Reinkarnasi Dewa Naga

Reinkarnasi Dewa Naga
Bab 7 Tobias Prasbawa


__ADS_3

Namun, pria paruh baya yang gemuk itu berjalan menuju ruang VVIP termewah tempat karaoke ini dengan penuh amarah. Melihat penampilannya yang acak-acakan, dua pria kekar yang berdiri di depan pintu dengan heran berkata:


"Pak Thomas, ada apa dengan Anda?"


Pria paruh baya itu marah dan tidak menjawab, lalu dia mendorong pintu ruang VVIP itu.


Ruang VVIP yang sangat luas, dekorasi sangat mewah, karpet mahal, TV LCD yang dapat digerakkan dan sofa kulit import dari Italia.


Di kedua sisi sofa penuh dengan wanita penghibur. Mereka lebih menggoda daripada wanita yang ada di aula depan dan mereka semua adalah yang terbaik di sini. Dua di antaranya pelajar di Universitas Kota Besar dan mereka juga primadona sekolah dan primadona departemen di sekolah mereka.


Seorang pria berjaket duduk di tengah sofa itu.


Sederetan pria kekar berjas hitam rapi berdiri di belakangnya, mengelilinginya, menghormatinya, dia tampak seperti bos besar.


Pria ini dengan agung duduk di sana, ditemani oleh wanita cantik yang menawan di kedua sisinya. Seorang wanita cantik berusia tiga puluhan, mengenakan gaun hitam, mempesona dan menawan. Yang satu lebih muda, mengenakan cheongsam putih dengan keliman terbuka sampai pinggang, memperlihatkan sebagian besar kulit putihnya, dengan riasan tipis di wajahnya, merupakan yang paling cantik di ruang VVIP.


Dia memakan anggur yang dikupas oleh wanita bergaun hitam di sebelahnya, meletakkan satu tangan di paha wanita cheongsam putih dan menggosok stokingnya yang dingin dan lembut. Wanita cheongsam putih itu merasa jijik, tapi dia tidak berani menggerakkan kakinya. Dia tahu betapa buruknya perlakuan pria di sebelahnya terhadap orang yang tidak patuh.


Melihat pria gemuk itu mendorong pintu dengan marah, dia mendongak terkejut dan berkata:


"Pak Thomas, apa yang kamu lakukan?"


...


"Sial, aku baru saja keluar dari toilet dan melihat seorang wanita berpakaian mirip dengan wanita penghibur dan cukup genit.” Pria paruh baya gemuk itu duduk di sofa dan menuangkan segelas anggur.

__ADS_1


"Aku lihat dia masih muda, jadi aku pikir dia cewek yang baru saja bekerja, jadi aku menepuk pantatnya dan ingin menanyakan harganya. Tidak disangka malah ditampar, kemudian pacarnya datang dan menendangku dengan keras. Namanya Timothy? Aku tidak tahu dia siapa."


"Timothy Nicholas? Bukankah dia yang di Empress Hall?" kata Kak Hana di sampingnya.


"Benar, benar, bocah itu juga mengatakan tentang Empress Hall dan mengatakan bahwa dia menungguku, sombong sekali," kata Pak Thomas, menepuk meja dan melihat pria berjaket mengatakan, "Kak, menurutmu masalah ini, aku harus bagaimana? "


...


Pria berjaket ini bernama Tobias Prasbawa. Dia adalah bos besar dunia hitam dan putih. Ketua perusahaan hiburan karyawan lebih dari 100 orang.


Tempat karaoke ini dia juga memiliki sahamnya, apalagi industri ilegal dan legal lainnya.


Ada seorang pemimpin kota memiliki masalah dengannya, mengatakan bahwa akan memeriksa tempatnya. Hasilnya, dia dibawa oleh orang-orang pemerintahan provinsi beberapa hari kemudian.


Dia baru-baru ini mulai berhenti, menjaga kesehatan dan fokus pada bisnisnya.


"Pak Thomas, Anda tenang saja. Anda adalah tamu kehormatanku, aku pasti akan memberimu penjelasan." Tobias memberi isyarat dan datanglah seorang pria berotot dengan kalung emas tebal, dan bertatto harimau putih.


"Bimo, kamu bawa dua orang pergi ke sana. Bawakan Timothy dan temannya ke hadapanku. Aku ingin melihat siapa di Surabaya ini yang berani mengangguku."


"Baik, Kak," kata pria yang bertato harimau itu sambil membungkuk.


.......


Di sini, saat Devan ingin pergi, tiba-tiba ada yang mendobrak pintu. Beberapa pria kekar mengenakan jas hitam dan bertato masuk. Bimo selaku pemimpinnya berkata:

__ADS_1


"Siapa Timothy?"


"Aku, ada apa?" Timothy berdiri kebingungan.


"Baguslah itu kamu. Ikutlah bersama kami, Bos kami ingin bertemu denganmu." Bimo memberi isyarat, dua pria kekar itu bergegas ke arahnya.


"Berhenti, apa yang ingin kalian lakukan? Apakah kalian tahu siapa aku?" Timothy berjuang mati -matian dan teman-temannya di sekitarnya juga ikut berkata.


"Bro, mari kita bicarakan baik-baik."


"Ini mungkin ada kesalahpahaman. Kalian mencari kami ada apa?"


"Dia memukul seseorang dan yang dipukulnya itu adalah tamu kehormatan bos kami," kata Bimo sambil tersenyum.


Wajah Timothy berubah.


Gawat, sepertinya orang yang telah dipukulinya di toilet tadi.


"Bro, Ayahku adalah pemilik pabrik pakaian di Daerah Asemworo. Kami juga kenal dengan bos tempat karaoke ini," kata Timothy.


"Aku tidak peduli dengan pabrik pakaian kamu. Jika kamu hebat berbicaralah dengan Bosku." Bimo meludahkan dahaknya, jijik.


Mereka dibawa oleh pengawal pergi.


Timothy dan yang lainnya tidak berdaya menghadapi mereka dan hanya bisa mengikuti.

__ADS_1


Devan memandang mereka dan mencibir di dalam hatinya. "Lihatlah bagaimana kalian menyelesaikannya!"


__ADS_2