Reinkarnasi Dewa Naga

Reinkarnasi Dewa Naga
Bab 12 Metode


__ADS_3

Devan sudah dalam perjalanan untuk menyembuhkan luka.


Riki sambil mengemudi dia sambil memandang Devan melalui kaca spion dan tiba-tiba berkata:


"Tuan Devan sepertinya sudah bisa menebak identitas Tuan Besar."


Devan mengangguk.


Dia akhirnya memikirkan asal usul William.


Tidak heran namanya sangat familiar. Ini adalah sosok yang paling terkenal di zaman modern di Surabaya.


Ini adalah jenderal terkenal di kemiliteran! Dengan latar belakang yang begitu besar, tak heran Tobias begitu ketakutan saat mendengar nama itu.



Mobil itu melaju di sepanjang Jalan Danau Unesa dan berhenti di depan halaman mewah.


"Ini adalah panti jompo untuk tentara. Hanya menerima kader atau divisi tingkat atas, Tuan Besar kondisi kesehatannya kurang baik jadi biasanya tinggal di panti jompo ini." Riki selesai menghentikan mobil, menemani Devan masuk dan memperkenalkan.


Berjalan di jalan sepi, semuanya orang tua dan pengasuh berpakaian putih, dapat diperkirakan masing-masing memiliki identitas yang luar biasa. Sekarang di usia tujuh puluhan sampai delapan puluhan, mereka hanya bisa tinggal di panti jompo selama sisa hidupnya.


"Lingkungan di sini sangat bagus, cocok untuk pemulihan." Devan mengagumi bahwa orang-orang militer benar-benar pintar mencari lokasi.

__ADS_1


Ketika dia melihat William, dia sedang menulis kaligrafi China dan Zizi mengilling tinta di sampingnya.


Devan melihat dari samping, keterampilan kaligrafi China William ini diperkirakan sudah terlatih selama puluhan tahun, makanya sangat terampil dan bagus.


"Ngomong-ngomong, bukankah kamu mau mengobati kakekku? Mengapa kamu tidak membawa peralatan obat atau sejenisnya?" Zizi menyela. Dia tidak tahu mengapa dia tidak menyukai Devan, tidak bisa menahan diri untuk tidak mencari masalah dengannya.


Dia juga menggenakan pakaian kasual hari ini. Dia mengenakan kaos putih lengan pendek dengan celana jeans super pendek, memperlihatkan dua pahanya yang ramping dan kencang. Menampilkan sisi menawannya sebagai seorang wanita.


"Metode perawatanku tidak membutuhkan peralatan obat apa pun." Devan menggelengkan kepalanya.


"Lihat ini." Devan menyerahkan buklet kepada Tuan Besar itu.


Ini adalah metode kultivasi yang relatif sederhana yang secara khusus dicari oleh Devan sesuai dengan situasi William.


"Apa ini?" William curiga sambil mengambil buklet yang tipis ini. Wajahnya sedikit berubah saat pertama kali melihatnya, semakin dilihat, semakin terkejut. Pada akhirnya, dia penuh dengan rasa tidak percaya.


"Ada apa? Kakek?" kata Zizi yang merasa aneh.


Setelah William melihat buklet, dia menutup mata dan memikirkannya sebelum akhirnya menghembuskan napas perlahan.


Dia membungkuk kepada Devan dengan sungguh-sungguh, berkata, "Tuan Anda sangat baik dan berbudi luhur, aku tidak akan pernah melupakannya."


"Tidak apa-apa." Devan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kakek, mengapa kamu tiba-tiba memberinya hormat tanpa alasan kepada dia?"


Zizi dengan cepat mengangkat William.


"Tuan Devan, kamu saja yang menjelaskan itu kepada Zizi." Setelah William membungkuk, dia merasa senang, berubah berkata sambil tersenyum.


Devan mengatakan, "Cedera kakekmu terdiri dari dua aspek. Salah satunya adalah setelah dia terluka, dia tidak mengobatinya. Akibatnya, cedera paru-paru sudah tidak dapat diobati."


"Kedua, ada yang salah dengan latihan yang dia lakukan, dapat melukai paru-parunya. Meski kerusakannya sangat kecil setiap kalinya, tetapi akan menjadi penyakit jika menumpuk terlalu banyak."


"Jadi, paru-paruku juga punya masalah." Wajah Zizi sedikit berubah.


"Secara teori, ini memang ada masalahnya. Tetapi karena kultivasimu belum dalam, maka kamu belum mencapai tingkat itu." Devan mengangkat bahu.


Setelah mendengarkannya, Zizi berterima kasih kepada diri sendiri yang terlalu lemah?


William mengangguk, “Waktu itu saat metode ini diturun menurunkan, memang ada membahas masalah ini. Tapi waktu itu merasa berkah jika bisa kultivasi, jadi tidak mempermasalahkan bisa tidaknya menyakiti paru-paru. Jadi setelah itu anak-anakku tidak ada satupun yang ku ajari. Jika bukan karena permintaan kuat Zizi, aku berencana membawa metode yang cacat ini ke dalam peti mati."


"Apa isi buklet itu?" Zizi kebingungan.


"Buklet ini adalah versi lengkap yang aku perbaiki berdasarkan metode yang diturunkan keluargamu.” Devan menjawab setiap pertanyaan.


"Ini lebih dari lengkap. Ini bahkan lebih tinggi dari metode keluarga lita. Pencapaian Tuan Devan dalam seni bela diri dapat dikatakan luar biasa, membuat orang-orang mengaguminya," kata William dengan semangat.

__ADS_1


__ADS_2