiba berubah.


Tidak ada yang tahu kengerian luar biasa di hatinya.


"Bukankah ini bus dari Lakarsantri menuju ke Surabaya yang ku duduki saat SMA kelas 3 pada saat liburan tahun 2007?"


"Bagaimana aku bisa berada di sini? Bukankah aku sedang bertempur dengan ras lain di alam semesta?"


"Mungkinkah aku kembali?"


Devan Tanujaya menunjukkan tatapan yang tidak percaya.


"Aku Devan tidak jatuh dalam pertempuran alam semesta dan malah terlahir kembali ke masa muda bumi?"


...


Devan adalah murid dari Sekte bela diri Dewa Naga. Pada kehidupan sebelumnya ketika dia berusia 30 tahun, dia dibawa pergi dari bumi oleh Dewa Naga yang sedang melakukan perjalanan ke alam


semesta. Sejak saat itu, dia memulai kultivasi selama lima ratus tahun.


Dia sangat berbakat, dia telah berkultivasi di Alam Abadi dalam lima ratus tahun dan memiliki kesempatan menjadi yang termuda di Alam Abadi. Dia sangat jenius, dia tak terkalahkan dalam semua pertempuran serta dihormati sebagai "Dewa Naga Kecil" oleh dunia kultivasi.


Sayangnya, pada akhirnya dia jatuh dalam perang semesta.


Namun dia tiba-tiba kembali ke lima ratus tahun sebelumnya.


Devan mencoba merasakan energi di tubuhnya dan menyadari bahwa kekuatannya menghilang.


"Sepertinya ini bukan ilusi, aku benar-benar kembali." Devan berpikir keras.

__ADS_1


"Sekarang kekuatan di tubuh tidak ada sama sekali. Semua yang aku miliki telah menghilang, sekarang aku hanya orang biasa dan bahkan aku bisa terbunuh oleh satu peluru saja."


Meskipun dia telah kehilangan kekuatannya, namun dia sama sekali tidak sedih, dia malah tertawa.


"Dalam kehidupan ini, saya harus melangkah bertahap agar dapat menyerang Alam Abadi lagi."


Dia tersenyum, matanya menatap tajam seperti api yang sedang membara!


"Serta para musuh yang telah menyakitiku. Aku ingin mereka mengembalikkan dalam kehidupan ini."


Pada kehidupan sebelumnya Devan terlahir di Lakarsantri, Kota Surabaya,di sebuah keluarga yang tidak biasa.


Ayahnya adalah orang biasa sedangkan Ibunya berasal dari keluarga besar di Ibukota.


Bahkan keluarga itu juga termasuk keluarga terkemuka di Ibukota.


Orang tua Devan adalah teman kuliah dan jatuh cinta. Akan tetapi hubungan mereka tidak direstui oleh keluarga besar Ibu Devan, bahkan Kakek Devan sampai ingin memutuskan hubungan keluarga dengan Ibunya.


Devan terakhir kali melihat keluarga Ibunya saat pemakaman Ibunya, hanya satu orang yang menghadiri pemakaman pada saat itu. Bahkan Kakek, Nenek, Paman, Bibi tidak ada satupun yang datang.


Selain itu, orang itu datang ke rumah mereka dengan sangat sombong.


Setiap orang di sekitarnya merupakan sosok besar yang.perlu Devan hormati.


Meskipun sudah lima ratus tahun berlalu, tetapi ketika teringat dengan keluarga besar Ibu, Devan masih saja merasa tidak senang.


Dia menggelengkan kepalanya dan tersenyum jahat:


"Mereka yang memandang rendah keluarga kami, pasti tidak menyangka aku akan kembali?"


"Dalam kehidupan sebelumnya, meskipun Ayah, Ibu dan aku berjuang mati-matian hanya bisa menatap kalian."


"Pada kehidupan ini, meskipun aku hanya orang biasa sekarang tapi tunggu setelah aku berhasil kultivasi, aku akan pergi ke Ibukota!"

__ADS_1


Sebelumnya, dia telah hidup miskin selama tiga puluh tahun. Hidupnya selalu gagal dan dia telah banyak mendapatkan tatapan sinis dan ejekan.


Sekarang, dia kembali dengan ingatan kultivasi lima ratus tahun, hanya ingin secepatnya membalaskan dendam melampiaskan semua ketidakadilan yang dia terima selama ini!


Tepat ketika Devan sedang berpikir, ponsel tiba-tiba berdering.


Menampilkan satu kata, "Ibu!"


"Halo, Devan ya? Kamu sudah hampir di Surabaya ya. Sepertinya Bibi Thalia sudah menunggumu di luar stasiun. Aku meminta tolongnya untuk mencari rumah untukmu. Kamu belajarlah dengan baik ya."


"Kamu jangan membenci Ibu, kamu juga tahu dengan nilaimu. Jika kamu tidak giat maka kamu tidak bisa masuk ke universitas yang baik. Jadi Ibu mengandalkan kenalan untuk mengirim kamu sekolah di sekolah terbaik di kota."


"Kamu harus mendengarkan Bibi Thalia. Dia dulu adalah partner bisnis Ibu, dia sangat baik."


Mendengarkan suara wanita parah yang belum terdengar selama ratusan tahun di telinganya, Devan merasa hangat dan tanpa sadar matanya basah.


"Bu, aku tahu. Jangan khawatir, aku akan belajar dengan baik," ucap Devan.


Sejak Ibunya meninggal, dia tidak pernah mendengar suaranya lagi.


Dalam ingatan Devan pada kehidupan sebelumnya, waktu mereka bertemu sangat sedikit.


Ibunya adalah wanita yang kuat. Setelah diejek, dia ingin menunjukkan hasil kepada keluarga Wangsa. Karena itu saat Devan masih kecil dia membuka perusahaan sendiri. Saat Devan kuliah, perusahaannya menjadi perusahaan hebat di industri properti. Saat itu Ibu dijuluki "Ratu Industri Properti" dengan uang yang banyak.


Sayangnya, ibu mengalami kecelakaan mobil dan perusahaan diambil alih oleh orang lain.


Setelah menutup telepon, bus telah tiba di stasiun dan sopir berteriak agar semua orang keluar.


Setelah tiba di stasiun, aku melihat stasiun bus Surabaya dan kerumunan manusia. Devan sekarang percaya bahwa dia terlahir kembali dan kembali ke masa remaja berusia 17 tahun.


"Lagi pula, semuanya harus dilalui jadi apa yang harus aku takuti dari kehidupan ini!"


Dia tersenyum ringan dan mengikuti orang keluar stasiun.

__ADS_1


__ADS_2