Reinkarnasi Kedunia Sihir Paralel

Reinkarnasi Kedunia Sihir Paralel
Kemenangan Marsha


__ADS_3

...[ Bruell ... . ]...


Sebuah serangan yang bisa menembus penghalang yang sudah lama sekali tidak ada yang bisa menembusnya. Meski sebelum-sebelumnya ada insiden di zona ini yang begitu dahsyat tapi belum pernah ada yang bisa merusak bahkan melubangi penghalang yang ada disini.


" Hah? Penghalangnya hancur. Bagaimana bisa, ini adalah salah satu penghalang terkuat yang bahkan serangan dari naga sungguhan yang bertitel bencana pun tidak bisa melubanginya. Bagaimana dia bisa menghancurkannya semudah itu. " Kepala guild yang melihat kejadian tidak masuk akal tersebut kaget bukan main.


" Dia bukan hanya mengalahkan kita, dia juga merusak penghalang yang tidak satupun orang bisa melubanginya. " Si api yang juga kaget melihat Marsha bisa merusak penghalang tersebut.


" Ehehe, sepertinya aku berlebihan ya? Maaf, nanti akan aku ... . " Sebelum Marsha menyelesaikan ucapannya. Si kegelapan menyerangnya.


...[ Slasshh ... . ]...


Lalu, si kegelapan membelah naga buatan Marsha dan langsung terbelah dua.


" Hoe, orang ini lebih berbahaya dari mereka berempat. " Marsha kaget karena serangan mendadak barusan.


" Oh, kau bisa menghindari serangan yang barusan ya. Kau memang kuat. Kuakui itu. Tapi, kau akan mengerti setelah ini. " Si kegelapan tanpa basa-basi langsung melesat kearah Marsha.


Ketika itu si api mencoba meneriaki si kegelapan untuk menghentikan tindakannya.


" Hei, ber ... uhuakk ... . " Si api yang terlalu memaksakan diri karena terlalu banyak memakai banyak mana dalam pertarungan itu pun muntah darah.


" Hei api! Kau tidak apa-apa kan? " Si air yang menolong si api yang tersungkur karena tidak kuat membawa tubuhnya.


" Kita harus menghentikan mereka! Hah ... hah ... hah ... kalau tidak kita hentikan daerah sekitar sini akan mengalami dampaknya nanti. " Sambil terengah-engah si api tidak bisa berbicara dengan begitu jelas.


Si angin pun membantu menopang si api. " Tapi, kita sudah kehabisan tenaga dan mana. Bagaimana kita akan bisa menghentikan mereka? "


...[ Slasshh ... cring ... Brell ... . ]...


Suasana masih tetap pada begitu sengitnya pertarungan mereka berdua tanpa ada yang bisa menghentikannya.


" Hei, analitis bagaimana ini? Jika seperti ini terus juga tempat ini akan hancur. " Marsha yang sendiri bingung jika tempat disekitarnya nanti malah porak poranda karena hasil dari pertarungan mereka berdua.


" Yah, bagaimana lagi. Dia kan yang memulai ini semua. Jadi, kita harus mengakhiri ini dengan cepat. " Saran dari Analitis itu membuat pertarungan ini menjadi tambah sengit.


Sebuah kecepatan diluar nalar yang ditunjukkan mereka berdua menjadi tontonan yang mengerikan bagi Naria.


" Ayah, bagaimana ini? Apakah Marsha akan baik-baik saja. " Naria yang mengkhawatirkan Marsha.


" Kalau bisa kuperjelas adalah. Si kegelapan dulu bukan seorang penguji disini. Karena kekuatannya yang melebihi para penguji disini. Dia jarang ikut campur dalam urusan ujian dan lebih terlihat diam saja. Tapi, kali ini dia bahkan menghuskan pedangnya pada Marsha. Aku juga tidak bisa menghentikannya karena perbedaan kekuatan yang menjadi alasanku. Aku bisa saja langsung mati jika masuk kesana. Bahkan Keempat elemen pun tidak bisa menghentikan Si kegelapan. Dan yang lebih mengerikannya lagi adalah Marsha yang bisa mengimbangi gerakan si kegelapan itu. Aku tidak tahu kalau dia sudah tambah kuat seperti ini. Dan diluar nalar jika dia dalam kurun waktu dekat ini bisa memiliki kekuatan yang sebanding dengan si kegelapan. Atau dia memang sengaja menyembunyikan kekuatannya sampai dia bertemu dengan anda dan tidak sengaja menunjukkan kekuatannya karena insiden bandit yang telah mengganggu perjalanan anda. " Kepala guild yang menyadari kalau perbedaan kekuatan Marsha begitu drastis untuk waktu yang sangat singkat ini.


" Ho, kau bisa mengimbangi gerakanku. Aku tarik kembali dengan akan menyelesaikan ini dengan cepat. Sepertinya ini akan menjadi hal yang lebih menarik. Eh ... . " Tiba-tiba si kegelapan kaget karena sebuah retakan di tanah dan dia meloncat untuk menghindari hal buruk yang mungkin terjadi.

__ADS_1


" Jika kau masih ingin melanjutkan hal ini. Akan kutunjukkan padamu kalau aku bisa mengakhiri ini dengan cepat. " Marsha kemudian membuat sebuah sihir yang membuat akar muncul dari sisi tanah yang retak tersebut.


...[ Suet - suet - suet. ]...


Akar itu mengejar si kegelapan dengan cepat dan si kegelapan menghindarinya dengan memotong akar-akar yang melayang dan berusaha menangkapnnya itu.


" Hah, menyebalkan sekali. Kenapa bisa ada akar yang melayang-layang dan mengganggu ini. Hah? " Si kegelapan melihat keatasnya dan menyadari ada hal yang mendekatinya dengan sangat cepat. Dan itu adalah meteor yang dipindahkan Marsha dari langit. Sudah terlambat bagi si kegelapan untuk menghindarinya.


Akar-akar yang mengejarnya tadi langsung menahan kaki dan tangannya. Kemudian Marsha membuat sebuah penghalang diantara si kegelapan dan meteor tadi dan ... .


...[ Brueeelll ... bummm ... . ]...


Sebuah ledakan yang sangat dahsyat itu membuat sebuah kilatan cahaya yang sangat silau sekali.


Lalu dari balik cahaya yang perlahan sirna tersebut. Si kegelapan muncul dengan banyak sekali luka pada tubuhnya. Dan pakaian yang compang-camping tidak karuan karena efek dari serangan tadi. Dan anehnya si kegelapan masih mempertahankan posisinya berdiri saat ini. Meski agak menunduk karena efek serangan yang bukan main tadi. Jika tidak dibuat sebuah penghalang tadi oleh Marsha. Mungkin tempat ini sudah menjadi abu.


" Keras kepala sekali orang itu. Padahal tubuhnya sudah terluka sampai seperti itu. Tapi, semangatnya melebihi orang pada umumnya. Kalau dipikir-pikir, dia tadi tidak melakukan penyerangan sama sekali kan. Dan kenapa saat ini dia malah menyerangku secara brutal begini. " Marsha bingung dengan orang yang sedang dia hadapi sekarang ini.


" Hem, sepertinya mereka memiliki tatanan yang cukup berbeda dari si kegelapan. Dan sepertinya memang lah si kegelapan ini merupakan independen dalam hal pengujian tersebut. Atau bahasa yang lebih mudah dipahami adalah dia kurang baik dalam hal berhubungan dengan para elemen lainnya. Itu terbukti karena dia tidak ikut campur dalam serangan kelompok tadi yang dilancarkan oleh keempat elemen. Dia malah memilih semua berakhir dulu dan baru menyerang kita sendirian. " Analitis sedang memberitahu bagaimana keadaan sekarang ini.


" Hei, analitis. Apakah dia lebih kuat dari keempat elemen tadi atau bagaimana? Dia bahkan masih berdiri saat dia menerima serangan kita tadi. " Marsha bertanya kepada Analitis tentang bagaimana ukuran kekuatan dari si kegelapan tersebut.


" Baiklah, akan kuubah menjadi skill analisa status. Sekarang kau bisa melihat seberapa besar kekuatan si kegelapan dan status lainnya darinya. Bahkan skillnya pun dapat diketahui. " Analitis selesai membuat Marsha bisa melihat status dari si kegelapan.


" Ternyata dia bukan manusia. Pantas saja dia tidak memiliki batas wajar manusia. Kadar magicullasnya sangat hebat. Dia merupakan salah satu bangsa iblis yang cukup merepotkan ternyata. " Marsha tahu akhirnya yang menjadi kendalanya sekarang ini.


" Akhirnya kau menyadarinya juga ya. Dia memang bukan manusia. Dia adalah bangsa iblis. Jadi, mau bagaimana lagi. Dia sudah menjadi lawan kita. " Dalam posisi yang menyerupai manusia saat ini Analitis sedang tersenyum.


" Iyah, karena dia sudah menjadi lawan kita. Maka kita juga harus melawannya dan mengakhiri ini. " Marsha yang tidak gentar kalau yang dia lawan sekarang merupakan salah satu bangsa iblis yang cukup kuat.


" Ho, apa yang kau rencanakan? Tapi, semua tidak akan berarti karena aku memiliki daya penyembuhan yang cukup cepat. Dan ... . " Sebelum si kegelapan menyelesaikan kata-katanya, Marsha menyautinya.


" Ho, kau merupakan bangsa iblis yang banyak bicara ya? " Marsha membuat kaget si kegelapan yang kenapa Marsha bisa tahu.


" Jadi, kau sudah mengetahui itu. Aku sudah lama ingin melawan orang yang kuat sepertimu. Dan aku selama ini hanya menemui kroco-kroco yang tidak layak kusebut sebagai lawan. " Pemulihan tubuh yang terluka akibat serangan dari Marsha tadi akhirnya sembuh sepenuhnya.


" Baiklah, untuk selanjutnya mungkin akan lebih dahsyat akibatnya. Jadi, aku akan membuat penghalang baru disini. " Sebuah sihir yang di buat oleh Marsha adalah sihir penghalang yang kekutannya sepuluh kali lipat lebih keras dari sebelumnya.


" Aku suka gayamu. Kau begitu yakin bisa mengalahkanku yang merupakan bangsa iblis ini dan kau bahkan membuat penghalang ini kembali dan kau juga memindahkan mereka ketempat zona yang aman. Kupuji tentang sisi kemanusiaanmu. Tapi, ini akan segera berakhir. " Si kegelapan begitu yakin dia bisa menang.


Lalu di zona aman. Keempat elemen itu berada bersama dengan Kepala guild dan Adipati.


" Tidak kusangka dia akan memindahkan kalian kesini. Dan dia sudah menyembuhkan luka kalian saat di teleportasi kesini. Dia memang penuh dengan kejutan. Tapi, lawannya kali ini agak berbeda dari kalian. Kalian tahu sendiri kan si kegelapan sebenarnya siapa. " Kepala guild sedikit termenung mengingat kalau si kegelapan bukanlah manusia.

__ADS_1


" Iya, dia bukan manusia. Jadi, jelas saja kalau dia begitu kuat karena sudah berlatih beratus-ratus tahun lamanya. Dan daya pemulihannya bukan main karena begitu cepat dan melebihi iblis pada umumnya. Dia merupakan iblis tingkat atas yang diusir dari dunia iblis karena merusak tatanan dalam kasta isblis itu sendiri. Dia bahkan hampir membunuh Raja iblis kala itu. Dan dia berhasil di usir dan dikalahkan oleh iblis yang begitu banyak. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Bahkan ada cerita kalau dia kalah waktu itu adalah sebuah keberuntungan antara satu banding sejuta percobaan untuk mengalahkannya. Lalu, apa gadis itu mampu untuk melawannya saat ini? " Si api tahu tentang masalalu si kegelapan.


" Jadi, dia benar bukan manusia? " Si angin kaget karena dia dan si tanah memang bukan orang yang menjadi penguji pertama disini. Dan yang menjadi penguji pertama dulunya adalah si Api dan Air.


Terdengar seperti mereka sudah lama sekali menjadi seorang penguji. Benar saja karena setelah itu mereka membuka topengnya dan memperlihatkan pada Adipati kalau mereka juga bukan ras manusia.


" Hah? Jadi, kalian berdua adalah Bangsa Elf. Aku jadi tahu karena kalian memiliki sejarah dengan si kegelapan tersebut. Aku tidak terlalu tahu tentang sejarah kalian. Tapi, sekarang aku khawatir tentang Marsha. " Adipati melihat kearah Marsha.


Sekarang Si kegelapan mengonsentrasikan seranganya pada sebuah tumpuan pedangnya. Mebuat sebuah lonjakan distorsi yang teramat kuat mengitari zona yang sudah ditutupi oleh penghalang oleh Marsha.


" Dari analisa yang kulakukan. Ini akan menjadi serangan terkuatnya. Dia mengonsentrasikan semua tekanan magicullasnya pada tumpuan ayunan pedang yang akan melancarkan sebuah tebasan yang mematikan. " Analitis selesai mengidentifikasi apa yang akan terjadi.


" Hem, jadi kita tidak bisa menyimpan itu untuk nanti ya? " Marsha terlihat seperti kecewa.


sebuah distorsi yang diciptakan dari tekanan magicullas si kegelapan itu meretakkan beberapa sisi penghalang yang baru dibuat oleh Marsha.


" Hah ... padahal aku baru saja membuat penghalang tersebut. Kenapa bisa sampai retak begini? Kekuatannya memang bukan main untuk kelasnya sebagai iblis. Dia melebihi iblis yang memiliki kasta tinggi sekalipun. Aku jadi penasaran dengannya. Sekarang aku mempunyai ide setelah pertarungan ini selesai. " Sebuah senyum simpul terlihat di wajah Marsha.


Si kegelapan mengangkat pedangnya dan kemudian mengayunkannya.


...[ Slasshhh ... . ]...


Sebuah luapan magicullas yang teramat banyak menarik garis lurus yang melaju cepat kearah Marsha.


Sebuah serangan yang telak mengenai Marsha tersebut membuat si kegelapan tersenyum.


" Haha, heh? " Namun, senyum dari si kegelapan itu tidak bertahan lama saat melihat reaksi Marsha.


Sebuah luapan Magicullas tadi ternyata tidak terkena Marsha sepenuhnya. Dia menggunakan lawan dari magicullas tersebut dengan energi magicullas miliknya. Dengan membalikkan variabel energi menjadi minus dan menerima serangan dari si kegelapan dan disesuaikan jumlahnya sama dengan magicullas yang dikeluarkan oleh si kegelapan itu bisa meniadakan serangan tersebut menjadi 0, dan tidak lagi berpengaruh pada keadaan Marsha sekarang. Seperti energi yang meluap tersebut bervariabel (+) dan Marsha melawannya dengan variabel (-) yang disamakan jumlahnya dan mengakibatkan peniadaan serangan meski sebesar apapun itu.


" Kekuatan macam apa itu? Dia juga bisa menggunakan Magicullas. Tidak hanya kekuatan mananya yang melebihi manusia biasa, dia memiliki energi berkilau juga, Dan paling membuatku terkejut adalah dia juga memiliki Magicullas. Dan seranganku tadi dihadapinya memakai energi Magicullas miliknya. Bagaimana bisa itu terjadi. Manusia biasa memiliki energi yang begitu banyak seperti itu. Aku masih tidak mengerti. " Selagi si kegelapan itu menjatuhkan pedangnya, tanda dia sudah menyerah untuk melawan Marsha lagi.


Disaat yang bersamaan. Marsha mengulurkan pedangnya di leher si kegelapan.


" Apa masih mau dilanjutkan lagi. Aku tidak keberatan jika kau masih penasaran dengan kekuatan yang bisa menandingimu itu. " Marsha membuat si kegelapan tidak bisa berbicara apa-apa lagi.


Sebuah akhir yang begitu tidak terduga.


" Hah? Dia mengalahkan si kegelapan seorang diri. Ini sulit dipercaya. " Si api kaget dengan hasil akhir dari pertarungan ini.


" Hem, tapi itulah yang terjadi. Jadi, kita tidak bisa menyangkal lagi kalau Marsha memang pantas untuk ujian ini. Dan kenaikan statusnya sebagai petualang juga sudah jelas pasti sangat bisa aku atur nanti. " Kepala guild kemudian masuk ke zona tersebut.


Marsha yang tahu kalau kepala guild sedang berjalan kearahnya itu pun menyapa kepala guild. " Oh hai, kepala guild. Apa sudah bisa diakhiri ujian kali ini? "

__ADS_1


" Baiklah, kau terlalu banyak membuatku tercengang tadinya. Jadi baiklah. Ujian kali ini dinyatakan selesai dengan kemenanganmu. Lalu, kau akan apakan si kegelapan selanjutnya. Aku tidak tahu lagi setelah ini dia akan ada tujuan untuk hidup atau tidak. Jadi, kuserahkan padamu saja si kegelapan. " Akhirnya semua berkhir dengan kemenangan Marsha.


__ADS_2