Reinkarnasi Kedunia Sihir Paralel

Reinkarnasi Kedunia Sihir Paralel
Seorang Yang Baik Menurutmu Bisa Saja Menjadi Orang Yang Paling Jahat Padamu


__ADS_3

Di Tokyo Jepang sebuah anime yang ramai sedang menjadi bahan pembicaraan di sana yaitu Anime Reinkarnasi kedunia paralel. Ternyata usut demi usut Anime ini adalah adaptasi dari novel karya Tsurugi yang kala itu berusia 18 tahun dan dia baru saja lulus SMA baru-baru ini. Dia memang senang menulis novel pada waktu dia masih SMA. Dia menjadi Novelis yang cukup terkenal diawal debutnya itu. Sampai saat ini Novelnya banyak yang telah menjadi sebuah anime. Dan yang paling terkenal adalah Novel yang berjudul Reinkarnasi kedunia sihir paralel. Dia sangat gembira dengan pencapaiannya itu. Namun di suatu ketika saat dia sedang bersama sahabatnya yang sedari kecil memang sudah bersama. Mereka mengunjungi sebuah restoran untuk merayakan pencapaian Tsurugi.


Di suatu restoran makanan asia ini yang identik dengan susi dan beraneka ragam masakan Jepang yang sangat enak di daerah Tokyo. Memang agak mahal untuk beberapa menunya. Tapi, dalam rasa tidak boleh diragukan lagi karena uenak pol.


" Hei, Urumi. Kita akan kesini ya untuk merayakan pencapaian ku. " Tsurugi mengajak Urumi yang merupakan sahabatnya sejak dari kecil itu untuk makan di sebuah restoran Jepang yang cukup terkenal di Tokyo.


" Hah? Bukankah disana harganya cukup mahal. Bagaimana kalau kita mencari tempat lain yang cukup murah saja! " Urumi keberatan dengan apa yang disarankan oleh Tsurugi karena dia bisa melihat nanti uang jajannya akan ludes kalau masuk ke restoran tersebut.


" Ehehehe, kan sudah kubilang. Ini untuk merayakan pencapaianku. Jadi, akun yang akan membayari semua yang kita makan nanti. Ayo ah, jangan sungkan begitu. Kita kan sahabat dari kecil. " Tsurugi mencoba membujuk Urumi yang tidak ingin ke restoran tersebut.


" Eh, tapi kan. Tapi. " Urumi ditarik-tarik oleh Tsurugi untuk cepat masuk ke restoran mahal tersebut.


Tapi, ekspresi Urumi agak begitu berbeda. Ada sebuah rasa yang sedikit membuat Urumi tidak begitu senang meski dapat makan gratis dari Tsurugi.


Mereka akhirnya duduk didalam restoran tersebut.


" Eh, Urumi. Pesan saja! Tenang saja, tenangkan pikiranmu. Tadi aku baru saja dapat loyalti dari novel ku yang telah tebit menjadi anime itu lho. Ehehehe, Kau pasti terkejut dengan pencapainku kali ini. Karena begitu banyaknya antusias para penonton anime tersebut, bahkan di episode pertama yang baru tayang saja mereka begitu membeludak dalam memberi respon yang variatif. Eh, aku pesan susi dan apa ya? Kau mau apa Urumi? " Tsurugi begitu gembira karena pencapaian itu. Dia tidak terlalu memperhatikan ekspresi Urumi yang tidak begitu senang dengan pencapaiannya.


" Ehehehe, kau pesan saja dulu! Nanti aku akan memesan apa yang kamu pesan saja. Kita samaan saja ya? " Urumi yang terlihat dari ekspresinya adalah sebuah paksaan atas sebuah senyum dan tawa di bibitnya. Itu membuatnya sedikit sakit pada hatinya. Karena dia juga sebenarnya adalah seorang penulis novel seperti Tsurugi. Namun karyanya tidaklah sehebat Tsurugi.


Urumi juga membuat sebuah novel pada waktu mereka SMA, namun karirnya sebagai seorang penulis novel begitu redup di samping Tsurugi yang begitu bersinar terang. Bagai sebuah tembok yang bediri antara sisi terang yang amat menyilaukan dan dibalik tembok tersebut ada sebuah tempat yang begitu redup di balik cahaya yang begitu terang. Itulah penggambaran Tsurugi dan Urumi. Meski mereka sama-sama seorang penulis yang berada di satu bidang yang sama. Tapi, kemampuan mereka begitu berbeda dalam mengambil hati para pembacanya.


Suasana restoran yang begitu ramai karena memang merupakan restoran yang terkenal di Tokyo. Daripada itu. Mereka baru saja memesan dan di suruh menunggu karena hari ini begitu ramai dan mereka baru saja menerima satu gelas minuman dingin untuk menjadi sebuah pendamping mereka dalam menunggu menu yang mereka pesan.


Saat itu Tsurugi tiba-tiba merasakan gejolak yang begitu tidak bisa ditahan. Dia meresa gelisah dan begitu memerah wajahnya karena menahan sesutu yang mungkin bisa meledak kapan saja.


Urumi yang melihat kejadian itu. Melihat Tsurugi yang begitu kebingungan. Lalu, dia bertanya padanya. " Hei, Tsurugi. Kenapa denganmu, apa kau sakit atau bagaimana? "


Tsurugi yang masih begitu terasa tidak enak semuanya. Dia akhirnya berpamitan kepada Urumi untuk meninggalkan meja mereka menuju kesuatu tempat yang hening dimana sebuah ruangan itu dingin dan menjadi tempat pertapaan yang cukup nyaman bagi beberapa orang itu adalah tempat yang tidak lagi bisa dijelaskan dengan kata-kata. Karena tempat tersebut memiliki fasilitas yang begitu menawan bagi orang-orang yang kebelet buang air. Itu adalah surga bagi mereka. Tempat yang tenang dan jauh dari halayak dimana mereka bisa berinovasi, eh maksudnya alaha berkonsentrasi dalam dunia dimensi yang diciptakan dari sebuah halusinasi yang tak akan kunjung mencapai titik dimana orang sudah mencapai sage mode. Itu adalah titik dimana mereka keluar dari tempat pertapaan itu dengan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Seperti lahir kembali dalam keadaan yang begitu sehat dan efek dari pertapaan itu menjadikan lebih langsung untuk beberapa saat sampai mereka makan terlalu banyak dan merasakan beban hidup lagi.


" Ah, Urumi. Aku akan berteleportasi kesuatu tempat untuk bertapa beberapa menit dan menjadi seorang sage dari dunia yang tidak tidak akan terjamah oleh orang-orang yang berada di dunia ini. Karena akan kubuat segel yang tidak akan membiarkan seorangpun mengganggu proseku menjadi seorang sage nanti. Tolong jaga tempatku ya! Jangan samapai ada yang menggantikan kedudukanku disini. Aku akan kembali lagi dalam mode yang lebih hebat karena levelku akan berkembang pesat setelah menjadi seorang sage nanti. " Tsurugi lalu berlari kecil sambil memegang bagaian belakangnya. Karena sisi belakang ini akan menjadi zona krusial yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

__ADS_1


" Hah, ada-ada saja anak ini. Tidak heran jika dia menjadi seorang penulis novel yang hebat. Hidupnya terlalu banyak drama dan begitu membingungkanku. Tapi, kenapa aku tidak bisa seperti dia. Kenapa dia terus yang selalu mendapatkan kesempatan itu. Aku sudah lelah dengan semuanya. Dia terus yang beruntung dalam hidup ini. Aku, kapan giliranku? Ah, mungkin Tuhan tidak begitu adil padaku." Urumi yang terdiam dan melihat gelas Tsurugi terlihat begitu menggoda untuk ditaburi racun didalamnya.


Urumi melihat kearah sekitarnya dan memastikan tidak ada yang curiga dengan apa yang dilakukannya. Dia tidak tahu apakah ini akan menjadi malapetaka pada Tsurugi. Dia membawa sebuah perasa yang begitu asam di sakunya. Dia berniat untuk menaburkannya pada minuman Tsurugi. Kenapa dia tidak membawa racun. Karena dia berniat untuk mengerjai Tsurugi saja. Dia yang sedari kecil tahu kalau Tsurugi memiliki lambung yang begitu sensitif. Dia tahu kalau Tsurugi meminum sebuah minuman yang asam. Itu akan begitu berpengaruh pada Tsurugi. Yah, niatnya juga iseng. Tapi, saat Urumi menaburkan sedikit bubuk yang asam itu ke minuman Tsurugi. Dia kaget karena Tsurugi telah kembali dari pertapaannya. Dia tidak memperhatikan seberapa banyak dia menaburkan bubuk tersebut. Dan Tsurugi kembali ke meja mereka.


" Ah ... akhirnya aku selesai. Kau mau tahu tidak Urumi. Apa yang kualami tadi disana? " Tsurugi membuat Urumi sedikit jengkel.


" Ohoho. Tidak perlu kau ceritakan. Aku tidak akan mau mendengarkan ceritamu dari dimensi lain itu. " Disaat itu Urumi melihat Tsurugi sudah memegang gelasnya dan mengaduknya.


" Ah, ini membuatku haus sekali. Aku minum dulu. " Tsurugi langsung meminum dari gelas yang telah dicampur bubuk asam pada minumannya itu.


Ekspresi Urumi begitu kaget. Dia tidak sempat menghentikan Tsurugi karena momen itu begitu cepat. Dan Urumi sekarang merasa bersalah pada Tsurugi. Dia sendiri tidak begitu tahu seberapa banyak dia menuangkan serbuk yang asam itu pada minuman Tsurugi.


Mereka berdua tetap menikmati makanan mereka. Sampai, Tsurugi merasa kalau perutnya sakit.


" Adu-duh. Perutku terasa sakit sekali Urumi. Kita pulang saja yuk. " Ekpresi kesakitan Tsurugi itu membuat Urumi berada di ambang antara khawatir dan kebingungan kenapa tadi dia tega melakukan itu pada sahabatnya sendiri.


Mereka akhirnya pulang dan Urumi mengantar Tsurugi sampai rumahnya.


Tsurugi perlahan memejamkan matanya karena mungkin dia akan merasa baikkan saat sudah bangun nanti. Dan itu menjadi terakhir kali Tsurugi tidur di kamarnya saat itu.


Keesokan harinya saat Urumi pergi untuk menjenguk Tsurugi. Dia melihat ada banyak orang di rumahnya baik dari kerabat Tsurugi maupun tetangganya. Mereka terlihat begitu sedih dan itu membuat Urumi khawatir dengan Tsurugi. Perasaan merasa bersalah dan kebingungan yang begitu menggelayutinya membuatnya tidak bisa bergerak saat itu.


" Apa yang telah kulakukan pada sahabatku sendiri. Aku telah berbuat terlalu jauh padanya. Aku yang salah, aku yang salah Tsurugi. Maafkan aku! " Dalam hati di menyesali apa yang telah dia lakukan pada Tsurugi.


Lalu disaat dia sedang melihat kearah rumah Tsurugi. Dia melihat Tsurugi yang di bopong untuk dinaikkan ke atas ambulan. Air mata Urumi menetes dan dia berlari kearah dimana ambulan itu yang sudah siap untuk berangkat.


... [ Wiu-wiu-wiu. ] ...


Suara ambulan yang dibunyikan itu menjadi awal pergerakan ambulan menuju rumah sakit. Orang tua Tsurugi ingin mengetahui penyebab kematian Tsurugi. Jadi, mereka membawa Tsurugi ke rumah sakit.


Urumi tidak sempat ikut masuk dalam ambulan itu. Lalu dia menyusulnya dengan menaiki taksi.

__ADS_1


Di rumah sakit yang berada tidak jauh dari kediaman Tsurugi. Di sebuah ruangan di koridor rumah sakit. Dimana ada banyak bangku tempat keluarga orang-orang yang sedang sakit berada di rumah sakit. Mereka yang senantiasa menunggu kesembuhan keluarganya disini dan berharap keluarganya bisa sehat lagi dan keluar dari rumah sakit dan melakukan aktifitas mereka seperti biasa lagi. Sama seperti saat mereka sehat.


Tapi, itu tidak untuk keluarga Tsurugi yang datang untuk mengetahui penyebab kematian Tsurugi. Mereka tidak akan bisa kembali melihat Tsurugi yang seperti sebelumnya di rumahnya. Tidak lagi dapat bercanda dengannya lagi. Tidak dapat melihat senyumnya lagi. Ini adalah sebuah rasa yang tertinggal menjadi sebuah kenangan yang hanya bisa dikenang sambil meneskan air mata bagi orang-orang yang mencintainya.


Urumi yang menjadi sahabatnya sendiri begitu mengingat kebaikan Tsurugi dan menangis di kursi tunggu dimana dia sendiri sangat menyesali perbuatannya tersebut. Urumi dengan hati yang iri karena pencapaian Tsurugi yang jauh melampauinya membuatnya menjadi seorang yang paling jahat pada Tsurugi. Dia memang tidak sengaja karena pada awalnya dia cuma ingin membuat Tsurugi sakit perut. Tapi, kadar dari candaannya itu terlalu berlebihan dan mengakibatkan Tsurugi meninggalkannya untuk selamanya. Betapa frustasinya Urumi saat ini. Sahabatnya meninggal dunia karena candaannya yang begitu berlebihan.


Dalam hati dia merenungi apa yang telah dia lakukan pada Tsurugi. " Kenapa aku melakukan itu? Kenapa? Kenapa aku bisa kelewatan. Sekarang Tsurugi tidak mungkin memaafkanku. hiks-hiks-hiks, bahkan untuk meminta maaf saja aku tidak akan mungkin bisa. Kenapa? Kenapa? "


Dalam ruangan yang begitu tidak banyak orang yang disana. Urumi dengan pikirannya yang terombang-ambing oleh rasa bersalah tersebut membuatnya berada di zona yang sangat begitu tidak nyaman. Sampai, tiba-tiba ada sebuah tepukan pada pundaknya yang mengagetkan nya.


... [ Puk. ]...


" Kamu Urumi kan? " Seorang yang terlihat dari balik air mata penyesalan Urumi adalah Ayah Tsurugi.


Tanpa berkata-kata lagi. Urumi memeluk ayahnya Tsurugi dan menangis.


...[ Hiks-hiks-hiks. ]...


" Kau, sahabatnya Tsurugi kan? Dia banyak bercerita tentang kamu yang begitu baik padanya saat dia masih hidup. Dia pasti tersenyum di alam sana karena melihat sahabatnya begitu peduli padanya bahkan disaat dia telah tiada di dunia ini. " Kata-kata dari ayah Tsurugi itu membuat Urumi semakin membuat tangisnya menjadi-jadi.


Urumi sangat sedih karena dia tidak seperti apa yang diucapkan oleh Tsurugi pada ayahnya. Dia adalah orang yang paling jahat untuk Tsurugi. Hanya itu yang ada dipikirannya saat ini.


Lalu dokter keluar dari ruang yang dibuat untuk mengotopsi Tsurugi.


Dokter itu lalu melangkah menuju kearah ayah Tsurugi dan Urumi.


" Apa kau ayah dari Tsurugi? " Dokter itu duduk di sebelah ayah Tsurugi.


" Iya Pak Dokter. Aku ayah dari Tsurugi. " Sebuah ekspresi pasrah dari ayah Tsurugi yang telah lemas karena putrinya yang baru saja meninggal dunia.


" Maafkan aku, karena aku tidak bisa menjadi Tuhan yang bisa memberi kehidupan. Aku hanya bisa melaporkan hasil dari tes tadi. Tsurugi menderita asam lambung yang sudah parah. Tapi, penyebab dari kematiannya bukanlah itu. Dia telah meminum sebuah minuman yang kadar asamnya melebihi kadar wajar. Jadi dalam keadaan lambung yang seperti itu tidak mungkin dia bisa bertahan dari semua yang dia minum. Maaf untuk itu saja yang bisa saya sampaikan. " Lalu, Dokter tersebut pergi meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2