Reinkarnasi Dewa Naga

Reinkarnasi Dewa Naga
Bab 32 Tidak Perlu Dijelaskan


__ADS_3

Windy tidak berbicara, tetapi kesenangannya sangat kuat, melihat Rona yang hampir menangis.


Jack menggelengkan kepalanya, bahkan jika dia berada di posisi Devan, dia pasti sudah mati.


Lionel melirik Devan dan meminum anggur merah dengan santai.


Penjelasan sederhananya membuat Devan benar-benar terinjak di bawah kakinya. Tetapi baginya ini hanya masalah kecil, orang seperti Devan tidak layak menjadi lawannya.


Yunita, Hanna, dan teman Rona lainnya menggelengkan kepala mereka. Tetapi tidak apa-apa, dengan begini bisa menghilangkan keinginan Rona kali ini, mereka dua sama sekali tidak cocok.


Hanya Rona yang bergegas memohon dengan Direktur Charles, tetapi Direktur Charles mengabaikannya dan mengambil HT memanggil pentugas keamanan.


Choky berdiri dengan bangga dan mencibir terhadap Devan. "Bocah, aku kan sudah bilang."


"Kita sama sekali bukan orang yang sama, aku bisa mengusirmu hanya dengan satu kalimat. Lalu kamu?" Apa yang bisa kamu lakukan sekarang?"


Pada saat ini, seseorang menanggapi perkataan Choky dan berteriak menyuruh Devan 'keluarlah'.


Devan berdiri di sana, menunduk, tidak bergerak sama sekali, tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan.


Menurut orang lain, ia tampaknya sudah menerima takdir. Saat Choky, Jack dan yang lainnya tersenyum.


Tiba-tiba terdengar suara. "Siapa yang mau mengusirnya?"


Semua orang mencari suara itu dan melihat kerumunan itu terbelah seperti air pasang.


Seorang gadis dengan gaus putih yang cantik datang dengan cepat. Dia tinggi, membuat banyak gadis di situ minder. Matanya yang indah saat melirik dengan pandangan yang dingin dan arogan membuat semua orang menundukan kepala, dia seperti seorang ratu yang keluar dari negara es.


"Siapa dia? Berani membantu Devan?" Beberapa orang mencibir.


Gadis di sebelahnya ada yang mengenali teman wanita itu ekspresinya langsung berubah dan dengan cepat menutupi mulutnya. "Kamu gila ya, kamu bahkan tidak mengenali putri keluarga William?"

__ADS_1


"Putri keluarga William?" Orang yang berbicara sebelumnya tertegun, kemudian teringat sesuatu  yang membuat wajahnya pucat tiba-tiba dan dia bergegas berbisik.


Itu adalah Zizi.


"Nona?"


Saat dia melihat Zizi, ekspresi Direktur Charles berubah dan muncul perasaan buruk.


Dia tersenyum dan berkata, "Bagaimana Anda ada di sini? Juga tidak memberitahu kami."


"Heh, aku bukan nona dari perusahaan kalian." Zizi menyindir.


"Tuan Devan adalah tamu kehormatanku. Kamu mengusirnya juga mau melapor polisi, apa yang ingin kamu lakukan?"


Setelah mendengarkan ucapan Zizi, ekspresi Direktur Charles berubah sepenuhnya.


Bocah ini ternyata menjadi tamu kehormatan nona itu?


Dia mencoba menjelaskan, "Aku sebelumnya tidak tahu bahwa pria ini diundang oleh Anda, jika aku tahu, aku mana berani."


Zizi tidak memperdulikannya sama sekali, tetapi malah tersenyum dan meminta maaf kepada Devan:


"Tuan Devan, aku terlambat."


"Tidak menyangka bawahanku sangat kurang ajar, malah melakukan hal-hal seperti ini."


Setelah berbicara, dia sangat marah.


Devan ini orang seperti apa? Bahkan Kakeknya saja berusaha menyenangkannya. Tak disangka malah dipermalukan oleh direktur di pesta ini, sampai mau diusir keluar pesta. Jika Devan benar-benar marah hari ini, semua kerja keras keluarga William akan sia-sia dan bukankah juga menyinggung seorang master yang hebat?


Devan terlihat biasa saja, seolah semua tuduhan sebelumnya tidak ada.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, hanya beberapa badut yang berteriak."


Dia mengatakan dengan melirik Direktur Charles dan dengan tenang mengatakan, "Hanya saja direktur ini tampaknya memiliki prasangka buruk terhadapku. Aku sudah mengatakan bahwa aku diundang, bisa menanyakan langsung dengan petugas, tetapi dia tidak mau mendengarkan.


Direktur gemetaran mendengarnya dan dia hampir tidak bisa berdiri.


Dia tertawa paksa berkata, "Nona, Anda dengarkan penjelasanku."


"Tidak perlu dijelaskan."


"Masalahmu, akan aku sampaikan kepada bosmu dan menyarankan dia untuk memecatmu." Zizi menjelaskan.


Pada saat ini, Direktur Charles hanya bisa melihat Choky, mengharapkan dia bisa membantunya.


Tetapi dia tidak tahu bahwa Choky juga gemetaran saat ini.


Saat Zizi muncul, jantungnya berdetak kencang. Ketika Zizi meminta maaf kepada Devan, dia tambah tidak percaya.


Ini Zizi, cucu William!


Jangankan dia, bahkan Ayahnya jika melihat Zizi, juga harus hormat dengannya.


Meskipun ayah mereka berteman, tetapi seorang komandan militer kota kecil Surabaya ini hanyalah posisi kedua. Salah satunya adalah ketua dari departemen staf umum daerah militer, yang merupakan inti dari kekuasaan dan memiliki masa depan yang cerah. Bagaimana bisa dibandingkan? Belum lagi keluarga William sangat mengakar dalam ketentaraan, mana bisa dibandingkan dengan keluarga mereka.


Melihat pandangan Direktur untuk meminta bantuan, pada saat ini Choky hanya bisa melangkah maju.


"Kak Zizi ..."


Zizi berbalik melihat Choky dan berkata sambil tersenyum, "Kenapa, apa yang mau kamu jelaskan? Jangan berbohong untuk membodohiku, kamu seperti apa mana mungkin aku tidak tahu?"


Choky mendengar itu, tidak bisa lagi menahan kemarahan di dalam hatinya dan dia berkata dengan tidak terima. "Tetapi jelas-jelas bahwa bocah itu yang merebut pacarku terlebih dahulu..."

__ADS_1


"Diam!" Zizi mendengarnya membuat wajahnya menjadi dingin dan marah.


__ADS_2